"Meskipun ruang menahan kita dari kebersamaan, tapi satu hal yang aku yakin, tidak ada ruang di hatiku yang menahanku untuk tidak mencintaimu"
Hai, perkenalkan nama gue Melissa Francis. Saat ini umur gue 17 tahun. Gue dilahirkan di keluarga yang bisa dikatakan borju.
Kini gue sedang menempuh pendidikan gue di salah satu sekolah SMA swasta yang terkenal di Jakarta. Saat ini gue tinggal bersama orang tua di kota tempat sekolah gue berada.
Karena pandemi Covid-19 gue masih melakukan sekolah secara daring. Ya, seperti yang kita rasakan pasti bosan bukan? Tetapi, gue juga senang karena bisa rebahan di rumah.
Gue juga merasakan hal tersebut. Dari sinilah kisah cinta gue bermula. Gue tidak pernah membayangkan bahwa gue akan mencintai seseorang secara virtual.
Saat ini gue sedang mencintai dia yang gue temui secara virtual. Gue mengenalnya dari grup literasi yang sedang ramai pada saat itu, karena banyak lomba dan eventnya gratis.
Dia adalah Reza Falahi. Lelaki baik yang belum pernah gue jumpai sebelumnya. Gue jujur nih, sebelum mengenalnya gue pernah merasakan sakit hati yang teramat di karenakan cinta pada masa lalu gue dan di selingkuhin mulu.
Tetapi, saat dia hadir dia mengajarkan gue apa cinta yang sebenarnya. Reza tidak seperti laki-laki lain yang pernah gue kenal. Dia lelaki yang baik, perhatian, dan apa adanya. Yang paling penting dia tidak cerewet.
Perkenalan gue bermula ketika dia dengan berani dan cepat mengirimkan pesan kepada gue melalui WhatsApp. Awalnya, gue sama sekali tidak ingin menggubris pesan tersebut.
Ya, karena gue tidak ingin mengenal orang baru dan belum siap. Tetapi, karena saran dari sahabat gue, gue pun membalas pesan tersebut. Kemudian obrolan tersebut terus berlanjut.
Reza sangat baik dan perhatian kepada gue. Hingga suatu saat, ketika dia menyatakan perasaannya kepada gue. Saat itu jujur gue belum mencintainya dan ingin mengenalnya lagi.
Gue berpikir bahwa gue hanya menganggapnya sebagai seorang sahabat yang baik, gue juga belum pernah bertemu dan berjumpa dengannya, dan gue juga belum siap untuk mencintainya.
Gue takut dia akan menyakitiku seperti yang lainnya dan itu yang paling gue takutkan, apalagi kita saling mengenal lewat grup literasi.
Setelah kejadian itu dia sama sekali tidak mengubah sikapnya kepada gue. Gue tidak tahu apa yang harus gue katakan. Dia terus meyakinkan gue bahwa tidak semua pria itu sama seperti pada masa lalu gue.
Hari demi hari terlewatkan bersamanya walaupun hanya sebatas virtual. Sikap Reza terhadap gue setiap harinya membuat gue jatuh cinta dan terlena padanya.
Gue mengatakan padanya bahwa gue sudah mulai mencintainya. Reza pun menyatakan kembali perasaannya terhadap gue. Tetapi, gue masih menolaknya karena gue tidak ingin menjalin hubungan dengan siapa pun itu.
Akhirnya kami pun berpacaran selama 3 tahun lamanya. Hubungan kami bisa di katakan sangatlah mesra seperti khalayak umumnya. Jika kami merasa sangat rindu, kami pun melakukan video call setiap malamnya.
Hingga suatu ketika gue menaruh kecurigaan terhadap pacar gue yaitu Reza Falahi. Mengapa gue bisa menaruh kecurigaan terhadap pacar gue sendiri? Karena sikapnya sekarang berubah menjadi cuek dan dingin.
Gue pun mengingat bahwa ada teman dekat gue yang kenal dengan Reza. Beruntungnya gue adalah kalau teman dekat gue ini sahabatnya Reza.
Gue pun menyuruh teman dekat atau Sahabatnya si Reza. Sahabatnya Reza bernama Devan. Devan pun sama seperti gue, yang sudah mulai menaruh kecurigaan terhadap sahabatnya yang satu ini.
Devan ini kalau sudah menaruh kecurigaan terhadap seseorang pasti ada sebabnya. Sebabnya adalah Devan selalu melihat Reza selalu di datangi oleh seorang gadis.
Gadis tersebut selalu mendatangi Reza di tempat basecamp mereka. Gadis itu selalu memberikan makanan terhadap Reza dan Reza pun selalu menerimanya dengan senang hati.
Akhirnya terbongkarlah sesuatu yang selalu di nanti-nanti oleh Melissa dan Devan. Ternyata Reza sudah mulai berhubungan dengan gadis itu selama 1 bulan.
Devan mengetahui gadis yang di pacarin oleh Reza. Dia adalah gadis yang sangat matre, hanya bermodalkan tampang yang cantik. Jadi dia menjadikan wajahnya agar bisa memikat hati para lelaki.
Seharusnya Reza sudah mengetahui bahwa gadis itu sangatlah matre. Devan sudah pernah melihatnya saat di mall. gadis itu selalu merengek meminta di belikan tas branded, makan di restoran, dan selalu meminta uang 3 kali satu minggu.
Satu kata buat Reza adalah Bodoh. Reza bodoh sudah menyia-nyiakan seorang gadis yang selalu setia terhadapnya. Namun, balasannya apa? Bermain di belakang Melissa.
Ketika hari sudah malam, pukul 08.00 WIB. Melissa pun menelpon Reza saat sudah mengetahui semua kebenarannya
Di dalam telepon Melissa bersama Reza.
"Mengapa kamu tega sama aku, Za!" teriak seorang gadis bernama Melissa pada pacarnya yang bernama Reza.
"Iya. Maafin aku, aku tahu aku salah. Sa," jawab Reza.
"Jadi kamu lebih milih cewek itu daripada aku?" tanya Melissa sambil menangis.
"Tunggu dahulu. Aku akan jelaskan semuanya,” jawab Rayhan dengan raut wajah khawatir dengan kebohongan yang dia tutupi selama ini.
"Tidak perlu! Semoga kelak kau akan bahagia dengan pilihanmu. Aku mundur za, Mulai saat ini kita putus," ucap Melissa langsung mematikan teleponnya secara sepihak.
Enam tahun kemudian…....
"Meli, cepetan dong! Lu ngapain sih di toilet? Lama banget sumpah!" gerutu Layla sahabat Melissa.
"Iya, iya.... Sabar sedikit dong, mengapa sih,” cetus Melissa dari dalam toilet.
Akhirnya Melissa pun keluar dari toilet lalu Melissa dan Layla segera kembali ke taman.
Saat Melissa dan Layla sedang terburu-buru menuju ke arah taman, tiba-tiba ada seseorang menabrak Melissa dari belakang.
"Shit!" umpat Melissa.
"Sorry, gue lagi tidak fokus," ucap dingin seseorang yang menabrak Melissa.
"Reza? Lu Reza kan?" tanya Fara tersentak ketika mengetahui bahwa yang menabraknya adalah Reza, mantan pacar virtualnya.
"Iya. aku Reza. Kok kamu ada di sini, Sa?,” tanya Rayhan balik dengan tatapan yang lembut ke arah Melissa, mantan pacar virtualnya yang dia sakiti dahulu. Namun, kini dia menyesali apa yang telah dia perbuat waktu dahulu.
"Harusnya tuh, gue yang nanya sama lu. Mengapa lu ada di taman khusus ini!" bentak Melissa dengan sorot tatapan benci ke arah Reza.
"Aku baru pindah di kota ini, karena aku ingin menemuimu," balas Reza dengan tatapan sendu.
"Oh," Melissa berohria.
"Ya sudah lay, kita pulang yuk! Gue malas lihat orang ogeb di sini" ajak Melissa kepada Layla sekaligus menyindir Reza. Layla pun mengiyakan.
Skip.
1 tahun kemudian........
"Hay, sayang!" panggil Reza sambil tersenyum lebar.
"Apa?" sahut Melissa malas dengan kehadiran Reza di sini.
"Yes! Keajaiban ini Melissa sudah merespon panggilan gue," batin Reza.
"Kamu ngapain di sini?" tanya Reza sambil menatap wajah nan cantiknya Melissa.
"Ya, duduklah masa 'berak'," jawab Melissa sambil menekankan kata 'berak' dengan sengaja dirinya berkata seperti itu, supaya Reza ilfil dengannya.
Reza tersenyum tipis dirinya tahu bahwa Melissa sengaja berkata seperti itu agar dirinya merasa ilfil dengan Melissa. Padahal dia malah suka jika Melissa bisa ngomong dengan dirinya.
"Iya. deh," balas Reza sambil tersenyum lebar.
"Lu ngapain sih manggil gue sayang terus, kita itu tidak ada hubungan apapun!" tegas Melissa sambil menunjukkan garpunya kearah Reza.
Reza tersenyum tipis saat melihat wajahnya Melissa yang menurutnya jika dia lagi sebal, wajahnya sangat imut dan menggemaskan.
"Jadi kamu lagi ngode ya? Kamu mau jadi pedamping hidupku?" tanya Reza kegirangan.
"Apa sih, garing lu Za!" emosi Melissa sambil mengepalkan kedua tangannya.
"Tidak apa-apa garing, yang penting aku cinta sama kamu," ucap Reza ngelantur.
"Idih, menyebalkan sekali!" sungut Melissa sambil mendelikkan kedua matanya.
"Sa, aku cinta sama kamu dan sayang banget sama kamu, aku tahu apa yang aku perbuat dahulu membuat kamu sakit hati seperti banyak panah yang menusuk kehatimu. Aku ingin kamu seperti dahulu sa, aku ingin hatimu, ragamu, rasa cinta dan kasih sayang," ucap Reza dengan nada lembut sambil menatap kedua bola matanya Melissa sendu.
"Mungkin dengan kata maaf itupun tidak cukup dengan rasa sakit yang kutorehkan dahulu kepadamu," ucap Reza lembut dengan mata yang berkaca-kaca.
"Jika kau pikir aku telah kehilanganmu, kamu salah. Kamulah yang kehilangan. Kamu telah kehilangan aku, seseorang yang sangat mencintaimu." sambar Melissa sambil tersenyum miring.
Deg.
"Aku tahu itu sa, aku sangat merasa kehilanganmu. Aku sangat mencintaimu sa, tolong beri aku kesempatan sa," ucap Reza dengan air mata yang bercucuran.
"Tidak usah nangis, lu kan cowok! Tidak malu di lihatin gue?" pungkas Melissa sambil menatap datar kearah Reza, padahal hatinya merasa iba terhadap lelaki yang dia cintai dahulu.
"Mengapa si lu tuh! Lu kan milih dia, S
sekarang malah nyatain bahwa lu mencintai gue? Apasih maksudnya elu? Labil banget!" tandas Melissa.
"Aku waktu itu khilaf hiks... Aku tahu aku salah dan aku sangat menyesal apa yang aku telah perbuat denganmu hiks...." tutur Reza sambil menangis.
"Aku minta maaf sayang, maafkan aku...." raung Reza sambil duduk bersimpuh di lantai.
Melissa yang sudah tidak tahan melihat sosok lelaki yang dahulu dia cintai dan sekarang rasa cinta itu hadir kembali saat lelaki itu kembali dengan rasa yang menyesal karena menyia-nyiakan dirinya.
Melissa pun berjongkok mendekati Reza lalu menepuk pundaknya dua kali dan berkata.
"Gue sudah maafin elu, udah tidak usah menangis. Untung saja cuman ada gue yang di sini. Coba kalau ada banyak orang lain pasti lu malu," tutur Melissa sambil tersenyum tipis saat melihat tubuh Reza menegang.
"Aku tidak bakalan malu, kalau aku sudah mendapatkan maaf dari mu sayang," lirih Reza sambil menatap dalam kearah Melissa.
"Aku serius, will you merry me?" tutur Reza.
"Yes, I will," balas Erlena dengan tatapan haru.