Lagi-lagi, aku yang harus terlibat crash. Ini sudah yang kedua kalinya dalam hari ini. Aku crash pada free practice ketiga dan keempat. Aku mengalami cedera di bagian kaki, sehingga aku tak bisa ikut babak kualifikasi, dan besok aku harus absen, kalaupun tidak, aku akan start di barisan paling belakang.
"Apa? Kau yang benar saja, Eve? Kau belum selesai pemulihan dan sudah mau kembali balapan?" tanya seseorang paruh baya yang berdiri di hadapanku. Dia adalah seorang kru chift di timku.
"Tolong pak, izinkan saya untuk ikut race besok. Saya janji saya tidak akan crash lagi besok dan akan masuk sepuluh besar." ucapku bersikeras. Aku benar-benar tidak ingin absen.
"Apakah kau bisa dipercaya?"
"Tolonglah pak, kalau seumpama saya tidak menepati janji saya, anda bisa memberikan skors untuk saya selama beberapa pekan."
Bagaimana ini? Apakah aku hanya bisa merusak motor tungganganku? Bagaimana kalau namaku turun dari puncak klasemen? Bagaimana reaksi penggemarku setelah mereka tau hal ini?
Keesokan harinya, aku harus membuktikan kalau aku akan tetap menjadi yang terbaik, apapun keadaannya. Aku bertekad untuk masuk sepuluh besar dalam race hari ini. Meskipun aku masih dibantu saat berjalan. Bisa dibilang, sirkuit ini masih mendukung keadaanku sekarang. Kaki kananku sedang cedera, dan di sirkuit ini banyak tikungan ke kiri, jadi lumayan lah sekalian untuk meringankan rasa sakitku.
Race dimulai tiga menit lagi. Aku sudah bersiap dengan memakai helm dan sarung tangan khusus untuk balapan. Kru timku sudah selesai memasang ban dan juga mengecek mesin.
Satu menit menjelang balapan dimulai, mesin motorku sudah menyala. Ketika lampu hijau menyala, aku langsung tancap gas dan..
(Lanjutkan)
=•=•=•=•=•=•=•=•=•=
Maaf kalo susah lanjutinya, tapi memang itu yang ada di imajinasi saya.
Bagi yang tertarik, silahkan lanjutkan sesuka kalian. Ini tentang balapan ya. Pembalapnya itu cewe. Sekian dan terima kasih^^