Tralalala...tralalala.... suara ponselku berbunyi.
Aku menghentikan pekerjaanku sejenak dan mengangkat telepon.
Aku: Halo. Kenapa Rio?
Rio: Aku mau ketemu sama kamu.
Aku: Loh kenapa? Biasanya juga cuma cerita lewat telepon.
Rio: Kali ini aku mau bicarakan hal yang penting.
Aku: Baiklah.
Rio: Aku tunggu di tempat pertama kita bertemu.
Aku pun datang ke sana tapi aku tidak melihat keberadaannya. Aku menunggunya sambil melihat lautan.
Rio: Door...
Aku: Ayam.... ih dasar kamu bikin kaget aja. Kamu mau aku jatuh ke laut.
Rio: Hehe maaf.
Aku: Huh nyebelin. BTW ada apa ? masalah sama pacarmu lagi ?
Rio: Hehe gak kok. Aku justru mau menikah sama Ayu minggu depan di Bali. Kamu datang ya.
Aku: Oh selamat ya. Tapi sepertinya aku gak bisa datang deh.
Rio: Loh kenapa?
Aku: Aku sibuk sama pekerjaanku. Nanti aku titip hadiah buat kalian ke temanku aja.
Rio: Sayang banget kalau kamu gak bisa datang. Aku berharap sih kamu bisa datang.
Aku: Hehe. Aku usahain deh. Aku pergi duluan ya masih ada kerjaan.
Rio: Iya deh. Hati-hati.
Hujan tiba-tiba turun. Itu mengingatkanku pada saat pertama kali kita bertemu. Saat itu aku lupa membawa payung dan dia memberikan payungnya kepadaku dan dia hujan-hujanan. Aku membiarkan diriku basah agar tidak ada yang tahu bahwa aku sedang menangis. Seandainya saja dulu aku mengungkapkan perasaanku lebih dulu sebelum pacarnya mungkin sekarang aku yang menjadi pacarnya dan akan menikah dengannya. Sekarang aku benar-benar sudah tidak ada harapan.
Keesokan harinya, aku sudah membeli kado. Aku lalu menghubungi Alan.
Aku: Halo Alan aku butuh bantuanmu ?
Alan: Ada apa Lany ?
Aku: Tolong, kamu datang ke pernikahan Rio dan kasih hadiah dari aku buat mereka.
Alan: Kenapa kamu gak pergi sendiri ? Oh,aku tau kamu gak mau ke pernikahan mereka karena kamu cinta Rio kan ? Kasihan.
Aku: Gak usah ledek aku. Kamu mau tolong aku gak ?
Alan: Mau. Dimana pernikahan mereka lumayan makan gratis.
Aku: Pikiranmu makan aja. Pernikahan mereka di Bali.
Alan: Buset jauh amat. Aku gak pernah ke Bali temenin dong.
Aku: Iya.
Seminggu kemudian, aku dan Alan sudah pulang dari Bali. Selama di Bali kami cukup banyak bersenang-senang.
Aku: Makasih ya udah bantu aku.
Alan: Iya, emm sebenarnya aku suka sama kamu.
Aku: Jangan bercanda hey.
Alan: Aku serius ( mencium bibirku )
Aku: Plak. Gak sopan.
Alan: Maaf, tapi kamu maukan jadi pacar aku ?
Aku: Mau kok.Kita kan gak tahu kalo gak dicoba?
Alan: oh ya, aku masih harus kuliah 1 tahun lagi kamu bisa tetap menungguku kan ?
Aku: aku akan selalu menantimu.
Dulu aku hanyalah gadis kecil yang suka berlari hingga aku mendapat luka di lututku.
Disaat aku terjatuh aku melihat mawar seolah tersenyum kepadaku memberi semangat untuk bangkit.
Aku merawat bunga itu karna aku tahu memetiknya hanya akan merusaknya.
Kegagalan cinta bukanlah akhir segalanya. Justru itu adalah awal dari kisah cinta yang baru.
Ya begitulah cinta terkadang kita tidak tahu kepada siapa cinta berlabuh.