Apa yang lebih membahagiakan daripada mendapat sebongkah berlian?
Tentu saja membuat bangga kedua orang tua.
______
Namaku Vello Aditya. Panggil saja aku Vello.
Masa-masa sekolah adalah saat dimana aku mengalami banyak kekacauan. Setiap hari selalu ikut tawur*n, dan jarang sekali mengikuti proses belajar mengajar di sekolah.
Ayah dan Ibu selalu memarahiku setiap waktu.
Sedangkan aku?
Sama sekali tidak peduli dengan apa yang mereka nasehatkan.
Ibu selalu saja membanding-bandingkan aku dengan anak tetangga. Hal itu jelas seringkali membuatku marah.
“Ibu. Biarkan aku menikmati masa mudaku dulu. Lalu, setelahnya aku akan membuatmu bangga.”
Tidak ada yang percaya dengan kata-kataku. Mereka menganggap bahwa itu hanya sebuah candaan.
Bahkan para tetangga selalu saja mencibir dan mengata-ngataiku.
“Haduh. Hidup, aku yang ngejalanin, ratusan ribu yang mengomentari. Dasar tetangga!”
Aku sudah muak dengan semuanya.
Akhirnya aku memutuskan untuk berubah.
Apa yang aku rubah?
Tentu saja perilaku, sikap, dan watakku.
Aku pasti bisa!
.
.
.
.
Hari-hari pun terus berlanjut.
“Nak. Kau mencuri piala-piala ini darimana?” Ucap Ibu yang tidak percaya.
“Bu, Aku tidak mencurinya. Itu milikku.” Sahutku dengan bangganya.
“Benarkah? Ayah tidak percaya jika ini memang benar milikmu. Bukankah kau selalu bolos sekolah? Kau juga tidak pernah mengikuti kegiatan-kegiatan di sekolah. Bagaimana bisa?” Ucap ayah, mengerutkan keningnya.
Aku hanya terkekeh geli melihat respon mereka terhadapku.
Hingga ketika aku menunjukkan sertifikat-sertifikat kejuaraanku, mereka pun meneteskan air mata penuh haru dan bangga. Tidak menyangka, bahwa aku yang dulu sangat bandel dan suka berbuat onar di sekolah, tiba-tiba menjadi sang juara di berbagai bidang.
Kebetulan sekolah mengadakan lomba dalam rangka memperingati hari guru. Mulai dari lomba bernyanyi, menari, membaca puisi, tanya jawab, hingga pidato.
Juara menyanyi, membaca puisi dan berpidato, aku lah yang mendapatkannya. Aku melihat banyak mata terbelalak melihatku ketika menerima piala.
Lihat.
Aku kini, bisa membuat bangga kedua orang tuaku.
Meski hal ini terkesan simple, tapi sangat berharga bagi sebagian orang yang pernah berada dalam situasi sepertiku.
Buktikan, berusahalah, dan tunjukkan!
Itulah kehidupan.
End~