Suatu hari hiduplah keluarga yang serba kekurangan namun terlihat begitu bahagia.
Mas, aku hamil. Teriak sang istri senang.
Syukurlah, setelah sekian lama akhirnya kita dikaruniai seorang anak juga. Kata sang suami.
Tapi mas untuk makan kita berdua saja sudah sulit. Apa kita bisa mencukupi kebutuhan anak kita ? Tanya sang istri.
Jangan khawatir, aku pasti akan mencari pekerjaan yang lebih baik. Ujar sang suami.
Selama beberapa hari sang suami belum juga mendapat pekerjaan yang lebih baik.
Ketika selesai bekerja berjualan sang suami akan pulang ke rumah dan memperhatikan sang istri.
Sayang kamu sudah makan?
Mau makan apa?
Itulah yang biasa ditanyakan sang suami.
Tidak ingin merepotkan sang suami yang sudah tampak lelah, sang istri selalu meminta sesuatu yang mudah. Seperti dipijat dan makanan murah.
Setelah beberapa bulan akhirnya suami mendapat pekerjaan di kantor. Sehingga suami harus lembur. Sekarang suami hanya ada sedikit waktu untuk istri.
Selama setahun bekerja semakin banyak uang yang didapatkan namun semakin renggang juga hubungan antara suami dan istri.
Sang suami tidak lagi menanyakan sesuatu pada sang istri. Jika istri perlu sesuatu kirim pesan atau telpon saja.
Sang istri pun juga sibuk menggurus anak dan rumah.
Kini si anak sudah tumbuh menjadi anak usia 5 tahun. Dia bisa membeli mainan apapun di toko tapi dia merasa bosan bermain dengan mainan. Dia ingin bermain dengan orang tuanya tapi karena kedua orang tuanya gila kerja si anak begitu kesepian di rumah.
Semakin lama si anak merasa semakin iri pada teman-temannya karena orang tua mereka begitu perhatian. Si anak juga mau bekal sekolah tapi karena orang tuanya sibuk dia hanya diberi uang. Dia sampai bosan dengan makanan kantin. Hingga akhirnya dia memutuskan untuk membeli bekal temannya.
Kemudian salah satu temannya bertanya . Apa kamu sangat kaya sampai tidak pernah bawa bekal ? Aku merasa iri denganmu pasti menyenangkan bisa membeli apapun yang diinginkan.
Si anak menjawab. Ya, aku memang selalu mendapatkan benda apapun yang aku inginkan tapi ada 1 hal yang tidak pernah aku dapatkan.
Temannya bertanya lagi. Hal apa itu ?
Si anak menjawab. Kehangatan orang tua. Aku justru iri pada kalian yang bisa merasakan itu.
Merasa kasihan si teman mengajak si anak ke rumahnya. Si anak pun bermain hingga sore.
Saat pulang ke rumah ternyata kedua orang tuanya sudah di rumah.
Kamu dari mana aja ? Tanya kedua orang tuanya.
Dari rumah teman. Jawab anak singkat.
Kenapa kamu gak bilang ke kami ?
Kalau aku bilang pasti disuruh pulang Padahal aku bosan di rumah sendirian. Jawab si anak.
Masalahnya kalau kamu gak ada di rumah gak ada yang terima paket mamah. Untung aja paket mamah gak hilang di depan rumah tadi.
Jadi, mamah suruh aku di rumah cuma buat itu ? Mamah sewa aja pembantu kalo gitu.
Gak, zaman sekarang cari orang jujur susah. Entar dia malah mencuri lagi
Menyebalkan, aku harap suatu hari nanti orang tuaku hanya perlu bekerja dari rumah biar aku gak bosan di rumah sendirian.
Dan akhirnya tahun ini keinginan anak terkabul karena korona. Sekarang si anak mendapatkan kehangatan orang tua yang dia ingin-inginkan meskipun tidak bisa main sama teman di sekolah.