Aku mempunyai saudara perempuan yang sangat baik dan sabar. Setiap kali aku membuat kesalahan atau berbuat kenakalan ia tidak pernah marah.
Orang tuaku baru saja meninggal, dan ini adalah hari kesepuluh setelah kepergian mereka berdua. Orang tuaku meninggal karena kecelakaan, tinggal lah aku dan kakakku seorang.
Hari ini aku akan pergi ke Mall bersama teman-temanku. Untuk itu aku membutuhkan uang yang tidak sedikit. Aku hanya pelajar SMA yang sebentar lagi akan lulus.
"Kak, aku tadi ambil uang kakak 500 ribu" ucapku padanya.
"Oke" jawabnya singkat. Ia lalu menulis sesuatu dibuku harian yang tidak pernah lepas darinya. Ia menulis angka sembilan dibukanya. Aku benar-benar tidak tahu apa maksudnya dan aku juga tidak ingin tahu.
Setelah pulang dari Mall, aku melihat tas kakakku di atas meja. Dengan isengnya aku membuka tas miliknya. Kutemukan banyak uang dan kotak perhiasan serta ada cokelat juga didalamnya. Aku sangat menyukai cokelat, jadi aku langsung memakannya.
"Kamu lagi ngapain?" Tanya kakakku yang baru keluar dari kamarnya.
"Arimbi makan cokelat Kakak, gapapa ya?" Ucapku dengan tidak ada rasa bersalahnya.
Kakakku pun dengan senang hati memberikannya. Namun, lagi-lagi ia mencatat sesuatu dibuku hariannya dan aku melihat ia menulis angka delapan. Karena merasa lelah, aku langsung pergi ke kamarku.
Keesokan harinya, saat aku ingin berangkat sekolah, aku melihat ada pajangan burung merpati diruang tamu.
"Sepertinya pajangan ini baru" ucapku.
Aku pun mengeluarkan ponselku untuk memotret nya. Aku berniat mengunggah foto nya ke salah satu akun media sosial ku, karena pajangan itu sangat lucu. Tapi, tanpa sengaja aku menjatuhkan nya.
PRANK!!!
Suara pecahan keramik itu berbunyi sangat keras sehingga membuat kakakku datang keruang tamu. Aku sangat takut ia akan marah padaku. Tapi tidak! Ia malah membersihkan pecahan keramik itu. Dan hanya menasihati ku agar lebih berhati-hati saat melakukan sesuatu.
Aku heran kepada kakakku. Kenapa ia tidak pernah marah?
Hari ini adalah hari Minggu, Namun, kakakku tidak ada dirumah. Mungkin ia sedang menikmati waktu luangnya bersama kekasihnya diluar. Pikirku.
Aku memanfaatkan kesempatan itu untuk menyelinap masuk kedalam kamarnya. Aku melihat-lihat semua pakaian yang ia punya. Karena tertarik, dengan senang aku mencoba semua pakaiannya. Aku sudah sering melakukannya, setiap ia membeli baju baru dan beberapa kali aku tertangkap basah olehnya. Namun, ia tetap saja tidak marah dan hanya menasihati ku.
"Arimbi" panggilnya dari bilik pintu.
"Kakak" ucapku lalu menoleh nya.
"Kakak tidak suka kamu masuk ke kamar kakak" jawabnya dengan ekspresi dingin seraya menulis sesuatu dibuku nya.
Aku pun meminta maaf padanya karena merasa bersalah. Tapi ia malah tersenyum padaku lalu memberikan semua baju yang telah ku coba untukku.
Ia tidak marah bukan? Karena sikapnya yang selalu memaafkan ku. Hal itu membuatku bebas melakukan apa saja. Toh, kakakku akan memaafkan ku juga pada akhirnya.
Beberapa hari berlalu dan hari ini adalah hari ke 15 sejak kepergian kedua orang tuaku. Karena badanku kurang sehat, aku memutuskan untuk tidak sekolah sementara waktu. Aku sendirian dirumah. Kulihat, pintu kamar kakakku terbuka, aku berniat menutupnya. Namun, aku melihat buku hariannya tergeletak dan terbuka di atas ranjangnya.
Aku pun ingat, kalau buku itu adalah buku yang selalu ada didekatnya dan selalu ia bawa. Dan aku juga ingat, jika setiap kali aku melakukan kesalahan atau berbuat nakal, kakakku selalu menulis angka dibuku itu.
"Apa sih yang kakak tulis disini?" Tanya ku dengan penasaran.
Akhirnya aku iseng-iseng membaca halaman yang terbuka dari buku itu. Hari ini aku tidak melakukan apa-apa. Dan tanggal yang tertera dibuku ini adalah tanggal kemarin.
Kakakku menulis angka "-9 dan tersisa 1" dengan besar pada halaman tersebut.
Setelah membacanya aku tidak mengerti. Setalah merenung, akhirnya aku paham kenapa kakak ku selalu diam selama ini.
Aku membanting buku tersebut dan keluar dari kamar kakakku. Tapi didepan pintu, ia ternyata sudah menungguku dengan menenteng pisau ditangannya.
"Bukankah dibuku itu masih tersisa 1 lalu kenapa ia melakukannya sekarang!!!!!!!!!!!"