Pagi yang begitu cerah membuat seseorang terbangun dari tidur lelapnya. Rambut yang menutupi wajahnya segera ia tepis dan kemudian duduk, dengan rambut yang berantakan, baju tidur yang sudah tak lagi rapi, dan kamar yang sudah seperti kapal pecah.
"Bangun dek!!! Sekolah" teriak sang ibu pada gadis itu
Gadis itu segera mendekat ke kamar mandi dan segera mandi. Ia lalu memakai seragam putih abunya, dengan bando di kepalanya, begitu terlihat manis.
"Ma, Resa pamit ya" ucap sang gadis
"Gak sarapan dulu sayang?" tanya mamanya
"Gak deh ma, udah di tungguin sama Vino"
Setelah itu, Resa pun pergi untuk menemui sahabatnya, Vino. Resa menuju taman dekat masjid di rumah mereka, dan Tinn Tinn.... suara klakson motor di bunyikan
"Yuk, cawww" ajak Vino, dengan helmetnya di kepalanya, dan seragam yang berbeda dengan Resa, yah mereka berdua berbeda sekolah, bahkan sekolah mereka terkenal bermusuhan, namun itu tak dapat merubah persahabatan keduanya.
Resa segera memakai helmet dari Vino dan naik ke atas motor. Motor pun melaju menjauhi daerah taman.
"Hari ini gua ada ulangan sejarah peminatan, males banget, biasanya banyak nulis" keluh Resa
"Oh, kalau gitu gak usah di kerjain, simpel kan?"
"Sialan"
"Emang jawaban gua salah? Gua juga hari ini ada praktek di lab komputer, rumusnya ribetin" keluh Vino
"Ya udah gak usah di kerjain"
"Ye, ngambil jawaban orang lain aja lu" sindir Vino
"Ah, gua tahu, nyontek lebih mudah" jawab Resa
"Iya juga sih, tapi kan di lab komputer tuh di sekat pake papan, terus lu kan jawabannya panjang, emang bisa nyonteknya?"
"Lah iya juga, si bege"
"Hahaha" Keduanya pun tertawa
Tak lama kemudian, akhirnya resa sampai di depan gerbang sekolah nya, banyak yang melihat ke arah keduanya. Resa segera menyuruh vino untuk pergi, sebelum di ketahui oleh ketua geng di sekolah itu.
"Cium dulu" Vino menunjukkan pipi kanannya
"Aish, udah ah sana, keburu Kevin keluar, ntar lu di keroyok" ucap Resa
"Oke, oke, ati-ati yah, ntar di gigit si Kevin, kan dia salah satu spesies buldozer" Setelah mengucapkan itu Vino pun pergi menjauhi sekolah Resa.
Resa pun segera masuk ke dalam sekolah nya, terlihat ada sekelompok pria dengan seragam berantakan tengah berbincang di luar kelas. Resa hanya acuh melihatnya
"Eh, Resa, makin cantik aja" ucap Kevin si ketua geng
Resa berusaha tak menghiraukan ucapan nya kevin, dia tetap fokus berjalan, untuk sampai ke ujung, dimana kelas IPS 3 berada, kelas paling berisik di angkatannya.
"Barengan dong" Kevin merangkul Resa
Resa menepis tangan Kevin dari bahunya
"Eh Kevin, makin tengil aja" sinis resa
Yah, kelas Resa dan kelas Kevin memang sama, dan keajaiban nya lagi, bangku mereka pun sama.
"Hai resa, gimana udah belajar?" sapa Tania si muka badut, karena make up nya yang tebal
"Udah dong, oh Iyah, hari ini kan ada razia make up sama seragam" ucap Resa
"Ah, Iyah, untung lu ingetin, makasih yah, kalau gitu gua ke toilet dulu" Tania pamit
"Hapus make up dut?" tanya Kevin
"Ya nggak lah, make up gua udah cetar membahana gini, ngapain di hapus, gua ke toilet tuh mau ngumpetin make up, sekalian benerin seragam" Jawab Tania
"Ikut dong" Para siswi yang lain pun, yang sama menornya dengan dia pun mengikuti Tania, kini hanya ada para cowok dan beberapa siswi di sana.
"Takut ada razia hp, gua hapus dulu video kebanggaan kita, tapi udah gua salin kok ke flashdisk ini" ucap cowok yang lain
"Emang gak berubah lu Gun, masih aja hobi nonton begituan" sinis Kevin
"Eh, jangan salah, ini itu pelajaran buat kita nanti kalau udah nikah, slebew" jawab Guntur
"Maksudnya apaan sih? Emang video apaan?" tanya Resa yang tak paham
"Ah, bocil gak perlu tahu" ucap Guntur
"Dih, belajar Sono, bentar lagi Bu Mae datang, mampus lu pada" sindir Resa
"Sans aja kali, selama ada agung mah hidup aman, damai dan Tetep ganteng" jawab Riandi
"Bodo amat" kesal Resa
***
Sore ini, Resa kembali di jemput oleh Vino sang sahabat. Namun, Resa menunggu sekolah sepi terlebih dahulu, seperti biasanya. Vino datang dengan seorang perempuan di belakang nya. Resa yang melihat itu terdiam, siapa dia? Sahabat kah? Atau pacar?
"Sa, gua anterin Dinda dulu ya, ntar gua jemput lu di halte" ucap vino lalu sebelum mendapatkan jawaban dari Resa dia sudah pergi
Sebenarnya, Resa tak masalah jika itu pacarnya Vino, namun yang ia permasalah kan adalah, sikap vino yang mulai berbeda. Ah mungkin itu hanya sementara.
"Sendiri aja, gua anterin ya" tawar Kevin yang datang tiba-tiba
Resa segera masuk ke dalam mobil Kevin, malas pula jika ia harus berdebat dengan Kevin. Dengan bacotan Kevin, dia bertahan selama di perjalanan.
"Gua turun, gak usah mampir, rumah gua penuh kalau buat lu" ucap Resa
"Kejam amat lu"
" Bodo" kesal Resa "Btw thanks, bye"
Resa segera masuk ke dalam rumah, dan Kevin juga sudah pergi meninggalkan rumah resa, baru saja ia membersihkan diri, ada telpon masuk. Siapa lagi jika bukan Vino.
"Gua liat lu dianterin cowok, Kevin bukan sih?" tanyanya
"Hm" Resa menyimpan handphone nya di antara telinga dan bahunya
"Kenapa gak nungguin gua sih?" tanya vino kesal
"Ya gak papa" ucap Resa masih santai
"Nanti lagi jangan mau dianter cowok lain, besok lagi tungguin gua, jangan bantah"
Resa terdiam, menyebalkan, bukan kah Vino tadi tengah bersama pacarnya, makannya Resa gak mau ganggu. Vino yang tidak mendapat jawaban pun akhirnya menghampiri rumah Resa
"Res, ada vino nih"
"Resa ke bawah ma"
Resa segera pergi ke bawah, di sana ada Vino yang tengah berbincang dengan mamanya. Resa segera mendekati vino
"Gimana tadi ulangan sejarah?" tanya Vino
"Loh, emang hari ini kamu ujian sa?" tanya mama
"Lancar kok, dapet nilai A, dikit nanya ke agung hehe" jawab Resa
"Hebat anak mama, tapi lain kali jangan nanya ya sayang, ya udah mama tinggal dulu" mama Resa pun pergi ke kamarnya untuk beristirahat
"Gua tadi gagal Mulu, alhasil dibantuin sama si Ronald, eh Btw kok lu bisa pulang bareng Kevin"
"Tadi waktu gua nungguin lu, kan lama tuh, tadinya mau naik angkot, tapi karena Kevin nawarin, ya ngikut aja, lumayan hemat ongkos" jawab Resa
"Lu sama yang tadi pacaran?" tanya Resa "Kok gak di kenalin ke gua sih?" tanya Resa lagi
"Dia Dinda, lagian gua mana mau sama dia, tadi sih gua nganterin dia karena gua lihat dia di hadang preman, jadi ya, mumpung satu sekolah juga kan, saling bantu aja lah" jawab Vino
"Ouh"
"Kalau gua tuh, suka sama seseorang yang Deket sama gua" ucap Vino
"Siapa? Cerita dong" antusias Resa
"Depannya L belangnya U, cuma dua huruf"
"L, U, lu" tebak Resa "Maksud?"
"Ya gua suka sama lu"
Deg!!! Resa terdiam, dia menganggap vino hanya sekedar sebagai sahabat, atau lebih ke Abang. kalau untuk pasangan, dia tidak akan mau.
"Gua juga suka kok sama lu, lu udah gua anggap Abang gua sendiri" jawab Resa berusaha berfikir positif
"Gua lebih dari ikatan Abang Adek, gua lebih ke kayak mencintai sebagai cowok ke cewek"
"Tapi, Vin, gua cuma anggep lu Abang gua doang, atau mungkin sahabat, gak lebih, dan gua juga gak mau lebih"
"Aish, harusnya gua tahu kalau ini jawaban lu, kalau gitu gua pulang ya, mau istirahat, lu juga istirahat sana" Vino lalu berjalan keluar
Resa terdiam, apakah dia salah dengan menganggap vino sebagai sahabatnya saja? atau bahkan menolak nya? Tapi dia benar-benar tak ada perasaan apapun pada vino.
Dan hari-hari berikutnya, hubungan vino dan resa masih sama, sebagai dua pasang sahabat, namun kali ini ada yang berbeda dari vino, setiap harinya, Kini, dia selalu Gonta ganti pacar, dan setiap harinya vino dan resa hanya antar jemput saja, dengan bumbu bercanda di perjalanan, namun, ketika di rumah, mereka hanya mengobrol via handphone.
"Hari ini pulang bareng gua yuk" ajak Kevin tiba-tiba
"Oke, bentar gua izin sahabat gua dulu"
Dan Kevin juga sudah tahu jika Resa bersahabat dengan musuh sekolah nya, walaupun begitu, Kevin tak bisa marah pada Vino, jika ada Resa di sampingnya.
Begitulah, friendzone, terkadang benar kata orang lain, tak ada yang namanya sahabat cowok cewek tanpa ada perasaan di salah satu dari keduanya. Dan benar, terkadang friendzone, bisa membuat hubungan pertemanan menjadi renggang.