"ngomong-ngomong aku bercerita nya sambil nyantai aja kali yah sambil aku share-share gituh"
Namaku Larisa aku adalah gadis yang berusia 19 tahun saat ini di usia ku, aku ingin berjuang untuk mewujudkan cita-cita dan aku juga mempunyai sebuah harapan yang tinggi sekali,harapanku adalah bisa menikah dengan idolaku namanya adalah Frangky.
Saat ini aku sudah diterima kerja sebagai model majalah remaja,itu pun juga termasuk cita-citaku namun sebenarnya cita-citaku sangatlah banyak salah satunya aku juga ingin menjadi aktor,namun untuk saat ini aku hanya bisa menjadi model saja tapi aku tidak pernah kecewa karena itu juga termasuk cita-citaku.
Aku mempunyai bos yang sangat pemarah namun sebenarnya hati bos ku baik,bos ku adalah orang yang sangat tepat waktu dan sangat pekerja keras,suatu ketika ada pegawainya yang kerjanya tidak begitu bagus sehingga membuat bos menjadi marah.
Sampai detik ini untung saja aku tidak pernah di marahi oleh bos ku namanya adalah bos Dion,saat itu aku sedang beristirahat dan aku mendengar seseorang membicarakan tentang majalah pasangan,terdengar jika pasangan wanita itu tidak dapat hadir karena ada gangguan yang bisa hadir hanya laki-laki saja.
Bos pun marah karena menurutnya project ini sangat penting tapi mengapa perempuan itu tidak menghargainya,lalu tak disangka bos pun melihat aku saat itu aku berpura-pura untuk melihat-ligat ponsel dengan melihat media sosial,lalu bos menghampiriku dan berharap aku bisa menjadi peran modelnya.
Bos dion
"larissa apa kamu ada waktu luang?"
Larissa
"mengapa bos?"
Bos dion
"saya tahu jika tadi kamu mendengarkannya,dan saya berharap kamu bisa mengantikkan peran wanita di project ini! Saya janji akan memberikan uang tambahan jika project ini berhasil"
Larissa
"tapi kan bos saya bukan di bagian itu? Nanti saya takutnya bos kecewa dengan hasilnya"
Bos dion
"Tidak perlu khawatir,cobalah dahulu nanti kamu juga akan di arahkan dengan gerakan yang harus kamu lakukan"
Lalu aku memberanikan diri untuk mengambil project tersebut,tak ku sangka ternyata lelaki yang menjadi modelnya adalah seorang terkenal yaitu Frangky, idola yang aku harap bertemu dengannya selama ini.
Frangky saat itu sedang berada di tempat tata rias,lalu aku pun juga saat itu di suruh duduk untuk di rias,aku pun tidak berhenti memandangi wajah ketampanannya itu.
Aku tidak menyangka dalam hatiku berkata jika aku sedang mimpi,lalu aku mencoba menampar pipihku tak ku sangka aku menamparnya dengan keras lalu aku kesakitan,lalu orang yang berada di ruangan itu melihat ku dan pipihku menjadi merah karena rasa malu.
Penata rias
"mbak kenapa?"
Larissa
"nggak papa kok mbak"
penata rias
"mbak nggak papa? pipih mbak pasti sakit! bentar saya ambilkan air untuk mengompresnya"
Larissa
"nggak usah-nggak usah mbak"
penata rias yang ingin merias ku pun keluar untuk mengambil air untuk mengompres,lalu riasan Frangky pun juga sudah selesai orang itu pun keluar untuk mengambil baju yang harus di gunakan untuk pengambil gambar nanti,aku pun hanya tinggal berdua dengan seorang idolaku.
Aku mencoba melirik idola ku itu lewat cermin karena jujur saja atas tingkah laku ku itu membuat aku menjadi malu,Frangky membuka ponselnya untuk membuat cerita lewat sosial medianya,lalu ia juga membaca-baca pesan dari pengikutnya.
Rasanya aku ingin mengobrol namun aku juga canggung akhirnya aku mencoba membuka ponselku,pikirku aku akan mengobrol lewat media sosial aku pun mencari ponselku ke semua arah,sampai-sampai aku mencarinya di bawah meja rias pikirku jatuh lalu aku menunduk untuk mencarinya.
Aku baru ingat saat aku menunduk bahwa ponselku tertinggal di meja tadi dan aku lupa membawanya,lalu saat itu aku pun segera berdiri namun yang aku bingung mengapa diriku tidak ceroboh,karena biasanya jika aku menunduk dan aku kembali kepalaku mengenai meja.
Aku pun baru tau saat aku berdiri jika tangan Frangky memegang sudut meja,lalu aku langsung melihat ke arah Frangky,ia pun tersenyum kepadaku.
Larissa
"terima kasih kak"
Frangky
"sama-sama"
Larissa
*astaga senyumannya itu loh!*
(kata hati)
Frangky
"oh yah tadi kenapa kamu menampar pipih kamu sendiri?"
Larissa
"Eh tadi aku refleks aja kak,aku pikir ada nyamuk!"
Frangky
"oh begitu!"
Tiba-tiba penata rias yang mengambil kompres itu datang dan segera meriasku,sedangkan Frangky keluar untuk foto project solo nya dahulu,aku berharap jika ini masih mimpi aku tidak mau terbangun lagi.
Frangky adalah pria dewasa yang berumur 24 tahun dia adalah seorang aktris yang cukup terkenal,banyak pengikutnya yang berharap untuk berfoto dengannya apa lagi dia mempunyai wajah yang sangat tampan,pengikutnya pun sangat jatuh hati padanya.
Lalu setelah lamanya berias aku pun memakai baju yang cukup elegan untuk pengambil gambar satu,aku pun di arahkan untuk berfoto dengan Frangky,aku pun gugup pada saat itu.
Penata gambar
"kalian foto harus lebih meyakinkan jika kalian ini adalah pasangan,jangan kaku oke!"
Frangky
"yah baiklah"
larissa
*bagaimana aku tidak kaku! aku belum pernah berfoto dengan idola ku!*
(kata hati)
penata gambar
"larissa jangan bengong fokus oke!"
larissa
"oh oke-oke"
penata gambar
"bagus! oh yah ntar lo pegang pinggang larissa dan natap ke arah larissa dan lo larissa pegang pundaknya tapi lo lihat kamera"
Frangky
"oke"
penata gambar
"yuk mulai! fokus yah!"
Frangky
"maaf yah kalau aku pegang pinggang kamu!"
larissa
"iya kak"
Frangky
"kamu nggak usah gugup gituh! ini cuman foto biasa aja kok!"
larissa
*bagi mu mungkin foto biasa*
(kata hati)
penata gambar
"3.... 2.... 1"
setelah berfoto-foto aku pun berusaha memberanikan diri untuk meminta tanda tangan ,lalu ia pun memberikan tanda tangannya kepada ku dan aku pun mencoba meminta nomornya namun ia hanya tersenyum saja,dia langsung memegang kepalaku dan menunduk kan badan ya lalu tersenyum dan menatapku.
Frangky
"kamu tidak perlu meminta nomorku, karena ku bukan orang yang sembarang mengencani seseorang apa lagi teman kerjaku"
mungkin aku sedikit kecewa namun aku tahu bahwa memang benar yang dia katakan,dia adalah seseorang aktris yang profesional,lalu ia pun segera pergi.
larissa
"baiklah... suatu hari nanti kita akan di pertemukan kembali bukan dengan sebuah project tapi... atas seijin Tuhan"
Frangky pun hanya tersenyum kepadaku lalu ia pun segera pergi,setelah aku mengatakan itu aku memang benar-benar berharap bahwa aku akan bertemu dengannya,aku sudah menunggunya sangat lama saat dia di umur 21 tahun dan saat itu umur ku 15 tahun.
Mungkin menurutku umur tidak akan menjadi penghalang bagi diriku,karena aku bukan mencintainya karena ketampanannya,karena ketampanan hanya sementara bukan selamanya.
Dua bulan berlalu aku saat itu sedang berlibur di pantai bersama anggota keluargaku,saat itu aku sedang ingin meminum es kelapa,aku pun membelinya sambil menunggu antrian yang lumayan panjang.
tiba-tiba ada seseorang laki-laki di belakangku yang ingin kurang ajar denganku karena saat itu aku memakai rok yang agak pendek,laki-laki itu ingin merekam namun untung saja kelakukannya pun diketahui oleh seseseorang laki-laki di belakangnya,aku pun langsung memukul laki-laki mesum itu dan menendangnya.
saat itu angin sangat kencang dan tiba-tiba pria yang membantuku itu mengikat jaketnya langsung,aku pun terkejut karena tiba-tiba dia berbuat seperti itu,lalu ku perhatikan wajah orang itu seperti mirip orang yang aku kenal.
dan benar saja aku memang mengenalnya ternyata pria yang membantuku itu adalah Frangky,tak aku sangkah dia juga berlibur di pantai,aku pun semakin terkejut karena apa yang aku ucapkan dua bulan lalu terkabul.
Lalu Frangky menarik tanganku dan membawaku menjauh dari keramaian,supaya kejadian tadi tidak terjadi lagi,dan juga supaya fans nya juga tidak mengetahui jika dirinya disituh.
Frangky
"untung saja orang itu tidak melakukan hal yang buruk padamu!"
larissa
"apa aku benar-benar mimpi!"
Frangky
"tidak! kau bukan mimpi ini nyata!"
larissa
"kalau begitu apa yang aku ucapkan 2 bulan lalu itu benar!"
Frangky hanya tersenyum kepadaku tanpa menjawab apa pun
Frangky
"mengapa kamu bisa disini? apa kamu sendirian disini!"
larissa
"tidak,aku disini sedang bersama keluargaku!"
Frangky
"ohh"
larissa
"bagaimana dengan kabar kakak? apa kakak juga berlibur dengan keluarga kakak?"
Frangky
"tidak,aku disini hanya bersama teman-temanku!"
larissa
"oh begitukah! Kalau begitu selamat berlibur kak!"
Frangky
"kamu juga"
sekali lagi dia selalu memegang kepalaku sambil menunduk dan tersenyum melihat wajahku,saat itu hatiku penuh kegembiraan karena aku akhirnya bisa mendapat tatapa matanya yang indah itu,lalu penjual es kelapa itu memanggilku pandangan kami pun jadi buyar karena mas penjual kelapa itu memanggil.
penjual es kelapa
"mau berapa kelapa mbak?"
larissa
"empat mas"
Frangky
"buat siapa saja?
larissa
"buat mama aku, kakak-kakak aku & aku"
Frangky
"papa kamu?"
larissa
"papa aku udah meninggal"
Frangky
"astaga... maafkan aku"
larissa
"iya nggak papa kok kak"
penjual es kelapa
"mbak nanti kelapanya bisa kan bawa sendiri sama pacarnya?"
larissa
"ah? Tapi?"
Frangky
"iya mas"
larissa
"maaf loh kak jadi repot in!"
Frangky
"nggaklah"
larissa
"oh yah ngomong-ngomong biar aku tebak saudara kakak pasti perempuan semua!"
Frangky
"iya semua orang juga tahu kali"
sepanjang perjalanan kami pun banyak berbicara sehingga kelapa yang di bawa itu terasa ringan,karena banyak cerita lelucon yang kami saling ceritakan dan ku rasa aku se'frekuensi dengannya,aku merasa jika tidak ada pemisah di antara aku dengan Frangky ku berpikir jika aku dengan ya hanya seorang manusia biasa yang bukan di pisahkan oleh perjalanan karir yang berbeda.
perempuan kita pun terhenti di pantai karena tiba-tiba project nya pun sudah hampir selesai disana,lalu aku juga tak pernah berhenti berdoa supaya aku bisa selalu bertemu dengannya,dan juga berharap bahwa sebuah penatiaan tidak akan sia-sia jika ada perjuangan dan pantang menyerah.
di malam penggantian tahun tiba-tiba ada seseorang menghubungi ku tanpa nama,aku bingung dan tidak mau menjawab panggilan itu,lalu ku biarkan saja sampai-sampai panggilan itu mengirim sebuah pesan.
"Happy new years larissa"
aku pun langsung membalas
"Siapa?"
Tak lama kemudian ia pun membalas
"Frangky,maaf menganggu mu malam-malam begini! aku mendapatkan nomormu juga dari bos mu"
aku pun terkejut lalu aku mencoba video call karena aku bukanlah tipe orang yang gampang percaya,dan ia pun menjawab video call ku,dan aku benar-benar tidak menyangka jika dia menghubungi ku.
Frangky
"kapan ada waktu luang?"
larissa
"mungkin akhir pekan,mengapa kak?"
Frangky
"bisa kah kita berjalan-jalan di akhir pekan?"
larissa
"boleh"
dia bertanya kepada ku untuk memberitahu alamat rumahku,supaya Frangky bisa meminta izin untuk mengajakku jalan-jalan berdua,lalu aku pun memberikan alamat rumahku kepada Frangky.
tak di sangka di akhir pekan Frangky benar-benar datang,saat itu bukanku yang membuka pintu rumahku akan tetapi mama ku,mama ku pun bingung lalu Frangky memperkenalkan dirinya.
Frangky
"selamat pagi tante? larissa nya ada?"
mama
"kamu ini siapa yah?"
Frangky
"oh saya Frangky tante!"
mama
"wajah kamu ini seperti tidak asing"
lalu aku pun turun dari kamar ku dan menjelaskan bahwa Frangky adalah idolaku,mama ku pun terkejut dan tidak menyangka bahwa,mama ku juga begitu bingung dengan seorang idola yang mendatangi rumahnya.
beberapa menit setelah obrolan panjang Frangky dengan mama ku,akhirnya mama ku memperbolehkan aku keluar berjalan-jalan dengannya,aku pun langsung memeluk mama ku dan berterima kasih karena sudah memperbolehkan keluar.
Mama
"tapi ingat yah jangan pulang malam-malam!"
Frangky
"baik tante"
Aku dan Frangky pun pergi menaiki mobil ntah kenapa perasaan itu begitu teramat bahagia,se'akan-akan perjuanganku akan sampai tujuan lalu ia berhenti di sebuah taman,aku pun turun karena ia turun.
larissa
"kita kenapa disini?
Frangky
"menikmati udara aja"
larissa
"kalau aku sih nggak perlu menikmati udara disini!"
Frangky
"ohh"
larissa
"jangan bilang ohh kak"
Frangky
"terus bilang apa"
larissa
"kenapa emang?"
Frangky
"kenapa emang?"
larissa
"nggak papa deh kak nggak jadi!"
Frangky
"kenapa"
larissa
"karena tadi momen-momen'nya udah hilang"
Frangky
"kamu pasti tadi mau gombalin aku kan?"
larissa
"nggak"
Frangky
"nggak? iya maksud kamu nggak salah kan"
saat itu Frangky mengajakku berjalan mengitari taman itu,sambil bercerita mengapa dia mengajak ku berjalan-jalan,aku pun mulai terkejut dengan pengakuannya.
Frangky
"mungkin saja apa yang kamu katakan tahun lalu itu benar"
larissa
"maksudnya"
Frangky
"aku tahu saat itu kau menyukai ku tapi aku juga tidak bisa bilang jika aku juga menyukai dirimu yang masih terlalu mudah bagiku"
larissa
"ha?"
Frangky
"bukankah waktu itu aku bertanya mengapa kamu memanggilku kakak memangnya berapa perbedaan jarak umur di antara kita"
larissa
"jadi kakak sebenarnya sudah jatuh cinta saat...."
Frangky
"saat obrolan panjang kita di pantai,memesan es kelapa"
antara bahagia dan bingung dengan perkataannya itulah yang aku rasakan
Frangky
"jujur saja aku cukup terkejut karena dengan waktu 5 tahun bukanlah hal yang mudah,namun kamu bisa menunggu ku,aku juga sangat bangga kepada wanita yang bisa berpegang teguh pada pendiriannya"
saat obrolan panjang itu pun terhenti tiba-tiba Frangky mengeluarkan sebuah kotak yang berisikan cincin,aku pun terkejut karena tiba-tiba dia melamarmu namun aku tidak bisa menjawabnya karena aku harus bertanya kepada keluargaku,kami pun memutuskan untuk pulang saja.
Sore itu Frangky memang benar-benar serius denganku sampai-sampai ia mengobrol serius dengan mama ku dan juga ke dua kakak ku,aku pun juga bingung langkah apa yang harus ku lakukan,lalu aku berdoa saja minta petunjuk kepada Tuhan karena di satu sisi mungkin penantian ku tidak sia-sia tapi disisi lain aku juga tidak mau berburu-buru.
Pada akhirnya sekeluarga memutuskan untuk menjalin hubungan selama 1 tahun,dan kami pun bisa melewati walaupun mungkin ada beberapa masalah,itu yang membuat hubungan kami bisa bertahan sampai akhirnya Frangky beserta keluarnya melamarku di depan keluargaku.
lamaran kami pun 1 tahun berjalan lalu baru kami melangsung pernikahan di akhir tahun,dengan berbedaan umur 5 tahun,saat itu aku berumur 22 tahun dan Frangky pun berumur 27 tahun,namun tak disangka hubungan kami pun awet seperti wajah kami yang selalu awet muda.
pernikahan kami pun berjalan 2 bulan hingga di beri keturunan yang pertama laki-laki kedua perempuan dan yang ketiga adalah laki-laki...
_
Happy end
_
Quotes
"kejarlah impianmu semasih jantung mu ini berdetak jika jantung mu ini sudah berhenti kamu tidak akan dapat mengejar impianmu lagi,dan kamu akan menyesalinya karena waktu cuman berputar 1 kali dan begitu juga penyesalan"
Jangan Lupa follow
@karolinly instagramnya😋