Di pada pertengahan abad, di kota terpencil yang bernama kota suwo..tinggalah seorang anak dan ibu yang selalu banting tulang untuk menghidupi diri nya dan mereka bernama Ayeong dan Geochin yojeong.
Ibu dan anak ini juga tampa memikir kan rasa lelah di tubuh nya karena tuntutan hidup setelah sepeninggal Ayah nya yang sudah mengikuti tututan Negara untuk tugas militer hingga meregang nyawa di medan perperangan.
Akan tetapi, hidup selalu tak selama nya berjalan mulus...dan tunjangan Negara atas gugur sang Ayah yang di buat modal sedikit demi sedikit telah terkikis habis.
Akibat dari peperangan yang berkepanjangan ini, yang tak henti-henti nya menyebab kan rumah makan nya selalu sepi dan modal pun mulai habis...
Rentenir pun datang dengan membawa banyak bodyguard untuk menagih hutang dengan cara..mendobrak pintu secara paksa serta merusak sedikit nya peralatan rumah makan mereka.
Ayeong dan Geochin pun terkejut serta ketakutan yang luar biasa karena tau mereka yang datang bukan orang sembarang orang.
Ibu nya Geochin pun melihat ke arah depan dan tahu kondisi ini tidak baik bagi mereka, serta dengan segerah menyuruh putri nya itu untuk segerah bersembunyi di suatu tempat sampai keadaan terasa aman.
Akan tetapi semula Geochin tidak setujuh akan keputusan sang Ibu, tapi Ibu nya terus membujuk dan berkata...kalau setelah ini terjadi sesuatu terhadap Ibu, tolong kamu terus berjuang lah, dan bangga kan orang tua mu ini, karena seperti nya hanya sampai di sini pengorbanan Ibu dan kamu satu-satu nya harapan Ibu.
Tapi bu..dan belum selesai Geochin bicara..Ibu nya mendorong Geochin keluar dari pintu belakang serta tampa menoleh langsung menuju ke hadapan Rentenir tersebut sebelum mereka melihat Putri nya serta mencelakai nya..cukup lah Ibu yang menanggung ini sendiri..dalam hati Ibu nya berucap dan mencoba menegar kan hati serta berkata lagi..suami ku..tunggu aku di surga dan menghadap mereka dengan segala keberanian serta berucap...
Apa yang kalian ingin kan...serta membuat mereka semua tertawa...hahaha..
Suara tertawa mereka yang sangat kencang itu sampai terdengar ke luar rumah makan, dan Geochin yang penasaran pun mencoba bersembunyi serta mengintip dan melihat apa yang hendak mereka lakukan ke pada Ibu nya itu.
Setelah mereka melihat Ibu nya itu, mereka pun mengusir seluruh pengunjung untuk segerah keluar dan menutup rumah makan nya.
Di situ mulai lah Bos nya Tuan Do Hyun berkata.."masa tenggang hutang mu telah lama habis dan bunga nya telah bertumpuk, apa kamu masih bisa membayar nya dengan mengandal kan rumah makan yang reot serta sepi pengunjung ini dan aku ingin menagih nya sekarang.
Mendengar perkataan tersebut..Ibu nya Geochin pun mendongak dan berkata, apa maksud mu..bukan kah masa tenggang nya masih lama dan aku akan berusaha membayar secepat nya..dan aku harap kau bersabar lah sedikit..serta membuat emosi Tuan Do mendidih mendengar nya dan mulai mendekat dan mulai mencekik leher nya Ibu Geochin dengan erat hingga terlihat susah bernapas, dan rasa nya Geochin yang melihat kejadian itu pun ingin mengejar serta menyelamat kan Ibu nya itu, tapi setelah ingat akan pesan sang Ibu, Geochin pun mencoba menguat kan hati nya serta karena ketidak berdayaaan nya itu, iya terus bersembunyi dan berucap..Ibu.." kalau sampai terjadi sesuatu terhadap Ibu, Geo berjanji, Geo akan membalas kan nya dan berusaha menutup mata serta air mata nya pun turut menetes melihat setiap kejadian penyiksaan terhadap sang Ibu, hingga perlecehan pun terjadi dan hingga membuat Ibu nya yang tak kuat menerima terus penyiksaan dari Tuan Do serta seluruh anak buah nya, yang membuat pada akhir nya sang Ibu menghembus kan napas terakhir nya di depan mata Geo sendiri...
Geo masih belum beranjak pergi dari tempat persembunyian nya, Walau Tuan Do dan anak buah nya telah lama pergi dan menyegel secara paksa rumah makan mereka.
Hingga malam pun tiba serta sorang kakek-kakek yang tersandung kaki Geo saat tertidur karena kelelahan menahan semua amarah nya.
Sang kakek pun melihat dan membangunkan Geo serta berucap..cucu..di mana tempat beristirahat yang nyaman di sini.
Geo pun terbangun dengan mata yang bengkak serta menatap sang kakek sambil berucap, di sini semua penginapan telah banyak tutup akibat peperangan yang panjang ini, dan kalau kakek mau beristirahat, ayo ikut dengan ku ke pondok ku kek.
Akan tetapi..pondok ku tidak seyaman sebuah penginapan kakek..dengan keadaan lemah Geo menjawab sang kakek.
Dan sang kakek pun menatap Geo dengan tatapan yang terpendam serta berucap..tak apa-apa, asal aku bisa beristirahat malam ini.. aku pun akan membalas nya dengan sesuatu yang sepadan.
Geo pun menatap aneh perkataan sang kakek, tapi karena Geo pun lelah, Geo pun akhir nya tampa pikir panjang..mengajak sang kakek ke gubuk nya untuk segerah beristirahat.
Serta sesampai nya di gubuk yang reot dan jauh dari kata layak dan dari keramaian..sang kakek pun menarik napas panjang serta mereka pun akhir nya segerah beristirahat.
Keesokan pagi nya, sang kakek telah bangun pagi-pagi sekali, serta di lihat Geo seperti sedang melaku kan gerakan yoga..
Geo yang bingung, sambil menatap dan segerah mencuci muka nya serta menyiap kan sarapan bagi mereka berdua.
Dan setelah selesai, sang kakek pun mendekat sambil berkata..kamu mau belajar kumfu...
Lalu Geo yang kaget pun menjadi salah tingkah dan tampa pikir panjang iya mengangguk kan kepala nya.
Sang kakek pun tersenyum serta mulai mengajari Geo seluruh ilmu yang iya punya hingga seluruh ilmu hampir di kuasi oleh Geo, dan sang kakek pun berucap...
Aku tau yang kamu alami dan aku tau apa yang kamu ingin kan.
Aku telah mengajari mu segala nya dan sekarang sudah hampir tiba waktu nya.."sang kakek pun tersenyum ke arah Geo.
Geo pun langsung berlutut dan berucap sambil menetes kan air mata nya itu, sambil berkata.."terima kasih kakek..Geo akan membalas segala kebaikan kakek ini, akan tetapi dendam ini tidak akan hilang sebelum terbalas kan semua nya...dengan sorotan tajam Geo membayang kan di hari terakhir bersama Ibu nya hingga hilang nya sebuah nyawa.
Dan dimalam itu...Geo sudah bersiap dengan segala peralatan dan hedak ke kota untuk balas dendam.
Tiba di sebuah kediama Tuan Do..Geo yang menyamar sebagai seorang pelayan pun mulai menjalan kan aksi nya dengan memberi racun ke seluruh makanan serta minuman para penjaga nya yang membuat mereka semua mati keracunan yang tampa di sadari mereka.
Dan tampa sadar pula, di saat Tuan Do yang terlelap dengan dua selir nya..
Geo pun menyelinap dan mulai menghajar nya...
Karena belum ada kesiapan dari Tuan Do, Tuan Do pun berteriak...
Akan tetapi tidak ada yang menghampiri nya...serta kedua selir nya pun telah tewas di tangan Geo.
Kini giliran mu,Tuan Do..Geo berkata sambil menatap tajam..
Tuan Do pun berkata.."Siapa kamu dan apa urusan mu dengan ku...!
Geo pun tertawa dengan kencang dan berucap.. sungguh ironis kau yang menyiksa seorang wanita paruh baya dan melakukan pelecehan hingga menghilang kan nyawa nya.. dan lihat lah aku.
Aku adalah titisan nya dan yang akan membalas kan dendam nya..lalu Geo pun mulai bertarung serta menghajar Tuan Do.
Tuan Do pun yang belum siap serta ilmu yang di kuasai oleh Geo itu sangat lah gesit dan boleh di sebut..tinggi.
Hingga akhir nya..Tuan Do pun kalah dan merenggang nyawa nya di tangan Geo.
Setelah membunuh nya ini..Geo pun tertawa getir dan berucap.."Ibu..aku sudah membalas kan dendam mu dan mulai menghilang kan jejak dengan membakar kediaman Tuan Do.
Tamat.