wanita berwajah sumringah bernama Aqila berumur 18 tahun . sedang berjalan menelusuri jalan menuju rumah . tanganya menenteng kresek yang berisi penuh dengan jajanan yang ia beli dari supermarket yang tak jauh dari rumahnya.
sesampai di depan rumah langka Aqila harus terhenti karena seseorang dengan tubuh jangkung sedang duduk santai di kursi depan teras mengobrol santai dengan ibu Aqila.
seketika hatinya berdetak kencang saat matanya
memandang laki laki tersebut yang kini juga sedang menatapnya dengan seulas senyum .
lelaki itu bernama Muhamad Haidar seseorang yang Aqila kagumi ralat seseorang yang masih Aqila cintai sampai saat ini.
ini bukan pertama kali Haidar dan Aqila bertatapan. sudah satu tahun yang lalu mereka putus kontak tak pernah bertukar kabar ,kembali kepada keadaan yang dulu yaitu saling tak mengenal. kini mereka di pertemukan kembali
jujur bagi Aqila ini adalah moment yang ia benci selama satu tahun ini Aqila berusaha menghindar dari Haidar
flash back
kisah masa lalu mereka sungguh rumit. Aqila diam diam memendam rasa untuk Haidar yang notabenenya ustadz pesantren.
namun status Aqila sebagai murid dan Haidar sebagai guru membuat Aqila tak berani mengungkapkan perasaannya hingga Aqila menjalani
" cinta dalam diam".
hingga suatu hari tepat di hari libur pesantren Aqila yang ada di rumah mendapat pesan dari Haidar .inilah dimulainya kisah Aqila dan Haidar
mereka yang tidak pernah dekat hanya saling mengenal nama akhirnya saling bertukar kabar saling mengenal satu sama lain. usia Haidar 7 tahun lebih tua dari Aqila. aqila merasa selalu di emong.
hari demi hari dilewati Aqila begitupun hubungan nya dengan Haidar semakin dekat.
rasa itu mulai hadir di hati Aqila
" waiting tresno jalaran Songko kulino "
pribahasa itulah yang cocok untuk Aqila . Haidar memperlakukan aqila sangat baik terkadang Haidar akan mengajaknya jalan jalan atau makan malam di luar bersama teman lainya.
atau di saat Aqila melakukan kesalahan haidar akan memarahinya .
Aqila merasa sangat bahagia
merasa sangat penting di kehidupan haidar. walaupun mereka tidak saling mengungkapkan perasaan Aqila yakin bahwa Haidar juga mempunyai perasaan yang sama .
namun semua teryata salah kebahagiaan itu bersifat fana .hubungan tanpa status bersama Haidar sudah berjalan satu tahun terbuang sia sia .
" kamu sudah ku anggap sebagai adikku sendiri "
ungkapan Haidar berhasil menampar Aqila.pada saat itu ia bertanya tentang hubungan mereka.
pengakuan dari Haidar membuat Aqila terpukul, kecewa , marah entah kepada siapa
kepada diri sendiri ? karena hatinya gampang jatuh cinta ??
atau marah kepada Raihan karena udah bikin Aqila baper ?
sungguh Aqila tidak ada hak untuk marah Raihan karena memang mereka tidak ada hubungan apapun .
setelah kejadian itu mereka putus kontak Haidar seperti hilang bagaikan di telan bumi karena Aqila juga tak pernah melihat Haidar di area pondok .
juga kabar dari orang orang jika Haidar sudah mukim dari pesantren.aqila tak tau apa alasan Haidar bermukim namun dia juga tidak ingin tau . ia merasa sudah sampai disini saja ia berfikir tentang orang yang tidak pernah menyukainya.
hari Aqila jalani dengan berusaha tetap tegar . sesungguhnya ia terluka hingga ia tak bisa membukak hati lagi untuk lelaki lain .
"cintamu membunuhku "
ia berusaha melupakan kenangan yang pernah ia rajut bersama Raihan menjalani hidup berteman dengan sakit.
" semakin Aku berusaha melupakanmu , namun kenangan dan wajahmu malah semakin melekat di pikiranku "
satu tahun berlalu dan kini....
orang yang Aqila rindukan sudah ada di depan mata .wajahnya masih sama seperti satu tahun yang lalu kulit putih, hidung Bangir , juga senyuman di bibirnya semua masih sama .
namun apakah perasaanya sudah berbeda ??
atau status juga sudah berbeda ?
dengan langkah sedikit cepat Aqila menyalami ibunya dengan takdzim .Aqila menatap lelaki di depannya
Raihan tersenyum kepada Aqila lalu menyatukan kedua tangan di dada " Sugeng "
" pangestune , kang " jawab Aqila sedikit kaku .
" qila kenalin dia nak Raihan putra temen mama yang sering mama ceritain itu, yang ngurus perusahaan papanya saat papanya sedang koma"
bisikan mama di sampingku membuatku tercengang .namun berhasil ku tutupi .
" kenalin ini putri mama Aqila putri namanya " mama memperkenalkanku dengan kak Raihan.
" iya Tan... saya sudah kenal Aqila sejak saya masih di pesantren " ucap kak Raihan membuat mama terkejut namun setelahnya tersenyum .
namun Aqila hanya menunduk malas .
sebenarnya apa tujuannya kemari ??
batin Aqila malas
" aduh ternyata usah kenal dari dulu , berarti langsung capcus nggak usah pakek pdkt dulu nih "
penjelasan mama membuat Aqila melongo .
" apa yang di maksud mama ??"batin Aqila
" ma.. Aqila masuk dulu ya mau taruh ini ke kamar dulu "pamit aqila sejujurnya ia berusaha menghindar .
" qila nanti kembali lagi kesini , ada sesuatu yang ingin mama omongin " ucap mama sebelum Aqila beranjak dari tempatnya.
sesuai perintah mama Aqila saat ini duduk berhadapan dengan kak Haidar . Aqila selalu menghindar kontak mata dengan Haidar karena jantung Aqila akan tidak sehat jika menatap wajah kak Haidar.
" qila .. mama pernah ngomong kalau ada seseorang yang ingin kenal dengan kamu "
" ma " Aqila memutus tuturan mamanya dengan nada malas . ia sangat malas membahas tentang perjodohan yang sering mama nya bahas akhir bulan ini .apalagi sekarang ada Raihan di depannya big no !!!
" dengerin mama dulu , dia orang yang baik ,
keluarganya juga baik, kalau qila masih belum siap bisa ta'arufan dulu nanti kalau nggak cocok keputusan ada di tangan kamu"
" nak Raihan udah capek capek kesini hanya buat kamu lho " ucapan mama membuatku membelak
mata.
" maksud mama ?"
" iya laki laki yang ingin mengenalmu adalah nak Raihan , itu yang ada di depan kamu sekarang "
Aqila langsung shock berat . benarkah Raihan yang selama ini ingin dekat dengannya ?
" mama beri kalian waktu berdua ,, semoga aja cocok " ucap mama lalu pergi meninggalkan kami berdua.
Aqila hanya diam semenjak kepergian mamanya . ia tidak ada niatan untuk mengawali pembicaraan .
" maaf " kini Raihan buka suara
" maafkan saya di atas masa lalu " sambung raihan dengan wajah menatap Aqila.
" maaf " Aqila tertawa sumbang
" begitu mudahnya kamu minta maaf setelah menoreh luka di hati wanita ??batin Aqila
"kenapa baru minta maaf sekarang ??,
dulu dimana saat aku membutuhkan kamu?? batin lagi aqila
" saat itu saya terpaksa pergi karena keadaan .
saya nggak ada pilihan selain meninggalkan kamu
maafkan saya sudah menyakiti hati kamu . kini sekarang saya datang ingin menebus semua kesalahan saya. mulai dari awal "
" tidak semudah itu menggembalikan telapak tangan kang " ucapku dengan nada menahan amarah
" saya sudah memaafkan kesalahan njenengan ,
namun kalau mulai dari awal saya nggak bisa jawab " lanjutku entah mengapa Aqilla merasa belum siap untuk memulai hubungan kembali bersama dengan Raihan .
" saat itu saya punya alasan menolak perasaan kamu karena saat itu keluarga saya sedang terpuruk hingga papa saya kritis. saat itu saya terpaksa berbohong sama kamu . saya lebih memilih keluarga saya untuk fokus dengan perusahaan "
mendengarkan peryataan Raihan Aqila memaku apakah seberat itu kehidupan Raihan
" perasaan saya dulu sampai sekarang masih sama,saya cinta sama kamu!! "
" beri saya kesempatan untuk memulai dari awal, saya ingin kamu menjadi pendamping hidup saya "
" maaf kang saat ini saya masih ingin sendiri ,
jika besok kita berjodoh kita akan di pertemukan kembali "
" saya permisi dulu " ucap Aqila lalu pergi meninggalkan Raihan diluar sendiri.
sesampai di kamar ia menagis kembang kempis dadanya menahan isakan yang ingin keluar. ia berharap keputusannya memang menjadi pilihan terbaik untuknya . ia tidak menyalahkan Raihan namun ini memang sudah jalan takdirnya. semua ia serahkan kepada nya maha cinta .
lalu Aqila dan Raihan menjalani kehidupannya masing masing dengan baik. mereka saling meperbaiki diri untuk memantaskan diri jika sang ilahi meridhoi mereka untuk bertemu kembali.
2 tahun kemudian ....
dengan suasana berbeda Aqila dan Raihan di pertemukan kembali di acara pernikahan suci yang merupakan teman dari Aqila murid dari Raihan .
" ini teman kamu sudah menikah semua ,, kamunya kapan ?? goda Raihan membuat Aqila tersenyum dua tahun tak bertemu sikap Raihan masih seperti dulu sering nge gombal .
" calon saya masih otw kang ,, " ucap Aqila ikutan konslet.
" apa calon suami kamu sekarang ??apakah orangnya masih sama yang dulu " sindir Raihan
" sepertinya hati saya masih setia sama yang dulu "
ucapan Aqila seperti angin segar untuk Raihan.
setelah acara tersebut Raihan meminta nomer ponselnya Aqila.sungguh dari dua tahun yang lalu Raihan kehilangan kontak Aqila dan juga informasi tentang keluarga Aqila yang pindah rumah. selama dua tahun Raihan selalu mencari keberadaan Aqila dan selalu menunggunya.
kini mereka di pertemukan kembali mengulang kisah di masa lalu hingga sampai di ikatan janji suci.
cerita mereka berakhir dengan bahagia. kisah Aqila dan Raihan menggambarkan jika jodoh sudah di takdir kan sang maha kuasa.
seberapapun kalian menghindar jika memang jodoh Allah akan mempertemukan kalian kembali .
seberapapun kamu mengejar jika kalian tidak di takdir kan , kalian akan tetap terpisahkan.
the end...