Banyaknya penumpang memadati ruang dalam gerbong, tentu saja ini jam 7.00 pagi dimana orang-orang rela berdesakan demi on time ditempat kerja juga tujuan lainnya.
seragam ku sedikit tidak nyaman karena ketatnya dan mininya rok di sekolahku yang banyak mengundang tatapan sinis dari orang sekitar, ya bisa ditebak bila tatapan seperti sebilah pedang pasti itu dari perempuan bila tatapan itu seperti serigala lapar tentulah dari laki-laki.
hoodie jalan ninjaku untuk menutupi seragamku ini tapi tidak pada rok ku, kali ini pasti aku mendapat kesialan seperti sebelumnya, ya.. pelecehan di tempat umum, segelintir manusia hina yang menyempatkan kesempatan dalam himpitan orang banyak.
kali ini ada seorang ibu hamil yang berjalan mendekatiku, tentu saja aku mengerti dan berganti posisi dengannya, aku mengalah untuk berdiri dan memberikan kursiku untuk nya. tidak apa aku berdiri asalkan dia orang yang sangat membutuhkan kursiku, walaupun aq berhimpitan bukan berarti aku tidak bisa memperhatikan sekeliling ku.
*dia datang* ucapku dalam hati.
alasanku naik kereta ini karena dua bulan sebelumnya aku bertemu dengan laki-laki yang cukup menarik perhatian ku. ia tinggi dengan wajah rupawan susah mendeskripsikan nya, bagiku ia begitu keren. aku tidak mengetahui apakah ia juga memperhatikan ku atau tidak, namun seperti nya hanya aku yang selalu menantinya.
melihat nya dari kejauhan membuat ku senang serasa hari-hari penuh warna, sempat satu minggu aku tidak melihat nya hal itu membuatku sangat sedih. namun kali ini hari-hari ku bewarna kembali.
"doroooong sedikit masuk lebih dalam!!" perintah petugas stasiun yang membuat lautan manusia kini sesak memenuhi gerbong, kali ini aku benar-benar tidak bisa melihat kiri kanan, hanya bisa lurus kedepan, ransel sengaja aku taru depan dadaku berharap agar dompet ku tidak dicuri, namun tidak ada penjagaan di belakangku.
*matilah aku* gumamku, seketika merasa merinding karena seseorang mengelus bagian kakiku.
inginku hajar rasa nya namun aku tidak berdaya karena jujur aku seperti sarden dalam kaleng.
*apa ini*sesuatu bahan tebal menutupi bagian belakangku, tangannya mulai kedepan perutku.
"tolo... "suaraku terhenti
" sssh... tenang lah aku hanya mengikat jaket ini untukmu, yura..." jelasnya
aku merasa bimbang, benarkah yang ia katakan lalu siapakah ia... dia mengenalku tapi aku tidak mengenalnya, suaranya begitu asing. lautan manusia sedikit berkurang, seketika aku memberanikan diri untuk melihat siapa seseorang yang dibelakangku tadi. namun tepat pintu kereta terbuka di stasiun A. aku hanya melihat punggung nya yang mengenakan kemeja putih berlalu.
*Mungkinkah.... *gumamku lalu melihat jaket yang mengikat dipinggang ku. jaket coklat ke emasaan yang ku ingat, laki-laki itu selalu memakainya. lalu bagaimana dia tau namaku... bila ku ingat hanya sekali kita pernah berpapasan, saat itu memang aku melepas hodie ku dan ada nama di seragamku. papasan itu hanya berlangsung persekian detik.
baiklah...jika besok aku bertemu dengannya aku akan mengembalikannya.
aku pun kembali melanjutkan perjalananku menuju sekolah. ketika aku naik bus... aku bertemu dengannya kembali... ia tersenyum, tubuhku panas dingin antara senang atau sedih akhirnya dewi cinta memihak diriku.
"yura... " panggil nya
dengan senyum aku melangkahkan kakiku dan duduk disampingnya, hal itu terjadi begitu saja sampai pada akhir nya kami memutuskan untuk menikah dan memiliki dua orang anak yang lucu.
seseorang pernah bilang, bila kita bertemu seseorang satu kali dan kita tertarik padanya anggaplah itu hiburan, bila seseorang itu dipertemukan kembali kemungkinan itu jodoh untuk kita, tetapi bila hal itu terus terjadi pastilah ada usaha diantara keduanya... usaha untuk menyatukan hati yang terpisah.