Namaku Sari..
Saat ini umurku 18 tahun. SMK kelas 12.
Waktu kecil, aku dimanja oleh kedua orang tua ku.
Namun, semua berubah ketika di perantauan dan usia ku menginjak 8 tahun.
Dari waktu itu sampai sekarang, ayah dan ibu tak lagi sejalan. Tapi aneh nya mereka juga belum bercerai hingga kini.
Segala bentuk kekerasan selalu terekam jelas dalam memori otakku, dan seolah olah hal itu menjadi tontonan wajib dalam hidupku. Menjadi suplemen untuk malam ku yang sepi.
Waktu itu, pada saat bagi rapot. Temanku bertanya...
"Sar, apa yang akan kamu lakukan bersama orang tua mu setelah mereka tau bahwa kamu mendapat ranking terbaik di kelas?? Ortumu pasti bangga memiliki mu. Berbeda dengan ku yang hidup berandal dan tak ada ortu, sekolah saja digratiskan karena miskin!" Tutur nya membuat ku menyelis datar ke arah nya
Aku tak berniat menjawab pertanyaan nya.
Karena, kalau sudah begini?! Konsepnya jadi seperti ...
#Kamu tak tau aku, jika topeng palsu ini ku lepas dari diriku. Kamu ingin keluarga lengkap seperti ku dan aku ingin dunia bebas walau gelap seperti mu#
Yah, begitulah manusia! Seakan tak pernah puas dengan takdir yang ada!
Aku juga sering di bully oleh sebagian teman ku disekolah. Namun anehnya, aku tak pernah punya emosi akan hal itu. Bicara soal luka? Tentu saja itu bukan hal baru untukku.
Apa aku terlahir menjadi psychopath?? Oh, tentu saja tidak! Aku hanya kehilangan emosi! Ya itu saja!
Aku menjadi pribadi yang anti sosial dan tak mudah bergaul. Bukan karena aku tak punya nyali. Tapi karena aku malas saling bergantung pada orang jika ujung nya harus menelan luka.
Aku pun menjadi orang yang sangat irit bicara. Terkesan konyol sih! Tapi ini nyata! Aku hanya berbicara dalam jumlah kata yang mudah dalam penghitungannya dan tak sampai seratus kata dalam seminggu!!
Dua hari telah berlalu. Pembunuhan secara terencana menimpa keluarga ku. Parah banget ya! Duka sekali hatiku...
Aku melakukan rekaman suara lalu HP milikku, ku berikan pada teman ku seraya menyodorkan pistol.
"A-apa?! J-jadi kau lah yang...!! aku ga nyangka Sar!" Tukas nya.
"Gunakan lah ini untuk melindungi dirimu dan sebagai bukti." Jawab ku.
Beberapa hari kemudian... Setelah sidang..
"Saudari Sari! Anda dinyatakan bersalah atas pembunuhan berencana yang anda lakukan kepada seluruh anggota keluarga anda! Oleh karena itu anda akan kami hukum gantung!"
Dor!! Dor!!
Suasana lumayan chaos...
Keputusan pengadilan membuat beberapa lesatan peluru yang berasal dari teman ku tengah menembus punggung ku hingga ke relung hati.
Tak kurasakan lagi derita yang teramat pedih...
Terimakasih dunia ku!! Kau telah mengajarkan aku bagaimana arti MATI untuk mengakhiri DERITA yang TIADA HENTI.
(Broken Home tak selalu tentang perceraian orang tua, ada kalanya yang lengkap dengan orang tua pun menjadi Broken Home sebab konflik dan kekerasan dari orang tua nya)
_*@AnSgnd*_