Hai namaku Zivona. Aku masih duduk di bangku SMA. Hari ini adalah hari ulang tahun ku. Aku berharap hari ini akan menjadi hari paling bahagia seumur hidupku. Aku memiliki keluarga yang lengkap tapi aku tidak bahagia, Karna mereka sibuk dengan kerjaan bahkan aku juga tidak punya teman.
Pagi hari telah tiba. Seperti biasa aku bangun dari ranjang lalu pergi ke kamar mandi. Sebenarnya hari ini aku libur sekolah, Ntah apa yang akan aku lakukan seharian ini. Selesai mandi aku segera ke meja makan untuk sarapan. Setiap hari aku sarapan sendiri Karna orang tuaku sudah berangkat kerja dari pagi tadi. Aku berharap hari ini ada yang mengucapkan selamat ulang tahun kepadaku tetapi tidak ada satupun yang mengucapkannya. Karna aku merasa bosan setelah sarapan aku pergi ke taman dekat komplek rumah ku. Jaraknya tidak jauh, jalan kaki saja akan sampai ke taman itu.
"huh..aku tetap bosan" ucap Zivona yang masih merasa bosan.
"apa aku harus ke tempat lain? eumm bagaimana dengan pantai atau mungkin bukit" Zivona sibuk memikirkan tempat yang akan dia datangi hari ini.
"aku rasa ke cafe sudah cukup menyenangkan, eumm baiklah aku akan ke cafe seperti biasanya." Zivona pun langsung kembali ke rumah nya untuk mengambil tas dan berganti pakaian.
Zivona meminta sopir nya untuk mengantarkan dirinya ke cafe biasanya. Zivona tidak pernah naik taksi dengan alasan itu akan membuang uangnya dengan sia sia padahal Zivona sendiri adalah anak konglomerat.
Sesampai di cafe prince [nama cafe yang biasa Zivona kunjungi] ia langsung masuk ke ruang VIP. Ruang VIP memiliki tempat tersendiri dan memiliki pelayanan yang lebih baik.
"aku ingin pesan ice Chocolate yang seperti biasa dan French fries" ucap Zivona sambil melihat buku menu.
"baik nona silahkan ditunggu" kata pelayan itu dengan sopan.
Sambil menunggu pesanan itu Zivona melihat ke arah jendela dan memandangi jalan raya yang ramai. Jalan raya itu terlihat biasa saja tetapi tiba-tiba mata Zivona tertuju pada anak kecil perempuan yang sedang mengejar balon hingga hampir menginjak aspal jalan raya.
Ya ampun anak itu!!
Zivona pun langsung lari menuju ke anak itu, pasalnya anak kecil itu tidak di dampingi oleh orang tua, Ntah kemana orang tuanya.
"heyy berhenti!!" teriak Zivona sambil lari ke tengah jalan untuk menangkap anak kecil itu.
Sontak para pejalan kaki disana pun meneriaki Zivona dan anak kecil itu. Jalan raya ramai oleh Karna itu mereka jadi pusat perhatian.
Dughh
Brukkk
Anak kecil itu terjatuh Karna di dorong oleh Zivona. Lalu bagaimana dengan Zivona? dia tertabrak mobil yang melaju kencang dari arah sisi kanan.
Zivona tau bahwa ada mobil yang melaju kencang kearah anak kecil itu lalu dia mendorong anak itu agar anak itu tidak tertabrak. Zivona berhasil menyelamatkan nyawa anak kecil itu tapi tidak dengan dirinya. Anak kecil itu langsung mematung Karna melihat Zivona yang terluka parah di aspal.
Ughh badanku..kenapa sangat lemas...mataku- kenapa sulit untuk membuka mata..
Kepalaku seperti ada air yang mengalir..
terlihat bahwa kepala Zivona mengeluarkan darah, yaps kepala Zivona terluka karna benturan. Rambut Zivona yang menutupi wajahnya membuat orang orang khawatir apakah dia masih sadar atau tidak. Kaki Zivona juga terluka dan mengeluarkan darah, Tangan kanan Zivona berada di dekat ban mobil yang melaju kencang tadi. Darah mengalir dimana mana, bau anyir tercium disekitar jalan raya itu.
Lalu lintas pun berhenti Karna ada kecelakaan itu. banyak orang yang menghawatirkan keadaan Zivona yang terluka parah itu. Mereka segera menelfon ambulance.
"astaga dia terluka parah"
"aku yakin kepalanya terbentur aspal dengan keras"
"aku khawatir jika dia tidak akan selamat"
"ya ampun dia baik sekali mencoba menyelamatkan nyawa anak kecil"
"orang tua anak kecil itu kurang berhati-hati"
"semoga ambulance cepat datang"
begitulah para obrolan para orang orang mengumpul disekitar jalan raya.
*
*
*
"Zivona"
ughh
Zivona pun membuka matanya karna ada suara yang memanggil nama nya.
Saat aku membuka mataku. Zivona terkejut karena tiba-tiba ada seorang pria berbadan kekar dan mata yang begitu tajam disampingnya.
"KYAAAA!!" Zivona langsung bangun dan dia melihat pria itu sedikit terkejut saat dirinya berteriak.
Tunggu dimana aku??
Ini kamar siapa dan kenapa aku bisa di ranjang??
"Hey kenapa kau berteriak!" ucap pria itu dengan wajah yang dingin.
"Karna kau membuat ku terkejut" jawab Zivona dengan nada pelan Karna dia merasa takut.
Secara tidak sengaja Zivona melihat tubuh pria itu yang tidak memakai sehelai pakaian.
YA AMPUN SEBENARNYA AKU INI LAGI DIMANA
"apa kau tidak pernah lihat tubuh pria yang bagus" ucap pria itu sambil mendekat ke arah Zivona.
"Hey jangan mendekat" Zivona pun menjauh dari pria itu, bahkan dia hampir terjatuh dari ranjang.
"Kemari lah kau akan terjatuh dari ranjang" ucap pria itu sambil memandangi wajah Zivona.
"Tidakk!! dasar mesum!!" ucap Zivona dengan nada tinggi.
Zivona berharap pria itu akan pergi setelah dia membentak nya. Tapi kenyataannya pria malah terkekeh pelan dan Zivona merasa bingung karna tidak ada hal lucu menurut nya.
"kemarilah jangan membantah" Pria itu langsung menarik tangan Zivona hingga tubuh Zivona terjatuh ke tubuh pria itu.
"lepaskan aku!"
"aku tidak mau" pria itu memeluk erat tubuh mungil Zivona.
Zivona memang tidak kenal dengan pria itu tapi tubuhnya tidak ingin memberontak. Zivona malah merasa nyaman saat dipeluk pria itu.
Beberapa menit kemudian pria itu melepaskan pelukannya. Pria itu menghadap kan wajah Zivona ke hadapannya. Mereka saling bertatapan. Jantung Zivona berdegup dengan kencang.
Jantung ku rasanya seperti ingin meledak!!
Melihat ekspresi Zivona yang malu malu pria itupun tersenyum tipis.
"siapa kamu?" tanya Zivona dengan penuh keraguan.
"Xavier" jawab pria itu dengan singkat,padat dan jelas.
-cup-
Tanpa basa-basi pria yang bernama Xavier itu mencium bibir mungil Zivona. Zivona merasa terkejut dan dia berusaha untuk mendorong tubuh Xavier, tapi sayangnya tubuh Xavier terlalu kuat bagi Zivona. dia hanya bisa pasrah dan memejamkan matanya tetapi lama kelamaan dia merasa nyaman. Sedangkan Xavier dia menahan tengkuk leher Zivona untuk memperdalam ciuman.
5 menit berlalu, Zivona kehabisan nafas Karna berciuman dengan Xavier. Bukanya merasa kasihan tapi Xavier malah tertawa.
"kau sangat lucu" ucap Xavier sambil mencubit pelan hidung Zivona.
BLUSHH
Pipi Zivona seketika menjadi merah merona seperti tomat. Zivona pun langsung mengalihkan pandangannya. Xavier hanya tertawa melihat tingkah lucu Zivona.
"kenapa kau melakukan ini, aku baru saja bertemu dengan mu" ucap Zivona dengan nada yang pelan.
"aku sudah pernah bertemu denganmu" jawab Xavier dengan santai.
Apa aku melakukan time travel??!!
"huh?!"
"Hey apa kau amnesia Zivona?" tanya Xavier sambil menatap mata Zivona.
"A..aku..ntah lah" Zivona tidak bisa menjawab Karna dia juga bingung apa yang terjadi dengan dirinya.
"mandilah aku akan menunggu mu di ruang kerja" ucap Xavier. Lalu Xavier memakai pakaian nya dan keluar dari kamar itu.
"apa dia marah??" tanya Zivona kepada dirinya sendiri.
Saat Zivona masuk ke kamar mandi, dia menemukan cermin. Saat bercermin dia terkejut karena wajah dan tubuhnya masih sama seperti dirinya. Tapi dia masih bingung apa yang terjadi.
Bukankah aku kecelakaan??
Kenapa aku bisa ada disini??
Astaga apa yang terjadi sebenarnya
"Pria itu tau namaku dan berkata pernah bertemu denganku sebelumnya" gumam Zivona.
"bukankah itu aneh" gumamnya lagi.
Karna Zivona masih kebingungan dia berpikir untuk mencari tahu setelah dia selesai mandi.
*
*
*
"Bolehkah aku bertanya?" tanya Zivona dengan nada lembut.
"tentu saja boleh" jawab Xavier.
"sekarang tahun berapa?"
"tahun 2030"
Huh?! bukankah aku kecelakaan di tahun 2011!!
"ada apa?" tanya Xavier sambil menarik tubuh Zivona kepangkuan nya.
"ti..tidak ada" jawab Zivona dengan penuh kebingungan.
"aku rasa dokter benar, kau amnesia" Xavier menutup laptop yang ada didepannya lalu menatap Zivona.
"amnesia?? aku rasa tidak"
"lalu apa kau ingat aku?" tanya Xavier sambil menaik turunkan satu alisnya.
"a..aku.." Zivona yang merasa tidak bisa menjawab pertanyaan itu, dia pun menundukkan kepalanya.
"kau menghilang selama 2 bulan lalu dan aku menemukan mu saat kau terjatuh dari tangga beberapa hari yang lalu"
"tapi itu tidak mungkin" bantah Zivona dengan penuh rasa yakin.
Xavier pun menghela nafas saat mendengar perkataan itu dari Zivona.
"awalnya aku ingin menanyakan mu kemana saja 2 tahun ini tapi kata dokter kau akan amnesia." ucap Xavier.
"apa kau berkencan dengan pria lain? hng?" tanya Xavier.
"Hey aku tidak punya kekasih ya" jawab Zivona dengan muka yang cemberut tapi masih terlihat imut.
"kau milikku hanya milik Xavier" ucap Xavier sambil mengecup lalu mengigit leher jenjang Zivona.
"ughh" Zivona menggigit bibir bawahnya Karna merasa sakit dan geli.
*
*
*
Hari demi hari berlalu. Zivona sudah tidak memikirkan apa yang sebenarnya terjadi kepada dirinya. Dia tidak peduli apa yang sedang terjadi yang penting dia bahagia, itulah yang Zivona sempat katakan kepada dirinya sendiri.
Selamanya Zivona akan tinggal di rumah yang besar milik Xavier. Yang Zivona tahu adalah Xavier pria yang baik walaupun terkadang mesum.
Sedangkan Xavier selalu memanjakan Zivona, apapun yang Zivona minta akan di turuti.
Zivona juga masih bersekolah. Dia masuk ke sekolah milik Xavier, sekolah itu juga terkenal di kota itu.
Malam Hari setelah Zivona selesai belajar kelompok bersama temannya, Asisten rumah tangga Xavier meminta Zivona untuk menemui pria itu di kamarnya.
"nona Tuan Xavier menunggu anda di kamarnya"
"eumm... baiklah"
Zivona langsung pergi ke kamar Xavier. Zivona membuka pintu kamar itu dan masuk.
Terlihat seorang pria yang berbadan kekar sedang memakai jas mewah berwarna hitam dan ditangan kanan nya sedang memegang gelas yang berisi wine. Saat Zivona masuk, Xavier pun tersenyum tipis dan dia langsung membalikan badannya.
Pria bernama Xavier itu meletakkan gelas berisi wine di meja sedangkan Zivona mendekat ke pria itu.
"bagaimana hari ini?" tanya Xavier sambil mengusap pipi Zivona.
"sangat menyenangkan" jawab Zivona dengan tersenyum sumringah.
Tanpa aba-aba Xavier mengangkat tubuh mungil Zivona dan menurunkan nya ke ranjang. Wajah mereka berdekatan hingga nafas hangat begitu terasa. Tatapan Xavier yang tajam dan teduh memerangkap jiwa Zivona.
"Umhh"
Xavier mencium bibir Zivona dan lidahnya menelusup masuk ke dalam bibir Zivona.
Zivona mengerang pelan saat tangan Kokoh dan hangat milik Xavier menelusuri tubuhnya. Xavier menekan tengkuk leher Zivona untuk memperdalam ciuman hingga mereka sama-sama terengah Karna kehabisan nafas.
Sorot mata mereka dipenuhi gairah dan juga cinta.
dan Xavier pun mulai melakukan aksinya.
Ujung jari jarinya seperti memercikkan api saat menyentuh ku...
Api yang begitu membara...membakar kami berdua..
Aku merasa semua rasa sakit ku di masa lalu berubah menjadi kebahagiaan...
tubuhku seperti ada jutaan kupu-kupu yang berputar pada satu titik lalu meledak membawaku terbang menuju langit dan bintang...
Dan rasanya seperti terkena sengatan listrik tapi ini sangat nikmat..aku menyukainya..
-Tamat-