"Di mana aku? Apakah aku sudah di alam lain?" ucapku setelah membuka mataku. Kurasakan tubuhku yang basah kuyup setelah aku melakukan percobaan beberapa saat lalu.
"Syukurlah kau baik-baik saja, Yuki." ucap seorang laki-laki seusiaku yang sedari tadi memangku kepalaku. Apakah dia yang menyelamatkan aku? Dia adalah Yamanaka Ryu.
"Ryu, di mana aku? Kenapa kau ada di sini?" aku bertanya.
"Ini semua karenamu. Kalau kau tidak coba-coba bunuh diri, aku tidak akan berada di sini. Iya kan?"
"Ehm.." aku tidak tau harus menjawab apa. Kalau aku mengatakan yang sebenarnya, dia pasti akan mengungkapkan rasa kekhawatirannya sepanjang hari. Dia adalah salah satu orang yang paling peduli padaku. Bahkan orang tuaku tak sepeduli dia.
Aku mencoba untuk mendudukkan tubuhku.
"Yuki, aku tau kau punya banyak masalah. Semua masalah kan pasti ada penyelesaiannya. Dan jangan pernah mencoba untuk mengulanginya lagi ya." ucap Ryu. Dia benar-benar tau apa yang sedang aku pikirkan. Ya, aku baru saja melakukan percobaan bunuh diri dengan melompat dari jembatan. Jangan ditiru ya.
Mataku berkaca-kaca mendengar apa yang Ryu katakan. Beberapa kenangan buruk terputar di kepalaku. Yang paling menonjol adalah, perkataan para hatersku yang kata-katanya menusuk sampai ke relung hati. Setiap hari aku mengalaminya. Aku sempat depresi akhir-akhir ini. Aku sempat pergi ke psikolog juga, tapi sama saja.
"Ryu-kun, apa yang harus aku lakukan? Perkataan mereka terlalu menyakitkan." tanyaku dengan nada sendu.
"Jangan dengarkan perkataan mereka, Yuki. Aku tau kau itu hebat. Aku tau, mereka melakukan itu karena iri denganmu. Mari buat mereka menyesal karena telah membully kamu. Balaskan dendam kamu dengan cara lain." Ryu berucap sembari menatapku serius.
"Buat mereka menyesal? Bagaimana caranya?" aku bertanya. Dia tersenyum, sepertinya dia sudah punya rencana. Kemudian, dia membisikkan sesuatu padaku.
"Tapi.. aku kan tidak bisa menyanyi." ucapku sambil menundukkan kepalaku. Apakah tidak ada cara lain?
"Bisa. Kau itu bisa, Yuki. Coba dengarkan suara lembutmu itu. Kalau kau menyanyi, aku tau semua orang akan menyukainya."
"Kau yakin, Ryu?"
"Tentu saja."
=•=•=•=•=•=•=•=•=•=•=•=
Keesokan harinya, sepulang sekolah yang selalu membuatku drop dan juga sangat kesal. Aku merebahkan tubuhku. Energi positifku terlalu sedikit jika dibandingkan energi negatif dari luar.
Tling!
Ponselku berbunyi, tanda ada yang mengirimkan pesan. Aku pun melihatnya, pesan dari Ryu.
"Yuki, nanti kau bisa datang ke rumahku? Kita akan mulai mengeksekusi rencana kita." Ryu mengirimkan aku sebuah pesan.
"Okey," balasku singkat tanpa menambahkan emoticon apapun.
=•=•=•=•=•=•=•=•=•=
"Jadi, semua sudah datang kan? Langsung saja aku beri tau, misi membantu Yuki. Misinya adalah kita akan membantu Yuki untuk membuktikan kehebatannya yang sebenarnya. Supaya semua orang tidak membullynya lagi." ucap Ryu. Sekarang aku sudah berada di rumahnya, bersama dengan kedua teman laki-lakinya yang lain. Ada Riku dan juga Haru, mereka sahabat Ryu saat SMP.
"Apa?" tanyaku tak percaya. Bagaimana bisa aku melakukan itu.
"Kenapa? Kau tidak percaya?" tanya Haru padaku.
"B.. bukan begitu. Hanya saja.. aku kurang percaya diri."
"Percayalah pada kami, kami akan berusaha mengubah nasibmu. Kau tunggu saja, tapi kami juga memerlukan usahamu." Riku menimpali ucapan Haru.
"Iya, rencana yang sebenarnya adalah.. kita akan membuat band virtual. Aku sebagai editor, Yuki sebagai vokalis, Riku dan Haru sebagai pemain musiknya." ucap Ryu. Tapi aku sedang berusaha menghindar popularitas. Bagaimana ini?
"Tapi, kalau ada banyak orang yang tau tentang ini, bagaimana kalau mereka semakin membenciku?" tanyaku.
"Tenang saja, saat direkam, wajahmu tidak akan diperlihatkan. Kau juga harus menggunakan nama samaran supaya tidak ada yang menyadari." balas Ryu. Idenya cukup masuk akal. Aku mengangguk setuju.
"Bagaimana dengan alat musiknya?" tanyaku lagi.
"Kami sudah mempersiapkan segalanya." ucap mereka bertiga kompak. Mereka benar-benar berniat untuk membantuku. Terima kasih, teman-teman.
=•=•=•=•=•=•=•=•=•
Sore ini dan masih di tempatnya Ryu. Kami membuat cover pertama kami. Kami menyanyikan lagu berjudul 'Sayonara Elegy' karya Masaki Suda.
Selesai merekam, Ryu langsung mengedit videonya. Hasilnya lumayan. Kami juga membuat channel baru untuk mengunggah video kami. Channel Hikari Hariyu namanya. Hikari adalah nama samaranku, sedangkan Hariyu adalah singkatan dari Haru, Riku, dan Ryu. Semoga saja mendapatkan banyak subscriber. Semoga saja.
=•=•=•=•=•=•=•=•=•
Keesokan harinya adalah hari libur. Pagi-pagi, Ryu mengirimkan suatu kabar yang membuatku membelalakkan mataku.
Channel kami langsung dihujani like, komentar dan juga subscriber. Baru satu malam, sudah ada seribu seratus yang subscribe channel kami. Aku mengetahuinya lewat bukti screenshot yang Ryu kirimkan padaku. Aku sempat berhipotesis kalau ini hasil editan Ryu supaya aku senang. Tapi ini benar-benar nyata setalah aku melihatnya dengan mata kepalaku sendiri dan dengan ponselku sendiri. Video cover kami sudah ditonton puluhan ribu kali. Dan sekarang sudah peringkat empat trending topik.
Setalah itu, kami semakin bersemangat. Hari ini, kami akan membuat cover kedua kami. Lagu 'Lemon' karya Kenshi Yunezu yang akan kami nyanyikan.
Setelah diupload, baru ditinggal sepuluh menit, sudah mendapatkan ratusan like! Subscriber juga bertambah pesat.
Kami memutuskan untuk membuat cover lagi yang akan diupload besok. Kali ini lagu 'Sparkle' ost anime Kimi no Nawa.
"Unmei da toka Mirai Toka tte kotoba ga doredake te wo
(meski kata takdir dan masa depan tak bisa kita capai)
Nobasou to todokanai basho de bokura koi wo suru
(Meski kita mencoba meraihnya tempat yang kita cintai)
Tokei no hari mo futari wo
(Kita berdua pun seperti jarum jam)
Yokome ni minagara susumu
(yang saling menatap seraya bergerak maju)
Sonna Sekai wo futari de
(kita berdua menjalani hidup di dunia ini)
Isshou iya, nanshou demo
(tidak, meski hanya beberapa halaman)
Ikinuiteyukou
(mari kita bertahan)"
=•=•=•=•=•=•
"Luar biasa! Kalian selalu melakukannya dengan baik." ucap Ryu ketika selesai merekam.
"Arigatou, ini karena kerja keras kita." balasku.
"Besok kan hari libur, jadi kita tidak akan membuat cover. Video ini akan aku upload besok ya."
"Baiklah."
=•=•=•=•=•=•=•=•=•
Sebulan telah berlalu. Channel kami semakin populer. Sekarang sudah sampai tiga ratus ribu subscriber. Dan ada hal baik yang mulai terjadi padaku. Mereka tak lagi membully diriku, karena saat jam istirahat di sekolah, mereka selalu saja membicarakan tentang channel kami, terutama Hikari alias aku.
Mereka bilang Hikari itu luar biasa saat menyanyi J-Pop. Terutama jika lagu yang dinyanyikan adalah lagu-lagu mellow. Aku senang karena mereka tak lagi menggangguku.
=•=•=•=•=•=•=•=•
Skip sore harinya, di tempat Ryu. Seperti biasa, kami akan membuat cover untuk yang kesekian kalinya. Saat ini sudah empat ratus ribu subscriber! Cepat sekali!
Singkat cerita, saat kami sedang melihat-lihat komentar mereka. Sebagian besar adalah komentar positif. Tapi ada pula beberapa yang berkomentar buruk. Kami tak menghiraukannya. Dan kami berempat dibuat terkejut setelah membaca komentar yang berisi, 'tolong sesekali bikin live streaming donk. Kami ingin mengobrol dengan Hikari.'
"Bagaimana ini teman-teman? Apakah kita tolak?" tanya Haru setelah dia selesai membaca komentar tersebut.
"Tergantung Yuki. Kalau aku kan tetap melakukan tugasku sebagai cameraman." balas Ryu sambil menatapku. Aku juga sedikit bingung harus bagaimana.
"Bagaimana, Yuki?" tanya Riku juga sambil menatapku. Kalau menolak, pasti penggemar kami akan kecewa. Hmm, ah! Aku punya ide.
"Baiklah teman-teman. Tapi, nanti aku akan menggunakan masker supaya wajahku tidak terlihat, boleh kan?" aku mengambil keputusan. Semoga saja tidak salah. Mereka bertiga mengangguk setuju.
Fix! Besok sore kami akan live streaming. Kami sudah menyiapkan segalanya supaya identitasku tidak terbongkar.
=•=•=•=•=•=•=•
Live streaming dimulai! Ini pertama kalinya bagiku, jadi aku sedikit gugup. Ada ribuan orang yang menonton. Live chat juga sudah banyak sekali. Sekalian aku menjawab pertanyaan-pertanyaan mereka kalau aku mau.
"Hikari-chan, kamu umur berapa?"
"Hikari-san, bagaimana kamu bisa menyanyi dengan sangat baik?"
"Hikari-chan, aishiteru!"
"Wah, aku tau kamu sedang tersenyum. Lihat mata indahmu itu."
"Hikari, bisa lepas masker mu sebentar saja? Kenapa kau tidak pernah memperlihatkan wajahmu?"
Begitulah sebagian besar komentar membahas tentang hal itu.
"Waah sudah ramai banget ya. Hmm aku mau mulai jawab pertanyaan mana dulu ya? Aku umurnya enam belas tahun. Supaya bisa nyanyi dengan baik, kuncinya adalah latihan, jangan menyerah. Aaa.. Arigatou ghozaimasu semuanya. Ehm.. ini, wajahku itu rahasia, nanti kalau udah terbongkar kalian bakalan tau sendiri kok."
Dan selanjutnya, aku masih mengobrol dengan para fans kami. Beberapa kali, Riku dan Haru juga ikut di syuting. Saat kamera memperlihatkan wajah Riku, mereka heboh sekali. Sebagian besar mereka mengirimkan emoticon hati berwarna merah untuk Riku.
Ternyata seru juga, bisa berkomunikasi dengan penggemar kami. Ada yang bertanya tentang makanan kesukaanku, warna favoritku, hobi, idolaku, dan ada pula yang bertanya apakah aku sudah punya pacar. Haha, yang benar saja?
Satu jam berlalu. Live streaming telah selesai. Like, komentar, dan subscriber tak pernah berhenti membanjiri notifikasi channel kami.
Setelah selesai, kami berdiskusi sebentar mengenai masa depan channel kami. Apakah mau lanjut atau hiatus.
"Jadi bagaimana? Kita sudah mau ujian kenaikan kelas. Apakah kita akan hiatus dulu?" Haru bertanya.
"Kita akan membuat satu video lagi sebelum hiatus, bagaimana?" aku memberi saran. Mereka setuju.
"Lagu apa yang akan dinyanyikan sebelum hiatus?" kali ini, Riku yang bertanya. Aku tersenyum.
"Lagu 'Inochi ni Kirawarete Iru' Hatsune Miku tapi kali ini, kita coba menggunakan video klip." usulku. Mereka bertiga menatapku dengan tatapan aneh.
"Hmm kau yakin kita akan menggunakan video klip? Siapa yang akan memerankannya?" Ryu bertanya padaku. Riku dan Haru setuju dengan pertanyaan Ryu.
"Aku, aku sudah punya rencana untuk melakukan ini." balasku dengan kepastian. Aku akan menyamar supaya identitas asliku tidak sampai diketahui. Lagu 'Inochi ni Kirawarete Iru' yang artinya Dibenci oleh hidup itu sendiri. Sesuai dengan perasaanku yang dulu.
Sore ini juga, kami membuat cover suara, videonya akan menggunakan video klip yang akan kami buat besok.
=•=•=•=•=•=•=•=•=•=•=
Keesokan harinya, kami telah selesai merekam. Aku sedikit menggunakan riasan supaya identitas 'Yuki' tidak diketahui. Saat ini, kami berada di jembatan, tempat aku melakukan percobaan kurang lebih satu bulan yang lalu.
"Bagus sekali, Yuki. Pasti semakin banyak yang menonton." ucap Haru sambil tersenyum padaku. Aku balas tersenyum.
"Terima kasih teman-teman." ucapku sambil duduk pada pembatas jembatan yang terbuat dari besi. Mereka tak menyadari apa yang aku lakukan.
"Terima kasih sudah membantuku selama ini. Aku.. cinta kalian." ucapku yang membuat mereka menatapku dengan tatapan tak percaya. Cinta kalian?
"Ah, itu biasa saja. Tapi.. apa? Cinta kalian? Apa maksudmu?" tanya Ryu, dia terlihat sedikit salah tingkah.
"Sayonara, ikiro!" ucapku sambil menceburkan diri ke sungai besar di bawah. Aku mengucapkan kata selamat tinggal, dan ikiro yang artinya hidup.
"YUKIIII!" teriak mereka bertiga setelah menyadari apa yang aku lakukan.
"Ryu, jangan Ryu! Ini berbahaya!" ucap Haru sambil mencegah tindakan nekat yang akan Ryu lakukan kalau tidak dicegah.
"Aku harus menyelamatkan Yuki! Dia tidak boleh mati!" Ryu bersikeras sambil mencoba melepaskan diri dari Haru. Tapi, Riku juga menahannya.
"Jangan Ryu. Airnya mulai meninggi, lebih baik kita mencari bantuan saja." ujar Riku masih sambil berusaha untuk menahan Ryu, juga.
"YUKIIIII!"
"Teman-teman, terima kasih karena selama ini sudah mau berteman denganku. Terima kasih sudah membantuku." aku berucap dalam hati sambil memejamkan mataku ketika tubuhku sudah tenggelam sepenuhnya.
Yuki's POV end.
=•=•=•=•=•=•=•=•=•
Breaking news! Terungkap! Wajah dan identitas asli vocalis channel Hikari Hariyu!
Diketahui nama aslinya adalah Nakashima Yuki. Wajah aslinya terungkap setelah dia ditemukan tak bernyawa, setelah melakukan percobaan bunuh diri ketika selesai membuat video klip untuk cover mereka sebelum hiatus. Kenapa wajah cantiknya selama ini dia rahasiakan?
Yuki, gadis berusia enam belas tahun, kelas 1 SMA yang juga merupakan putri tunggal dari seorang CEO ternama di prefektur ini. Ada apa dengan hidupnya?
"Yuki, dia.. Sebenarnya dia adalah gadis depresi. Dia mempunyai banyak masalah ketika di sekolah. Dia sering dibully teman-teman sekelasnya. Kami mengajaknya bergabung supaya dia bisa bisa melupakan masalah mentalnya itu, sekaligus membalaskan dendamnya dengan cara yang baik." ujar Yamanaka Ryu, rekan dan juga sahabat Yuki.
"Dia adalah vocalis yang sangat baik. Channel kami sukses dengan kerja kerasnya yang luar biasa. Penghayatannya sangat baik, dia selalu ingin menyanyi lagu yang sesuai dengan perasaannya." ucap Ichida Riku, pianis Hikari Hariyu.
"Sebelumnya, dia sempat berterima kasih pada kami karena telah mengajaknya bergabung. Selesai membuat video terakhir kami, dia mengatakan 'sayonara dan ikiro', setelah itu dia langsung menceburkan diri ke sungai." kata Yamamoto Haru.
Seperti yang diketahui, Yuki telah mengalami gangguan mental akibat selalu dibully. Sampai saat ini, masalah Yuki masih akan terus diselidiki. Para penggemarnya sampai memberinya julukan Hikari no Yuki yang artinya cahayanya salju.
=•=•=•=•=•=•=•=•=•=•=
-Tamat-
-------------------
Terima kasih sudah membaca^^
Harap bisa mengambil pelajaran dari cerpen ini ya, jangan suka membully. Jangan jadikan bunuh diri sebagai penyelesaian dari suatu masalah. Hasil itu tergantung dari usaha kita.
Jangan lupa like kalau suka, dan beri komentar ya. Mohon maaf kalau ada kesalahan. Sekian dan terima kasih.