"Sudah 1 tahun berlalu ya, sejak hari itu.."
***
Waktu itu adalah hari terakhir ku untuk bisa menemui kak Takeo di sekolah ini. Ya.. 2 hari lagi dia akan lulus, dan menjadi seorang mahasiswa di universitas paling ternama di luar kota.
Aku senang dia berhasil di terima di universitas impiannya, tapi di sisi lain aku merasa tak rela kalau kami harus berpisah secepat ini.
Sudah 2 tahun berlalu, sejak hari itu.. . Hari di mana saat pertama kali aku bertemu dengannya. Penampilannya yang memukau, berhasil memincut hatiku dalam pandangan pertama.
Setelah hari itu, aku selalu mencoba mendekatkan diri dengan kakak itu. Aku selalu menjahilinya, mengganggunya. Sering kali aku menyatakan suka kepadanya sambil bercanda supaya tidak terdengar serius, jujur aku malu setiap aku menyatakan kata "suka" itu kepada kak Takeo.
Karena ini hari terakhir ku bersamanya, aku mengajak kak Takeo untuk melihat rasi bintang bersama nanti malam, di atap rumahku. Mengukir momen bersama dengan indah di hari terakhir. Sekalian.. aku ingin menyatakan perasaan ini dengan serius sebelum terlambat.
***
"Whew, bintang malam ini benar-benar indah ya, kak!" Aku menatap langit malam dengan mata berbinar.
"Ng." Kak Takeo menjawab sambil membenarkan teleskopnya.
Sosoknya yang menawan, membuat jantungku berdetak dengan keras.
Aduuuh! Jangan berdetak seperti itu Doong!! Kalau Kak Takeo dengar bagaimanaa??!!
"Kau tahu apa nama bintang yang ada di atas itu?"
Kak Takeo bertanya kepadaku.
"E-eh.. Cygnus..?" Aku menjawabnya dengan perasaan ragu.
"Itu.. nama bintang yang pertama kali ku ajarkan padamu, kan?" Kak Takeo menatapku masam, seolah tau kalau aku belum pernah belajar pasal nama-nama bintang kecuali pelajaran darinya.
"A-ahaha~! Aku tidak akan melupakan semua hal yang kamu ajarkan kepadaku~!!"
Kak Takeo hanya menatapku sebentar, setelah itu dia kembali fokus dengan teleskopnya.
Aku duduk menyila di atas lantai atap rumah, di susul dengan Kak Takeo yang juga ikut duduk di sampingku. Memandangi indahnya bintang yang bertaburan di langit.
Suasana romansa ini, membuatku ingin menyatakan kata "suka" terus menerus ke Kak Takeo.
"Hehehe kak~ aku suka padamu~~" Aku mengatakan kalimat itu sambil memandangi langit-langit.
"Kau bahkan terdengar tidak serius saat mengatakannya." Kak Takeo menjawab dingin.
"A-ahh, hehe, benarkah~??" Aku berusaha tersenyum saat mendengar jawaban itu.
Suasana mulai canggung, dan sunyi.
"Tapi.. bagaimana kalau aku mengatakannya dengan serius..?" Aku menundukkan kepalaku.
Ah.. ini hari terakhir kami bisa bertemu di sini. Aku tidak ingin ini berakhir dengan tidak menyenangkan. Aku ingin menyatakan perasaanku. Apakah jika aku mengatakannya dengan serius, kakak akan menyukainya, atau malah tidak..?
Ayolah, jangan menangis! Jangan menangis saat ada Kak Takeo di samping mu! Ini memalukan!! Tahan.. tahan..!!!
"Hiks.. hiks.." Aku tidak bisa menahan linang air mataku.
Akhirnya kak Takeo melihat ku menangis di hari terakhir kami ini.
"Kakak, hiks.. jawab, bagaimana.. Hiks, kalau misalkan aku mengatakan suka kepadamu dengan serius. Apakah kau.. hiks, akan menerimanya..?" Aku bertanya dengan tangis sesenggukan. Aku tidak berani menatap matanya.
Kak Takeo terdiam.
"Hahh.. aku sampai bosan mendengarkan kata suka itu terus-menerus."
Aku memaklumi itu, menurut ku wajar jika kak Takeo tidak menyukaiku yang selalu menjahilinya ini, bahkan penampilan ku tidak mendukung untuk mencintai seseorang. Aku menatapi langit-langit malam dengan linang air mata.
"... Tapi.. Sepertinya aku akan merindukan kalimat suka darimu itu saat aku pergi. Maka dari itu, sebelum pergi, aku mau mendengar nya sekali lagi." Kak Takeo mengatakannya sambil tersenyum tanpa memandangku.
Aku sontak menoleh ke arahnya. Aku memandangi nya begitu lama, hingga air mataku yang dari tadi berjatuhan, menjadi mengalir tambah deras.
Aku tidak menyangka, cintaku selama 2 tahun ini, akhirnya terbalaskan. Aku menangis sejadi-jadinya.
"Hiks hiks.. hwaaa Kakaak. Hiks, aku.. aku.. aku suka padamu, hwee.." Aku terus-terusan menangis.
"Sudah jangan menangis, bodoh."
Haha, aku sebenarnya malu saat itu, menangis di depanmu benar-benar bukan hal yang biasa!
Kakak.. apakah kakak bahagia di sana..? Aku harap kakak bisa tenang, dan tetap ingat padaku walau kita tidak bisa bertemu lagi. Aku mencintaimu.
"Bintang malam ini.. sangat indah ya, kak?"
-TAMAT-