Namaku Siska, kelas 2 SMA. Dan ini... hari tersial ku.
" Hei cantik "
Hiii, apa- apaan dia!? *geli
" Sendirian aja? "
" Maaf bang, biarkan saya lewat "
Siska menatap waspada mereka. Tak sesekali ia mundur perlahan dan menengok kanan kiri berharap ada orang lewat yang membantunya.
" Jangan takut, kami tidak akan melakukan sesuatu yang buruk kok "
Salah satu dari mereka menyentuh pipi Siska, namun dengan sigap gadis itu menepis nya. Terlihat sekali wajah mereka menahan marah.
" Menurutlah dengan kami! "
Lagi lagi wajah Siska di sentuh oleh mereka, dengan kesal Siska menggigit tangan pria yang menyentuh nya.
" Akhh, apa yang kau lakukan!? "
Niat ingin memukul Siska, tiba- tiba sebuah kayu terbang tepat mengenai wajah pria yang hendak memukul gadis itu.
Siapa? Hiii, siapa mereka!?
Sekelompok pemuda berseragam datang menemuiku. Tidak, dari tatapan nya mereka mengincar orang yang mengganggu ku tadi!? Tetapi, apakah mungkin 3 orang pemuda bisa menghadapi sejumlah preman? Mereka kalah jumlah!
Dengan sekejab Siska bersembunyi di tempat seadanya. Tak sesekali ia mengintip dan melihat apa yang terjadi.
GUBRAKK!!
Hii, jangan dekat- dekat, aku tidak kelihatan kan?
Saat ini aku sedang dalam keadaan sulit. Singkat cerita aku mau berangkat sekolah, ini sudah jam 6.45. Ya benar aku hampir terlambat dengan rumah ku yang lumayan jauh dari sekolah.
Sial nya aku melewati gang yang seharusnya tidak boleh kulewati, ya mau gimana lagi aku ingin sampai kesekolah lebih cepat karena bangun kesiangan. Dan inilah satu- satu nya jalan pintas yang ku tahu.
KRAAKK!!
" AKHH "
Oke kutarik kata- kata ku soal mereka kalah jumlah, dalam sekejab saja para pengganggu itu sudah terbaring lemas di tanah. Astaga dia menjadi lebih gila. Ternyata ini alasan kenapa ibu tidak memperbolehkan ku lewat gang ini ya(╥﹏╥)
Ya, gang ini dikenal karena banyak remaja tawuran. Maksudku duel 1 lawan 1. Kata ibuku para preman biasanya kumpul disini, hiks maafkan Siska yang tidak mau mendengarkan ucapan mu bu.
Kulihat mereka tak kenal ampun, para preman sudah di kalahkan oleh mereka.
" Semua nya sudah tumbang bos "
Khusus nya orang yang dipanggil bos itu, dia mematahkan beberapa orang tanpa ampun. Entah itu namanya 'hebat' atau 'gila'.
" Benarkah? Tapi sepertinya aku mendengar tikus mencicit "
Hiiiii, aku tidak ketahuan kan. Aku sampai rela bersembunyi di tong sampah agar mereka tidak melihat ku😱
Pria dengan banyak luka goresan mendekat ke arah Siska bersembunyi. Ia tersenyum dan membalikan badan nya.
" Sepertinya aku salah dengar, jam berapa sekarang? "
Ucap pria itu kepada rekan nya.
" Hampir jam 7.00 "
" Sudahi saja semua ini, kita hampir terlambat "
Bukan hampir dodol, ini beneran sudah terlambat💢. Parah nya lagi sepertinya aku akan kena masalah karena terlambat juga.
Mereka semua pergi. Setelah memastikan semua aman, Siska keluar dari persembunyian nya.
" Iyuh, ini bau! Dan apa- apaan mayad berserakan ini? Mereka tidak mati kan? "
Siska menendang salah satu orang yang berbaring lemah tergeletak di tanah.
" Masih bernafas, waakkkhh aku terlambat! Harus cepat! "
Siska berlari secepat nya. Sesampainya, dengan nafas terengah- engah Siska langsung membuka pintu di kelas nya.
" Maaf karena terlambat "
Ucap Siska dengan wajah gemetaran. Seketika udara di ruangan kelas menjadi bau. Semua murid bahkan wali kelas menutup hidung nya.
" Siska, habis darimana saja kamu? Uhuk, apakah kau masuk ke kolam sampah? "
Seketika seluruh murid yang ada di sana tertawa.
Itu benar sih💧
" Ehem, ayolah pak... saya terlambat karena alasan "
Ucap Siska dengan mata memelas.
" Kau bawa baju olahraga kan? Sekarang kau ganti baju dulu, jika perlu mandi sekalian sana "
" Iya pak "
Aku tidak dapat membantah dengan bau ku sih. Iss semua karena orang- orang gila itu. Jika aku bertemu salah satu dari mereka, sepatu ku akan mendarat ke wajah nya💢
Siska tak henti- henti nya mengomel. Sampai...
Brukk!
Aduh, hiss apalagi sekarang!?
Gadis itu mendongak ke atas, betapa terkejut nya dia saat melihat orang yang ia tabrak.
" K.. kau "
Rambut berantakan dengan berbagai luka di sekujur tubuh nya. Dia orang yang dipanggil bos tadi kan!?😱
Pura- pura tidak tau Siska, pura- pura tidak tau.
" P.. permisi kak "
Belum juga Siska membalikan badan nya, pria itu memukul tembok yang tepat di belakang gadis itu (kabedon). Membuat Siska terjepit tidak bisa kemana- mana. Ia mencoba keluar lewat bawah namun pria itu menutupinya kembali dengan lengan.
" K..kenapa ya kak? Bisakah saya lewat " *gemetaran
Pria itu mengendus- endus Siska yang membuat jarak wajah mereka menjadi sangat dekat.
" Aha, kau tikus itu ya " *senyum
" Wakh, ee..e tikus apa ya? Di sini tidak ada tikus tu "
Siska memalingkan wajah nya. Kemudian pria itu membebaskan Siska dan menutup hidung nya.
" Bau "
Ngapain deket- deket tadi💢
Gadis itu segera berlari dan meninggalkan pria aneh sendirian. Pria itu hanya tersenyum melihat Siska.
Sedangkan, Siska...
Sial, sial, sial! Dari semua orang kenapa aku bertemu dia. Wajah nya sangat menakutkan, dan lagi kenapa aku tidak sadar jika seragam yang ia gunakan merupakan seragam sekolah ini!? Mak, anak mu dapat karma😭
.
.
.
Besok nya...
Hoaam, aku tidak bisa tidur. Saat aku menutup mata aku terbayang wajah mengerikan nya. Haah, masa iya cuma karena ini aku mau pindah sekolah.
Tak lama, para wanita saling membisik satu sama lain.
" Psst, dia datang/// "
" Makin keren aja "
" Iiii, pengen deh jadi pacarnya "
" Jangan bermimpi, orang sedingin dia mana mungkin memikirkan tentang pacar "
Hah, gosip cowok lagi. Cih, memang siapa sih yang di bicara...kan!!!!
Siska melihat cowok preman yang ia lihat di gang, yah dia memanggilnya cowok preman.
Pria itu mendekat ke Siska. Seketika semua orang yang melihat saling berbisik.
" Siapa gadis itu? " *mengernyit
" Sejak kapan bos dekat cewek? "
" Aku cemburu! "
" Paling dia jadi sasaran si bos "
Begitulah pikir para siswa dan siswi yang melihat mereka berdua.
Dengan senyuman mengerikan, orang yang di panggil bos itu merangkul pundak Siska tanpa izin sang gadis. Semua orang terkejut dan saling memandang heran.
" Hei! " *marah
" Apa? " *menatap tajam
" E..enggak jadi "
Dia seram, ngomong- ngomong aku tidak menyangka cowok preman ini begitu populer. Sepertinya gadis- gadis itu gila sampai menyukai orang gila ini.
" Kau bilang gila? "
Yakss, bagaimana dia tau!?
" T..tidak "
" Jangan bohong, wajah mu mengatakan sebalik nya "
Dia mengerikan.
" Kak, aku mau pergi. Bisakah kau melepaskan ku? "
Namun bukan nya di lepas, rangkulan menjadi semakin erat yang membuat Siska terkejut.
" K..kak? "
" Bukan kak, aku Riksa kelas 2 F "
Siapa yang nanya💧
" Kalo begitu, Riksa bisakah kau melepaskan ku? Aku tidak akan memberitahukan yang lain soal kejadian di gang "
" Aha, kau mengaku sendiri bahwa kau melihat kejadian itu ya "
Siska bodoh!! Baiklah, walaupun ini memalukan tapi ini cara yang aku pikirkan!
" Riksa, tolong lepaskan aku. Ya? " *memelas
Riksa diam beberapa detik, kemudian ia tertawa terbahak- bahak dan mengusap rambut Siska dengan kasar.
" Auch, apa yang kau lakukan!? "
" Bwahaha, kau saking takut nya ya dengan ku? Kau begitu imut "
" Aku tidak imut, aku tidak suka dipanggil imut!"
Ucap Siska dengan jujur. Ia merajuk yang membuat pipi nya menjadi lebih besar. Membuat Riksa menahan tawa nya. Pria itu mendekat ke Siska, ia membisikan sesuatu ke gadis itu.
" Jadilah pacarku " *bisik
" ... "
Hah? Apa? Kupingku sehat kan?
" Kau tidak bisa menolak nya " *senyum
Waaakkhh, apa maksud nya!?
" U..untuk apa? Kenapa tiba- tiba? Kita baru saja bertemu sekali kan? "
Berbagai macam pertanyaan muncul di pikiran Siska. Pria itu hanya tertawa melihat reaksi gadis nya.
" Keberatan? "
" A..aku maaf "
Raut wajah kesal ada di diri Riksa.
" Apakah ada seseorang yang kau suka? "
Hiks, benar sekali, tepat sasaran.
" B..begitulah "
Riksa kesal saat mendengar jawaban Siska.
" Beri aku waktu 1 bulan, aku akan membayar mu saat itu. Dan jika ini sudah selesai, kau boleh mempertimbangkan mau hubungan kita lanjut... atau selesai "
Ucap Riksa dengan serius.
Kenapa dia bersikeras ingin berpacaran dengan ku. Tapi... untuk jadian pura- pura, ini sangat menguntungkan untuk ku✨
" Berapa? "
Riksa hanya tertawa karena Siska yang langsung tho the point.
" 1 hari RP. 50.000 "
L...lima puluh ribu!? Em cukup menjanjikan, kudengar cowok populer ini lumayan kaya.
" Nah sayang, hari ini adalah hari jadi kita "
" Aku belum menyetujui nya "
" Tanpa ada penolakan, jika tidak kau tau apa yang terjadi kan? "
Siska seperti melihat wajah penjahat saat melihat senyuman Riksa. Dalam hati nya dia menjerit 'tidak adil!'
" Baiklah, temani aku mulai sekarang. Namamu? "
" Ogah "
" Wah kau mulai berani ya "
Ucap Riksa dengan wajah menyeramkan.
" Siska dari kelas 2C " *jawab cepat
Kemudian Riksa tanpa rasa bersalah menyeret Siska dengan tangan nya. Semua orang hanya memandang takjub, karena baru kali ini sikap Riksa yang tiba- tiba.
" Kau barusan lihat? Si Riksa tersenyum!? "
" Hei Doni, ada apa dengan Riksa? "
" Apakah kau dengar, Riksa memanggilnya sayang! "
" Hei kalian para cewek jangan mengerumuni ku dong, aku juga tidak tau apa yang terjadi dengan si bos "
Semua murid perempuan hanya murung, namun wajah mereka menunjukan kecemburuan dan kebencian.
.
.
.
Sesampainya di kelas...
Haah, nyawaku melayang entah kemana...
" Hei benar kan ini kelas C? Kelas kita berhadapan ternyata "
Tidak bagus untuk ku. Riksa melepas gandengan Siska, gadis itu mundur perlahan.
" Sampai bertemu lagi, Siska "
Riksa lagi- lagi tersenyum mencurigakan. Siska hanya memalingkan wajah nya seolah- olah tidak terjadi apa- apa. Singkat cerita Riksa selalu mengikuti kemanapun Siska pergi. Di mulai dari kantin, kelas, pelajaran olah raga, sampai...
" Oi oi oi, stop! Ini kamar mandi cewek tau💢 "
" Iya iya, cuma nungguin kedepan kok "
Dia sangat posesif, padahal kita baru pacaran pagi ini. Huftt, bodoh nya lagi aku malah mengiyakan nya.
" Ngomong- ngomong, jepit rambut mu tidak pernah kau lepas? "
Riksa menunjuk jepit rambut yang ada di sebelah poni Siska.
" Ah ini, ini dari teman ku "
Ucap Siska sambil tersenyum, wajah nya menunjukan kerinduan saat melihat jepit rambut itu. Riksa hanya tersenyum.
" He, cewek? Cowok? "
Tanya Riksa dengan curiga.
" A..ah itu, kau tidak perlu tau "
Siska mengalihkan pandangan nya, kemudian ia segera lari menuju kelas nya.
Riksa hanya mengela nafas dan menggaruk kepala nya sambil tersenyum.
.
.
.
Namun hubungan mereka tidak dapat di sembunyikan terlalu lama. Sudah tersebar rumor bahwa Riksa dan Siska berpacaran. Dan kini para fans Riksa selalu mengganggu Siska.
Di mulai dari menyoret meja Siska dengan kata- kata kasar, menjauhinya, dan selalu menyebar rumor tidak baik tentang Siska. Namun gadis itu hanya menghela nafas, ia juga tidak menyeritakan nya ke Riksa tentang masalah ini.
Pulang nya seperti biasa, Siska selalu pulang dengan geng Riksa. Namun ada salah satu pria yang tau apa yang terjadi dengan keadaan Siska, Doni. Mereka sekelas, namun Siska menyuruh Doni agar tidak menyeritakan apa yang terjadi.
" Hei, aku akan menceritakan nya ke bos "
Ucap Doni kepada Siska mumpung Riksa belum datang. Namun gadis itu menggelengkan kepala nya.
" Santai saja Don, kau tau kan kita mungkin hanya bermain- main soal status hubungan ini. Aku tidak mau menyeritakan nya ke Riksa, toh tak lama lagi kita kelas 3. Dan sebentar lagi kita akan lulus "
Jelas Siska ke Doni. Tak lama dari kejauhan nampak sosok Riksa di sana. Siska melambaikan tangan nya, seolah sudah terbiasa dengan hubungan 'pacaran' ini.
" Kau sangat bersemangat, dasar kancil "
" Bwee biarin, hehehe "
Mereka berjalan, dan disusul oleh rekan- rekan Riksa yang lain.
" Bos, sepertinya kami mengganggu kalian "
Ucap salah satu teman Riksa sambil tertawa.
" Hei, tidak apa toh malah seru jalan- jalan bersama "
Ucap Siska dengan senyuman nya yang manis. Semua yang di sana tersentuh dengan senyuman Siska, namun dengan mata menyeramkan Riksa semua memalingkan wajah nya seolah tidak terjadi apa- apa. Namun nampak sekali wajah mereka ketakutan karena Riksa, Siska hanya menahan tawa nya.
Sedangkan Doni...
" Maaf Sis, mereka sudah keterlaluan "
.
.
.
Besok nya, saat Siska masuk ke kelas nya betapa terkejut nya ia melihat ruangan kelas yang sangat berantakan. Di mulai dari sampah yang berserakan, bahkan ada salah satu meja yang hancur! Mereka yang di sana membersihkan kelas dengan wajah yang muram. Para pria yang ada di sana hanya diam, sedangkan gadis yang ada disana ketakutan dan bergetar saat melihat Siska.
Hanya ada satu murid yang duduk santai tanpa memperdulikan apapun.
Siska mendekat ke murid itu.
" Doni, apa yang terjadi? " *bisik
" Tidak tau "
Ucap Doni dengan santai.
Tak lama, seseorang mendobrak pintu sangat keras. Pria dengan postur tinggi dan wajah penuh luka mendekat ke Siska, ia memeluk nya dan berteriak dengan keras.
" SIAPA SAJA YANG MENGANGGU GADIS KU... Siap- siap saja kalian "
Ucap pria itu dengan lantang. Semua orang yang ada disana hanya diam tidak bergeming. Dengan wajah malu, Siska yang sedang dalam pelukan pria itu mendongak ke atas.
" R..rik, tidak perlu berlebihan/// " *bisik
Namun Riksa menghiraukan ucapan Siska, wajah nya sangat serius.
" Kenapa kau tidak cerita? "
Eh? Ah aku tau, ini ulah Doni ya. Padahal sudah kubilang jangan menyeritakan nya ke Riksa💢
" I..itu, ku kira kau tidak akan peduli tentang masalah ku "
Ucap Siska dengan pelan.
" Apa yang kau katakan!? Ikut dengan ku "
Riksa menyeret Siska entah kemana. Doni yang menonton hanya tersenyum melihat nya.
.
.
.
Sesampainya, Riksa mengajak Siska ke gang sepi yang dulu pernah menjadi masalah bagi mereka.
" Kenapa harus disini? " *takut
" Tenang saja, para pengganggu itu tidak akan lagi datang kesini "
Wajah Riksa kini terlihat sangat serius.
" Bisakah kau ceritakan tentang jepit rambut ini? Dia kan yang menjadi alasan kenapa kau tidak menyukai ku dari awal "
Tunggu, kenapa dia tau.
" I..itu "
" Ceritakan saja "
" Oke💧 "
Yah benar apa yang di katakan Riksa. Orang yang memberikan jepit ini adalah cinta pertamaku. Awal mula saat kita ketemu juga bisa dibilang cerita konyol. Saat aku sedang ada di tempat bermain, tanpa sengaja aku terjatuh dan membuat kaki ku terluka penuh dengan darah.
Menangis sekencang nya, namun tak ada yang mendengar. Dengan tangis dan ingus yang keluar dari hidung ku, aku mencoba untuk berdiri sendiri. Dari kejauhan ada anak laki- laki yang menepuk tangan nya.
Saat melihat nya aku berpikir 'sial, kenapa kau tidak membantuku?' Anak laki- laki itu mendekat ke arah ku dengan senyum lugu nya, ia berkata.
" Wah kau gadis hebat "
Ucap nya dengan senyum menawan. Sempat aku yang masih kecil terpana dengan senyuman nya, tak lama ia memberikan jepit rambut dengan bentuk semanggi berdaun 4 kepadaku. Ia berkata.
" Aku suka gadis kuat, ini untuk mu katanya semanggi berdaun 4 memberikan keberuntungan. Jika beruntung kita bertemu kembali, bawalah jepit rambut ini kemanapun "
.
.
.
" Yah itulah cerita nya👆🏻 "
Tak lama, wajah yang awal nya serius kini hanya bisa menahan tawa nya.
" Kenapa? Emang lucu ya? Ya ya aku tau ini cerita bodoh, hanya cinta monyet dan kekanakan yang kau dengar💢 "
" Bwahaha, tidak... ah maaf hanya geli saja "
Kemudian Riksa merapikan rambut nya yang awalnya berantakan, terlihat rapi seperti anak rajin lainnya.
" Kau tetap Riksa, tidak ada yang berubah-_- "
" Beneran kau tidak mengenalku? "
Em, eeee....
" Tidak " *polos
" Aku anak laki- laki itu bodoh💢 "
" ... "
Apa!?
" Tidak mungkin, anak itu memiliki rambut pirang dan mata biru, ia juga anak yang terlihat rajin "
" Ya maaf kalo aku tidak serajin yang dulu, rambut aku cat dengan warna hitam. Jika mata aku soflen, orang asing sepertiku akan lebih poluler dan lebih merepotkan jika aku tidak menyamar💢 "
Eee, apa? Jadi Riksa anak laki- laki yang dulu? Tidak mungkin, dan sekarang aku menjadi pacar nya!? Tidak sadar aku menceritakan isi hati ku kepada anak laki- laki yang pernah kutemui waktu kecil!? Ini memalukan///
Riksa menepuk pundak Siska yang sedang menahan malu.
" Tenanglah, penyesalan selalu datang di akhir"
" Bukan itu yang ingin kudengar bodoh! Huuu aku ingin sembunyi saking malu nya/// "
Ucap Siska yang masih menutup wajah nya dengan tangan mungil nya.
" Kau bisa bersembunyi di tong sampah lagi, sama seperti dulu "
Ejek Riksa sambil menunjukan tong sampah yang dimaksud.
" Brengsekk!//// "
Riksa hanya tertawa tanpa henti. Tak lama Riksa memeluk Siska dengan erat.
" Maaf, seharusnya aku sadar lebih awal. Padahal pacarku sedang di bully, tapi aku bodoh karena tidak menyadari nya "
Siska hanya tersenyum.
" Yah kau ingat janji kita? Selama satu bulan kan, em baiklah tidak ada salahnya punya pasangan sepertimu "
" Apa benarkah? "
" Tentu saja, tapi aku sarankan jika ingin mencari suasana yang bagus, jangan di tempat lembab dan bau ini "
Kami hanya tertawa. Yah, siapa sangka selama sebulan ini aku menemukan mu. Walau pertemuan kami tidak menyenangkan, tapi... yah ini adalah pertemuan yang anti mainstream. Bertemu dan memukul para preman, hahaha.
" Ngomong- ngomong, setiap hari uang 50K ku kau apakan? "
" Shopping "
" Hah? "
" Aku bercanda, hahaha "
Yah lumayan untuk kisah cinta masa SMA ku.
.
.
.
[ TAMAT ]
Sori kalo gaje, jangan lupa like and komen🙏🏻