Kejadian ini terjadi pada tahun 2016 ketika aku masih duduk di bangku kelas X SMK saat mengikuti kegiatan perkemahan ikapinsa atau sejenis kemah Pramuka lah intinya
Dan btw aku sendiri adalah orang yang termasuk "Peka" terhadap dunia mistis.
Tapi kalau ditanya punya indera keenam atau enggak, aku sendiri gak tau... :^)
Singkat cerita, kami berangkat dari sekolah ke tempat lokasi jaraknya lumayan jauh.karena lokasi yang akan kita datangi, terletak di tengah hutan dan lumayan jauh dari permukiman penduduk.
Ketika baru sampai ke lokasi...
perasaan ku sudah tidak enak, tapi aku tetap positif thinking, karena ini adalah pertama kalinya aku mengikuti perkemahan jadi wajar kalau ada perasaan seperti ini.
Dan disaat pertama kali datang ke lokasi, salah satu sesepuh dari desa yang ada disekitar mengatakan agar kami tidak melakukan hal-hal yang negatif dan jangan terlalu ribut jika dimalam hari.
Tapi nyatanya Ketika malam hari, senior malah tetap mengadakan kegiatan api unggun.
Aku benar-benar bingung, kenapa senior melakukan ini. Padahal udah jelas tadi pagi diperingatkan agar tidak melakukan kebisingan dimalam hari.
Tapi apalah daya aku hanyalah junior, yang ada entar aku yang akan dibully sama mereka.
Suasana sudah hampir larut malam, mungkin sekitar jam 10 atau lebih barulah kegiatan dihentikan.
Aku balik ketenda, dan masing-masing tenda terdiri dari 6 orang.
Sesampainya di tenda, hanya butuh beberapa menit saja teman-temanku sangat cepat sekali tertidur.
Sedangkan aku tidak bisa tidur sama sekali, kepalaku pusing tak menentu.
Ketika semua sudah tertidur bahkan ada yang sudah ngorok.
Tiba-tiba dari dalam hutan aku mendengar suara musik gamelan dan disertai nyanyian lagu-lagu jawa.
Logikanya, Bagaimana bisa ditengah hutan ada orang yang memainkan musik gamelan ditengah malam.
Sungguh Sangat tidak masuk akal.
Aku terus berusaha untuk memejamkan mata, tapi tidak pernah berhasil. Aku masih saja tetap terjaga sampai larut malam.
Puncak kejengkelanku adalah, ketika kondisi sudah larut malam begini. Tiba-tiba aku sakit perut dan ingin buang air besar.
Aku berusaha membangunkan teman-temanku, tapi mereka seolah mati tak bisa dibangunkan sama sekali.
Akhirnya aku memutuskan pergi ke tenda senior, siapa tau ada yang mau menemaniku.
"Mau ngapain dek..." tanya senior perempuan yang masih terbangun.
"Saya mau buang air besar kak..." Ucapku sembari memegang perut menahan rasa sakit.
Dia tidak berbicara banyak, dia hanya mengatakan bahwa toiletnya gak terlalu jauh hanya lurus mengikuti jalan setapak, lalu dia meminjamkan aku senter.
Awalnya aku takut dan ingin meminta dia menemaniku, tapi gak mungkin banget. Karena aku cowok dan dia cewek, entar timbul fitnah yang tidak diinginkan.
Tanpa banyak bicara, aku pergi sendiri mengikuti jalan setapak yang tadi dikatakan. Namun kondisi disekitar sungguh sangat menyeramkan karena dikelilingi oleh pepohonan yang besar-besar bahkan terdapat pohon beringin dan pohon bambu yang sangat rimbun.
Setelah jauh melangkah tiba-tiba aku dihadapkan jalan persimpangan, terdapat belokan kekanan dan belokan kekiri. Dan yang lebih menyeramkan ditengah-tengah jalan yang memisahkan tersebut terdapat pohon bambu kuning.
Mitos masyarakat Kalimantan, kalau bambu kuning itu adalah pohon keramat dan sangat angker.
Bulu kuduk ku merinding dengan sendirinya, aku bingung harus belok ke arah mana sedangkan perutku masih sakit bahkan semakin sakit.
rasanya aku sudah ingin BAB di dalam celana.
Disaat aku terbingung memikirkan hal tersebut, tiba-tiba pohon bambu tersebut bergerak dengan sendirinya padahal tidak ada angin serta tidak ada hujan.
Melihat hal tersebut Tanpa pikir panjang aku langsung berlari dan belok kearah kiri.
Setelah jauh berlari tiba-tiba aku menemukan sebuah bangunan tua, sepertinya itu mushola atau langgar yang sudah tidak pernah digunakan lagi. Karena bangunan tersebut sudah dikelilingi rumput rimbun dan sudah rusak.
Ketika melihat bangunan tersebut, aku langsung berpikir yang namanya bekas mushola pasti ada toiletnya.
Aku langsung bergegas kesana, dan benar saja dibelakang bangunan itu terdapat toilet 2 pintu.
Cuma satu hal yang membuat aku kembali merinding, terdapat sebuah keranda tua yang tergeletak di lantai tepat berada didepan toilet tersebut.
Ku hembuskan nafas ku, lalu kuberanikan diri untuk masuk kedalam toilet tersebut.
Sesampainya di dalam toilet, ternyata tidak ada airnya. Tapi karena aku sudah tidak tahan lagi, aku langsung memutuskan untuk buang hajat disitu.
Ditengah-tengah saat aku buang hajat, dari dalam toilet sebelah Tiba-tiba terdengar suara cakaran didinding, dan itu jelas banget suaranya.
"Ah, Palingan juga kucing..." Ucapku dalam hati berusaha menenangkan diri sendiri agar tidak takut.
Tapi lama kelamaan suara cakaran itu semakin terdengar nyaring, seolah-olah banyak tangan yang sedang cakar-cakaran didinding.
Awalnya cuma suara cakaran doang, tapi tiba-tiba cakaran tersebut disertai suara tangisan wanita dari dalam toilet sebelah.
Aku benar-benar merinding kali ini, kututup mulutku agar tidak bersuara.
Dan kejadian tidak berhenti sampai di situ saja, tapi keanehan kembali terjadi.
Kali ini suara ketukan terdengar di pintu toilet ku, dan suara tersebut sangat nyaring tapi tidak ada suara manusia bahkan tidak ada bayangan sama sekali.
Sumpah kali ini aku benar-benar merinding bahkan pengen nangis rasanya. Dan Aku masih menahan mulutku agar tidak bersuara.
Kubaca surah ayat kursi berulang kali didalam hati, agar suara tersebut menghilang.
Sampai akhirnya suaranya berhenti dengan suara dobrakan yang sangat nyaring dari toilet sebelahku.
Aku tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi.
Setelah suara itu menghilang, aku segera untuk cebok. Tapi karena gak ada air, aku menggunakan dedaunan yang menjalar masuk kedalam toilet.
Perlahan aku buka pintu toilet tersebut...
Dan betapa kagetnya diriku, ketika melihat keranda yang tadi tergeletak di lantai tiba-tiba menghilang entah kemana.
Kali ini jantung ku rasanya pengen copot dan pengen pingsan saat itu juga, tapi aku tahan dan aku memutuskan untuk berlari meninggalkan bangunan tersebut.
Disaat aku berlari, kakiku tersandung lalu aku terjatuh tersungkur ditanah.
Disaat aku terjatuh, tiba-tiba Aku melihat dengan mata kepalaku sendiri. Keranda yang aku lihat tadi, tiba-tiba terbang diatas kepalaku dan yang paling menyeramkan di atas keranda tersebut terdapat pocong berkain hitam duduk diatasnya.
Aku segera menunduk dan menutup mataku, Aku benar-benar tidak mengerti mengapa aku bisa melihat jelas sosok tersebut.
Setelah beberapa menit kemudian, aku memberanikan diri untuk berlari sekuat mungkin agar bisa kembali ke tenda dengan selamat.
Dan Alhamdulillah aku berhasil sampai ke tenda dengan selamat walaupun kakiku sedikit keseleo akibat terjatuh.
Sesampainya di tenda, teman-teman ku masih tertidur lelap.
Lalu keesokan harinya, senior mengadakan kegiatan penjelajahan. lokasi penjelajahan nya, tepat berada ditempat kejadian yang aku lewati semalam.
Tapi anehnya, bangunan yang aku datangi semalam itu tiba-tiba menghilang entah kemana.
sampai saat ini aku tidak mengerti kenapa hal tersebut bisa terjadi, tapi aku sempat bercerita ke orang tuaku tentang apa yang aku alami. kata orang tuaku, tempat yang kami datangi itu memang terkenal angker dan apa yang aku alami malam itu adalah aku tembus masuk ke dunia lain.
Sekian Dan terima kasih.