Sakit... kenapa kalian tidak berhenti? Tolong jauhkan benda tajam itu dari ku. Kumohon...
" Ber..henti "
Ucap pria dengan luka yang amat dalam di tubuh nya.
" Apa? Astaga aku tidak dengar ucapan pengecut ini. Hei kau mendengar ucapan nya? "
Nada nya terdengar sedang bercanda. Apakah darah ini tidak bisa menjadi bukti seberapa sakit dan pedih nya diriku?
" Tidak kawan, aku tidak dengar... apakah dia meminta pelajaran lagi? "
Aku mendongakkan kepala ke atas, senyum dengan rasa puas terukir dari wajah ke dua orang yang membully ku. Mereka membawa pisau berkarat... apakah mereka tidak tau seberapa sakit nya ini?
Dan beberapa dari mereka yang tidak terlibat hanya menonton tanpa ada rasa bersalah. Ck, tidak ada pilihan lain...
" KUMOHON BERHENTI! "
Teriakan membuat gema di sekitar gang yang sempit. Aku merangkak dan tak sesekali aku mencium sepatu dari orang brengsek ini.
" Haahh, ini membosankan... lihat wajah nya yang sangat menyedihkan itu. Bufff sangat menjengkelkan "
" Kau benar juga, aku lebih suka teriakan daripada tangisan. Cih dasar banci, segini saja sudah menangis "
Kumohon, segeralah pergi.
" Sayang, apakah aku boleh menendangnya sekali? "
Suara ini... dia Kiara ya... murid dengan sosok idol dan di cap sebagai anak baik di sekolah pun ikut dalam masalah ini. Senyum dan suara nya sama seperti mereka. Ah seharusnya aku tidak kaget lagi, semua orang hanya memakai topeng untuk menyembunyikan sifat busuk mereka.
" Tentu sayang silahkan, kukira kau tidak tertarik dengan ini. Kau hanya menonton dari tadi " *senyum
" Auch tentu tidak, aku hanya ingin menikmati makanan penutup saja kok " *senyum
KRAKK!
" Aaakkhh!! "
Sekarang tulang mana lagi yang remuk. Ini... sakit.
" Ups maaf, sepertinya aku terlalu berlebihan " ~Kiara
Mereka semua hanya tertawa puas mendengar jeritan ku. Akhirnya... mereka pergi...
Hujan mengguyur wajah pemuda pengecut ini. Yah, setidaknya aku tidak perlu repot- repot membersihkan diri lagi. Darah mengalir bersamaan dengan air hujan. Aku berdiri sambil mengucapkan syukur karena aku masih hidup dan bertahan dari siksaan mereka.
Mengambil tas ku dan berjalan keluar gang sepi dengan sempoyongan. Sial, apakah aku benar baik- baik saja? Pandangan ku kabur... jangan tidur dulu Noah... kau belum sampai ke kosan mu. Ayolah...
Namun mata ku tertutup dengan sendirinya. Perlahan- lahan pandangan ku menjadi kabur. Tersungkur dan berbaring lemah ke tanah yang basah karena hujan. Hahaha, mungkin lebih baik mati daripada hidup dengan banyak siksaan. Sepertinya... ini tidak terlalu buruk.
Ucap Noah menutup matanya sambil tersenyum.
Tak lama suara dercakan air mendekat kearah ku. Siapa? Aku berusaha mendongakkan kepala, cih ini sulit.
" Halo... Noah " *senyum
Hah, apa? Tunggu bagaimana dia tau namaku?
" Si pengecut dari sekolah swasta terfavorit dan termahal. Namun bermodalkan nilai dia bisa lolos dari sekolah tersebut, em sekolah tidak masalah "
Itu... benar, aku mendengarkan nya yang masih mengomel. Setidak nya tolongin kek, ada orang sekarat dengan santainya dia berbicara tanpa beban💢
" Karena siswa disana orang yang bisa dibilang mapan, derajat mu tidak sama seperti mereka. Memukul mu saja tidak masalah. Jika ada guru yang tau pun bisa teratasi dengan uang "
Ya ya, itu benar.
" Dan... "
" Ah bac*t, gunanya kau disini buat apa hah, bantuin kek mau mati ni💢 "
" Cih bocah ngak sabaran, ehem... apakah kau mau balas dendam? "
Balas... dendam? Tidak pernah ada di pikiran ku.
" Hah, dengan cara apa? Membuat nilai tinggi dan semakin di bully mereka? "
Ucap ku dengan nada tak percaya.
" Hihihi, tentu dengan balasan darah dong. Mata dibalas mata, gigi dibalas gigi. Benar kan? "
Wanita berjubah itu memberikan sebuah pisau ke Noah. Ia menyentuh wajah penuh darah Noah, dengan ajaib badan yang awal nya sakit kini seperti tidak terjadi apa- apa. Luka karena goresan pisau pun tertutup dengan sendirinya.
Noah berdiri perlahan, tangan bergetar karena tidak percaya apa yang ia alami.
Ini nyata? Tidak sakit lagi.
" Noah, ambil lah "
Ucap wanita asing seraya memberikan pisau ke Noah.
" Untuk apa? "
Ucap Noah mengambil pisau tersebut. Namun entah mengapa ada sensasi berbeda saat memegang pisau ini.
" Nah, tusuk lah aku " *senyum
" ... "
" Ah selain cerewet kau juga gila ya, aku akan membuang pisau berbahaya ini "
" Wakhh, jangan! Coba dulu, oke? "
" Kenapa aku harus menuruti permintaan mu? Aneh "
" Coba saja dulu, hihihi anggap saja aku orang brengsek. Atau orang yang membully mu tadi " *senyum
Seperti mereka? Hahaha, oke... jangan salahkan aku jika terjadi sesuatu nanti.
JLEEB!
Hah, perasaan apa ini? Darah keluar dari tubuh gadis ini, bukan nya takut tetapi aku malah... senang? Ini menakjubkan! Hahaha...
Noah berkali kali menusuk gadis asing itu. Dengan bruntal ia melakukan hal yang sama seperti para pembully itu lakukan.
Sial, apa yang aku lakukan!?
" Hei, bangunlah! "
Sial, darah bercucuran dari gadis ini. Bodoh, bodoh! Kau gila Noah!!
" Halo kau sedang apa? "
Suara ini... saat aku berbalik arah aku melihat gadis yang kutusuk tadi ada di belakang ku. Tunggu, lalu siapa yang ada di pelukan ku ini!? Menghilang!?
" Hihihi, wajah mu sangat pucat. Tenanglah aku tidak apa- apa "
" Cih, hantu cerewet rupanya "
Ucap Noah sambil berdiri dan membersihkan noda darah dengan air hujan.
" Aku bukan hantu bodoh, intinya bagaimana perasaan mu tadi? "
" ... "
" Menakjubkan " *senyum
" Wah wah wah, baru awal kau sudah sangat bersemangat. Nah bagaimana? Mau balas dendam bersamaku? Aku selalu menemanimu dalam bayangan, hihihihi "
Yah aku tidak tau siapa gadis itu. Menyembuhkan rasa sakit dan hidup kembali walaupun sudah ku tusuk berkali- kali. Dengan tampang bodoh dia tertawa tanpa ada beban. Tapi...
" Dengan senang hati " *senyum
.
.
.
Aku kembali ke kosan ku tanpa ada masalah. Menantikan hari esok dan membayangkan apa yang terjadi. Namun jujur saja, saat aku menyerang gadis itu entah mengapa tangan dan tubuh ku bergetar. Darah ku seperti berhenti mendadak.
Besoknya, wah pelajaran olahraga ya. Hah aku pasti akan di pukul habis- habisan karena para murid bebas melakukan apapun.
Sesampainya...
Em, tumben pelajaran hari ini baik- baik saja. Yah baguslah.
Selesainya pelajaran olahraga, Noah ada di toilet laki- laki sedang mengganti pakaian nya dengan seragam biasa.
" Yo bocah cengeng, gimana hari mu? "
Haah, baru juga dibilangin. Buruk seperti biasa...
" Baik "
" Wah kau lihat sayang, wajah nya tidak terluka satupun! "
Kiara kah?
" Wah benar juga ya, tunggu kenapa kau di toilet pria sayang?💧 "
" Sebentar saja, aku juga ingin melihat si cengeng ini berteriak "
Mereka ingin melakukan nya sekarang? Terburu- buru sekali. *senyum
" Selamat tinggal, brengsek " *senyum
Noah mengambil pisau yang ada di tas nya. Semua yang ada di sana terkejut melihat Noah.
" Wah, kau mulai berani ya "
Cih, berisik. Ingat kata gadis itu, kau bisa Noah. Kau juga akan merasakan sensasi yang sama saat menyerang gadis itu. Yah, aku bisa.
Dengan sekejab, Noah menggores semua orang yang ada di sana menggunakan pisau nya.
" A..APA YANG KAU LAKUKAN DENGAN WAJAH CANTIK KU!? " ~Kiara
" Ah maaf, dalam peraturan sekolah harusnya siswi berdandan seperlunya saja. Tapi sepertinya bedak mu terlalu tebal Kiara "
Ucap Noah dengan senyum mengerikan nya.
Pacar Kiara yang tak terima, hendak memukul Noah dengan pukulan nya. Namun Noah menghindarinya dengan mudah, ia membalas pukulan pembully itu dengan pisau tajam nya.
JLEEB!!
Darah bercucuran tepat di dada pria besar itu. Semua orang yang ada di sana memikirkan hal yang sama, 'gila!'
" Kenapa kalian menjauh? Bukan nya kalian ingin memukul ku? "
Ucap Noah sambil tersenyum. Aura pembunuh keluar dari pria itu, sentak semua orang yang ada di sana panik hendak keluar toilet.
" Minggir kau kurang ajar, jangan mendekat! "
" Sial pintunya tidak bisa dibuka! "
" Apa!? Kau bercanda, kau lawan dia bodoh!? "
" Kau bercanda!? Aku tidak membawa senjata apapun "
Mereka saling desak- desakan, sedangkan Kiara hanya ketakutan dan bersembunyi di balik temannya.
" Kurangi bac*t, perbanyak mikir " *senyum
Ucap Noah dengan tersenyum mengerikan. Satu persatu orang yang ada di sana dibunuh oleh Noah. Namun ia tidak menyiksa mereka seperti mereka menyiksa Noah. Ia merasa ini sudah cukup bagi mereka. Hanya menyerang bagian vital saja.
Darah ada dimana- mana. Ia membersihkan diri di toilet. Setelah selesai, dengan santainya Noah melewati mayad- mayad tersebut.
" Yah lumayan lah, tapi kata mereka pintu ini sulit untuk di buka. Bisa saja tu, mereka saja yang bodoh "
Setelah Noah keluar, wanita asing itu muncul dari bayangan. Entah makhluk apa dia.
" Eem, bocah itu melakukan tugas nya dengan baik sih. Tapi dia ceroboh meninggalkan bukti di sini "
Ucap wanita asing mengambil pisau yang Noah pakai tadi. Ia menyimpannya di balik jubah nya.
" Aku harus berterimakasih pada anak itu, yah walau aku harus membantu dia untuk mengunci pintu sih... Yak mari lupakan "
Dengan senyum mengerikan, wanita itu mendekat ke mayad- mayad yang tergeletak di lantai.
" Hihihi, kalian anak- anak nakal. Baiklah, selamat makan untuk ku "
.
.
.
Setelah Noah keluar dari toilet, ia berjalan menuju kelas nya. Nama dipanggil oleh wali murid untuk absen. Setelah nya, wali kelas agak bingung dan bertanya kepada murid nya.
" Anak- anak, kenapa banyak sekali yang absen? Apakah kalian tau penyebab nya? "
Salah satu murid mengangkat tangan nya.
" Mereka mungkin sedang tidur bu "
Ucap Noah sambil tersenyum.
[ TAMAT ]
.
.
.
Jangan lupa like and komen, bye bye🖐🏻