Kedua orang tuaku telah lama pisah rumah, dan aku tinggal hanya berdua dengan ayahku.
sebenarnya orang tuaku tidak bercerai tapi hanya saja pisah rumah. Dan rumah ibuku, tidak jauh dari rumah ayahku.
Malam itu malam sehari sebelum bulan ramadhan. Suasana kala malam itu sangat mencekam, hujan deras dan disertai suara petir.
Beberapa menit kemudian Suara adzan telah berkumandang, pertanda waktu sholat isya telah tiba. Aku menyegerakan diri untuk berwudhu.
Ketika berwudhu aku harus keluar rumah menuju sumur yang letaknya ada dibelakang rumah.
Aku mulai mengambil air sedikit demi sedikit, dimulai dengan membasuh kedua telapak tangan, berkumur dan seterusnya.
Ditengah-tengah aku berwudhu, ayahku datang dan berwudhu di sampingku dengan menggunakan kaos oblong yang selalu dia kenakan.
Tapi ketika berwudhu ayahku tidak berbicara sama sekali, bahkan tidak menghiraukan ku sama sekali.
Dia berwudhu sangat cepat, bahkan mendahului ku yang tadi wudhu terlebih dahulu.
Setelah selesai wudhu, aku masuk kedalam rumah.
Biasanya ayahku sholat diruang tamu, tapi ketika aku masuk ternyata ayahku tidak sholat ditempat tersebut.
"Mungkin dia sholat dikamar kali yah..." Pikirku.
Akhirnya aku masuk ke kamar dan menunaikan sholat isya, dan ketika baru rakaat pertama selepas takbiratul ihram, aku tiba-tiba tersadar bahwasanya ayahku sudah meninggal beberapa bulan yang lalu.
Aku masih berpikir positif dan menganggap itu semua hanyalah halusinasi.
Setelah selesai sholat isya, aku merebahkan diri di kasur dan langsung tertidur dengan sangat cepat.
Beberapa menit setelah aku jauh tertidur dibawah alam sadar, tiba-tiba aku bermimpi.
Mimpi itu terlihat sangat nyata.
Didalam mimpi aku kembali bertemu dengan ayahku menggunakan baju dan sarung sama seperti yang aku lihat saat berwudhu tadi.
Aku berusaha untuk berbicara mengeluarkan sepatah duakata, tapi entah kenapa suaraku tidak keluar sama sekali. Aku mendadak bisu didalam mimpiku.
Disaat aku kebingungan dengan suaraku yang menghilang, ayahku tiba-tiba melambaikan tangan mengisyaratkan aku untuk mengikuti langkahnya.
Dia mulai berjalan melangkahkan kakinya pelan, aku mencoba mengikuti nya dari belakang tanpa berpikir kemana aku akan dibawanya.
Aku terus mengikutinya, suasana yang tadi biasa saja kini berubah menjadi gelap gulita.
Aku masuk kedalam tempat yang sangat gelap tanpa ada cahaya sama sekali. Ayahku tiba-tiba menghilang entah kemana. Lalu aku mendengarkan suara teriakan dari sekitar ku.
"Tolong bapak nak... Tolong..." Suara teriakan Tersebut persis terdengar seperti suara ayahku.
Aku berusaha untuk membalas teriakan Tersebut, tapi apalah daya suaraku masih saja belum muncul.
Aku berkeliling mencari sumber cahaya, tapi tak kunjung menemukan titik terang.
Aku mulai putus asa dan berdoa didalam hati agar bisa keluar dari tempat itu.
Beberapa menit setelah aku berdoa, suasana yang tadi gelap gulita kini berubah menjadi merah menyala.
Aku semakin tidak mengerti, dimanakah sekarang aku berada.
Tak lama kemudian aku kembali melihat ayahku, wajah dan badannya berubah tidak sama seperti sebelumnya dengan bentuk bukan seperti manusia.
Aku benar-benar menangis Melihat ayahku yang berubah seperti ini. Dan aku tidak bisa menjabarkan kondisinya seperti apa, yang jelas melihat kondisinya sangat membuat hatiku teriris.
Dia mendekat kepada ku.
"Nak maafkan bapak, karena selama di dunia bapak tidak pernah sama sekali menafkahi kamu dan ibumu... Bapak disini disiksa nak" itulah yang dia ucapkan kepadaku sembari menangis meminta maaf.
Aku berusaha untuk menolong nya, tapi tiba-tiba badanku tidak bisa digerakkan sama sekali seolah-olah ada tembok pembatas diantara kami.
Aku terus berusaha menggerakkan badanku, tapi nihil percuma.
Disela-sela aku sibuk ingin Bergerak, tiba-tiba kaki ayahku ditarik oleh tangan yang sangat panjang sehingga membuat nya terjatuh dan terseret dilantai lalu menghilang entah kemana, dan suara minta tolong kembali terdengar.
Suasana yang tadi merah menyala, tiba-tiba berubah kembali menjadi gelap gulita.
Badanku kini sudah bisa untuk digerakkan kembali, suasana tiba-tiba hening dan hampa tidak ada tanda kehidupan sama sekali.
Tak lama kemudian aku melihat setitik cahaya kecil dari kejauhan, aku langsung berlari menuju cahaya tersebut.
Dan kini aku merasa bahwa tubuhku sudah kembali kebadanku, tapi masalah tidak berhenti sampai disitu saja.
Karena tiba-tiba aku ketindihan, badanku tidak bisa digerakkan dan mataku tidak bisa aku buka.
Aku pasrah dan memutuskan membaca surah ayat kursi berkali-kali, sampai akhirnya tubuhku bisa kembali digerakkan seperti semula dan ketika bangun aku bersyukur karena suaraku tidak hilang seperti yang ada di mimpi.
Setelah itu, aku sudah tidak berani untuk tidur karena takut mimpi hal yang serupa.
Aku tidak mengerti arti mimpi ku itu, apakah itu benar atau hanya sebatas bunga tidur semata.
Tapi kalau boleh jujur, ketika ayahku meminta maaf karena tidak pernah menafkahi anak dan istri itu benar adanya.
Jadi sedari aku kecil dari SD bahkan SMA, ayahku tidak pernah sama sekali membiayai sekolah ku.
Hanya ibuku yang selalu berusaha mencari nafkah.
Namun mimpi yang aku alami tersebut, sampai sekarang tidak pernah aku ceritakan kepada ibuku.