Hari ini suasananya tidak seperti hari biasanya,entah kenapa aku merasakan firasat buruk sejak pagi hari.Aku yang tidak ingin berpikir buruk mencoba menepis firasat itu dan berkata kepada diri sendiri kalau itu hanya kebetulan.Aku mencoba menjalani hari seperti biasa dengan perasaan tidak enak yang terus menggangu karena aku tidak punya waktu untuk mendalami perasaan buruk itu,lebih baik aku menyelesaikan cucian baju yang telah menumpuk.
Namaku putri aku tinggal di pinggiran kota disini cukup menyenangkan,aku juga memiliki seorang sahabat yang rumahnya berada di belakang rumahku,namanya Ajeng kakek Ajeng baru saja meninggal beberapa hari yang lalu.Aku juga cukup sedih karena aku juga sudah mengenal kakek Ajeng semenjak kecil,kakek adalah orang yang sangat baik juga ramah,tetapi kakek juga orang yang tertutup termasuk keluarga Ajeng,mereka keluarga yang bisa dibilang tertutup.
Aku yang selesai dengan cuciankupun sengera ingin menjemurnya karena sebentar lagi magrib.Saat menjemur aku merasa diawasi dari jendela rumah Ajeng,aku yang merinding mencoba berfikir positif mungkin saja itu Ajeng.Dengan sedikit ragu aku menoleh ke jendela rumah Ajeng yang dulunya itu kamar kakek ajeng.Aku sangat terkejut melihat bayangan kakek ajeng yang entah kenapa terlihat sangat jelas,aku yang merinding mencoba memastikan sekali lagi dan menoleh ke jendela kamar,kakek Ajeng berdiri disana dengan wajah datar dan menatapku.Seketika kakikupun lemas dan membaca doa sebisaku dan mencoba memastikan untuk yang ketiga kalinya,aku bersyukur beliau benar-benar menghilang.
beberapa hari kemudian aku yang memang satu sekolah dengan Ajeng iseng bercerita mengenai kejadian yang aku alami, sebenarnya aku agak ragu karena takut dikira pembohong.Raut muka Ajeng seketika menjadi gelap dan datar,dia berkata "Kamu juga lihat kakek?" dengan suara yang sedikit gemetar karena ketakutan.