Dinah bekerja di sebuah toko peralatan rumah tangga, disana dia bekerja dengan beberapa karyawan lainnya sekitaran 12 orang perempuan semua. Semua karyawan tinggal 1 kontrakan yang disewa oleh pemilik toko ditempat dia bekerja. Hanya ada 2 kamar tidur dan 2 kamar mandi, beberapa yang lain tidur dilantai. Mereka bergiliran membagi jadwal untuk tidur ditempat tidur, mereka membuka toko setiap jam 9 pagi dan tutup sekitar jam 8/9 malam.
Hari-hari yang mereka lalui sungguh melelahkan karna hanya karyawan wanita saja yang dipekerjakan oleh pemilik toko ditempat dia bekerja, bos mereka tidak mau menerima karyawan laki-laki dikarenakan upah gaji karyawan laki-laki lebih tinggi dibandingkan dengan karyawan perempuan disana.
Setiap harinya mereka harus mengangkat barang-barang dan perabotan rumah dengan beban berkilo-kilo gram. Bahkan ada yang harus naik turun tanggal untuk memindahkan barang-barang itu. Naik turun kursi jika ada pelanggan yang hanya sekedar ingin melihat barang yang dipajang diatas rak paling tinggi.
Saat pulang kerja mereka bergantian menggunakan kamar mandi, hanya beberapa yang berani menggunakan kamar mandi samping, dikarenakan ada pintu aneh didalam kamar mandi. Tak seorang pun berani membuka pintu itu.
Saat tengah malam selalu terdengar suara air yang gemericik dan keran air yang menyala, seperti ada seseorang tengah mandi didalamnya. Tak ada seorang pun yang berani menengok kesana, kabarnya desas-desus karyawan yang sudah lama bekerja disana menceritakan bahwa dia pernah melihat sosok wanita cantik berambut panjang tengah mandi didalam kamar mandi. Sejak saat itu setiap malam hari kami jarang ada yang pergi kekamar mandi.
Ada bau harum yang memenuhi ruangan pakaian saat Dinah mengganti baju dan Dinah pun beranjak pergi menghampiri temannya dan bertanya apakah mereka mencium bau parfum yang wangi. Temannya pun menjawab hal yang sama.
"Rosa kamu nyium bau wangi kayak parfum gak sih" aku berlari dan langsung menarik Rosa masuk ke ruang ganti.
"Ehh.... Iya ya, kok wangi banget. Perasaan belum ada yang mandi selain kamu." Ucap Rosa sembari mencium bau dibadan Dinah
"Kamu gak pake parfum, tapi kok wangi banget dikamar." Timpal lagi
"Makanya aku bingung itu wangi dari mana." Ucap Dinah
Setelah itu mereka mengintip ke kamar mandi di sebelah sudut yang terhimpit kamar mandi utama dan ruang pakaian. Sedangkan yang lain langsung tidur karena kecapekan, saat malam Dinah penasaran dengan suara-suara dari kamar mandi dan mencoba memberanikan diri untuk melihat sebenarnya sosok itu seperti apa. Dan benar saja sosok seorang perempuan cantik berambut panjang yang tengah mandi. Ketika pagi Dinah menceritakan apa yang semalam dia lihat kepada teman-teman kerjanya, teman-temannya memperingati untuk tidak melakukan hal yang aneh-aneh lagi. Mereka melarang Dinah mencari tahu tentang sosok misterius yang biasa mandi saat tengah malam, saat ditempat kerja Dinah memikirkan apa yang dialaminya semalam itu sungguh kejadian langka.
Jam di dinding pun menunjukan waktunya pulang kerja, sesampainya di kontrakan beberapa teman Dinah yang lain langusng tidur sedangkan Dinah dan 2 lainnya masih menonton tv. Pagi pun menjelang, jadwal mandi bergiliran pun tiba saatnya Dinah yang mandi. Tapi dia penasaran dengan pintu yang ada didalam kamar mandi, didalam kamar mandi samping terdapat pintu dibagian sudut.
Dinah penasaran dan dia membuka pintu itu, sayangnya pintu itu terkunci. Akhirnya dia kembali mandi dan beres-beres.
"Eh mbak Lusi". Panggil Dinah
"Kenapa Din?". Ucap Lusi
"Emm..... Mbak tau gak kenapa pintu didalam kamar mandi samping itu dikunci, sebenarnya didalam ada apa?" Tanya Dinah penasaran
"O...itu, mbak juga gak tau. Tapi yang punya kuncinya pak Ahmad tukang antar barang, emang kamu mau ngapain." Jawab Lusi.
"Enggak mbak, enggak ngapa-ngapain kok. Cuman nanya aja hehehe." Ucap Dinah tersenyum mengalihkan pembicaraan.
Semenjak itu Dinah semakin penasaran dan mencoba meminta kunci kontrakan ke pak Ahmad. setelah dia memperoleh kunci itu, dia menyimpannya disaku kantong celana supaya gampang mencarinya. Selepas pulang kerja mereka bergiliran mandi, Dinah membuka pintu disudut dalam kamar mandi dan dia heran sekaligus penasaran. Kenapa ada jalan lorong didalam kamar mandi itu dan dibagian ujung terlihat sebuah pintu, saat dia menelusuri lorong dan mencoba membuka pintu itu. Terdengar suara samar-samar..
"Hemmm...."suara itu membuat bulu kudu Dinah berdiri, Dinah pun langsung pergi meninggalkan tempat itu. Dia tidak menceritakan itu pada teman-temannya karena takut ditegur dan dimarahi yang lain. Saat tengah malam mereka tengah menonton tv, sekitar jam 2 malam. Ada sebuah tangan merangkak dari ruang belakang, tangan hitam keriput dengan kuku-kuku tajam. Sesosok wanita berambut panjang merangkak dan saat dia mengangkat kepalanya, tampaklah muka yang sangat menyeramkan.
"Aaaaaahhhhhhhh............"
"Huwwaaaaa............"
"Aaaa........."
Tapi entah kenapa suara teriakan mereka tidak bisa didengar dari luar rumah, seolah-olah hanya menggema didalam ruangan.
Mereka semua pun lari ke dalam kamar dan menguncinya, sosok itu merangkak menuju kamar. Mereka menunggu didalam kamar dengan ketakutan, beberapa dari mereka menengok dari celah pintu menggunakan kursi. Sosok itu berada tepat dibalik pintu membuat mereka semua semakin ketakutan.
Mereka menunggu waktu berputar, menunggu pagi kapan akan segera datang. Hanya saja saat mereka melihat jam didinding yang tadinya berputar normal seakan-akan berhenti berputar , seolah-olah waktu berhenti berputar. Mereka sudah menunggu sekitar 3jam berfikir sudah pagi, tapi kenyataannya jam didinding masih menunjukan pukul 2 tengah malam. Dinah dan yang lain membuka tirai jendela melihat keluar, diluar pun sama masih gelap.
Padahal jika jam normal ini sudah jam 5 subuh tapi masih gelap seperti tengah malam. Mereka semakin ketakutan saat hantu itu mengetuk-ngetuk pintu dan mencakar-cakar pintu itu. Mereka takut hantu itu berhasil masuk dan entah apa yang akan terjadi pada mereka.
"Tok...tok...tok...!"
"Tok..tok...tok..!"
"Kreeeekkkkkkk...."
"Kreekkk..."
Mereka membaca doa dan surat-surat pendek sebisanya tapi makhluk halus itu tetap tidak mau pergi. Hanya suara tawa yang terdengar. Membuat mereka semakin ketakutan.
"Hi..hi...hi.."
Saat teman Dinah melihat kembali dari celah atas pintu, dia melihat hantu itu menggeleng kan pelan kepalanya memperlihatkan mukanya yang seram tengah tersenyum. Sontak saja teman Dinah pun terjatuh dari kursi dan melompat ke atas tempat tidur meringkuk ketakutan dan menceritakan sosok yang dilihatnya itu. Sedangkan yang lain penasaran mencoba melihat, dia melihat penampilan yang lain yaitu pocong dari pintu ruang belakang.
Akhirnya mereka kelelahan dan tertidur lelap, pagi pun menjelang sekitar jam 6 mereka terbangun saling tindih karna tempatnya terlalu sempit.
Saat pagi Dinah dan temannya yang lain menceritakan hal itu pada pak Ahmad, lantas pak Ahmad memperingatkan mereka untuk tidak macam-macam dan berbuat hal aneh-aneh lagi. Dinah pun menyesalinya, hanya saja penyesalan itu sudah terlambat.
Malam berikutnya sosok itu muncul kembali bahkan sosok itu semakin menyeramkan dengan berlumuran darah segar, sontak saja mereka berlarian masuk kedalam kamar. Dua orang teman Dinah pun ditarik keruang belakang, terdengar suara teriakan mereka sampai kekamar.
"Aaaaaaaaaaaaa..aaaa.aaaaa......"
"Aaaa.aaaa.a..aaa....aaaaaa"
Yang lain pun ketakutan, saat pagi menjelang dan mereka membuka mata. Seperti tidak terjadi apa-apa, pemilik toko pun mengatakan bahwa 2 karyawannya mengundurkan diri kemarin. Padahal Dinah dan yang lain tau bahwa kedua temannya itu diseret oleh sosok menyeramkan kemarin malam tapi kenapa pemilik toko malah mengatakan tidak terjadi apa-apa. Berbagai asumsi negatif pun bermunculan dibenaknya, hanya senyum aneh yang Dinah lihat dari raut wajah kedua bosnya itu.
Terimakasih sudah mampir membaca karya saya🤗🤗🤗🤗🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻
Jangan lupa like dan coment cerpen hororku ya🙏🏻🤗🤗💕💕💕💕💕💕