Gila, jika ada kata lain yang bisa mendeskripsikan tentang keadaan Karina sekarang melebihi kata itu, maka gadis itu akan memakainya. Sudah pukul satu dini hari tapi dia masih belum bisa menggapai kantuknya. Berbeda dengan seorang pemuda di samping kirinya yang telah terlelap dua jam yang lalu. Si pemuda sedang memeluknya hangat, melingkarkan tangan kekarnya pada perut si gadis dan menggunakan lengan kiri gadis itu sebagai bantal kepalanya.
Karina memainkan jemari tangan kirinya pada surai hitam si pemuda dengan perlahan, sedangkan tangan kanannya mengelus lembut lengan si pemuda yang memeluk perutnya.
Pemuda itu-Kavi Auriga, salah satu member boygroup terkenal yang sangat diidolakan Karina yang entah bagaimana ceritanya kini menjadi kekasihnya. Semua terjadi dengan tiba-tiba, terjadi begitu saja tanpa bisa Karina hindari.
Mata indah gadis itu menatap langit-langit kamarnya yang temaram, pandangan gadis itu menerawang jauh. Ingatannya kembali memutar memori bagaimana kisah perjalanannya dengan sang idola.
Semua bermula saat Dafhina-sahabat Karina-yang sangat senang menyapa orang asing di media sosial. Entah bagaimana Dafhina bisa menemukan dan bertukar kontak dengan Yasa-yang masih dalam satu grup dengan Kavi.
Siang itu, Karina dan Dafhina pergi menghadiri acara reuni SMA mereka. Sebenarnya Dafhina sudah membujuk Karina untuk tidak datang karena jika sampai mereka bertemu dengan musuh mereka saat sekolah dulu, maka bisa dipastikan keadaannya akan kacau.
Dan semua sesuai dengan perkiraan, keadaannya menjadi kacau karena Dafhina bertemu dengan gadis manja itu. Dafhina yang bersumbu pendek langsung tersulut karena provokasi dari lawan. Karina dan Dafhina yang memang belum memiliki kekasih saat itu membuat perundungan itu semakin panas. Dafhi yang tidak terima akhirnya menghubungi Yasa, memainkan sebuah peran bahwa mereka berdua sepasang kekasih. Umpan yang Dafhina lemparkan diterima baik oleh Yasa. Tidak hanya sampai di situ saja, Kavi juga ikut dalam permainan. Pemuda bermata rubah itu mengaku sebagai kekasih Karina.
Ingatan Karina terlempar ke saat dirinya dan Kavi bertemu pertama kali. Malam itu dia dan Dafhi tengah memesan makanan. Dafhi yang pamit untuk membukakan pintu tak kunjung kembali, bahkan bunyi ketukan di pintu masuk flat mereka masih terdengar. Karina memutuskan menghampiri Dafhi, gadis berambut pirang itu melihat sahabatnya berdiri mematung di depan pintu dengan mulut berserapah dan jari yang sibuk mengetik sebuah pesan. Tanpa aba-aba Karina membukakan pintu, menganggap bahwa pesanan mereka telah datang. Namun, bukannya kurir yang sedang berdiri di balik pintu, tetapi Kavi dengan senyum menawannya dan Yasa yang berdiri di belakangnya dengan jemari yang sibuk mengetikkan sesuatu di ponsel. Karina yang tidak siap dengan hal itu akhirnya menutup pintu kembali dengan dorongan yang cukup kuat. Sejak saat itu mereka menjadi dekat, dan berakhir dengan menjadi sepasang kekasih.
Karina berdehem sejenak mengingatnya. Semua terasa mimpi, semua ini terasa tidak nyata. Elusan yang Karina berikan terhenti. Air mata si gadis jatuh tanpa bisa dicegah. Perasaan takut menggerogoti hatinya sekarang. Apa yang akan terjadi nanti, akankah hubungan mereka memiliki akhir yang bahagia, atau justru malah sebaliknya. Sekuat tenaga gadis itu menghalau tangisannya agar pemuda di sampingnya tak terganggu.
Namun nihil, Kavi yang memiliki kepekaan tinggi meskipun sedang terlelap akhirnya terbangun saat mendengar isakan tertahan gadisnya.
"Hei, kenapa menangis?" Tanya Kavi, beberapa detik setelahnya pemuda itu buru-buru mendudukkan diri. "Lenganmu kram? astaga maafkan aku." Kavi berujar panik.
Karin juga ikut mengubah posisinya menjadi duduk. Gadis itu menghapus air matanya, lalu menyunggingkan senyum teduhnya.
"Tidak, aku tidak apa-apa, tidurlah kembali." Ucap Karina lembut, suara gadis itu terdengar serak.
"Aku sudah bilang berkali-kali untuk tidak memendam perasaanmu sendiri, kenapa hm?"
Karina menunduk, memainkan jemarinya di atas selimut yang membungkus kakinya. "Semua yang terjadi antara kau dan aku tidak masuk akal, bertemu denganmu, menjadi kekasihmu. Aku takut memikirkan apa yang akan terjadi nanti." Karin menjelaskan dengan lirih. namun suara gadis itu mampu ditangkap jelas oleh Kavi.
Pemuda bermata rubah itupun tertawa singkat, lalu membawa si gadis ke pelukannya. Merebahkan diri mereka kembali pada ranjang empuk milik si gadis. Sekarang Kavi yang menjadikan lengannya sebagai bantal kepala gadisnya. Pemuda itu menatap hangat wajah gadisnya dalam jarak sedekat ini. Tangannya yang bebas menyingkirkan beberapa helai rambut sang gadis yang menutupi wajah cantik gadisnya.
"Jangan mencemaskan apapun yang belum terjadi, terkadang bayangan-bayangan itu jauh lebih mengerikan." Jelas si pemuda lembut.
"Aku hanya takut." Karin menyembunyikan wajahnya ke dada bidang kekasihnya.
"Tak apa, ketakutan adalah hal yang wajar. Tapi jangan membuat dirimu lepas kendali, itu tidak baik. Apapun yang akan terjadi dengan kita nanti, kita akan hadapi bersama-sama. Mengerti?"
Si gadis mengangguk paham.
"Kau belum tidur sejak tadi?" tanya Kavi.
Karina hanya menggeleng sebagai jawaban.
"Kenapa tidak membangunkanku? aku bisa menemanimu."
"Kau pasti lelah karena perjalanan jauh. Apalagi kau berkata baru saja menyelesaikan jadwalmu dan langsung pergi ke sini menemuiku." Jawab Karina, gadis itu mulai mengangkat kembali wajahnya, menatap sang kekasih.
"Pengertian sekali." Si pemuda tersenyum.
"Bisa kau nyanyikan sebuah lagu untukku?" Minta Karina.
"Mau lagu apa?" Tanya Kavi.
"Apapun lagu yang kau nyanyikan, aku akan tetap menyukainya."
Pemuda itu terdiam sesaat, memilih lagu apa yang akan ia nyanyikan.
Dan pilihannya jatuh ke lagu milik Ed Sheeran-Photograph.
Suara indah milik pemuda itu memenuhi ruangan, masuk begitu sopan ke rungu si gadis. Tangan pemuda itu mengusap lembut punggung kekasihnya. Mengantarkan sang gadis untuk menjemput kantuknya.
Karina akhirnya terlelap dalam lantunan lullaby yang diberikan kekasihnya.
"Sleep tight girl. Love you."
-Tamat-
Catatan Author:
Haiii~ Key bawa cerpen lagi nih. Terima kasih yang telah mampir dan memberikan dukungan pada cerita ini. <3
.
Jika kalian penasaran dengan cerita Dafhina dan Yasa yang menjadi awal mula kisah Karina dan Kavi, silahkan mampir ke cerita chat story ku yang judulnya "So What"
.
Dan Key mau numpang promosi, Ada dua cerita yang sudah Key buat yaitu:
- Evanescent: Hanya Aku dan Kamu, Bukan Kita (sudah tamat). Cerita ini tentang cinta diam-diam antara senior dan junior dalam sebuah kepanitiaan.
- Let Me Know (on going). Cerita ini tentang kisah antara seorang penyanyi cafe dan salah satu pengunjung cafe.
<3