Pada suatu hari ada seorang gadis kota yang bernama Estel, ia merupakan seorang gamer yang kaya, Estel biasanya memainkan sebuah game yang bernama Fantasy World yang menggunakan VR atau Virtual Reality sebagai salah satu alat untuk bermain game tersebut.
Pagi hari, “Nona Estel, ayo bangun Nyonya sedang menunggu di bawah dan Kak Lia juga sudah menyiapkan sarapan yang enak loh” ucap salah satu pelayan di rumah Estel. Mendengar itu Estel pun terbangun dan langsung bergegas untuk ke kamar mandi untuk mandi. Selesai mandi, Estel mengganti bajunya lalu turun ke bawah untuk sarapan seperti yang dibilang Kak Ave salah satu pelayan yang tadi datang untuk membangunkan Estel.
Tap tap tap, suara langkah kaki Estel dari tangga ke ruang makan. “Selamat pagi Estel” ucap ke dua orangtuanya. “Pagi juga mama dan papa” jawab Estel sambil tersenyum dan menarik kursi. Setelah selesai sarapan kedua orangtuanya pun berangkat untuk bekerja, setelah mengucapkan selamat tinggal, Estel pun langsung pergi ke sebuah ruangan yang cukup luas dan berisi dengan sebuah kursi gaming yang besar dengan komputer yang tersambung pada kursi besar tersebut disertai sebuah headphone. Lalu di ruangan tersebut ada ruangan lagi yang bertuliskan PUNYA ESTEL yang berisi sebuah komputer dan berbagai VR yang disambung dengan headphone, dan itulah yang digunakan Estel untuk bermain game.
Estel pun langsung menggunakan VR yang disambung dengan headphone tersebut lalu menyalakan sebuah komputer disana. Lalu Estel pun bersiap untuk memasuki dunia game tersebut. Di dunia game tersebut sangatlah indah, dan Estel berperan sebagai archery yang bernama Sylvia sebagai nama samarannya. Ternyata Estel adalah seorang pemain baru di game tersebut dan langsung top up sebanyak 500$ atau setara dengan Rp 7.135.275 untuk memenuhi kebutuhan gamenya tersebut.
Beberapa minggu kemudian, Estel sering sekali bermain game tersebut bahkan setiap hari. Pada hari ke 22 Estel terbangun di sebuah kamar yang tidak dia kenali, lalu Estel merasa ada yang aneh dengan tubuhnya tersebut dan akhirnya dia melihat ke kaca, Estel syok karena tiba-tiba dia berubah menjadi karakternya yang ada di game yang bernama Sylvia tersebut. “Kenapa aku menjadi Sylvia? Apakah aku sedang berada di game FANTASY WORLD?” tanya Estel kepada dirinya sendiri. “Ya sudahlah, jalanin aja kehidupan disini dan mencari jalan keluarnya” Keluh Estel. Estel pun keluar dari tempat itu untuk berkeliling, dan tiba-tiba “Selamat pagi kapten Sylvia, Apakah anda tidur dengan nyenyak?” Tanya salah satu orang yang sedang berkumumpul di dekat sebuah toko roti. Estel terkejut karena dipanggil kapten oleh orang tersebut “Oh iya, Sylvia kan seorang kapten dari team DARK HORSE yang merupakan satu dari sepuluh team terkuat di game ini” gumam pelan
“Aku lupa dengan nama cowok ini, hmm siapa ya? Ah iya kalau tidak salah namanya adalah Dean yang merupakan asisten dari Sylvia” gumam pelan Estel lagi. “Selamat pagi Dean dan semuanya” ucap Sylvia sambil berjalan ke arah perkumpulan tersebut. “Mereka ini adalah anggota teamku, yang menggunakan baju biru berkerah dengan armor dilengan, dan rambut berwarna biru tua ini adalah Dean, kemudian yang mengenakan jubah berwarna putih dan rambut merah muda dengan campuran sedikit putih adalah Ainsley, Yang menggunakan Armor biru lengkap dengan pedang dan pelindung dan rambut berwarna hitam pekat ini adalah Charles, Dan terakhir adalah Beatrix yang mengenakan dress hijau muda pendek dan rambut pirang yang cukup pendek. Lalu yang menggunakan baju yang seperti bajak laut lengkap dengan syal berwarna merah dengan armor di bahu, menggunakan rok pendek berwarna coklat, dan membawa sebuah busur berwarna putih berpadu dengan warna abu-abu adalah aku Sylvia.
Tiba-tiba dapat pemberitahuan sistem kalau ada sebuah quest yang harus mereka selesaikan yaitu quest membunuh monster yang terdapat di Dungeon sebelah timur, Monster tersebut adalah Iron Giant yang merupakan bos bintang 7 dari 9 bintang bos. “Baiklah ayo semua kita harus segera menyelesaikan quest ini’ Teriak Sylvia dengan mengangkat tangan kanannya yang terdapat busur. Merekapun bergegas untuk teleportasi menggunakan sihir yang dimiliki seorang mage, yaitu kekuatan yang dimiliki Ainsley. Dan merekapun tiba disebuah Dungeon yang luas dan gelap, lalu Sylvia mencoba untuk mengeluarkan sihir yang ia miliki, sihir yang ia miliki hanyalah sihir api dan es, Kemudian Sylvia mencoba untuk mengaktifkan sihir api kepada busurnya tersebut agar di dalam dungeon tidak terlalu gelap.
Beberapa menit mereka berjalan masuk ke Dungeon untuk mencari monster tersebut. “Kapten saya melihat monster itu!!” teriak pelan Beatrix, Syvia pun menoleh dengan tersenyum, mereka berlima pun menuju ke sana dan siap-siap menggunakan senjata masing-masing.
Ternyata langkah kaki mereka terdengar dan menyebabkan Iron Giant tersebut menoleh dan mulai menyerang mereka, “Kapten izin kan saya untuk menyerang monster di quest ini” Ucap Charles. Sylvia pun mengangguk pelan dan disambung dengan senyuman, “Anggota di teamku ini sangat kuat dan pemberani, mereka tidak meminta ku untuk menyerang monster itu duluan” ucap Sylvia di dalam hati.
Beberapa tahun pun berlalu sejak Estel terjebak di dunia game itu dan akhirnya dia mengetahui cara agar bisa keluar dari dunia game tersebut dari sebuah system game yang rusak, caranya adalah dia harus membunuh monster bintang 9 di Dungeon utara. “Oh jadi begitu, aku akan berlatih fisik dan sihir ku, aku kangen sekali dengan kota tempat tinggalku” Ucap Estel sambil menangis kecil di dalam tendanya.
Beberapa bulan pun berlalu Estel yang sekarang sudah menjadi sangat kuat dan siap untuk melawan bos monster bintang 9. “Aku akan membunuh bos bintang 9 sendiri. Jika aku tiada di dalam Dungeon utara Dean, tolonglah jadi seorang pemimpin yang baik” ucap Sylvia di dalam hati dengan perasaan yang campur aduk . Keesoka harinya Sylvia diam-diam berangkat ke Dungeon utara sendirian. Beberapa menit kemudian Sylvia berhasil keluar dari Dungeon itu dengan kondisi tangan kanannya sudah tidak ada, kaki yang pincang, dan kepala yang penuh dengan darah. Sylvia berani datang ke tendanya dan melihat para anggotanya sedang duduk dengan wajah yang sangat khawatir, “Selamat pagi teman-teman, apakah kalian menungguku disini?” Tanya Syvia dengan wajah sayu dan tersenyum sedih, “Kapten, mengapa kau seperti ini? Kami sangat khawatir, apa yang terjadi dengan tubuhmu kapten?” Ucap Dean sambil menangis dan memeluk Sylvia yang penuh dengan darah.
Mereka semua pun memeluk Sylvia karena khawatir, beberapa menit setelah mereka semua melepas rasa ke khawatirannya. Tiba-tiba Sylvia terjatuh dalam pelukan mereka semua, dan di baringkan oleh Ainsley. “Ah, sepertinya aku akan segera pergi meninggalkan kalian. Dean, jaga mereka dan rekrutlah satu orang untuk menjadi member, aku akan serahkan posisi sebagai seorang kapten kepadamu dan tidak ada kata penolakan ya” Ucap Sylvia sambil menangis dan tersenyum sedih. Semuanya pun menangis mendengar ucapan Sylvia. Kemudian Sylvia pun menutup kedua matanya dengan mata yang masih tersisa air mata dan mulut berdarah yang masih saja tersenyum. Setelah kejadian Sylvia meninggal, Estel pun kembali ke dunianya dan tidak bermain game itu lagi.
TAMAT