nama saya Ani saya adalah anak yang selalu di manfaatkan oleh teman teman yang saya kenal..saya pernah merasakan mempunyai sahabat itu seperti apa..
namun itu tidak bertahan lama kami cuma dekat selama 8 bulan
setelah itu kami musuhan..
aku punya teman di sebelah rumah ku namun
mereka cuma bisa memanfaatkan saya..entah kenapa saya nurut sama mereka..
jujur saya sudah tidak sanggup untuk semuanya..
pada suatu hari saya sedang di rumah..tiba tiba *kringg kring..* suara telfon terdengar..saya segera mengangkat telfon itu...ohh ternyata sisi.
sisi ini anak dari tetangga sebelah rumah ku..kami tidak dekat hanya sekedar teman biasa..
ani pun mengangkat telfonnya.."hallo kenapa sisi.."ujar Ani
sisi pun berkata dengar suara yang keras "Ani kamu dimana..main sini ada Aya juga" ujar sisi..
ani pun menjawab "ahhh oke..emang mau ngapain.."ujar si Ani
Aya pun mengambil HPnya dan berkata " Hei Ani cepat sudah ke seni kita tunggu"ujar si Aya..
ani berkata "oke oke tunggu sebentar" kata Ani..
beberapa menit setelah Ani meminta izin ke orang tuanya..
dia langsung berlari ke tempat mereka..sesampainya Ani di sana..
ternyata mereka sedang rujakan..
Ani memanggil mereka "woii..aku disini.."ujar Ani
mereka menjawab bersama " lama sekali sii.." kata sisi dan Aya..
Ani pun menjawab.."maaf aku tadi minta izin dulu di mama ku"ujar Ani
sisi berkata "Ani itu ko ambil sudah jambunya terus rujakan"ujar sisi..
lalu Ani memetik jambu yang sisi suruh tadi..setelah memetik Ani duduk dan bercerita..bersama sisi dan Aya..
namun tidak ada 5 menit teman sisi dan Aya datang dia bernama Lala.
Lala ini sifatnya suka pamer, sombong, suka suruh-suruh.
tapi karna uang dia banyak jadi Aya dan sisi terpikat ke dia..
karna apa yang sisi dan Aya minta Lala selalu memberinya.
setelah itu Lala berkata " sisi..Aya main ayo di saya punya rumah saya sudah belikan kalian makanan" kata si Lala
sisi pun menjawab dengan cepatnya.."oke..Aya ayo kita ke Lala punya rumah..Ani kamu pulang saja yah..maaf yah" ujar sisi
Aya menjawab "oke kalau begitu ayo..oh iya ani maaf yah kita mau ke rumah Lala kamu sebaiknya pulang saja.." kata Aya..
Ani tidak menjawab perkataan mereka..Ani pulang dengan wajah yang sangat kesal..sesampainya di rumah Ani marah marah dan berkata..
" bodohnya diriku ngapain juga aku tadi ke sana" kata Ani..
Ani pun curhat kepada teman sekelasnya yaitu Veli..
Veli teman sekelas Ani, dari mereka kelas 3 SD sampai ke kelas 9smp
mereka selalu mendapat kelas yang sama..
Ani bercerita ke padanya.."Veli Veli..tadi aku di suruh main sama sisi dan Aya ke rumah sisi buat rujakan. terus pas aku sudah sampai nih belum ada 15 menit tiba tiba si Lala datang ngajak sisi dan Aya pergi..akunya di buang begitu saja.." kata si Ani..
Veli pun menjawab dengan nada kesal " yaampun terus kamu ngapain juga main sama mereka, mereka tu cuma manfaatin kamu doang anii
kamu ini sudah sering di gituin sama mereka masih aja mau main sama mereka" kata si Veli..
Ani menjawab dengan nada yang biasa biasa saja "aku enggak enak loh Veli masa mau nolak rumah sisi sama aku kan baku dekat masa ia aku nolak.." kata Ani..
Veli berkata dengan kesalnya " terserah kamu deh tapi kalau dia begitu lagi mending jangan pergi deh"kata Veli..
Ani pun menjawab " iya iya.." kata Ani dengan nada lemas
Ani manaruh HPnya dan tidur siang..
beberapa jam kemudia..Ani terbangun dari tidurnya..sisi dan Aya mengirim pesan kepada ku mereka bilang.. mereka ingin meminta sandi waifi..
aku dengan kagetnya mengirim pesan " 13***78 aku pun memberinya sandi wafi tersebut.."
beberapa menit setelah aku mengirim sandi Waifi tiba tiba aku teringat
dan berkata " hahhh..tidak kenapa aku memberi tahukannya sandi Waifi ku..adu aku harus gimana ini kalau Kaka ku tau gimana.." kata Ani dengan nada yang sangat panik..
keesokan harinya sisi mengirim pesan untuk datang ke rumah sisi untuk mengerjakan tugas bersama sama
akhirnya Ani pun ke sana karna di sana juga ada anak anak yang lain
Ani pun bersiap siap dan datang ke rumah sisi
setelah sampainya Ani ke rumah sisi..tiba tiba sisi curhat ke kami kalau dia sedang bermusuhan dengan Lala..aku yang mendengar itu berkata di dalam hatiku " Halah nanti juga baikan lagi.." kata Ani sambil melirik..
bila berkata " nanti juga main bareng lagi" kata si bila..
sisi menjawab " enggak bakal aku sudah malas main dengan Lala dia hanya menyuruhku terus menerus.." kata sisi dengan nada yang santai..
kami pun mengerjakan tugas tugas yang ibu guru suruh setelah itu aku pun pulang ke rumah ku..
hari pun berlalu..
saat aku ingin berangkat ke sekolah untuk mengirim tugas..aku melihat sisi, Aya, Lala, dan rombongan teman Lala sedang bermain bersama
mereka tampak baik baik saja seperti tidak ada apa apa..
aku berkata di dalam hati " nah kan main bareng lagi enggak mungkin kalau enggak main bareng..biasalah pikiran masih bocah udah tau Lala sombong, dan suka nyuruh nyuruh masih saja main sama Lala.." kata Ani..
setelah itu Ani berpikir kenapa juga aku peduli sama sisi dan Aya
mereka juga kan sering memanfaatkan aku..
sudahlah lebih baik aku berdiam di rumah dari pada main sama anak yang tidak tau diri..
1 bulan kemudian Ani tidak pernah keluar rumah dia selalu di rumah
Ani semakin hari semakin nyaman di rumah dari situ Ani
tidak pernah bermain lagi dengan sisi dan Aya
Ani sekarang sudah berbeda cara pola pikirnya dan Ani pun sudah mempunyai cara tersendiri untuk
mengisi kehidupannya,.. yaitu seperti ngehalu, drakoran, K-Popan, ngarang cerita sendiri, punya impian yang tinggi, kehidupan Ani selalu berkaitan dengan luar negeri..
Ani pun merasa hidupnya berubah..yang dulunya ia sangat penakut dan penurut sekarang ia punya pola pikirnya sendiri untuk membangun kehidupan barunya..
Ani belajar sangat giat untuk impiannya ke luar negeri..
ia berharap bisa ke luar negeri..Ani mempunyai teman teman yang sangat baik di luar negeri sana..Ani berkata " lebih baik aku hidup di dalam ke hidupan virtual..aku tidak ingin di manfaatkan lagi oleh mereka.." ujar Ani sambil tersenyum...
Ani pun semakin hari semakin berkarya dan kehidupannya pun mulai berubah secara perlahan..
oke kisah si gadis yang suka di tindas oleh teman teman nya
dan sekarang ia mulai berkarya dengan pola pikirnya
ia sangat ingin mencapai impiannya itu....
sampai disini, sekian dan terimakasih...untuk semuanya