Gadis itu memiliki rambut sebahu bewarna kuning ke emasaan, mata birunya, bibir indahnya, tubuh seksinya, aku ingin sekali memilikinya. Fanny itulah nama gadis pendiam di kelas ku, sikap kikuknya menutupi semua keindahan pada dirinya, banyak wanita yang rela untuk bersamaku, namun hanya dia yang tidak pernah menunjukan rasa ketertarikannya padaku, nanti malam adalah malam perpisahan tahun ajaran kami di kampus. selama empat tahun aku mengamatinya, selama itu pula banyak wanita yang telah ku nodai dan mereka menyukainya. ini malam kesempatan ku, aku harus membuatnya jatuh di dalam genggaman ku.
"Fanny... nanti malam kau akan datang kan ke acara perpisahan" ucap ku yang sontak membuat seisi kelas menjadi ricuh. ia hanya mengangguk dan berlari keluar kelas.
"Jack aku ingin dia, lakukan malam ini untukku" pintaku sambil menyerahkan uang padanya.
"kau gila... gadis itu?? selera mu sungguh aneh, banyak yang ingin bersamamu walau hanya satu malam, liat lah Samantha gadis populer di kampus kita yang tergila-gila padamu, kenapa harus orang itu?! " ucap Jack setengah marah.
"apa yang ku inginkan aku harus mendapatkannya" tegasku.
malam pun tiba, semua orang mengenakan pakaian dan gaun yang indah yang mereka miliki, namun di mataku hanya ada dia gadis cantik dengan gaun putih sederhananya, membuat jantungku berdetak lebih kencang.
pesta telah dimulai semua sibuk dengan kegiatan nya berjoget, berdansa, minum, makan dan bercinta, banyak hal bebas yang dilakukan di tempat ini namun pandangan ku tidak beralih darinya yang sedang duduk sendiri di dekat meja bar, tingkah kikuknya membuatku sesekali tertawa.
"Dave... apa yang kau tertawakan? " tanya samantha manja.
"Dave... sadarlah, kemana arah pandanganmu... " ucap Anne sambil mengelus pipiku.
"Dia sedang melihat Fanny" ucap benny
"wanita itu, beraninya!" samantha yang tiba-tiba saja beranjak bangun untuk menghampiri nya.
"jangan ganggu, wanita ku... atau aku akan menghancurkan karir mu nanti" ucap ku sambil meneguk wine.
samantha tidak berkutik dan kembali duduk di sampingku, wanita, uang, kedudukan aku tidak kekurangan satu pun, namun bagiku baru dia yang dapat membuat jantungku berdetak lebih kencang.
"bawalah ia ke tempat biasa, aku menunggunya disana" ucapku dan beranjak pergi menuju kediaman ku.
mereka Jack, Benny, Samantha dan Anne mengerti apa yang ku maksud, mereka memberikan sesuatu kedalam minuman Fanny dan mengajaknya ke hotel Luxury di lantai paling atas tempat kediaman ku.
aku keluar dengan handuk yang melingkari bagian bawah ku, tubuhku terasa sedikit gerah, nafas ku sedikit berburu, melihatnya tidak berdaya diatas ranjang ku. tubuhnya begitu wangi, kulitnya sangat halus dan lembut, tidak hentinya ku membelai rambutnya mengusap pipinya, meraba seluruh bagian yang ku inginkan. matanya perlahan terbuka, pandangan yang sayup, bibir yang sedikit terbuka, suara desahan kecil yang samar terdengar membuatku semakin semangat dengan nya, tidak perduli dengan cara licik ini, yang jelas aku menginginkannya.
sejak kejadian malam itu, aq terus mencarinya kembali, ia hilang begitu saja, saat pagi hari aku terbangun ia sudah tidak di sisiku. kini sudah hampir 1 tahun aq mencarinya.
aku merasa frustasi, tidak dapat menemukannya, kehidupan ku bersama wanita-wanita sudah ku tinggalkan sejak malam itu, hanya berbagai macam minuman yang mampu menghibur ku.
Drrt... Drrrt... handphone ku bergetar.
"bagaimana kau sudah menemukannya?" tanyaku pada benny
"Dave,... wanita itu telah meninggal... " ucap benny lirih
"apa??!! jangan bercanda ini tidaklah lucu!!! " ucapku sambil membanting Handphone ku.
hatiku terasa sakit sekali, air mata ku mengalir, aku merasa bersalah, bersalah akan semuanya. aku semakin frustasi banyak pil tidur yang ku minum, air mataku terus mengalir, aku merasa hidupku hampa dan aku manusia hina yang seharusnya mati lebih dulu.
"Dave...! syukurlah kau hidup Dave" peluk benny dan Jack sahabat ku sekaligus sekertaris dan orang kepercayaanku
"tidak seharusnya kalian membawa ku ke rumah sakit, aku tidak pantas hidup" sesalku
"Dave sadarlah walaupun kau mati, tetap saja kalian tidak bisa bertemu, ia wanita baik sudah jelas masuk surga, kau?" canda Jack yang membuat ku semakin sadar akan berengseknya diriku.
"maaf Dave aku hanya bercanda... " sesal jack
"Dave bila kau sudah pulih, ayo kita ke panti asuhan tempat Fanny dibesarkan, dia meninggalkan sesuatu untuk mu" ucap benny, sontak aq merasa pulih dan mengajak mereka ketempat itu.
"ini album foto milik Fanny, dan ini surat untuk mu darinya, ia bilang seandainya ada seorang laki-laki mencari nya ia meminta untuk memberikan ini" ucap Ibu asuh Fanny sambil menangis
𝘵𝘦𝘳𝘶𝘯𝘵𝘶𝘬 𝘋𝘢𝘷𝘦
𝘴𝘦𝘢𝘯𝘥𝘢𝘪𝘯𝘺𝘢 𝘣𝘪𝘭𝘢 𝘬𝘢𝘶 𝘥𝘢𝘵𝘢𝘯𝘨 𝘬𝘦𝘵𝘦𝘮𝘱𝘢𝘵 𝘪𝘯𝘪, 𝘮𝘶𝘯𝘨𝘬𝘪𝘯 𝘢𝘬𝘶 𝘴𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘢𝘥𝘢 𝘭𝘢𝘨𝘪 𝘥𝘪 𝘴𝘪𝘯𝘪, 𝘦𝘯𝘵𝘢𝘩 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘢𝘱𝘢 𝘢𝘬𝘶 𝘪𝘯𝘨𝘪𝘯 𝘮𝘦𝘯𝘶𝘭𝘪𝘴 𝘴𝘶𝘳𝘢𝘵 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘬 𝘮𝘶.
𝘮𝘢𝘢𝘧𝘬𝘢𝘯 𝘢𝘬𝘶 𝘵𝘦𝘭𝘢𝘩 𝘮𝘦𝘯𝘪𝘯𝘨𝘨𝘢𝘭𝘬𝘢𝘯𝘮𝘶 𝘮𝘢𝘭𝘢𝘮 𝘪𝘵𝘶, 𝘢𝘬𝘶 𝘣𝘦𝘯𝘢𝘳-𝘣𝘦𝘯𝘢𝘳 𝘮𝘦𝘳𝘢𝘴𝘢 𝘵𝘢𝘬𝘶𝘵 𝘥𝘢𝘯 𝘵𝘦𝘳𝘬𝘦𝘫𝘶𝘵 𝘴𝘢𝘮𝘱𝘢𝘪 𝘱𝘢𝘥𝘢 𝘢𝘬𝘩𝘪𝘳 𝘯𝘺𝘢, 𝘢𝘥𝘢 𝘮𝘢𝘭𝘢𝘪𝘬𝘢𝘵 𝘬𝘦𝘤𝘪𝘭 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘶𝘭𝘢𝘪 𝘵𝘶𝘮𝘣𝘶𝘩 𝘥𝘢𝘯 𝘩𝘪𝘥𝘶𝘱 𝘥𝘪 𝘱𝘦𝘳𝘶𝘵𝘬𝘶, 𝘢𝘬𝘶 𝘮𝘦𝘯𝘤𝘪𝘯𝘵𝘢𝘪 𝘮𝘶 𝘮𝘦𝘭𝘢𝘭𝘶𝘪 𝘮𝘢𝘭𝘢𝘪𝘬𝘢𝘵 𝘬𝘦𝘤𝘪𝘭 𝘥𝘢𝘭𝘢𝘮 𝘱𝘦𝘳𝘶𝘵𝘬𝘶.
𝘴𝘦𝘵𝘪𝘢𝘱 𝘢𝘬𝘶 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘶𝘴𝘢𝘱𝘯𝘺𝘢 𝘢𝘬𝘶 𝘴𝘦𝘭𝘢𝘭𝘶 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘢𝘺𝘢𝘯𝘨𝘬𝘢𝘯 𝘥𝘪𝘳𝘪𝘮𝘶 𝘣𝘦𝘵𝘢𝘱𝘢 𝘩𝘦𝘣𝘢𝘵𝘯𝘺𝘢 𝘥𝘪𝘳𝘪𝘮𝘶, 𝘢𝘨𝘢𝘳 𝘬𝘦𝘭𝘢𝘬 𝘢𝘯𝘢𝘬 𝘬𝘶 𝘵𝘢𝘩𝘶 𝘣𝘪𝘭𝘢 𝘪𝘢 𝘮𝘦𝘮𝘪𝘭𝘪𝘬𝘪 𝘴𝘦𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘢𝘺𝘢𝘩 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘩𝘦𝘣𝘢𝘵.
𝘢𝘬𝘶 𝘮𝘦𝘯𝘥𝘦𝘳𝘪𝘵𝘢 𝘭𝘦𝘶𝘬𝘪𝘮𝘪𝘢 𝘴𝘵𝘢𝘥𝘪𝘶𝘮 𝘢𝘬𝘩𝘪𝘳 𝘥𝘢𝘯 𝘢𝘬𝘶 𝘮𝘦𝘮𝘶𝘵𝘶𝘴𝘬𝘢𝘯 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘬 𝘮𝘦𝘮𝘱𝘦𝘳𝘵𝘢𝘩𝘢𝘯𝘬𝘢𝘯 𝘢𝘯𝘢𝘬 𝘬𝘶, 𝘪𝘯𝘪 𝘩𝘢𝘥𝘪𝘢𝘩 𝘬𝘦𝘤𝘪𝘭 𝘬𝘪𝘵𝘢... 𝘣𝘪𝘭𝘢 𝘬𝘢𝘶 𝘬𝘦𝘣𝘦𝘳𝘢𝘵𝘢𝘯 𝘥𝘢𝘯 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘢𝘬𝘶𝘪𝘯𝘺𝘢 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘮𝘢𝘴𝘢𝘭𝘢𝘩 𝘣𝘪𝘢𝘳 𝘪𝘢 𝘵𝘶𝘮𝘣𝘶𝘩 𝘥𝘪 𝘥𝘢𝘭𝘢𝘮 𝘱𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘵𝘦𝘮𝘱𝘢𝘵 𝘬𝘶 𝘥𝘪 𝘣𝘦𝘴𝘢𝘳𝘬𝘢𝘯, 𝘵𝘢𝘱𝘪 𝘣𝘪𝘭𝘢 𝘬𝘢𝘶 𝘪𝘯𝘨𝘪𝘯 𝘮𝘦𝘳𝘢𝘸𝘢𝘵𝘯𝘺𝘢 𝘢𝘬𝘶 𝘮𝘰𝘩𝘰𝘯 𝘤𝘪𝘯𝘵𝘢𝘪 𝘪𝘢 𝘴𝘦𝘱𝘦𝘯𝘶𝘩 𝘩𝘢𝘵𝘪, 𝘪𝘢 𝘮𝘢𝘭𝘢𝘪𝘬𝘢𝘵 𝘬𝘦𝘤𝘪𝘭 𝘱𝘦𝘯𝘰𝘭𝘰𝘯𝘨 𝘩𝘪𝘥𝘶𝘱𝘬𝘶 𝘥𝘪𝘴𝘢𝘢𝘵 𝘬𝘶 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘢𝘭𝘢𝘮𝘪 𝘮𝘢𝘴𝘢 𝘴𝘶𝘭𝘪𝘵, 𝘪𝘢 𝘴𝘢𝘯𝘨𝘢𝘵 𝘤𝘢𝘯𝘵𝘪𝘬... 𝘢𝘬𝘶 𝘣𝘦𝘭𝘶𝘮 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘦𝘳𝘪𝘯𝘺𝘢 𝘯𝘢𝘮𝘢... 𝘸𝘢𝘭𝘢𝘶𝘱𝘶𝘯 𝘮𝘦𝘮𝘢𝘭𝘶𝘬𝘢𝘯 𝘯𝘢𝘮𝘶𝘯 𝘢𝘬𝘶 𝘴𝘢𝘯𝘨𝘢𝘵 𝘮𝘦𝘳𝘪𝘯𝘥𝘶𝘬𝘢𝘯𝘮𝘶... 𝘢𝘬𝘶 𝘮𝘦𝘯𝘤𝘪𝘯𝘵𝘢𝘪𝘮𝘶... 𝘴𝘦𝘴𝘦𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘱𝘢𝘯𝘵𝘢𝘴 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘬 𝘮𝘦𝘯𝘤𝘪𝘯𝘵𝘢𝘪𝘮𝘶... 𝘢𝘬𝘶 𝘍𝘢𝘯𝘯𝘺.
aku menangis, badanku bergetar hebat lalu, ibu asuh memberiku seorang bayi perempuan, tangan mungilnya, kulit lembutnya, wajah cantiknya, mata indahnya, memang benar ia anak ku... perpaduan wajah kami menjadi satu dan sempurna.
"Venny... sehabis main gitar sama papa, nanti kita ke makam mama ya" ucapku dengan senyum bahagia.
malaikat kecil ku tumbuh dengan cantik dan ceria, aku terus menceritakan betapa cantik dan baik sosok ibunya, akan ku jaga terus cinta ku untuk mu Fanny dengan membesarkan venny sampai ia menemukan laki-laki yang tepat untuk dicintai.
aku mencintai kalian berdua... aku yakin suatu saat kami bisa bersama... inilah kehidupanku...
Terima kasih Fanny...