Hidup bahagia dan indah seorang gadis bernama Liana berubah ketika dia tidak sengaja bertemu dengan seorang pria arogan bernama Nino.
Awalnya, Liana baru saja akan pulang setelah bekerja lembur dari sebuah toko serba ada, yang cukup jauh dari rumahnya.
Di sebuah jalan sepi, dia tiba-tiba menghentikan langkahnya karena beberapa pemuda yang sepertinya sedang mabuk berada di gang itu.
"Astaga, bagaimana ini? ini satu-satunya jalan menuju kerumah?" gumam Liana.
Dan benar saja, begitu para pemuda itu melihat Liana, mereka segera mendekati Liana.
Liana berlari ketika salah seorang dari mereka mulai mendekat. Para pemuda yang lain juga ikut mengejar Liana.
"Tolong!" teriak Liana sambil terus berlari.
Brak!
Liana terjatuh, dan sialnya kakinya terkilir, disaat itulah dia melihat ada seseorang yang lewat.
Liana memanggil orang itu.
"Tuan, tolong... tolong aku!" teriak Liana.
Orang tadi mendekati Liana, dan memandanginya dari ujung kaki sampai ujung kepala.
Liana di buat merinding.
"Tuan, tolong aku. Mereka mengejar ku!" ucap Liana menunjuk ke arah beberapa pemuda yang memang sudah mendekat kearah Liana.
Orang itu tersenyum miring.
"Jika aku menolong mu? apa untungnya bagiku?" tanya nya kemudian.
"Tolonglah tuan, aku mohon. Tidak bisakah jika demi kemanusiaan?" lirih Liana hampir putus asa, matanya sudah basah, air matanya sudah mengalir.
Liana benar-benar ketakutan.
"Jadi pelayan ku? bagaimana?" tanya orang itu.
Liana membulatkan matanya, ternyata orang di hadapannya ini bukan orang baik.
Tidak mendengar jawaban Liana, orang itu pun berdiri dan melangkah menjauh.
Para pemuda tadi pun mendekat. Liana sangat takut.
Liana ketakutan, tangan dan kakinya gemetar. Air matanya juga sudah mengalir deras.
Para pemuda itu tertawa dan membuat Liana mundur perlahan sambil menyeret tubuhnya karena kakinya yang terkilir benar-benar terasa sakit.
"Tuan, baiklah aku akan jadi pelayan mu! Tolong aku!" teriak Liana meskipun dia sudah tidak melihat orang tadi karena tertutup oleh beberapa pemuda yang mendekatinya.
Liana sudah putus asa, tapi kemudian.
Brak!
Salah seorang pemuda yang mabuk itu jatuh tergeletak di tanah.
Setelah itu ketiga pemuda yang lain pun tumbang.
Mata Liana membulat sempurna, ternyata pria tadi lah yang membuat mereka tumbang. Sungguh pria yang mengerikan.
Pria itu lalu mendekati Liana.
"Bagus, mulai sekarang kamu adalah pelayanmu!" ucapnya dingin.
"Namaku Nino, siapa namamu?" tanya nya.
"Li... Liana!" Liana menjawab dengan tergagap karena masih syock dengan apa yang baru saja dia lihat.
Beberapa hari setelah kaki Liana sembuh, Liana datang ke alamat yang di berikan oleh Nino.
Rumah yang sangat besar, dan banyak pelayan disana.
"Pelayannya sudah banyak, kenapa masih butuh aku sebagai pelayan?" gumam Liana.
Brak!
Nino memberikan satu set pakaian pelayan yang berbeda dari pelayan yang lain.
"Tugas mu adalah khusus melayani ku!" seru Nino.
Liana masih bingung 'khusus melayani ku?' apa maksudnya.....
*Silahkan yang mau melanjutkan ceritaku ✌️✌️✌️