Seorang perempuan bernama Illya Delinna sejak kecil selalu mendapatkan hukuman jika tidak dapat menguasai satu pelajaran saja.Orangtuanya selalu menaruh ekspektasi tinggi kepadanya tapi tetap saja tidak ada yg dapat dilakukannya.Hingga akhirnya,mereka membuang Illya yg saat itu berusia 20 tahun ke daerah penyihir hitam dan mengganti posisi Illya dengan adiknya,yaitu Lilya Delinna yg jika dilihat dari sisi manapun,jauh lebih berbakat daripada Illya.
"Anak tak berguna ini harus dibuang dari keluarga! Tidak pantas baginya yg tidak berguna,menyandang nama DELINNA!!"
Illya merasa sangat sakit hati mendengar perkataan ibu kandungnya itu.Dia sudah tahu kalau ia akan bernasib demikian,tapi tetap rasanya sangat sakit mendengar kata-kata ibunya yg meremehkan dan menghina dirinya.
"Dalam waktu 2 hari,mereka pasti akan membuangku ke daerah penyihir hitam supaya aku mati" Batin Illya sambil terus menundukkan kepalanya di hadapan ibu dan ayahnya yg tampak kecewa akan dirinya.
Benar seperti dugaannya,2 hari kemudian ia langsung dibawa dari Kediaman Delinna menggunakan kereta kuda menuju wilayah yg dikuasai penyihir hitam.Bahkan para ksatria Keluarga Delinna secara blak-blakan menghina Illya padahal ia ada di dalam kereta kuda tersebut.Eksistensinya seolah-olah tidak ada bagi mereka.
"Cepatlah keluar darisana!! Kami punya banyak pekerjaan setelah ini!" Teriak salah satu dari 2 orang ksatria yg membawa Illya ke wilayah penyihir hitam.
*BRUK*
Sesaat setelah Illya keluar dari dalam kereta tapi belum turun ke tanah,ksatria itu langsung menarik tangan Illya dan membuatnya terjatuh ke tanah yg saat itu berlumpur karena terkena hujan semalam.
"Nyonya Nera mengatakan kepada kami kalau kami boleh melakukan apapun kepadamu,jadi.." Ksatria itu tersenyum menyeringai dan bersama dengan temannya,ia berjalan mendekati Illya.Tentu saja,Illya langsung ketakutan dan merangkak mundur supaya tidak berada di dekat mereka tapi usahanya itu terasa sia-sia karena mereka langsung memegang kedua tangannya.
*SRUK*
Tepat di dada salah satu ksatria itu,menancap sebuah panah es yg seperti ditembakkan dari suatu arah di hutan belantara yg merupakan wilayah kekuasaan para penyihir hitam yg terkenal bengis dan tak segan-segan membunuh apapun yg memasuki wilayah mereka tanpa seizin pemimpin saat ini.
Ksatria lainnya langsung merasa waspada akan wilayah di sekitarnya dan mengeluarkan pedangnya untuk bertahan dari serangan selanjutnya yg kemungkinan akan datang sebentar lagi.Benar saja,seseorang dari kegelapan tiba-tiba muncul dan mengeluarkan aura hitam yg begitu pekat.Ya,orang itu adalah seorang penyihir hitam.
"Kalian yg sudah memasuki wilayah kami tanpa izin harus mati..!" Penyihir hitam tersebut lalu menyerang ksatria itu secara membabi buta sampai ia tak dapat berkutik dari setiap serangannya dan langsung tewas di tempat dengan keadaan yg sangat mengenaskan.Dan kini,hanya tersisa Illya seorang.
"Heuk..!" Illya gemetaran ketika penyihir hitam itu mulai mendekatinya dengan seringai yg terlihat di sudut bibirnya.
Tiba-tiba saja penyihir tersebut bersenandung dan memegang dagu Illya yg gemetaran dan juga menangis terisak karena benar-benar ketakutan. "Selamat datang" Ucapnya yg langsung membuat Illya kaget dan seketika itu juga tak sadarkan diri.
"Haduh,padahal aku baru saja menyelamatkanmu dari ksatria yg tak pantas menyandang nama 'ksatria' itu.Tapi sekarang kau malah pingsan di tengah hutan belantara kami.Mari kubawa kau ke tempat kami." Disaat itu juga,penyihir hitam lainnya muncul dari kegelapan dan menatap ke arah Illya yg sudah ada di genggaman tangan penyihir yg menyelamatkan Illya tadi.Ia kemudian digendong olehnya dan para penyihir hitam lainnya membungkuk ketika penyihir tersebut berjalan di tengah-tengah mereka sembari membawa Illya yg pingsan.
Penyihir yg menyelamatkan Illya tersebut bernama lengkap Zedekiah Von Griselle.Penyihir hitam berbakat yg baru berusia 21 tahun,itulah julukannya.Popularitasnya di kalangan para penyihir hitam semakin melejit karena dirinya pun berasal dari keluarga yg latar belakangnya tidak perlu diragukan lagi.Nama 'Griselle' di bagian belakang nama Zedekiah adalah nama dari leluhurnya,yakni Griselle Tyrina.Dialah yg merupakan kepala keluarga pertama sekaligus pendiri dari Keluarga Griselle.
"Nona Illya.." Panggil seseorang kala Illya yg masih setengah sadar dan lalu sepenuhnya sadar ketika suara itu terus memanggilnya.
Dia mengambil posisi duduk dan memegang-megang wajah serta seluruh anggota tubuhnya yg lain.'Aku tidak mati!' Begitulah apa kata hati Illya saat mendapati dirinya masih dalam kondisi utuh dan tidak mati,tapi dia masih meragukannya!
"Apakah aku ada di surga?" Tanya Illya dengan wajah polos kepada wanita di sebelahnya yg tampak seperti seorang pelayan.
Pelayan tersebut tertawa sedikit karena pertanyaan yg dilontarkan oleh Illya padanya, "Tidak,nona.Anda ada di Kediaman Griselle sekarang." Jawaban singkat pelayan itu seketika membuat roh Illya seolah-olah terbang ke langit.'Bagaimana aku bisa ada disini?!' Raut wajahnya jelas mengatakan hal tersebut.Siapa yg tidak kaget kalau saat terbangun tiba-tiba sudah berada di kediaman pemimpin suatu kelompok yg terkenal bengis dan dingin itu?!
"Tuhan,kenapa aku bisa ada disini.." Batin Illya kemudian meringkuk kembali dengan tubuh lemas karena kenyataan yg dihadapkan padanya.
"Walaupun aku sudah mengatakan ini,tapi selamat datang di Kediaman Griselle-ku,Illya"Dia seakan membeku melihat Zedekiah yg sedang bersandar di ambang pintu kamar tempat dia sedang terbaring sambil tersenyum menyeringai.
Dengan perasaan senang,Illya langsung beranjak dari kasurnya dan berlari ke arah Zedekiah kemudian memeluk erat dirinya.Pelayan yg tadi membangunkan Illya rasanya ingin mati karena takut Illya dibunuh oleh Zedekiah.Tapi bukannya membunuhnya,justru Zedekiah terlihat senang ketika Illya memeluknya seperti mereka sudah kenal lama?
"Aku sangat-sangat senang bisa bertemu denganmu,Zedekiah!" Dia sampai tertawa girang saat memeluk Zedekiah.
Zedekiah tersenyum lebar sembari berkata, "Terima kasih sudah menunggu" Ucapnya kemudian meniup telinga Illya dengan nafasnya yg hangat.
"Tapi,kenapa kau tidak pernah bilang kepadaku kalau kau adalah bagian dari Keluarga Griselle?" Tanya Illya sambil menunjukkan wajah sedih dan kecewa disaat yg bersamaan.Zedekiah kemudian menjawab,"Kau tahu kan kalau situasinya selalu kurang baik di kediaman menjengkelkan itu?Aku bahkan harus menyelinap supaya bisa bertatap muka denganmu,yah walau aku sesekali hanya melihatmu dari jendela saja" Jelas Zedekiah kepada Illya.
Untuk beberapa waktu,mereka menghiraukan keberadaan pelayan yg ada di dalam kamar Illya itu sampai akhirnya mereka berdua baru sadar akan keberadaannya dan merasa malu sendiri.Pelayan itu lalu diperintahkan oleh Zedekiah untuk pergi darisana karena dia harus berbicara empat mata dengan Illya.
Melihat pelayan itu yg sudah pergi,Illya pun mengalihkan pandangannya kepada Zedekiah dengan mata berbinar-binar, "Apakah penyihir hitam yg tadi menyelamatkanku dari ksatria Keluarga Delinna itu adalah kau?" Tanyanya kepada Zedekiah.
Zedekiah tersenyum manis kemudian memegang kedua bahu Illya, "Benar.Itu adalah aku.Tapi sayangnya,saat aku menyambutmu ke wilayah Magiisto,kau malah langsung tak sadarkan diri karena takut padaku.Aku kecewa sekali loh?" Zedekiah lalu mendekatkan wajahnya dengan benar-benar dekat sampai Illya agak susah untuk bernapas karenanya.Bibirnya bahkan sudah sangat dekat dengan bibir Illya tapi saat itu Illya langsung memalingkan wajahnya karena kurang nyaman dengan situasi itu.
Zedekiah pun memakluminya dan melepaskan bahu Illya kemudian menjauh sedikit darinya membiarkan Illya mengambil napas.Dia kemudian berbalik badan membelakangi Illya dan berkata, "Ayo cepat.Makan malam sudah siap untuk kita semua." Illya pun berlari mengikuti Zedekiah dan merangkul lengannya dengan senyuman cerah bagaikan matahari di pagi hari yg tidak terlalu panas tapi hangat.
Tepat ketika Illya dan Zedekiah sudah memasuki ruang makan yg begitu besar sebesar kamar Illya di Kediaman Delinna,semua mata langsung tertuju padanya yg tengah merangkul lengan Zedekiah.Illya langsung buru-buru melepaskan rangkulannya dan menundukkan kepalanya dengan rasa takut akan dibunuh.Selain Zedekiah,tak ada yg dikenali olehnya di Keluarga Griselle.
Illya melawan rasa takutnya dan mengangkat sedikit kedua ujung gaunnya dengan kedua tangannya sambil berkata, "Saya memberi salam kepada seluruh anggota Keluarga Griselle yg paling saya hormati.." Ucapnya dengan nada yg begitu anggun.
"Mereka pasti akan langsung membunuhku disini..!" Batin Illya sampai tak berani menaikkan pandangannya ke arah mereka semua termasuk Zedekiah sendiri.
Salah satu wanita yg merupakan anggota Keluarga Griselle yg ada di meja makan tiba-tiba saja tertawa yg tidak lain karena sikap Illya. "Illya,kau akan segera menjadi bagian dari keluarga ini.Untuk apa kau merasa takut seperti itu?Dan lagi,kami semua tidak masalah dengan latar belakangmu yg berasal dari Keluarga Delinna,MUSUH KAMI" Ucapannya terdengar begitu hangat dan dingin bersamaan bagi Illya.Di awal,orang itu terdengar seperti mendukung hubungannya dengan Zedekiah.Tapi di akhir,ia terdengar seperti mengingatkannya kembali kalau dia adalah bagian dari keluarga musuh Griselle.
"Oi Zedekiah! Suruh calon istrimu itu untuk duduk,kau tidak kasihan apa menyuruhnya terus berdiri?" Seorang laki-laki yg tampak setahun lebih muda dari Zedekiah itu terlihat seperti orang yg suka memberontak dan tidak suka diikat dengan aturan,itulah hal yg dipikirkan Illya kala melihat orang itu untuk pertama kalinya.
Zedekiah tersenyum dingin kepada laki-laki tersebut sembari berucap, "Jeremy Von Griselle,tampaknya pendidikan tata krama masih kurang cukup untukmu.Haruskah aku memanggil bibi Lina untukmu?" Laki-laki bernama Jeremy itu langsung bergidik takut mendengar nama bibinya,Lina.Pasalnya,bibi mereka itu adalah seorang pendidik yg ketat dan di samping itu,ia adalah seorang penyihir hitam tingkat 6 yg mana merupakan salah satu dari sedikitnya penyihir hitam berbakat di dunia.
Illya kemudian menaikkan kepalanya dan memberanikan dirinya untuk menatap mata setiap anggota keluarga itu.Ia terkesan melihat raut wajah mereka yg begitu..hangat dan terbuka,berbeda dengan rumornya.Rasanya air matanya akan jatuh melihat hal itu.
Ia kemudian diajak duduk oleh Zedekiah di sebelahnya dan tempat duduknya tidak terlalu jauh dari kepala keluarga saat ini,Hubert Von Griselle.Jarak mereka kira-kira hanya berkisar 2 kursi saja.Bisa dibilang,posisi Illya saat ini berada di tengah-tengah keluarga penyihir hitam itu.Napasnya seolah-olah sesak karena rasa takut hingga akhirnya seseorang di sebelah kirinya memegang pundaknya dengan senyuman hangat di wajahnya.
"Kau tidak perlu merasa tegang begitu,Illya.Kami tidak akan berbuat apa-apa kecuali ada sesuatu yg mengancam saja" Wanita sebelumnya itu bagaikan seorang 'ibu sesungguhnya' bagi Illya yg sejak kecil tak pernah mendapatkan kasih sayang orangtua yg sepantasnya.Illya mengangguk pelan atas perkataan wanita tersebut yg adalah Muiella Von Griselle,ibu dari Zedekiah,Jeremy,dan 2 putri Griselle lainnya sekaligus istri dari Hubert.
Sepasang saudari kembar yg duduk di depannya itu terus menatap lekat dirinya dan tidak sedikitpun mengalihkan pandangan dari Illya.Bahkan sesekali saat makan malam sedang berlangsung,mereka tampak berbisik-bisik dengan suara yg begitu kecil sambil sedikit melirik Illya kala itu.Ia takut kalau dia sudah berbuat kesalahan sampai kedua saudari kembar itu berbisik-bisik tentangnya.Ia berusaha untuk berpikir positif tapi sikap mereka selalu membuat Illya berpikir sebaliknya.
"Claire,Clara,jika kalian ingin memuji calon kakak ipar kalian,seharusnya kalian langsung katakan saja.Dengan kalian berbisik-bisik dan meliriknya begitu,bisa menimbulkan kesalahpahaman untuk Illya" Jelas Muiella sambil memakan makanannya yg ada di meja makan.
Claire dan Clara Von Griselle,sepasang putri kembar Keluarga Griselle yg dijuluki sebagai The Sanga Floro atau bisa diartikan sebagai bunga darah.Julukan itu muncul ketika hari kelahiran mereka yg begitu tak biasa dikarenakan saat mereka lahir,Claire dan Clara memiliki tanda lahir berbentuk bunga Red Spider Lily sempurna dan garis-garisnya berwarna merah seperti darah segar yg menetes.
Tanda lahir tersebut berada di pipi masing-masing dari mereka.Claire di sebelah kanan dan Clara di sebelah kiri.Bunga itu juga merupakan lambang dari sihir utama mereka sendiri yaitu,Fajra Sanga.Tanda lahir berbentuk bunga itu akan bersinar kala sihir mereka digunakan.
"Maafkan kami,kakak." Claire dan Clara tersenyum lebar kepadanya dan dibalas anggukkan canggung dari Illya.
Tepat setelah makan malam selesai,Claire dan Clara langsung menghampiri Illya dan menggenggam tangannya.Illya sampai kaget dibuatnya karena tiba-tiba tangannya dipegang dari belakang oleh saudari kembar itu.
"Kakak,kami punya hadiah kecil untukmu.Jadi,ayo ikut dengan kami!" Pinta Claire dengan senyuman manis yg merekah di wajahnya dan juga Clara sendiri.Illya yg tidak bisa menolak permintaan semanis itu pun terpaksa menganggukkan kepalanya atas permintaan mereka.
Dalam hitungan detik,ketiganya langsung berpindah tempat ke sebuah taman yg begitu gelap dan hanya diterangi oleh kunang-kunang yg berkumpul di beberapa sudut bagian tempat mereka berdiri.Illya memperhatikan sekelilingnya dan merasa agak nyaman dengan suasana taman yg begitu tenang dan di tengah-tengah kegelapan.
Claire dan Clara tertawa cekikikan melihat reaksi tak terduga Illya terhadap hadiah kecil mereka itu. "Kami senang kakak menyukainya! Di samping itu,kalau kakak mau,kami bisa menambahkan sedikit penerangan karena disini agak..gelap?" Usul Clara sambil memegang tangan Illya.Walaupun sekeliling mereka begitu gelap,Illya bisa merasakan kalau Clara tersenyum lebar dengan perasaan yg begitu tulus padanya.
Claire yg berada di samping kanan Illya kemudian menjentikkan jarinya dan tepat disaat itu,muncul beberapa lentera biru yg menyinari tempat tersebut sampai akhirnya Illya bisa melihat dengan jelas wajah kedua saudari kembar itu.Keindahan taman setelah diterangi oleh lentera biru Claire tidak dapat dijelaskan dengan kata-kata.Sekalipun itu adalah hadiah kecil,tapi bagi Illya yg hanya mendapatkan hadiah munafik setiap tahunnya,hal itu sudah lebih dari cukup.Ia membungkuk sedikit lalu memeluk mereka berdua dengan sangat erat hingga mereka terkejut.
"Terima kasih banyak,Claire dan Clara." Yg kemudian dibalas dengan tawa kecil serta, "Tentu,kakak!"
Setelah hari penyambutan tak terduga untuknya itu,Illya yg sudah dibuang oleh Keluarga Delinna mulai menyesuaikan dirinya dengan lingkungan barunya dan juga belajar sihir.Walau saat di Kediaman Delinna ia selalu dipaksa untuk belajar sihir,akan menjadi sebuah kebohongan kalau Illya mengatakan kalau ia tidak sedikitpun tertarik pada sihir.
3 tahun berlalu sudah dan kini Illya sudah menjadi penyihir tingkat 6 sama seperti Lina.Di samping itu,ia bahkan sudah menikah dengan Zedekiah secara resmi dan kini karena dia sudah menjadi bagian dari Keluarga Griselle,mereka semua termasuk Illya sendiri merencanakan pemusnahan atas Keluarga Delinna di bawah perintah dari Kaisar.Alasannya cukup sederhana yg tidak lain adalah karena kaisar sudah muak dengan perilaku Keluarga Delinna selama beberapa tahun terakhir yg sudah tidak bisa ditoleransi lagi.
Hubert membuka sebuah gulungan kertas yg seukuran sebuah meja panjang agar dapat dilihat oleh seluruh anggota keluarganya.Di atas kertas itu terlihat sebuah denah Kediaman Delinna yg begitu besar.Setiap sudutnya bahkan sudah dijelaskan secara rinci oleh Hubert.Ruangan rahasia di dalamnya pun sudah diketahui oleh mereka sehingga tidak ada satupun sudut kediaman tersebut yg tidak diketahui fungsinya.
"Singkatnya,kita akan memusnahkan Kediaman Delinna beserta semua orang di dalamnya tanpa bersisa sesuai dengan perintag kaisar.Apakah ada pendapat lain?" Tanya Hubert sambil melirik kepada Illya seolah tahu kalau ia memiliki sebuah pertanyaan nantinya.
Seakan tahu dengan tatapan ayah mertuanya itu,Illya kemudian angkat bicara, "Maaf ayah,tapi apakah tidak boleh jika aku menyelamatkan seseorang darisana?" Tanyanya kepada Hubert seraya menatap 1 denah ruangan yg bisa terbilang terletak sangat jauh dari posisi kediaman utama.Orang tersebut tidak lain adalah...
"Illya,siapakah orang yg mau kau selamatkan itu?Setahuku kau tidak dekat dengan siapapun disana.Dan lagi,kau bahkan memikirkannya padahal 3 tahun sudah berlalu?!" Di sudut pipi Zedekiah terpancar rona merah tanda ia sedang cemburu.Sudah jelas kalau ia berpikir bahwa orang yg ingin diselamatkan Illya adalah seorang pria.
Claire dan Clara yg juga berada disana menyaksikan semuanya kemudian tertawa kecil akan tingkah kakaknya yg kekanak-kanakkan. "Itu karena orang itu adalah adik laki-lakiku.." Jelasnya secara singkat kepada Zedekiah dan langsung membuatnya malu karena sudah merada cemburu padanya.
3 tetes air matanya jatuh ke atas denah Kediaman Delinna itu tapi raut wajahnya tetap datar seperti sebelumnya.Ia menghapus air matanya dengan sapu tangan milik Zedekiah dan menarik napas dalam-dalam sebelum mulai untuk melanjutkan kata-katanya. "Theon sejak lahir selalu dikucilkan dari keluarga dan tidak pernah sekalipun diperbolehkan keluar dari ruangannya itu," Sambung Illya sambil menunjuk denah ruangan tersebut.
"Karena rasa simpatik-ku padanya,aku menemuinya saat malam hari dengan harapan kalau dia mau menerimaku sebagai kakaknya..walau dengan fakta bahwa aku telah meninggalkannya sendiri di kehidupan mewah tapi bagai penjara juga.Sesuai dengan harapanku,Theon selalu menyambut diriku dengan baik selayaknya seorang adik kepada kakak.Mungkin karena aku adalah satu-satunya orang yg bersikap baik padanya.Karena hal inilah aku ingin menyelamatkannya darisana" Jelas Illya sambil menatap seluruh anggota keluarganya itu.
Hubert sebenarnya tak masalah dengan permintaan sekecil kacang itu,tapi ada satu hal yg sangat ingin ditanyakan olehnya. "Lalu bagaimana dengan Lilya Delinna itu?Bukankah dia juga adikmu,Illya?"
Illya tersenyum tipis dengan sedikit kerutan di dahinya seraya berkata, "Lilya?Anak tak tahu diuntung itu?Aku tidak ingat memiliki adik seburuk dia,ayah" Ucap Illya secara tegas seakan dia menyimpan dendam kepada adiknya yg berbeda setahun dengannya tersebut.
Pertemuan panjang di hari itu kemudian ditutup dengan kesepakatan antara mereka yg membiarkan adik laki-laki Illya,Theon Delinna untuk tetap hidup.Setelah permintaannya itu disetujui,Illya langsung berjalan menuju taman yg merupakan hadiah dari Claire dan Clara 3 tahun yg lalu.
Ia berjalan mendekati semak bunga mawar yg menghiasi taman miliknya dengan begitu rapi.Illya memegang salah satu bunganya dan tersenyum senang tapi juga terlihat sedih disaat yg bersamaan. "Theon,aku harap kau tidak melupakan kakakmu ini" Batin Illya sampai tak sengaja menggores jarinya sendiri dengan duri mawar.
"Kan sudah kubilang untuk hati-hati! Sekarang kau jadi terluka begini.." Dari arah belakang,Zedekiah menaruh wajahnya di pundak Illya sambil memegang lengannya.Ia merapalkan sebuah mantra kecil untuk menyembuhkan jari Illya yg meneteskan darah akibat tergores duri mawar.
Walau mereka juga digolongkan sebagai penyihir hitam,tapi Keluarga Griselle bisa menggunakan sihir penyembuhan tingkat bawah hingga menengah karena di dalam darah mereka juga mengalir darah penyihir putih yg merupakan pasangan dari Griselle Tyrina,leluhur sekaligus pendiri Keluarga Griselle.Walaupun masa dibentuknya Keluarga Griselle sudah lama sekali,tapi tetesan darah dari penyihir putih itu terus mengalir dari generasi ke generasi dan tidak pernah hilang.
Illya tersenyum karena perlakuan Zedekiah yg selalu overprotective padanya,misalnya seperti luka kecil itu.Sebagai balasannya,Illya mencium pipi Zedekiah yg berada tepat di sebelahnya kemudian terkekeh setelah membuat suaminya itu merona tak karuan.
"Ada masalah apa kau kesini?" Tanya Illya seraya menampilkan senyuman hangat di wajahnya.
Zedekiah menyisir ke belakang bagian depan rambutnya dengan satu tangannya sembari berucap, "Apakah salah bagiku untuk menemuimu..Illya?" Ucapnya dengan sebuah seringaian di wajahnya.
Ia menggelengkan kepalanya ke kanan dan ke kiri lalu berjalan mendekati Zedekiah kemudian memeluk erat pria yg begitu tinggi tersebut. "Aku senang karena permintaanku disetujui oleh ayah,Kiah."
"Sudahlah,ayo masuk sekarang" Ajak Zedekiah sambil mengusap lembut kepala Illya.
2 hari kemudian atau lebih tepatnya hari eksekusi bagi Keluarga Delinna tiba.Semua anggota Keluarga Griselle bersiap-siap untuk membasmi semua hama yg terdapat di dalam sana tanpa tersisa kecuali Theon Delinna.Bahkan Illya sudah mempersiapkan Halebardo atau tombak yg dihadiahkan oleh kaisar untuknya membantu memusnahkan Keluarga Delinna.Sekalipun skala kekuatan Griselle dan Delinna jauh lebih tinggi Griselle,tapi tidak dapat dipungkiri kalau Delinna juga merupakan lawan yg kuat bagi Griselle.
"Sesuai dengan rencana kita,Illya akan masuk ke lorong sayap kiri Kediaman Delinna sedang Zedekiah masuk ke lorong sayap kanannya.Claire dan Clara menyergap dari bagian atas.Kemudian Muiella ke lorong bawah tanah kediaman itu.Sisanya,kepung Kediaman Delinna dari segala penjuru sampai tak ada sedikitpun celah bagi mereka untuk keluar.Apakah jelas?" Hubert memastikan untuk yg kedua kalinya.
Semuanya secara serentak berkata, "Jelas!".
Mereka lalu bergegas pergi kesana dan ketika sudah sampai,mereka berjalan ke posisi mereka masing-masing tanpa penjelasan ulang.Dan dalam waktu 10 menit,sudah terdengar suara teriakan,tangisan,bahkan langkah kaki orang yg berlari kesana kemari memenuhi seisi kediaman.Tentunya itu semua adalah perbuatan anggota inti dari rencana pemusnahan ini, Illya,Zedekiah,Claire,Clara,Muiella,dan Hubert sendiri.
Seluruh lorong koridor Kediaman Delinna sudah dipenuhi dengan darah segar yg berasal dari orang-orang di kediaman itu.Beberapa anggota keluarganya,seperti bibi dan paman Illya sudah habis di tangan Illya sendiri.Dan sekarang hanya tersisa ibu,ayah,Lilya,dan Theon saja.
"Theon!" Panggil Illya sambil membuka pintu ruangan tempat Theon di kurung.
Di dalamnya,ia mendapati Theon yg sedang duduk meringkuk di sudut ruangan dengan air mata yg sudah mengalir di wajahnya tampak seperti orang yg begitu ketakutan.Illya berlari seraya membawa Halebardo-nya ke arah Theon dan memeluknya.Tubuhnya gemetaran hebat sampai ia terkejut ketika Illya memeluk erat dirinya.
"S-siapa kau!?" Tanya Theon kepada Illya dengan suara yg juga gemetaran.
"..kakakmu,Theon.." Illya langsung meniupkan mantra tidur ke telinga Theon dan seketika itu juga,adiknya tersebut tertidur seakan tak ada apapun yg terjadi.Ia menepuk-nepuk punggung Theon sambil terus memeluknya.
"Keluarlah kalau kau berani..Lilya" Tegas Illya sambil melirik bayangan Lilya yg berdiri di belakang pintu dari sudut matanya.
Lilya berjalan keluar dari tempatnya menyembunyikan dirinya dari Illya dengan tatapan kesal mengarah padanya (Illya). "KAU SUDAH DIBUANG OLEH IBU DAN AYAH 3 TAHUN YG LALU,TAPI KENAPA KETIKA KAU KEMBALI,KAU MALAH BERUSAHA MEMUSNAHKAN KELUARGA INI DENGAN GRISELLE BIADAB ITU!?" Illya tahu betul kalau Lilya adalah anak yg tidak bisa mengendalikan emosinya sedikit saja.Karena itulah,ia membiarkan saja Lilya untuk terus berteriak padanya.Tidak ada gunanya baginya yg sekarang sudah jauh lebih kuat untuk berdebat dengan Lilya yg bahkan baru naik ke tingkat 2 setelah 3 tahun.
"Andaikan saja kau seperti Theon,kau pasti.." Ia berdiri dari posisinya dan menatap Lilya kemudian dalam satu kedipan mata saja ia sudah berada tepat di depan Lilya dengan Halebardo-nya yg sudah menancap di dada Lilya. "Akan selamat.." Sambung Illya atas perkataannya tadi dan menarik kembali tombak Halebardo dari tubuh Lilya dan menendangnya sampai jatuh ke lantai.
Barulah saat itu,Lilya menyesali semua perbuatannya di masa lalu,seperti memasukkan obat penekan mana supaya Illya tidak bisa menggunakan sihir tingkat tinggi padahal mana-nya cukup besar.Tetesan air mata jatuh dari matanya yg sudah menatap kosong ke atas seperti orang mati.Illya sama sekali tidak memperdulikan Lilya karena hanya Theon saja yg ingin ia selamatkan.Di luar kediaman,ia lalu bertemu dengan anggota keluarga lain yg telah selesai melakukan peran mereka masing-masing.
*GREP*
Melihat Illya yg berjalan ke arah berkumpulnya Keluarga Griselle lalu memberikan Theon kepada beberapa ksatria,Zedekiah langsung berlari ke arahnya dan memeluk seerat-eratnya Illya seperti sudah tidak bertemu sangat lama padahal 1 jam yg lalu,mereka semua baru berkumpul untuk bersiap memusnahkan Keluarga Delinna.
"Kupikir kau tidak akan selamat,Lya" Ucap Zedekiah pada Illya yg kemudian berkata, "Aku sudah mencapai tingkat 6,Kiah.Kau tidak perlu mengkhawatirkanku."
Setelah proses eksekusi atas Keluarga Delinna telah selesai dilakukan,mereka kembali ke Kediaman Griselle dan ingin menyelenggarakan sebuah pesta dansa dengan mengundang seluruh pemimpin keluarga bangsawan,anggota keluarga kerajaan,dan khususnya kaisar 2 minggu lagi..
"Terima kasih telah menghadiri pesta dansa yg kami adakan,Yg Mulia." Zedekiah,Illya,dan yg lainnya membungkuk kepada seluruh anggota keluarga kerajaan yg baru saja datang menghadiri pesta dansa tersebut.Keluarga yg lainnya juga hadir disana merayakan kemenangan mereka atas Delinna yg sudah sepatutnya untuk dimusnahkan dari peradaban dan dihilangkan jejak mereka sampai ke akar-akarnya.
Pesta dansa berjalan baik-baik saja awalnya hingga tiba-tiba Illya merasa kurang baik dan..
"ILLYA!" Zedekiah,Jeremy,Muiella,dan Hubert secara serempak berlari ke arah Illya yg dari mulutnya mengalir darah setelah sebelumnya berbincang-bincang dengan normal bersama beberapa wanita bangsawan lain.
Hal ini benar-benar tidak masuk akal,sekalipun ia diracuni oleh seseorang,racun itu sudah pasti tidak akan berdampak apa-apa baginya yg merupakan seorang penyihir tingkat 6.Kakinya perlahan menjadi lemas dan memaksa dirinya untuk jatuh ke lantai aula dansa.Ia tidak sampai tersungkur tapi hanya berlutut sambil memegangi dadanya yg seperti ditusuk dengan ribuan jarum.Semua orang yg ada disana mulai mengerumuninya dan tampak dari beberapa arah,Zedekiah dan yg lainnya berlari secepat mungkin ke arahnya.
Zedekiah dengan sigap langsung memegang tubuh Illya yg perlahan tapi pasti mulai menjadi sedingin es.Muiella berusaha untuk menyembuhkan Illya dengan sihir penyembuhannya tapi hasilnya nihil.Illya tidak kunjung membaik kondisinya tapi semakin memburuk.
"Kutukan.." Gumam Illya dengan suara yg mulai melemah. "Apa..?" Tanya Zedekiah saat mendengar perkataan Illya tersebut.
Illya mengumpulkan tenaganya dan berkata, "Siapapun anggota Keluarga Delinna..yg berani membunuh salah satu keluarganya,akan..mati jika..tidak diberikan.." Belum sempat menyelesaikan kalimatnya,kesadarannya sudah menghilang dan tubuhnya kian melemah seiring berjalannya waktu.
Zedekiah berasumsi kalau mungkin saja Theon tahu tentang kutukan yg dijelaskan Illya sesaat sebelum kesadarannya menghilang sepenuhnya.Tepat setelah menaruh Illya di kamar mereka,ia berlari ke kamar tempat Theon beristirahat.Disana..
*BRAK*
Karena dirinya yg sangat buru-buru serta takut akan terjadi sesuatu kepada Illya kalau dia tak bergegas,tanpa sadar Zedekiah membuka paksa pintu kamar Theon sampai terdengar bunyi yg begitu keras dan juga mengagetkan Theon yg sedang belajar mengenai beberapa hal di dalam.
Dengan napas terengah-engah,Zedekiah berusaha berjalan menghampiri Theon dan berkata, "Illya..tolonglah dia,Theon!" Pinta Zedekiah sambil berusaha mengatur napasnya kembali seperti semula. "Ada apa dengan kakak,Kak Zedekiah?" Tanya Theon dengan raut wajah yg sangat mengkhawatirkan kakaknya tersebut.
"Apa yg harus kuberikan kepada Illya agar kutukannya terlepas dan ia tidak akan..mati?" Ia memegang pundak Theon dan hampir saja meneteskan air matanya saking takutnya kalau Illya akan mati. "Aku tidak yakin tapi mungkin saja kutukan ini adalah Mortpuno yg mana akan membunuh setiap anggota Keluarga Delinna yg membunuh sesama keluarganya.Satu-satunya cara menghilangkan kutukan ini adalah dengan memberikan penderitanya daun Resaniĝo" Jelas Theon dan berusaha menenangkan Zedekiah.
Harapannya untuk kehidupan Illya seolah sirna mendengar nama 'Resaniĝo' yg diucapkan oleh Theon.Bagaimana tidak?Daun Resaniĝo adalah jenis tanaman yg sangat langka dan kemungkinan ditemukannya begitu kecil.
"Jika dalam waktu 3 hari kakak tidak diberikan daun Resaniĝo,maka mungkin saja kakak akan..mati" Tambah Theon.
Setelah perbincangan singkat mereka itu,Zedekiah berpamitan dengan Theon dan berjalan menuju kamar tempat Illya berbaring.Di dalamnya,ia mendapati ibu dan ayahnya yg tengah mendampingi Illya yg dalam kondisi yg begitu buruk.
"Ini adalah Kutukan Mortpuno,ayah,ibu.Theon menjelaskan kalau jika saja dalam 3 hari Illya tidak diberikan daun Resaniĝo,maka nyawa tidak akan tertolong.." Lehernya seperti dicekik oleh asumsi buruk akan nasib Illya nantinya.Dia yg tidak pernah meneteskan air matanya itu langsung menangis sampai suara tangisannya menggema di seisi kamarnya dan Illya tersebut.
Tepat disaat itu,Illya membuka perlahan matanya dan semua mata tertuju padanya.Zedekiah yg sadar kalau istrinya itu mulai terbangun langsung berjalan mendekatinya dan menggenggam erat tangannya. "Kenapa..kau tak mengatakan soal kutukan ini kepada kami?Kalau saja kau mau mengatakannya,mungkin..mungkin saja kau tidak harus merasakan rasa sakit seperti ini!" Illya menatap ke langit-langit kamar itu kemudian berucap, "Itu karena aku ingin melihat sendiri kediaman itu,membawa sendiri Theon,dan membunuh Lilya dengan tanganku sendiri,ayah,ibu,dan Kiah" Jelas Illya secara singkat.
2 hari berlalu sudah tapi Zedekiah masih bingung untuk mencari kemana lagi daun Resaniĝo itu,dan kini hanya tersisa waktu 5 jam lagi sampai Illya benar-benar menghembuskan nafas terakhirnya.Hingga akhirnya ia memutuskan untuk pergi menemui sang kaisar untuk meminta balasan atas pemusnahan itu.Hal ini dilakukannya setelah melalui negosiasi dengan seluruh anggota keluarganya termasuk para tetua yg kemudian memperoleh kesepakatan bahwa kesempatan ini akan digunakan mereka untuk menyembuhkan Illya.Sangat sayang untuk membiarkan wanita seberbakat dia untuk mati karena kutukan konyol turun temurun Keluarga Delinna.
"Saya menghaturkan salam kepada anda,Yg Mulia kaisar.." Zedekiah berlutut di hadapan kaisar yg tengah berada di ruang kerjanya mengerjakan beberapa urusan kekaisaran.
Melihat wajah Zedekiah yg begitu pucat dan tidak seperti biasanya,kaisar tersebut lalu berkata, "Apakah lady Illya masih sakit sampai sekarang?" Tanyanya kepada Zedekiah sambil menandatangani berkas-berkas di hadapannya kala itu.
"Hal ini memang tidak sepatutnya didengar oleh anda tapi karena anda bertanya,maka saya akan menjawabnya.Istri saya sampai sekarang masih sakit dan terbaring di kamar,Yg Mulia.Saya datang di hari ini berkaitan dengan masalah ini" Jelas Zedekiah seraya terus menundukkan kepalanya.
Sang kaisar tersenyum kemudian menatap Zedekiah, "Saya ingin meminta anda untuk memberikan daun Resaniĝo sebagai imbalan dari eksekusi atas Keluarga Delinna saat itu,Yg Mulia" Ucapnya dengan tegas. "Kenapa kau meminta hal seperti itu kepadaku?" Ujar sang kaisar dan membuat Zedekiah terkejut.
"..Maksud anda..?"
"Halebardo milik lady Illya.Teteskan sedikit cairan ini ke atas batu permata yg menjadi ujung tombak itu.." Jelas kaisar itu secara singkat sambil memberikan sebotol kecil cairan yg tak diketahui oleh Zedekiah apa isinya.
Karena keadaan yg sudah begitu mendesak,Zedekiah mengambil botol cairan itu dan langsung pergi setelah mengucapkan salam kepadanya.Dan tak bertanya sedikitpun akan kegunaannya setelah batu permata pada Tombak Halebardo ditetesi oleh cairan itu.Ia berteleportasi tepat di dalam kamarnya dan meraih Halebardo milik Illya kemudian buru-buru meneteskan sedikit cairan di dalam botol itu ke atas batu permata yg berperan sebagai mata tombak tersebut.
*TES TES TES*
3 tetes cairan itu menetes ke atas batu permatanya dan membuatnya bersinar agak terang sampai memenuhi seisi kamar.Cahaya itu berwarna hijau dan setelah beberapa saat,cahayanya meredup dan akhirnya menghilang sepenuhnya.Zedekiah yg ada disaat itu makin kebingungan dan akhirnya berlutut karena keputusasaan.
"Apa yg sebenarnya terjadi sekarang?! Yg Mulia menyuruhku untuk melakukan ini tapi tidak ada apapun yg terjadi kepada Lya!" Disitulah ia belum menyadari kalau Illya sudah terbangun dan perlahan berjalan ke arahnya.
Ketika ia sudah berada sangat dekat dengan Zedekiah,Illya langsung memegang pundaknya.Sentuhan lembut,suhu hangat khas Illya,bahkan deru nafasnya yg sangat dikenali oleh Zedekiah perlahan membuatnya membalikkan dirinya ke arah orang yg sangat dikenalinya itu.
"Bukankah kau sakit,Illya?!" Kaget Zedekiah kemudian memeluk kaki Illya yg tengah berdiri.
"Berkatmu,aku sudah tidak apa-apa sekarang.Aku tebak pasti kau pergi kepada Yg Mulia Kaisar untuk meminta daun Resaniĝo kan?Tapi sepertinya kau sudah menemukan sihir tersembunyi dari Halebardo" Illya menatap ke arah Halebardo miliknya yg berada di lantai teoat di sebelah Zedekiah.
"Kau..sudah tahu?" Tanya Zedekiah kemudian berdiri dan kembali memeluk seerat-eratnya istrinya tersebut.
Illya menghela napas kemudian berkata, "Bisa dibilang begitu.Aku juga tidak mau mengambil risiko hanya karena keinginan egoisku itu." Rasa khawatir Zedekiah seketika itu juga langsung menghilang karena ditekan oleh kebahagiaan yg memenuhi hatinya bagai kumpulan bunga yg ditiup angin di siang hari yg hangat.Ia benar-benar senang karena kondisi tubuh Illya bisa kembali seperti semula lagi.
"Walaupun kau sudah sembuh sekarang,kau harus tetap berbaring agar kondisimu jauh lebih baik lagi.Aku tidak menerima penolakan" Jelas Zedekiah dengan tegas lalu mengangkat Illya ke kasurnya kembali.
Kabar kesembuhan Illya di hari itu dengan cepat langsung tersebar ke seluruh penjuru Kediaman Griselle dan juga seluruh kekaisaran itu sendiri.Tapi di samping berita kesembuhan itu,ada lagi kabar baik yg sangat-sangat membuat Zedekiah senang!
Semua orang menatap ke arah dokter yg sedang memeriksa kondisi Illya dengan menyentuh tangannya itu.Dokter itu tiba-tiba terdiam dan membuat mereka khawatir. "Ada apa dengan Illya?" Tanya Zedekiah dengan raut wajah yg mulai akhir.Dokter tersebut langsung terkekeh dan tersenyum kepada mereka, "Lady Illya tengah mengandung,tuan Zedekiah." Kalimat itu membuat Zedekiah tak bisa menahan rasa bahagianya dan memeluk Illya sampai istrinya itu hampir tak bisa bernapas dengan benar.
Sama halnya dengan kabar kesembuhannya,kabar ini juga ikut tersebar luas dan menuai banyak doa berkat dari berbagai kalangan.Bahkan gambaran dari penyihir hitam yg terkesan buruk di mata banyak orang seakan pecah dengan kehadiran Illya.Beberapa pemimpin keluarga pun pergi mendatangi Kediaman Griselle dengan tujuan untuk memberikan selamat kepada Illya.
Hingga pada hari kelahiran bayi di dalam kandungan Illya itupun tiba,anak yg dilahirkan oleh Illya adalah seorang anak laki-laki yg dirumorkan akan menjadi kepala keluarga selanjutnya setelah Zedekiah nantinya.Anak itupun diberi nama Clarius Von Griselle yg juga memiliki karakteristik sihir yg turun dari ibu dan ayahnya.Di kemudian hari,sang kaisar berjanji akan memberikan hadiah senjata yg cocok baginya ketika ia sudah mencapai usia 18 tahun atau lebih tepatnya ketika upacara kedewasaannya tiba.
~The End~