"Hei kalau jalan liat liat dong ahhh."! Pekik Kiara sekenanya.
"Kamu dong yang jalan liat liat."!!! bantah Anjas juga sekenanya.
Mereka pada akhirnya jadi pusat perhatian orang orang di sekitar,untung saja tidak jadi kerumunan.
***
" Ly kamu tahu nggak sih kalau ini hari tersial aku kayaknya ya." suara Kyara hampir memecahkan gendang telinga satu ruangan mata kuliahnya pagi ini.
"Kyara kalau ngomong yang pelan dong." timpal Lily sambil segera menutup mulut dan juga menarik Kyara agar segera duduk.
Sadar kehadirannya sudah membuat kehebohan,Kyara pun melempar senyum pada teman teman satu ruangan nya dan ia yakin takkan ada pula yang mau mengomentari kelakuannya pagi ini selain si sahabat terbaik sepanjang masa" Lily.
Sambil duduk Kyara pun terus berusaha membersihkan bercak noda yang sudah menempel di baju nya.ia sungguh sungguh sangat kesal akan kejadian yang sudah menimpanya kurang lebih satu jam yang lalu itu.
"Hei itu baju kenapa di kucek terus sih."? tanya Lily dengan berbisik.
"Biasalah ada orang modus pingin kenalan kayaknya Ly." jawab Kyara sambil masih membersihkan noda di bajunya.
Suasana riuh kelas seketika hening takkala Pak Edo masuk dan menyapa semua yang ada di ruangan ini dan Kyara pun berhenti dengan aktifitasnya yang barusan.ia tampak serius untuk mengikuti mata kuliah dari pak Edo pagi ini.
***
"Selamat pagi pak." sapa seorang Pria dari depan pintu kelas dengan menyembulkan sedikit kepalanya.
Pak Edo pun segera berdiri dan melangkah untuk membukakan pintu sementara sang Pria memberi salam hormatnya pada Pak Edo tak kala ia di izinkan untuk masuk dan duduk segera bergabung mengikuti kuliah.
Kyara dan Lily melirik berbarengan pada sang Pria dan Kyara tiba tiba menjerit histeris hingga suasana kelas pun makin menjadi hening tanpa ada yang bergeming.
"Kamu.... "! teriak Kyara lagi pada sang Pria yang duduk di sebelahnya ini.
Sang Pria tak bergeming,ia segera mengeluarkan alas tulisnya dari dalam tas dan mencoba fokus dengan penjelasan yang sedang diberikan oleh sang Dosen.
***
****
Tak terasa empat puluh lima menit akhirnya usai juga.sebagian dari mereka lebih memilih untuk segera meninggalkan ruangan kelas,sementara masih ada juga yang duduk duduk sambil mengerjakan sesuatu dan Lily segera berpamitan pada Kyara untuk pergi mencari makan di pantry kampus.
Kyara menatap ke sang Pria yang duduk tidak begitu jauh darinya.ia tak menyangka orang yang menabrak nya pagi tadi di Toko Roti adalah si Pria ini.
Kyara pun berdiri lalu melangkah mendekati sang Pria yang kini masih berkutik dengan bacaannya.ia seolah tak menggubris langkah kaki Kyara ke arahnya.
"Heemmm... kamu kita bertemu lagi ternyata ya." sapa Kyara.
Sang Pria pun melepas pandangannya dari buku yang ia baca dan menoleh ke arah Kyara yang berdiri di sampingnya ini.
"Kita."? tanyanya pada Kyara.
"Cepat sekali kamu melupakan kejadian tadi pagi." balas Kyara sambil berbalik dan melangkah keluar dengan segera.
Sang Pria hanya diam dan terlihat sedikit bingung dengan sikap Kyara yang tentu saja ia sendiri merasa belum pernah bertemu dengan Kyara sebelumnya.
***
Hari bergganti,Kyara pun tahu pria tersebut bernama Bumi dari sang sahabatnya si Lily'.
Kyara juga tak menyangka jika Bumi menjadi idola kaum hawa di kampusnya dalam waktu yang baru terhitung hitungan hari.sosok Bumi memang sangat menjadi idaman,tubuhnya tinggi dan athletis,rambut nya hitam lurus,kedua pipinya tersemat dua lubang kembar" lesung pipi" dan tentu saja wajahnya sungguh tampan.
Lily saja bilang kalau Bumi adalah kriteria pasangan yang ia idam idamkan selama menjomblo beberapa tahun belakangan ini,namun Kyara,ia hanya merasa Bumi biasa saja meski tidak bisa ia pungkiri bila ia juga berharap pangeran hatinya nanti punya kriteria menawan seperti Bumi.