Namaku Jingga, kadang disebut dengan oyen, entahlah suka suka temanku saja lah. Dan aku bersekolah di sekolah impian banyak orang, tidak ada perbedaan disini, mau yang hitam, putih, kaya, miskin, jelek, cakep, gendut, kurus, yang dilihat di sini adalah prestasi nya, yaps, setiap orang yang bersekolah di sekolah ini tentu nya memiliki piala atau penghargaan lainnya, meskipun hanya satu, pasti ada. Di sekolah ini juga tak ada yang boleh masuk lewat jalur belakang, atau dalam artian menyogok.
"Yen, Oyen!!! Buruan udah ditungguin pak Samsu itu" panggil Indah, salah satu temanku
"Oke!!!" aku juga balas dengan teriakan
"Ada si BF juga loh" ucap Indah
"Butterfly" tanya ku
"Yoi, si Rama alias kupu-kupu jantan"
"Gatel dong" candaku
"Iyalah playboy anak basket mah dia"
Kita berdua tertawa, kita pun masuk ke area lapangan dan mulai melakukan pemanasan seperti yang lainnya, sampai kemudian ada yang melempari ku dengan buah berry yang ada di tanah, yah di sekolah ku ada pohon berry yang terabaikan, tak ada yang memetik buahnya, katanya sih angker, jadilah buahnya berjatuhan ke tanah.
"Wleee!!! Oyen!!! wlee!!!" yaps siapa lagi jika bukan si BF, ets bukan boyfriend, tapi butterfly, alias Rama
"Ngapain sih lu kagak jelas banget, ganggu aja" kesalku
"Jingga! Rama!" tegur guru olahraga kami, pak Samsu tercinta, guru paling baik sedunia, membenarkan menyontek asal kan tidak berisik
"Ini pak si mentega terbang nya, nimpuk saya pake berry, mana masih keras berry nya" adu ku
"Nggak pak, si Oyen mah fitnah, itu mah akal-akalan dia doang pak"
Yaps bagaimanapun pak Samsu masihlah seorang manusia, pak Samsu hilang kesabaran dan menyuruh kita berdua berdiri dengan satu kaki dan saling jewer telinga, yang otomatis aku menjewer telinga kanannya dan dia menjewer telinga kiri ku.
"Cieee berantem mulu, lama-lama jadi pacar gak tuh?" ledek Bagus yang kadang di plesetin namanya jadi Sae, bahasa Sunda, yang artinya Bagus
"Ah diem lu E, lu juga sana sama si indah, sama-sama good namanya" ledek BF
"Sudah, ayo lanjut pemanasan, kalian berdiri di sana 15 menit, nanti udah itu baru boleh lanjut olahraga"
Yaps, pak Samsu memang baik, biasanya jika guru lain akan menghukum sampai satu jam atau dua jam, hingga pelajaran selesai, dan dilanjut dengan tugas segunung, namun pak Samsu begitu murah hati.
***
"Oyen!!! Bareng gua yok kita makan di kantin" ajak Bagus
"Traktir tapi ya" ucap ku menggoda nya
"Sans aja, sekalian ajak yang lain, gua baru jadian sama si Indah" nyata Bagus
"Noh, noh, kan bener, emang sesama good itu harus saling mencintai" timpal Rama
"Yoi, tinggal kalian nyusul ya" jawab Bagus
"Kita?" Aku dan Rama saling lirik "Ogah" Jawab kami bersamaan
Akhirnya kita pun makan di kantin, walaupun terkadang suasana kantin tidak begitu kondusif, karena ya, aku dan Rama memang selalu bertengkar, bahkan tadi, dia memasukkan sesuatu kedalam makananku yang ternyata adalah sambal, sampai aku merasa sangat kepedasan. Dan yang dia lakukan hanya tertawa. Menyebalkan, Makannya ku balas dia dengan memasukan jeruk lemon ke minumannya hingga dia keasaman.
"Berantem terusss" ucap teman-teman ku
Dan aku hanya mendengus ketika mendengar nya, kita saling menyalahkan.
***
Pulang sekolah ini sangat buram, langit mendung, seperti nya akan turun hujan. Ah, tapi kenapa sedari tadi angkot yang lewat selalu penuh. Menyebalkan. Mau meminta tolong pada Indah pun rasanya aku tak enak, karena nyatanya dia tengah menikmati masa berduaan dengan Bagus.
"Aish, hujan pula"
Yaps, gerimis mulai turun, sampai kemudian hujan semakin deras. Aku merasakan suhu dingin menusuk kulitku. Juga perlahan hidungku terasa gatal. Namun cuaca sudah tak begitu kondusif, aku memutuskan untuk menerobos hujan.
Tinnn Tinnn!!! Tinnn Tinnn
Aku melihat ke belakang, ada Rama yang memakai jas hujan dengan motornya. Tubuhku sudah basah kuyup.
"Naik!!! Nanti lu sakit!!" Teriak Rama karena memang suara hujan begitu berisik
"Gak mau" jawabku hendak melangkah pergi
"Turunin ego dikit, kalau lu sakit ntar gua juga yang..." Tak di lanjutkan "Buruan naik" Teriak nya lagi
Aku segera mendekati nya, dan ternyata Rama sudah menyiapkan jas hujan juga untuk ku, aku segera memakainya, walaupun sudah terlalu percuma karena tubuhku sudah terlanjur basah kuyup.
"Thx yah, oh Iyah ini jas hujan lu" Aku memberikan nya jas hujannya
"Lu pake aja, dari gerbang ke rumah lu kan udah kayak dari sini ke kebun binatang, alias jauh" jawab Rama "Yaudah gua mau jemput Adek gua dulu" ucap nya
"Adek lu pake apaan"
"Adek gua cowok, kudu strong" jawabnya lalu pergi
Aku pun segera pergi ke menuju rumahku, yang memang halaman rumah ku luas, dan di penuhi banyak pohon tinggi, hingga lebih terlihat seperti rumah besar di tengah hutan, walaupun jalannya sudah bagus, tak lagi tanah seperti dulu.
"Jingga pulang" ucapku dengan nada menggigil.
"Sayang, kamu kok gak bilang mau pulang duluan, padahal Biru baru aja jemput kamu" Ucap mama padaku
"Bang Biru" Aku masih menggigil
"Yaudah ayok buruan ganti baju, terus mandi ya sayang"
Aku bergegas masuk ke dalam kamarku dan mandi, yah, aku benar-benar kedinginan. Dan mungkin aku akan demam.
***
Shhhhhh shhhhh huh shhh huh aku menggigil kedinginan padahal AC di kamarku sudah ku matikan. Panas tapi juga dingin. Aish....
"Sayang, kamu demam nak" Yaps mama datang ke kamarku dan menyentuh keningku "Pa, Jingga pa!!!" Mama berteriak
Papa datang dengan piyama tidurnya yang sama dengan milik mama. Dia menyentuh keningku, lalu papa menelpon seseorang, yaps dia pasti menyuruh dokter untuk datang.
"Kalau aja lu tadi gak pulang duluan, lu bisa naik mobil dan gak sakit kek gini" Bang Biru pun malah marah-marah Namun aku tahu bang Jingga juga pasti khawatir banget, apalagi gua adik nya satu-satunya.
Dan begitulah malam itu, mama dan papa menemani ku tidur di kamarku. Bang Biru balik ke kamarnya sendiri, aku sendiri tak bisa tidur semalaman karena rasa panas dalam tubuhku, dan terpaksa aku tak masuk sekolah, bahkan untuk sekedar menyentuh handphone pun aku tak di perbolehkan karena akan menjadi pusing kepadaku.
***
Rama POV
Yaps, kenalin, gua Rama, cowok paling ganteng seantero rumah gua, karena Adek gua jelek, idup lagi. Tapi jangan salah gua adalah kakak yang sayang sama Adek, jadi gua jarang marah sama dia, kecuali kalau dia udah bahas tentang Melani, cewek yang gua gak suka, mungkin kalau dia bahas si oyen gua gak akan begitu marah.
Ets, ngomong-ngomong pagi ini si oyen belum datang gak kaya biasanya, biasanya 10 menit setelah gua nyampe sekolah, dia juga nyampe sekolah, atau mungkin dia kena macet. Terserahlah.
"Tadi gua dapet kabar dari Indah, katanya si Oyen sakit, demam dari semalem" ucap Bagus
Dan akhir yang sangat membag*ngkan. Gua emang sering banget berantem sama dia, tapi itulah cara gua biar bisa selalu deket sama dia, atau bahkan melindungi dia. Dan hari ini gua gagal.
"Kalau aja kemaren gua anterin dulu dia balik" ucap Indah
Dan hari ini semangat gua seakan hilang, pelajaran Bu amber pun hadir, pelajaran favorit gua, Bahasa Indonesia, dan pelajaran favorit Jingga.
"E, gua pinjem tipeks dong" pinta gua
"Tumben lu, biasanya juga langsung ambil" Bagus ngasih gua tip ex nya, dan gua langsung ambil.
"Lemes amat Cok, denger kabar Jingga sakit, Lu suka kan sama si Jingga?" Tanya Si Babeh, yang bernama asli Tajuddin.
"Ya kagak lah, ya kali gua suka sama si oyen barbar" elak gua
"Seriusan lu, ngomong-ngomong, katanya ada murid baru loh, namanya blue, alias Biru" ucap Tajuddin "Kelas 12, kakak kelas, cocok tuh namanya, Jingga sama Biru, sama-sama cakep juga"
"Kagak ada cocok cocoknya, Biru sama item baru cocok" Jawab gua karena agak kesel juga dengernya, Ya, gua cuma belum berani aja ekspos perasaan gua yang sebenarnya ke Jingga. Tapi kalau Boleh nih, gua mau kalau nanti kuliah jingga dan gua udah resmi pacaran.
"Cielah, cemburu mah bilang ae, dah kek ular aja lu, diam-diam tapi berisik" ucap Si Babeh
Rama POV end
***
Dua hari sudah berlalu, aku juga sudah kembali sehat, dan tadi pagi aku hendak diantar oleh abangku tercinta, Bang Biru. Dan dua hari kemarin, Bang Biru sudah resmi masuk ke sekolah ku, pasti akan banyak fans nya, dan aku sebagai adiknya akan dijadikan alat untuk mendekati abangku yang tampan itu.
***
"Wih, Jingga, lu dianterin bang Biru?" tanya Indah
"Inget lu dah ada si Sae" jawabku
"Kalem aja kali, tapi kalian cocok kok, lu Jingga, dia Biru, sama-sama warna"
"Eh si Oyen datang lagi, dah sehat lu?" tanya Rama
"Apaan dah, oh Iyah, nih, thx yah" bagaimana pun Rama sudah mengantarku jadi aku harus sedikit lebih baik padanya
"Ga, dipanggil Kak Biru" Selly memanggil ku
"Oke"
"Ets, bentar, ada hubungan apa lu sama anak baru itu?" tanya Rama
"Kepo banget sih, minggir sana" kesal ku
Aku segera mendekati Bang Biru, yang dengan gaya cool nya, aku melihat Bang Biru sedang memainkan handphone nya. Dengan para siswi yang bergosip tentangnya.
"Pulang sekolah lu sama gua, and ini uang jajan lu" ucapnya
"Makasih Abang ku yang paling tampan" Aku segera mengambil nya
"Cuman itu doang?" Tanya bang Biru dengan menunjuk pipinya
"Elah, banyak orang, ntar aja pulang sekolah" jawabku
"Kagak"
Akhirnya dengan terpaksa, aku mencium pipi Abang ku, terlihat sekali jika aku adalah adik manjanya, Bang Biru pun malah tersenyum senang, sedangkan para siswi berbincang tentang kami yang tidak-tidak.
Sampai brughh!!! Seseorang meninju wajah Abang ku itu. Dan itu adalah Rama. Aku segera melerai mereka, namun, yang terjadi adalah aku yang terdorong sampai jatuh ke lantai, bang Biru yang melihat aku terjatuh segera meninju Rama. Dua orang yang aku sayangi, eh emang aku sayang sama Rama, ntahlah aku selalu senang dekat dengan nya, nyaman juga, jadi aku harus melerai keduanya.
"Stop!" Teriakku
Rama dan Bang Biru segera menghentikan aksinya, Rama menarik ku ke belakang nya. Dia terlihat marah. Dan aku baru melihat dia seperti itu, kenapa?
"Mentega terbang! lu apa-apa an sih main pukul aja"
"Karena lu" jawab Rama masih emosi "Karena lu nyium cowok ini, lagian dia gak cocok sama lu Yen, yang cocok sama lu cuma gua" Deg!!!
Dan inilah, aku baru tahu satu hal, jika Rama ternyata menyukaiku, namun kenapa dia selalu jail padaku, rata-rata orang yang menyukai orang lain akan bersikap lembut.
"Dan untuk lu, jangan pernah sentuh Jingga lagi, karena gua gak akan pernah biarin siapapun nyakitin jingga bahkan buat nyentuh pun gak akan gua biarin" lanjut Rama
Abang ku itu cuma tersenyum, what dia tersenyum, itu di sakiti loh, kenapa masih senyum?
"Oke, Gua salut sama lu, jagain Adek gua terus ya, dan jangan biarin siapapun nyakitin dia"
"Adek?" tanya Rama
"Iyah, oh, lu gak tahu ya, dia itu Jingga, Adek gua, si manja" bang Biru mengelus kepalaku lalu memelukku
"Jadi" Dan Rama pun terlihat malu-malu
Aish, dia terlihat tampan ketika malu-malu seperti itu. Tapi, bentar, aku menginjak kakinya dan menjulurkan lidahku untuk kemudian berlari menjauh.
"Oyen, sialan lu, bantuin gua lari Napa, susah ngejarnya"
***
Dan semenjak hari itu aku dan Rama kembali bertengkar lagi, sampai suatu hari, aku melihat Rama dekat dengan seorang wanita lain, dia memakai pakaian bebas, seperti nya pulang kuliah, dan Rama memeluk wanita itu dengan romantis, harusnya aku sadar, jika Rama hanya ingin melindungi ku agar ada yang bisa bertengkar dengan nya.
"Yen"aku tak melihat nya sedikit pun.
"Lu kenapa dah" tanya nya
"Gak papa, gua sibuk"
"Yaudah, gua anterin pulang yah"
"Gak usah, Sorry gua buru-buru" jawabku lalu aku pergi menjauhinya.
***
Rama POV
Pagi ini, gua pergi ke sekolah, berharap dapet jawaban dari sikap jingga kemarin. Atau mungkin Jingga lihat gua sama Tania kemaren, padahal Tania cuman sepupu gua, ya kali Jingga marah.
"Loh kok lu yang duduk di sini sama si badut" tanya gua ke vilen and si badut alias Putri
"Iyah, Indah sama Jingga pindah ke sana" Dan gua lihat indah and Jingga lagi ketawa di sana
"Lu ada masalah apa sama si Jingga?" Tanya bagus
"Gak tahu, emang kita ada masalah?"
"Ye, malah balik nanya" ledek Riandi
"Eh itu si Oyen mau ke toilet" ucap Bagus
"Ga!!" Jingga sama sekali gak ngelirik
Sampai kemudian, bel masuk bunyi, terpaksa harus ke tempat masing-masing, Jingga juga langsung duduk di tempatnya sendiri, Indah dan Jingga kelihatan lagi ketawa ketawa mungkin lagi bahas materi tentang pencernaan yang dijelasin di depan.
"Dia kenapa da" tanya ku pada si bule alias jaguar
"Lah balik nanya si bege" jawab Jaguar
***
Istirahat kali ini, gua gak lihat Jingga di kantin, cuman ada indah, sama abangnya Jingga, Bang Biru. Gua samperin tuh calon kakak ipar. Berharap dapat jawaban, tapi saat gua ke sana, gua juga sama sekali gak dapetin jawaban.
"Loh, bukannya Jingga sama Indah ya?" Tanya nya
"Eh"
"Lu ada masalah sama Adek gua? cepet selesai in deh, berurusan sama cewek itu susah" Ucap bang Biru
Ah, sayangnya gua gak tahu masalahnya apa. Sampai gua balik ke kelas buat belajar lagi, gua lihat jingga serius di sana. Dan kemudian, tugas berkelompok, dan beruntung nya, gua sekelompok sama Jingga.
"Ram, gua ganti sama Joni ya" ucap Jingga
Terlihat sekali kalau dia mau ngehindarin gua, Gua langsung nyamperin jingga, karena sekolah pun telah usai. Gua tolak keinginan nya.
"Lu kenapa?" tanya gua
"Gak papa, gua cuma pengen sama Joni" jawab Jingga
"Apa karena Tania? Dia sepupu gua ga"
"Apaan dah lu, lagian GeEr banget sih lu" jawab Jingga lagi
"Jingga, adiknya Biru, Gua sayang sama lu, gua cinta sama lu, jadi gua tahu kalau lu berubah sikap sama gua karena apa, Jadi stop nethink, Gua cuma mau sama lu"
Jingga diam, dan gua liat ada senyuman di sana, walaupun dia tahan.
"Lu mau kan jadi pacar gua, biar gak ada lagi salah paham?" Tanya gua lagi
Jingga diam, masih diam "Gua benci sama lu" ucapnya
"Fiks hari ini kita jadian"
"Lah kan gua benci sama lu"
Cinta sama benci beda tipis, intinya lu jadi pacar gua sekarang, Jingga gua cinta sama lu" gua teriak di luar sekolah
"Rama!!! Butterfly!!! Gua benci sama lu, banget!!!" teriak jingga juga
Gua meluk Jingga, dan Jingga gak nolak pelukan gua. Gua ketawa lihat Jingga. Dia benar-benar gemesin
"Hey masih di sekolahan, jangan macem-macem" Teriak si Bagus and anak-anak yang lainnya
"Berarti kita otw KUA dulu, baru macem-macem" Canda gua
Dan gua dapet pukulan yang berakhir kejar-kejaran, begitulah. Mulai hari ini dan seterusnya, Jingga adalah satu-satunya cewek gua, karena nyokap gua pun udah gak ada. Gua cinta banget sama Jingga.
"Gua juga benci banget sama lu" jawab Jingga
eh kok dia bisa tahu, haha