Namanya Kemal Alfariz,20 tahun,seorang mahasiswa yang dijuluki pangeran kampus karena ketampanan dan kepintaran yang dimilikinya.Namun siapa sangka,dibalik itu semua,dia juga adalah seorang....
Pagi hari seperti biasanya,Kemal ke kampus menaiki motornya.Sesampai dikampus,dia lalu memarkir motornya dan berjalan kedalam kampus
"wah lihat deh,itu pangeran kampus baru nyampe"kata salah satu siswi dikampus itu
"hah,mana..mana"kata seorang lainnya sambil melihat kesana sini
"ih disitu loh"Siswi tadi menunjuk Kemal
"wah iya,uh dia tampan sekali"
"iya,memang layak jadi pangeran dikampus kita,karna bukan hanya tampan tapi dia juga pintar"
"iya kamu bener banget,sayangnya dia itu dingin banget,makanya tidak ada cewek cewek disampingnya"
"iya kamu bener,sayang banget padahal"
Begitulah kata kata para mahasiswa lainnya tiap hari,Kemal memang mendengarnya,tapi dia memilih untuk tidak memperdulikannya.
Kemal berjalan melewati setiap koridor kelas,hingga sampailah dia ke kelasnya
Dia kemudian duduk dibangku yang terletak paling belakang dekat jendela sambil memasang lagu di headset nya
10 menit kemudian,seorang dosen pun masuk kedalam kelas dan mulai mengajar.
*
Saat ini kelas telah berakhir,Kemal telah pergi lebih dulu dari kampus,padahal saat itu ada seorang dosen ingin memanggilnya
Dosen itu lantas memberi sebuah surat yang ditujukan pada Kemal kepada Ziya,salah seorang mahasiswa yang tak kalah terkenalnya dari Kemal
"loh pak,kenapa bapak kasih saya surat Kemal?jangankan kenal dengan dia,dekat,bahkan tahu alamatnya aja gak pak"
("jangan sampe aku harus ngantar surat ini ke Kemal,pokoknya jangan ah")
"hmm masa Ziya tidak kenal Kemal,bukannya kalian adalah 'Visual Kampus' saat ini?"
"yah bapak,itukan kata kata mahasiswa lain pak,aku sama sekali tidak dekat dengan Kemal"
("aduh kenapa si dosen ini gak percaya sih,emang kalau dapat 'gelar' gituan harus banget kenal gitu yah")
"oh gitu yah"
"iya pak"
("yeay sepertinya dosen ini akan kasih suratnya ke orang lain,aku selamat😀")
"hmm kalau begitu bapak kasih alamatnya saja yah,nanti kamu kesana,soalnya bapak telpon dari tadi,dia tidak angkat"
"hah a..aku ngantar langsung?"
("aku gak salah denger kan?dia bilang ngantar!!")
"iyalah Ziya,kan bapak suruh kamu tadi"
"oh iya deh pak hehehe😅"
("ih kenapa malah suruh aku ngantar sih")
"yah udah kalau gitu ini alamatnya,kamu langsung antar sekarang yah"
"siap pak☺"
Ziya mengambil kertas yang bertuliskan alamat Kemal itu lalu pergi kerumahnya
Didalam perjalanan,Ziya yang sedang menyetir mobilnya sendiri melihat ada seseorang yang sedang dikeroyok beberapa orang itu,dengan beberapa motor disamping samping mereka
"mereka pasti anak geng,tapi kenapa satu orang yang dikeroyok itu terasa familiar yah"
"ah bodoh amat,mending aku turun bantu dia dulu"
Ziya berhentikan mobilnya agak jauh dari orang yang sedang bertengkar itu,kemudian dia turun dari mobil sambil berkata "Hei stop,aku telah menelpon polisi,sebentar lagi polisi akan kemari"
Beberapa orang yang mengeroyok itu langsung memberhentikan aksi mereka,kemudian pergi entah kemana
Sedangkan Ziya lalu menghampiri orang yang dikeroyok tadi
"Hei,kamu gak papa kan?"Ziya ingin ikut membersihkan pakaiannya
"jangan pegang pegang!!"Kata orang yang dikeroyok itu
"kamu dasar..."Ziya tak terima,lantas mengangkat kepalanya hendak melihat orang itu
"Kemal?"
"....."
"kamu Kemal kan?"
"....."
"kamu pasti Kemal kan?kenapa kamu bisa dikeroyok orang orang itu,kamu ada bikin salah apa?"
"kamu bisa diem dulu tidak"Kemal menajamkan matanya
"hmm ok"
Kemal lanjut membersihkan pakaiannya yang kotor itu sampai bersih
Setelah pakaiannya bersih "kamu ada perlu apa lewat jalan sini,bukannya rumah kamu berlawanan dengan jalan ini"
"i..iya,aku kesini karna mau ngantar surat dari dosen kamu,katanya dia tadi udah telpon tapi kamu gak angkat angkat"
"maaf aku sibuk"
"gak papa kok,nih suratnya,aku balik dulu yah"Ziya memberi suratnya,kemudian ingin berbalik
"jangan pergi"
"hah"
"enggak,maksudnya jangan pergi sendiri,dijalan ini bahaya kalau cewek kayak kamu jalan sendiri,apalagi tadi kamu sudah bantuin aku"
"emang kenapa Kemal,ini kan masih terang"
"dijalan ini gak peduli terang atau gelap,siapapun yang lewat,harus hati hati!!"
"oh gitu,terus aku harus gimana dong"
"kamu ikut aku pulang sebentar,setelah aku ganti pakaian,aku akan mengantarmu pulang"
"hmm oke,makasih Kemal"
"iya"
Kemal lalu menyuruh Ziya untuk menyetir mobil didepannya,sementara Kemal dibelakang memakai motor,untuk berjaga jaga
Setelah sampai rumahnya,mereka berdua pun masuk kedalam sebuah rumah yang tidak terlalu besar namun juga tidak terlalu kecil
"Kem,ini rumah kamu?"
"iya,kenapa emang?"
"oh nggak,aku kaget aja,habisnya kan ada rumor dikampus,katanya kamu itu horkay,makanya aku kira rumahmu megah banget"
"oh itu,yang ini memang rumahku sendiri yang memang sengaja kucari ditempat seperti ini,biar orang orang itu cuma tahu aku,dan tidak membahayakan keluargaku"
"hah maksud kamu?"
"orang orang tadi yang ngeroyok aku itu adalah geng musuh aku"
"hah?"
"dengan kata lain,aku adalah musuh geng mereka.Aku sebenernya adalah ketua geng motor yang terkenal dikota ini 'Killer Bossy' "
Killer Bossy adalah geng yang terkenal dikota itu dengan kekejamannya,bahkan Kehebohan yang mereka buat dijalan kota
"hah j jadi kamu adalah ketua geng itu,t tapi bagaimana bisa?"
"tentu saja bisa,kenapa tidak?"
"b berarti sekarang aku dalam bahaya dong karna sudah bantu kamu"
"tentu saja"
"hah t terus gimana dong"
"tenang saja,aku akan menjagamu sekarang"
"b beneran?"
"iya,yah sudah sekarang aku antar kamu pulang yah"
"iya,makasih Kemal"
Kemal mengawal mobil yang dikendarai Ziya itu sampai di rumahnya
"makasih yah Kem,sudah ngantar"
"iya sama sama,aku balik dulu"
"ok,hati hati yah"
"iya"
Kemal tanpa menunggu lama lalu pergi entah kemana.
Semenjak hari itu,Kemal selalu menjaga Ziya kemana dan dimanapun dia pergi.
Waktu yang dihabiskan mereka bersama itu, rupanya telah menumbuhkan perasaan suka satu sama lain,namun mereka tetap memendamnya sendiri
Tepat hari disaat mereka wisuda itulah,Kemal memberanikan dirinya menembak Ziya didepan semua orang dikampus itu
Karna sudah setahun,semenjak Kemal membubarkan sendiri geng nya,dia telah menjadi orang yang lebih baik
Tanpa menunggu lama lagi,4 bulan sejak hari wisuda,mereka menyelenggarakan pernikahan diluar kota,setelah itu mereka menetap disana
Setahun kemudian,putri pertama mereka lahir yang dinamakan "Azilla Ziya Alfariz"
kemudian setelah 2 tahun,anak kembar mereka lahir lagi yang dinamakan "Afrizal Kemal Alfariz" dan "Alfrezal Kemal Alfariz"
Setahun setelah itu,mereka memutuskan pindah keluar negeri dan menetap disana
Mereka pun hidup bahagia
The End
maaf kalau gak terlalu ada unsur bad boy nya🙏