Cerpen ini lanjutannya dari cerpen yang berjudul " Flower"
Jadi sebelum kalian membaca cerpen ini alahkan baiknya kalian baca cerpen yang berjudul "Flower" karena di cerpen ini hanya lanjutan dari cerpen selanjutnya!
Oke kita lanjutkan kisahnya!
***
"B.. b.. baik aku akan membuka topengku" ucap king itu dengan nada gugupnya.
Lalu king mafia tersebut mulai membuka topengnya.
Dan ia ternyata adalah...
"Kakak?" tanya gisel
Seketika peperangan berhenti, anggotapun juga tercengah melihat adegan itu.
"Iya aku kk mu, kau tau kenapa kk melakukan semua ini?" ucap kk gisel
"Kenapa kk melakukan semua ini?, untuk apa? " tanya gisel dengan wajah seriusnya
"Karena aku sudah berapa kali memperingati mu untuk jangan pernah masuk dalam dunia mafia maka inilah resikonya, akan terjadi pertumpahan darah dimana mana bahkan nyawamu akan terancam" ucap kk gisel berhasih membuat gisel menangis terharu mendengar ucapan dari kakak tirinya.
Kakak tirinya bernama Alfino.
"Ku kira kk ga perduli sama aku ternyata... " ucap gisel sambil tergeletak di tanah karena menangis terharu.
"Kenapa kk tidak perduli?, walaupun kk ini adalah kk tirimu tapi telah ku anggap kamu sebagai adik ku sendiri" ucap alfino
Kemudian merekapun berpelukan.
Ada seseorang yang menyaksikan pembicaraan mereka siapa lagi kalau bukan aditya.
"Gue ngerasa dia bener bener aurellia, karena nangisnya kok mirip sekali dengan aurellia?" tanya aditya dengan dirinya sendiri.
Setelah aditya melihat pembicaraan gisel dengan kk nya ia pun pergi meninggalkan markas dan pergi menuju tempat yang tenang, agar beban yang ada dipikirannya bisa hilang, tapi hal itu malah sebaliknya.
"Agrrr.. gw masih ga bisa.. gw harus ngari aurel, aurel seandainya kamu ada disini aku hanya bisa bilang aku masih mencintai mu" ucap aditya
"Apa gw harus nanya aja sama gisel biar gw ga salah paham mulu, siapa tau dia bisa bantu gw" ucap aditya
Di sisi lain Rosi yang sedang berada di depan pintu rumah nya sedang menunggu keberadaan anaknya.
"Loh udah jam 10 malam kenapa dia belum pulang juga, udah tak telpon tapi ga diangkat, nak ibu kwatir sama kamu" ucap Rosi
"Ada apa toh non" ucap pembantu yang namanya adalah Selin
"Gini, aditya belum pulang juga padahal udah tak telpon berulang kali tapi tetap sama ga diangkat" ucap Rosi
"Tenang non, pasti dia pulang kok dia bilang sama selin kalo katanya dia lagi di tempat yang tenang" ucap selin
Perkataan selin sukses membuat Rosi semakin cemas dengan keadaan anaknya.
"Yang bener?" tanya Rosi
"Iya non bener, no tipu tipu deh" saut selin
"Terus, dimana tempatnya?, kamu tau?" tanya Rosi
"Enggak non, dia cuman bilangnya kayak gitu aja" saut selin dengan polos
"Yah.. tah kira kamu tau lho" ucap Rosi
"Hehehe.. yaudah selin mau lanjut ngepel nya ya non" ucap selin
"Iya" saut Rosi
Aditya pun sudah pulang menuju rumahnya, sesampainya dirumah ia langsung disambut oleh ibunya dengan wajak kwatir nya.
"Dit, kamu kemana aja katanya pulang jam 8 tapi kok malah pulang jam 11? " tanya Rosi
"Maaf Buk, Adit lagi banyak ada kerjaan di kantor" ucap aditya
"Yaudah, sana mandi dulu baru makan" ucap Rosi
"Iya... mamaku yang cantik" goda aditya
"Dah sana cepetan!" ucap Rosi
Adityapun bergegas menuju kamar mandi.
Selesai aditya mandi, ia memakai pakaiannya selesai ia memakai pakaian nya ia pun menuju ruang makan.
"Mah.. kok banyak kali makannanya, emangnya ada acara apaan mah sampe bikin makanan banyak?" tanya aditya
"Enggak ada acara kok cuman mamah nanti bakal lan kedatangan tamu yang menurutmu spesial, " saut Rosi
Ucapan Rosi berhasil membuat aditya makin penasaran dengan siapa tamu tersebut.
Bersambung...
*Tok
*Tok
*Tok
Suara ketokan pintu itu berasal dari ruang tamu.
"Iya..bentar" teriak selin sambil menuju ruang tamu
"Siapa ya?" tanya selin
"Ada Aditya disini?, saya ingin membicarakan sesuatu padanya" ucap gisel
Ternyata tamu itu adalah gisel.
"Oo.. mau nyari mas Aditya, tapi tunggu dulu.. emangnya non siapanya mas adit?" tanya selin
"Temannya" Ucap gisel dengan nada dinginnya
"Kalo diliat - liat jutek juga ya" ucap selin dalam hati
"Ok non, silahkan masuk dulu, saya akan panggilkan mas adit nya" ucap selin
Giselpun kemudian masuk menuju rumah tersebut, saat ia memasuki rumah itu tiba tiba saja kepanya merasa agak sedikit sakit.
"Kepalaku, kenapa begini jadinya, padahal aku ga ada kena penyakit apa apa, kenapa tiba tiba saja kepala ku merasa sakit" guman gisel sambil memegangi kepalanya.
Dan kemudian giselpun telah merasakan sangat sakit pada bagian kepalanya, hampir saja ia terjatuh namun ia digendong oleh aditya.
"Mah... aku minta tolong sama mamah untuk telpon dokter, karena ada temen aku yang lagi pingsan mendadak" ucap aditya sambil menggendong gisel tepat pada bagian punggung.
"Oke.. nak tunggu bentar mama ambil telponnya dulu" ucap Rosi
Dorterpun tiba...
"Bagaimana dok?" tanya aditya
"Sepertinya ia telah mengalami amnensia" saut dokter
"Amnesia?, apa itu benar dok?" tanya aditya yang ingin memastikan bahwa jawaban dokter tersebut benar.
"Iya, ia telah mengalami amnesia, jika diperkirakan ia telah mengalami amnesia selama sekitar 4 bulan/1 tahun" ucap dokter
Perkataan dokter berhasil membuat syok aditya.
"Kenapa dia ga bilang sama gw klo dia mengalami penyakit amnesia, dia ga ada cerita sama gw tentang penyakitnya" guman aditya
"Baik Pak itu saya yang bisa saya katakan tentang penyakit nyonya gisel, kalau begitu saya izin pamit dulu ya, permisi" pamit dokter
"Baik.. silahkan" saut aditya
Di sisi lain gisel yang sudah tersadar dari pingsannya.
"Gw dmna?" tanya gisel
"Lo lagi dirumah gw" saut aditya yang tiba tiba saja ia berada di tepat tersebut.
"Kenapa gw bisa ada disini?" tanya gisel
"Kayaknya kata kata dokter itu memang bener deh" firasat aditya dalam hatinya
"Udahlah ga usah dibahas ini tinta lo sendiri yang datang ke rumah gw, katanya tujuan datang kesini mau ngomongin soal pembicaraan yang penting" ucap aditya
"Oh.. iya gw baru inget" ucap gisel sambil menepuk jidat nya
"Jadi gini gw cuman mau ngasi nasehat ke lo aja, buat hati hati untuk ke markas kita, karena kalau ga para musuh akan tau letak markas kita" sambung gisel
"Okey" ucap aditya
"Woi ngomong ngin apaan tuh, kok mamah jadi kepo, markas??.. apa hubungannya nak sama kamu??" tanya Rosi
"Ee... engak ada apa apa kok mah cuman tentang permainan aja, yakan?" ucap aditya sambil mengedipkan matanya sebelah, (Tujuannya ingin memberi kode kepada gisel untuk mengikuti perkataannya)
"E.. iya tante cuman tentang permainan aja, permainan anak anak tante, soalnya besok kita rencananya mau ngajar anak yang kurang mampu untuk sekolah" ucap gisel yang sengaja berbohong
"Baguslah, yang penting niatnya bagus" ucap Rosi sambil pergi meninggalkan ruangan tersebut
"Selamat.. " ucap aditya nafas leganya
Keesokan harinya...
Bersambung
Maaf banget ya guys aothor belum bisa lanjut cerpen ini waktu ini harusnya cerpen ini udah selesai minggu lalu, karena aothor ada PTS mendadak di sekolah aothor jadi... aothor belum bisa sepenuhnya melanjutkan cerpen ini.
~Terimks~
Jangan lupa like dan komen~