Pentas Seni akan di adakan 2 minggu yang akan datang, setelah ujian semester dinyatakan telah usai.
banyak siswa dan siswi berunding tentang apa yang akan mereka tampilkan di pentas nantinya.
ada yang memilih drama, puisi, adu pantun bahkan seni vocal.
namun apalah dayaku, aku tidak pandai di atas panggung. mendengar namaku di panggil untuk membacakan puisi di depan kelas saja sudah membuat jantungku berdebar seakan mau copot apalagi di lihat banyak pasang mata jika aku ikut serta di atas pentas.
Aku dan Ayu lebih memilih berdiskusi untuk acara lomba bazar perwakilan dari kelasku yang akan di adakan di hari yang sama.
kami bertiga sepakat menggunakan tema Tradisional.
tibalah hari dimana Pentas Seni di adakan, panggung besar yang indah sudah tepasang di lapangan dan terpasang berbagai ornament yang menghiasi sekitaran panggung. serta bunga-bunga hias di sekeliling.
para siswa dan siswi terlihat sibuk dengan berbagi persiapan mulai dari kostum, riasan dan properti lainya. ada juga yang sibuk berlatih peran maupun vocal sebelum acara dimulai.
Aku sibuk menata stand yang akan ku gunakan untuk berjualan, menghiasnya dengan dekorasi batik sesuai tema. sedangkan Ayu sibuk menata berbagai macam makanan tradisional. ada lapis, cenil, dan es cendol sebagai minumanya serta banyak lagi jenis lain.
"Risa, aku tinggal sebentar ke kamar mandi ya." pamit Ayu kepadaku.
"cepet ya, yu." ucapku pada ayu memohon agar cepat kembali.
acara pun dimulai dengan sambutan dari berbagai pihak. lalu di lanjutkan dengan dance kemudian drama.
acara begitu ramai dengan iringan tepuk tangan dan teriakan dari berbagai arah.
tidak kalah dengan jajanan tradisional yang kami jual begitu laris, ramai di serbu oleh pembeli yang banyak dari kalangan tenga pengajar.
bagai teringat memori indah masa lalu yang hampir memudar saat memakannya.
tanpa terasa hari semakin terik, tapi aku bersyukur berbagai mankanan yang aku suguhkan terjual tanpa sisa.
Aku dan Ayu bersiap untuk membereskan nampan-nampan yang sudah kosong itu.
hingga samar terdengar ada yang menyebut namaku dari atas panggung saat aku terlalu fokus membereskan stand ku.
"lagu ini aku persembahkan untuk gadis desa yang ada di ujung sana bernama RISA." ucap vokalis band tersebut dengan penekanan dan lantang saat menyebut nama Risa.
Risa yang menggunakan pakaian adat kebaya dengan mengikat rambut yang di kepang dua, membuatnya tampak cantik dan anggun bak gadis desa.
Risa pun terpaku menghentikan setiap gerakan mentap ke arah panggung. semakin ia tak berkutik melihat siapa yang menyebut namanya.
sekelompok Band sekolah yang sangat populer menjadi idola para siswi yang terdiri dari tiga personil Lana, Wahyu dan Afroh. tak terkecuali Risa yang juga jadi idolanya terutama pada pengisi suara yang tidak lain adalah Afroh.
Band itu menyanyikan sebuah lagu dengan judul : "CINTA LUAR BIASA."
itulah Band Idola sekolah, band idola ku. vokalis idola kasihku.
#BandSekolahIdolaku.Risa