malu..Vito sangat malu mengakui bahwa wanita itu adalah ibunya,semenjak kecil ia selalu dibully dan hina oleh teman-temannya bahkan oleh semua tetangga nya,ia pun tak memiliki seorang pun teman.
"Vito.. tolong belikan ibu santan ya,ibu lupa tadi beli nya"pinta seorang wanita paruh baya,pada seorang anak lelaki berusia 18 tahun yang tak lain adalah Vito anaknya
"beli aja sendiri..nyusahin aja"bantah Vito kasar,ia malah asyik dengan game online yang ada di hpnya
"nak..tolong ya..nanti kamu mau makan apa?kalau ibu gak masak?"pinta nya pelan
"bodo amat lah,suruh aja customer ibu yang beliin"jawab Vito menyayat hati sang ibu
"nak.. tolong jangan katakan hal itu"tumpah sudah air mata wanita paruh baya itu
"Halah..gak usah nangis deh Bu..emang itu kan kerja ibu dulu..jadi gak usah sok suci"sadis, sungguh sadis perkataan yang keluar dari mulut seorang anak kandung
"hiks..nak..jangan.. seperti ini nak hiks.."isaknya
"udahlah Bu..gak usah drama.. mending pergi main keluar,Gedeg tau gak lihat wajah ibu"lalu Vito berlalu setelah mengatakan hal itu meninggalkan ibunya yang menangis tersedu-sedu.
.
.
.
"Bu..mana makanan nya kata nya tadi masak!!"pekik Vito ditengah malam saat tak mendapati secuil makanan pun dibawah tudung saji
mendengar anaknya berteriak ibu itu pun bergegas menemui anaknya yang masih menggunakan mukenanya
"ada apa nak?kenapa harus berteriak malam-malam begini"panik ibu itu
"hahahaha apa ni?lagi solat?hah..gak bakalan diampunin juga,bekas wanita malam tetap aja gak akan bisa berubah apalagi mau mengharapkan syurga"gelak Vito berderai sampai memegang perut nya
plakk...
sejurus tamparan tepat mengenai wajah Vito,Bu asni sudah tak tahan lagi dengan hinaan,cemoohan anak kandungnya tersebut,jika orang lain atau tetangga yang menghinanya ia bisa menerima,namun jika anak kandungnya ia sungguh tak kuasa menahan kesedihannya,dengan berurai air mata dan menahan hati,Bu asni berkata
"ka-kamu sudah keterlaluan Vito..ibu tak pernah mengajarkan kamu untuk menjadi kurang ajar seperti ini"ujar Bu asni dengan air mata yang menganak sungai
"hah..aku tak pernah ingin dilahirkan dari rahim wanita murahan seperti mu!!!"teriak Vito seperti orang gila,matanya menatap tajam
"aku bahkan malu dilahirkan dari rahim seorang pelacur..."pekiknya lagi
"Vito..."jerit Bu asni mengungu,
"hiks..hiks..hiks..nak..jangan katakan hal itu..aaaaaa...aaaaa...aaaaa"Bu asni menangis terisak,tak tahan mendengar kata-kata pedih dari anak kandungnya tersebut
"apa Bu?ha?apa?semua yang aku katakan adalah benar!!ibu mantan lacur!!aku malu mempunyai ibu seperti mu!!aku bahkan tak pernah tau siapa ayah ku!!hidupku hancur karna terlahir dari rahim mu!!aku benci kau!!aku benci!!"teriak Vito berlari keluar dari rumahnya
"nak..jangan katakan itu..hiks..ibu..ibu menyayangimu"isaknya...
.
.
.
2 Minggu kemudian
"lapar banget,mana uang gue udah habis semua lagi"Vito berjalan menuju rumahnya,ia terlihat sangat kusut dan berantakan, pasalnya sudah dua Minggu ia tak kunjung pulang,karna terlalu kesal pada sang ibu
saat ia sudah mulai dekat menuju rumahnya,ia melihat begitu banyak orang disana bahkan kain putih telah terpampang di kayu
tiba-tiba perasaan tak enak menyelubungi hatinya,kaki nya bergetar hebat,ia segera berlari menuju rumahnya
"ada apa ini?kenapa ramai-ramai dirumah saya?"tanya Vito menerobos keramaian
semua wajah disana tampak bersedih
"yang sabar ya to"ujar salah seorang bapak-bapak
"kenapa?kenapa saya harus bersabar?"tanya Vito bingung,ia masih tak mengerti kejadian ini
"ibumu meninggal to"
jleb..duarrrrr
bagaikan petir disiang bolong,kabar duka itu masuk menusuk telinga Vito,ia tercengang mendengar berita tersebut, genangan air mata telah menganak sungai Dimata nya,kaki nya seakan lemah mendengar berita tersebut
"bohong!!siapa kau yang menentukan hidup mati ibuku!!"marah Vito tak menerima kenyataan,ia segera berlari kedalam ruangan,benar sekali disana telah terbujur kaku seorang wanita paruh baya,yang ditutupi oleh kain putih
"Bu..bu-bu-bu..bangun Bu..Bu..Vito minta maaf Bu..aaaa..ibu....aaaaa..maafin Vito Bu...bangun Bu...Vito sayang ibu....Bu...Vito mohon bangun Bu...aaaaaa"raungan Vito menggema di ruangan itu,isakanya menjadi-jadi,dadanya terasa sangat penuh,tubuhnya terasa begitu lemah
"Bu..Bu..kenapa ibu bisa seperti ini?"tanya nya masih dengan raungan
"nak Vito..ibu mu meninggal karna tertabrak mobil,saat itu ia mencoba mencari keberadaan mu yang pergi meninggalkan rumah,dia sempat dirawat dirumah sakit selama 3 hari,dan ia sempat sadar,hanya saja ia terlalu lemah nak,dan juga sebenarnya ia menunggu kedatangan mu..namun karna kau tak kunjung datang..ia menulis surat ini..dan menyuruh ibuk untuk memberikan nya padamu"ujar ibuk itu meruntuhkan tubuh Vito, bergetar tubuhnya karna menangis, menyesali semua perkataan nya,menyesal karna tak pulang lebih awal
diambilnya surat itu,segera membuka nya dihadapan jasad sang ibu
surat untuk anak ku Vito
nak..hidup ibu seperti nya sudah tak lama lagi nak..
maafkan ibu yang selalu membuat mu malu..
ibu minta maaf karena melahirkan mu nak..
ibu minta maaf atas kesengsaraan mu nak..
ibu minta maaf karena ibu mantan perempuan malam nak..
ibu minta maaf karena kau terlahir tanpa ayah..
namun ibu bersyukur karna melahirkan mu kedunia ini nak,atasa ibu menyuruh ibu untuk menggugurkan kan mu,namun ibu tak mau nak,saat itu ibu adalah wanita yang penuh dosa nak,ibu pun jujur tak tau kau anak siapa,tapi percayalah nak, semenjak kau hadir,semenjak ibu mengandung mu,ibu meninggal kan pekerjaan ibu, walaupun banyak sekali rintangan yang harus ibu hadapi karna meninggalkan dunia itu,bahkan nyawa ibu hampir hilang karena nya,ibu yang tak mempunyai sanak saudara merasa sangat bahagia saat kau hadir di hidup ibu,ibu mulai berubah nak,ibu tak mau kau mempunyai ibu yang tak layak,ibu bertobat meminta ampun pada yang maha kuasa, walaupun seperti yang kau katakan nak,bahwa ibu tetap akan sama,namun ibu masih terus berharap agar ibu diterima tobat oleh-Nya
nak..ibu sayang padamu,ibu tak ingin memberi mu dosa karna membenci ibu,maka dari itu,ibu memaafkan mu nak
"i...ibu...hiks..Bu...Bu...Vito gak pernah benci sama ibu...hiks"isaknya mendekati ibunya yang sudah kaku tak bergerak,mencium telapak kaki sang ibu,mencium kening sang ibu,berharap sang ibu akan kembali mengatakan nak padanya
"ibu..Bu..Vito gak benci sama ibu ...."
Vito menangis meraung menyesali semua perkataan nya pada ibunya itu,dada nya sesak seperti ada sesuatu yang menumpuk disana,matanya sudah bengkak karna menangis
"Bu..Bu..ibu ..."Vito pun pingsan disamping sang ibu dengan isakan yang masih terdengar.penyesalan membuat nya menderita
pelajaran yang dapat diambil:seburuk apapun orang tua kita,haruslah tetap kita sayangi,karna jika tidak penyesalan lah yang akan dirasakan