Suatu ketika, seorang fotografer freelance untuk koran dan majalah lokal menghadiri pesta dimana ia dikenalkan dengan beberapa penulis yang tulisan-tulisannya sering disandingkan dengan foto-foto hasil jepretannya.
Salah seorang penulis memuji foto-fotonya. ia mengatakan ia menyukai komposisi warna dalam setiap foto-fotonya. Tapi, setelah itu, ia berkata :
"Kameramu pasti bagus dan mahal ya!" . Si fotografer yang merasa si penulis kurang menghargai skill-nya dalam mengambil gambar kemudian berkata: " saya juga menikmati setiap tulisan-tulisan anda. Anda pasti punya laptop yang bagus dan mahal !".
Apakah si fotografer Baper? Enggak juga, karena yang penting itu emang " the man behind the gun" alias orang yang pegang senjata. kalo kameranya bagus, tapi si pemegang kamera ga punya skill motret, ya sama saja hasilnya pasti kurang bagus. Dan si fotografer juga merespon kata-kata si penulis dengan baik dan elegan. Kata-katanya halus, tapi dapat menunjukkan fakta bahwa foto yang bagus itu ga cuma karena kameranya, tapi lebih karena orang yang megang kamera. Toh si penulis tetep dapat nulis dengan bagus juga Khan meski laptopnya biasa? Tapi si fotografer akan jadi salah kalo ia mengekspresikan rasa baper-nya dengan cara yang salah. Misalnya, tersinggung kecewa lalu ninggalin pesta, atau marah- marah dan maki-maki si penulis.
___________________________________________________
Baper atau terbawa perasaan tuh boleh ga? Jawabannya boleh gak, boleh juga sih sebenarnya.
Kalo bisa sih ya jangan gampang baper, tapi andaikan baper pun, pastikan kita mengekspresikan rasa kecewa ini dengan benar. Jangan sampai, kita justru kehilangan kontrol diri dan akhirnya jadi ngerugiin diri sendiri dan orang lain. Saat orang lain merendahkan kita, misalnya, ketimbang marah dalam diam, nangis, jengkel sendiri dirumah, trus marah-marah gak jelas sama orang rumah atau emosi meluap-luap, memaki-maki dan bahkan berantem sama orang yang ngerendahin kita.
Bukankah kita lebih baik membalasnya dengan prestasi dan karya?
Yang penting sih sebenarnya , asal yang kita lakuin udah bener dan sesuai kehendak Yang maha kuasa, maka ga usah peduliin deh apa kata orang. Mereka bebas mau berkata apa, tapi kita juga punya kuasa untuk ngendaliin diri kita.
Ingat kata Ray Stevenson- Aktor:
"JIKA KAMU MERASA BAPER ATAU TERSINGGUNG, LEBIH BAIK SEGERA HILANGKAN ITU"
see you again at the next short story👋👋👋