Harapan Peri Kecil
Pagi hari yg cerah , tak secerah harapan seorang gadis kecil ini . Gadis ini bernama Aurora Borealis Alexander berumur 12 tahun , gadis kecil dengan wajah yg begitu imut dan senyum yg indah namun tak seindah takdirnya.
Aurora , dirinya mengalami kelumpuhan sejak umur 10 tahun , disisi lain dirinya juga selalu menjadi sasaran kemarahan sang ayah karena sang ayah selalu bertengkar dengan ibunya , Aurora gadis yg sangat kuat , sangking kuatnya segala luka , segala sakit ia tahan , tahan dan hanya menangisi kondisinya yg sangat menyedihkan.
Pagi ini harapan Aurora pupus sudah , Aurora berdoa kepada Tuhan agar hari ini ,hari ulang tahun nya , hari dimana sosok gadis kecil ini dilahirkan ke dunia , hari dimana seharusnya dirinya bahagia .tapi sayangnya tidak , semua harapan itu pupus sudah , hari ini sang ibu pergi dari rumah tanpa mengajak dirinya dan sang ayah pun sama . Ayahnya meninggalkan Aurora bahkan sebelum ayahnya Aurora pergi , sang ayah sempat mendorong Aurora sampai Aurora terjatuh dan tertimpa vas bunga hingga membuat kepalanya berdarah.
“ ayah....jangan pergi hiks hiks maafkan Aurora , Aurora janji tidak akan nakal , Aurora akan menjadi anak baik .” tangis Aurora
“ awas ngak , minggir . Dasar anak sialan gara gara kamu hadir didunia ini hidup ku jadi begini. Kalo tau jadi begini dulu akan aku buang kamu ke sungai “ teriak ayah Aurora
“ dasar anak sialann menyusahkan saja , mending kamu mati saja sana . Tidak ada yg ingin kamu hidup “ ujar ayah Aurora sambil pergi dari rumah.
Hati Aurora sangat kacau , dan sangat teriris.bagaimana tidak ayah yg selama ini merawatnya dengan kasih sayang tiba tiba berkata hal yg menyakitkan dirinya dan mengatakan kalo dirinya Anak sialan , walaupun ia tidak tau apa itu arti kata “ sialan “ tapi sepertinya artinya snagat menyakitkan . Tangis gadis kecil itu pecah, sekarang dirinya tinggal seorang diri dengan kondisi seperti ini.
“ Ya Tuhan , Aurora harus bagaimana . Aurora tidak tau harus apa , Aurora bingung . Aurora ingin hidup Aurora seperti teman teman seusia Aurora , Aurora bingung . Aurora tidak tau harus kemana , ayah ibu semuanya pergi meninggalkan Aurora disini , Aurora tidak bisa berjalan , kan kaki Aurora lagi tidur tidak mau bangun “ ujar gadis itu dengan polosnya.
Aurora sangat kebingungan bagaiman acaranya ia bangun dan menahan nyeri di kepalanya akibat vas bunga tadi.akhirnya Aurora meraih tongkat kayu yg berada di dekat dirinya . Perlahan lahan dirinya bangkit walau harus jatuh terus menerus sengga membuat tangannya terkena percahan vas itu dan mengeluarkan darah.
“ aduhhh sakitt hiks hiks , ibu Aurora kena ini , dan berdarahhh hiks hiks “tangis Aurora.
Aurora berusaha berdiri dan akhirnya sampai ke kursi rodanya dengan menahan sakit yg teramat sakit Aurora meraih kertas dan menulis kan kata maafnya kepada sang ayah .
“ Ayah , ini aura tulis untuk ayah . Ayah maafkan Aurora , maaf sudah menjadi beban ayah . Maaf sudah menjadi alasan dimana masalah ayah datang , maaf untuk aura lahir didunia ini ayah. Kalo ayah baca tulisan ini Aurora sangat sangat minta maaf , semoga ayah memaafkan Aurora . Satu lagi ayah aurara tidak tau apa itu kata “ sialan “ tapi hati Aurora snagat sakit ayah ,.sakit saat ayah mengucapkan kata itu , sakit sekali seperti di cabik cabik. Ayah pulang lah ayah , Aurora janji tidak akan mengisahkan ayah.plisss pulang ya .....
Aurora minta ijin yah ingin ke klinik Deket sisni kok , Aurora cuman mau beli obat pusing karna kenavas , eh ehhh ayah jgn sedih begituuuu. Ini cuman kena sedikit kok heheheh gpp ngak sakit , Aurora kuat . Kan Aurora anak ayah , kata ayah dulu “anak ayah harus kuat seperti baja “ itu kan yg ayah katakan saat pertama kali aura dinyatakanlumpuh sama bapak dokter , Aurora sanagt ingat sekali , udah ya yah ... Segitu dulu Aurora sudah tidak kuat... Byee ayah. Semoga ayah baca ini.”
Setelah menulis surat tersebut Aura mendorong kursi roda nya dengan perlahan menuju klinik , namun ketika ingin menyeberang jalan ia bingung jalan raya nya snagat padat dan penuh sedangkan kepalanya ssakit dan darah terus mengalir . Saat jalan sudah sepi Aurora mendorong kursi rodanya namun naas mobil dengan kecepatan tinggi berhasil menabrak dirinya dan Aurora terpental hingga mengakibatkan ia kehilangan nyawanya .Aurora dibawa ke klinik dekat kejadian dan ternyata sudah meninggal sebelum di bawa ke klinik.
Di rumah
Sang ayah merasa bersalah telah berkata kasar kepada sang anak , dirinya memutuskan untuk pulang dan ketika sampai dirumah ia tidak melihat sang anak .betapa cemasnya dirinya , dengan cepat ia mengechek segala penjuru kamar di dalam rumah dan ketika sampai di dekat meja dirinya melihat kertas dan mengambil nya , betapa ter irisnya hari sang ayah ketika membaca surat yg di tulis sang anak . Dengan langkah cepat ,ayah Aurora menuju klinik.
Ketika sampai di klinik ayah Aurora terpaku dan jatuh lemas ketika melihat tubuh sang anak sudah tertutup kain putih dengan wajah pucat Pasih.
“ Aura sayang maafkan ayah him hiks hiks ayah salah maaf” ujar sang ayah dengan penuhpenyesalan.