Suatu hari di Primary William School (salah satu sekolah dasar di Korea Selatan). Pada jam istirahat di kantin sekolah.
"Mamam tuh soto! Hahahaha" ucap salah satu siswa yang menumpahkan semangkuk soto di tubuh Rakha sembari tertawa diikuti tawa siswa dan siswi lainnya.
"Hiks.. Hiks.. " isak Rakha yang selalu menjadi korban bully di sekolahnya.
'Plak' tamparan yang sangat keras itu mengenai pipi Leon (orang yang membully Rakha)
"Lu tuh udah keterlaluan tau?! Setiap hari lu bully Rakha yang gak punya salah apapun sama lu!!!" ucap seorang gadis dengan emosi yang menggebu-gebu kepada Leon.
"Lu semua yang ada disini juga! Bukannya bantuin Rakha malah ketawain dia!!! Apa salah Rakha sama kalian sebenarnya hah?!" kali ini gadis itu berucap kepada seluruh isi kantin sambil menatapnya satu persatu dengan tatapan marah.
"Udah si Sa, orang kek Rakha itu emang pantes di bully kok. Lu gak liat penampilan dia yg kayak nerd? Eh, dia kan emang nerd hahahaha" seorang gadis yang merupakan kakak dari Raisa (gadis yang menampar Leon) ikut mengompori.
"Tapi dia gak salah na! Dia dateng ke sini dengan penampilan sebagai nerd itu gak masalah! Di sekolah itu yang penting kita belajar bukan penampilan kita yang penting!" Raisa kembali berucap karena tidak terima dengan apa yang di katakan Raina (kakak kembar Raisa).
"Ya lu liat deh sekolah ini. Sekolah dengan fasilitas mewah yang 95% muridnya itu adalah anak dari orang orang terkenal. Wajar dong kalo Rakha di bully" Raina kembali berucap. Dengan sangat enteng dia meremehkan Rakha.
"Udah ah, gw males debat sama lu semua!" ucap Raisa kemudian menghampiri Rakha dan menuntunnya menuju UKS.
"Yaaaah, kehabisan kata kata si Raisa hahahahaha" suara Leon kali ini dengan tawa yang menggelegar.
"Ck, gak seru!" Raina pergi meninggalkan kantin menuju kelasnya tanpa makan apapun.
Rakha and Raina POV
Di UKS sekolah, terlihat Raisa yg mengobati luka luka di tubuh Rakha. Memang Rakha sempat di pukuli sebelum dia di siram dengan soto di kantin.
"Lu tuh kenapa gak lawan mereka aja sih?! Lu keliatan lemah tau di mata mereka! " ucap Raisa yang tanpa sadar malah memarahi Rakha.
Rakha hanya tersenyum simpul mendengarkan setiap ocehan yang di lontarkan raisa dari mulutnya.
"Lu bisa bela diri gak sih?! Kalo lu di bully itu dilawan! Emang lu mau di bully ter-" ucapan Raisa terhenti saat ia mendongakkan kepalanya menghadap Rakha yang sedang menatapnya sambil tersenyum.
"L lu ngapain n natap gw g gitu?! " kini Raisa merasa salah tingkah dan memalingkan wajahnya saat ia menyadari bahwa seorang nerd seperti Rakha bisa menjadi manis hanya dengan tersenyum.
"Gak apa. Kamu cantik dan baik Raisa, walau sedari tadi kau terus mengoceh. Terima kasih" Rakha berbicara dengan begitu tulus dan menampilkan senyuman terindahnya.
"I iya, sama sama" balas Raisa dan kembali mengobati luka Rakha.
"Huh, jantung gw deg degan anjir _-" ucap Raisa mengeluh dalam hati.
.....
Beberapa saat kemudian, Raisa telah selesai mengobati luka luka di sekitar tubuh Rakha.
"Dah kelar, gw balik kelas duluan ya. Bye!" ucap raisa setelah menaruh kotak p3k dan langsung berlari pergi menuju kelasnya.
"Cantik" ucap Rakha lirih sembari tersenyum.
"Hiiish" rakha menggeleng gelengkan kepalanya berkali kali.
"Ingat derajat kamu rakha, kamu hanya rakyat biasa dan Raisa merupakan anak dari seorang pengusaha terkenal. Mana mungkin kamu bisa mendapatkan Raisa?!" bukannya memberi semangat kepada dirinya sendiri, rakha malah terlihat seperti mematahkan semangat dirinya.
"Sudahlah, aku akan kembali ke kelas sekarang" dan Rakha pun pergi meninggalkan UKS menuju ke kelasnya.
.....
Hari hari berlalu, setiap hari tidak hanya satu dua kali tapi sering kali bahkan hampir setiap saat Rakha di bully oleh Leon and the geng atau murid lain. Dan tidak jarang Raisa datang menghentikan perbuatan Leon kepada Rakha.
Beberapa waktu lalu, Raisa juga menghabiskan sedikit waktu bersama Rakha saat di sekolah atau sepulang sekolah. Raisa dan Rakha kini sudah menjadi sahabat seperti TTM (teman tapi mesra). Namun, setiap Raisa bilang kepada rakha untuk mengubah penampilan nya, rakha hanya meng iyakan tanpa melakukan apa yg Raisa mau.
Suatu hari sepulang sekolah di taman kota. Ada Raisa dan rakha di salah satu bangku taman itu yang sedang bercanda gurau sembari memakan beberapa cemilan ringan.
"Hahahahahahaha, kamu sangat lucu saat masih kecil dulu Raisa! " tawa rakha lumayan kencang yang menarik perhatian beberapa pengunjung taman.
"Ish, jangan keras keras ketawanya, aku malu tau! " kesal raisa sambil mencubit pelan tangan Rakha.
"A auh sakit. Hahaha maaf Raisa maaf" Rakha menyatukan kedua tangannya tanda memohon maaf kepada Raisa.
"Iya iya aku maafin. Tapi lain kali jangan kayak gitu loh! Malu aku! " ucap Raisa dengan kata terakhir sembari memalingkan wajahnya.
"Iya, maaf tuan putri yang cantik" goda Rakha.
"Ish, gak jelas!" desis Raisa.
"Gak apa, yang penting senang" ucap Rakha. Kini Rakha terlihat lebih bahagia dari hari hari sebelumnya sejak kehadiran Raisa saat itu. Raisa mampu menjadi mood booster seorang rakha.
"Eh, Rakha" tiba tiba saja, Raisa berucap sambil menatap Rakha dengan tatapan serius.
"Kenapa? " Rakha juga mulai serius menanggapi ucapan Raisa tadi.
"Aku... Aku akan pergi ke luar negeri untuk beberapa tahun setelah ini" ucap Raisa pelan kemudian menundukkan kepalanya.
'Jder' entah mengapa Rakha menjadi sedih saat Raisa bilang seperti itu. Mungkin ia sudah nyaman dengan Raisa? Ya karena kehadiran Raisa sangat berharga di hidupnya saat ini. Raisa merupakan pahlawan sekaligus sahabat terbaik untuk rakha. Hanya Raisa seorang yang mau menjadi teman Rakha.
"K kamu becanda kan Sa? Hahahaha kamu gak pinter ngelawak. Aku gak akan termakan omongan kamu!" bantah Rakha yang masih menganggap ucapan Raisa merupakan candaan.
"T tapi aku gak becanda ra hiks... A aku beneran mau pergi minggu depan hiks... " kini raisa menangis mengingat apa yang akan ia rasakan saat jauh dari rakha. Jujur, saat ini raisa juga sudah nyaman berada dekat Rakha.
"Enggak! Kamu becanda Raisa. Klo kamu mau pergi silahkan, tapi jangan dalam waktu yg lama! Ini? Ini sampai beberapa tahun! Belum tentu saat kamu kembali kamu akan menemukan aku! "
"Aku tau Rakha! Aku tau! Aku juga gak mau kayak gini! Tapi ini urusan keluarga aku! Dan aku benar benar harus pergi!"
"Raisa..."
"Lebih baik kita berjauhan untuk satu minggu ini agar tidak terlalu berat saat kita berpisah nanti! Aku akan pergi sekarang, sampai jumpa" dan raisa mengemas beberapa barang yang ia bawa lalu pergi meninggalkan Rakha yang sedang termenung.
"Kita akan bertemumu lagi ra. Aku yakin itu. Aku tau kamu juga sudah nyaman berada di dekat ku. Jika memang kita berjodoh tolong pertemukan kami kembali Tuhan" doa Rakha yang berharap akan terkabulkan.
"Aku janji akan berubah demi bisa memilikimu. Aku janji" ucap Rakha dengan semangat yang ia miliki.
.....
Beberapa tahun berlalu, sesuai apa yang Rakha dan Raisa katakan. Raisa benar benar pergi ke luar negeri untuk beberapa tahun. Dan rakha benar benar berubah tanpa sepengetahuan Raisa.
Kini Rakha menjadi pribadi yang dingin dan tidak mudah ditindas. Ia juga sudah membuka usaha kecil kecilan yang sekarang sudah berkembang. Usaha cafe, kini cafe milik Rakha tersebut sudah tersebar hampir ke seluruh penjuru dunia.
Kadang kala, sepulang kampus Rakha ikut membantu melayani pembeli di cafe nya. Seperti sekarang, Rakha pulang lebih awal dari biasanya. Dan sekarang ia berada di salah satu cafe di Seoul miliknya.
"Pesan apa mba? " tanya Rakha pada seorang pembeli yang baru saja memasuki cafe itu.
Perempuan tersebut nampak menggunakan jas panjang dan kaca mata hitam dengan rambut hitam yang tergerai rapi.
"Saya pesan satu coklat panas saja" ucap sang pembeli tersebut
"Baik mba, silahkan menunggu" Rakha pergi membuat pesanan perempuan tadi.
Perempuan tersebut duduk di salah satu meja di pojok cafe tersebut.
'Drrt drrt' suara handphone dari sang perempuan tersebut.
"Hallo📞"
"Hallo sayang, kamu dimana? Kenapa belum pulang?📞"
"Raisa ada di cafe mom, ini baru aja pesan minum. Bentar lagi Raisa pulang📞"
"Baiklah, cepat pulang nak📞"
"Iya mom📞"
'Tut tut'
"Hadeuh, mommy ini. Padahal gw baru keluar sebentar" perempuan bernama Raisa itu pun menggerutu atas sikap mommynya.
'Prang' bunyi pecahan gelas sangat nyaring terdengar di telinga Raisa.
"Eh" Raisa pun menoleh ke belakang yang merupakan sumber suara tersebut.
Dilihatnya rakha yg sedang berdiri membatu menatap raisa. Raisa pun bergegas menghampiri Rakha dan membantu mengambil pecahan gelas yang berserakan di lantai.
"Mas, mas kenapa? Kok natap saya gitu? " tanya Raisa keheranan.
"Ra raisa?! " ucap Rakha tiba tiba.
"Iya, itu saya. Kenapa mas?" Raisa kembali bertanya
"A aku, aku Rakha Sa" ucap Rakha sambil menahan tetesan air mata haru nya.
"H hah? Kamu Rakha? Apa buktinya? " kali ini Raisa bertanya untuk memastikan.
"Aku akan bercerita beberapa pengalaman kita. Pertama, kamu menolong ku dari Leon saat aku di bully di kantin sekolah. Setelah itu kita menjadi lebih dekat dan suatu hari kamu memberi tahu ku bahwa kamu akan pergi ke luar negeri untuk beberapa tahun" ucap rakha lumayan panjang.
"Ra Rakha?" tanya Raisa kembali sambil menangis.
"Iya Sa, ini aku. Aku Rakha! " ucap Rakha sambil merentangkan kedua tangannya berharap raisa akan memeluknya.
"Rakha hiks..." Raisa berlari (jalan lebih tepatnya karena jaraknya gak terlalu jauh) menuju Rakha dan berhamburan ke pelukan Rakha.
"Hiks... Selama ini kamu kemana Sa? Setelah aku sukses aku cari kamu!" tanya Rakha yg sekarang menangis.
"Aku disini ra, disini" Raisa mengambil tangan kanan Rakha dan meletakkannya di dada Rakha, menunjukkan bahwa ia berada di hati Rakha.
"K kamu? "
"Aku cinta kamu Rakha! " ucap Raisa to the point
"Aku akan melamarmu minggu depan! " Rakha berbicara dengan sangat antusias.
"Jangan buru buru, kita baru saja bertemu. Tidak kah kau ingin menghabiskan waktu bersamaku sebagai pacarmu? " tanya Raisa
"Berpacaran setelah menikah rasanya jauh lebih enak Sa" Rakha tersenyum menanggapi omongan raisa.
"Baiklah baiklah, mari kita mengobrol dulu" ajak Raisa
"Mari"
Dan mereka pun mengobrol sampai hampir malam hari. Saat Raisa pulang, tentu saja ia dimarahi oleh mommynya karena pulang terlalu lama. Raisa bercerita bahwa ia bertemu dengan Rakha yg sekarang tambah menawan dan sudah menjadi pemuda sukses. Raina yang mendengar itupun tak percaya. Dia bilang dia akan percaya jika sudah bertemu langsung dengan Rakha.
.....
Sesuai dengan yang dibilang Rakha satu minggu lalu bahwa ia akan melamar Raisa menjadi pendamping hidupnya. Sekarang ia sudah berada di depan rumah tasya bersama sang ibu. Ya, ayah rakha memang sudah meninggal dunia saat Rakha masih kecil.
'Ding dong'
"Biar Raisa aja yang buka" cegah Raisa kepada salah satu pelayan yang akan membuka pintu.
'Ceklek' pintu rumah tersebut terbuka sekarang.
"Raisa, apa orang tuamu ada di rumah? Aku akan melamarmu sekarang" tanya Rakha yang berusaha menutupi rasa gugupnya.
"Ppfft, jangan gugup Rakha. Mari masuk, mari ibu silahkan masuk" Raisa sebagai tuan rumah yang baik tentu saja mempersilakan tamunya untuk masuk.
Raisa masuk ke dalam rumahnya diikuti Rakha dan sang ibu.
"Sebentar, saya panggil orang tua saya dulu. Permisi" pamit Raisa untuk undur diri sebentar.
"Bibi, tolong buatkan Rakha dan ibu minuman ya, jangan lupa makanan ringannya" perintah Raisa kepada salah satu pelayan yang kebetulan lewat.
"Baik non"
Skip saja...
Ketika semua sudah berada di ruang tamu.
"wah benar apa yang dikatakan raisa, ternyata sekarang rakha sangatlah tampan" ucap Raina dalam hati.
"Jadi maksud kedatangan saya kemari adalah ingin melamar putri anda, Raisa" ucap Rakha penuh kesopanan kepada kedua orang tua Raisa.
"Kami akan menerima itu jika kamu serius akan hali ini dan jika Raisa juga menerima tentunya" ucap daddy Raisa.
"Raisa terima kok dad" ucap Raisa dengan senyum mengembang di wajahnya.
"Berarti kamu sudah di terima menjadi menantu keluarga ini Rakha, selamat bergabung di keluarga ini" ucap mommy Raisa.
"Terima kasih banyak tante, om, Raisa, kak Raina" ucap Rakha dengan sangat senang dan sopan.
Tentu saja orang orang yang berada disitu hanya bisa tersenyum simpul.
.....
Beberapa bulan kemudian. Di sebuah gedung pernikahan di tengah kota Seoul yang tampak sederhana tapi terkesan mewah, ada sepasang kekasih yang baru saja selesai mengucapkan janji suci dan sudah resmi menikah sekarang.
"Terima kasih pak, bu" ucap Rakha serta Raisa menyalimi tamu tamu yang datang.
"Ini beneran lu ra? Bocah yang dulu sering gw bully tuh? " tanya Leon yang juga hadir di pesta pernikahan itu.
"Iya ini beneran aku. Alhamdulillah berkat kerja keras aku, sekarang aku bisa sukses" ucap Rakha bersyukur.
"Wiiih, selamat buat lu ra, buat lu juga Sa" ucap Leon
"Iya makasih" jawab Raisa yang tersenyum kikuk.
"Iya, gw duluan ya. Banyak yang antre hehe"
"Iya, silahkan" jawab Rakha.
Dan saat sudah selesai menyapa semua tamu, sekarang pasutri itu sedang berkumpul bersama keluarganya.
"Akhirnya anak papa ada yang nikah juga" ucap daddy Raisa sambil mengelus kepala Raisa.
"Iya, jangan lupa buatin mommy cucu yang banyak ya. Rakha, kamu main yang banyak tapi jangan keras keras. Ok? " goda mommy Raisa.
"M main apa mom? " tanya Rakha bingung.
"LAH... " ucap semua orang bersamaan.
END...
BONUS :
"Kamu adalah orang yang paling aku cintai setelah ibuku di dunia ini Sa. Aku sangat menyayangimu" ~rakha
"Kamu hebat ra. Kamu berani berubah saat aku tidak ada di sisimu untuk membantumu. Aku sayang kamu" ~raisa
"Setelah melihat perubahanmu, aku ingin kau menjadi milikku. Tapi aku tidak ingin menjadi seorang kakak yang egois yang mengambil apa yang sudah menjadi milik adikku. Bahagia selalu Rakha, Raisa" ~raina
"Setiap manusia memang bisa berubah. Kali ini aku melihatnya secara langsung perubahan bocah yang suka ku bully dulu. Dan sekarang dia sudah menjadi orang yang sukses. Good job Rakha" ~leon
.....
Terima kasih yang udah baca🤗