"Hugh...". Membuang nafas panjang yang terasa berat.
Diusiaku yang saat ini 18tahun belum pernah jalan bersama seorang gadis cantik. "Seperti apa rasanya? berjalan bersama gadis cantik menggenggam tangan gadis cantik ataupun menatap matanya?" (batin ku sambil berangan-angan).
Mungkin akulah seorang pria yang tidak mempunyai keberanian untuk mendekati seseorang. Dan dari situ saya sadar kenapa saya sampai umur 18 tahun selalu merasa sendiri. Sampai sekarang aku masih penasaran bagaimana rasanya jalan bersama seorang gadis? dan bagaimana rasanya pacaran?
"bip..bip..bip" suara notifikasi whatshapp membuyarkan lamunanku, seketika terlihat pesan chat yang mampu menarik perhatian dan membuatku tersenyum kecil.
"Vinko sayang" ketikan chat dari bidadari cantik itu, seakan memanggil namaku dengan mesra, namanya Vivia pacar online ku.
"Iya sayang" jawabku
"sayang aku kangen" sambung chat darinya ditambah dengan (emot love), bidadari cantik itu seakan ingin dimanjakan setiap malam sebelum tidur.
"aku juga kangen. Mau telefon atau vidio call?" jawab ku dengan tambahan (3 emot love) dan ketikan flash respon
"telefon" sambung chat dari Vivian bidadari cantik itu lagi dengan (emot love)
Dan akhirnya kami mengobrol dengan mesra, membicarakan banyak hal-hal menarik. Kemudian ku nyanyikan lagu mesra dengan alunan gitar yang ku mainkan meskipun lewat handphone bidadari cantik itu terdiam, sesekali terdengar suara lembutnya yang menahan tawa sehingga membuatku salting (salah tingkah).
"Sayang aku ngantuk" suara Vivian bidadari cantik itu menghentikan nyanyian gitarku.
"Yaudah, tidur sayang. mimpiin aku ya?! xixixi" suaraku ingin sekali menggodanya dengan penuh cinta.
"Iya sayang. l love you, have nice dream sayang kuh..muach.." suara Vivian bidadari cantik itu sambil mengucupkan bibirnya dengan manja mematikan telepon. Jantungku seakan berdebar selayaknya orang pacaran ketika dia mengatakan *l love you*.
Tetapi lebih anehnya saya belum pernah bertemu dan bertatap muka dengan Vivian pacar online saya, meskipun saat chatingan melalui whatshapp atupun Instagram saya selalu mesra. Dan ada adegan berantem, cemburu, saling berjuang memberikan waktu bersama selayaknya orang pacaran dan menunggu sampai suatu saat yang tepat kita dipertemukan.
Ketika saya sedang berkumpul dengan teman-teman dikehidupan real (nyata), saya dengan pedenya sibuk chatingan dengan Vivian kemudian ku memperlihatkan chatingan whatshapp dan foto-foto bidadari cantik pacar online saya kepada teman-teman biar tidak kelihatan *JONES (jomblo ngenes)* kata orang zaman sekarang.
"Wih cew siapa itu bro?" tanya Bayu sambil memandangi foto pacar onlineku
"cew gue bro, zaman sudah modern masak jomblo" jawabku dengan spontan, mengakui foto bidadari cantik yang belum pernah ia temuin itu adalah pacar onlinenya
"cantik bro" kata Bayu memandangi foto-foto Vivian yang tersimpan digaleri hendphoneku
"pastinya bro, cew gue cantik apalagi suaranya lembut" kata Vinko memuji pacar onlinenya dengan kasih sayang. Padahal belum pernah bertemu orangnya, hanya saja kami terhubung oleh medsos (media sosial)
"pajak syukurannya mana nih bro? biar langgeng hubungan kalian" kata Bayu seakan bertanya kepada ku
"iyah kapan-kapan aja, dia sedang sibuk banyak tugas sekolah disana bro" jawab ku memberikan alasan kepada temanku yang ingin meminta syukuran atau pesta makan bersama
"oke deh" kata Bayu singkat dengan tersenyum kecil menepuk pundak ku.
Satu minggu kemudian Bayu menghampiri ku yang sedang duduk sendirian dengan wajah sedih menatap layar ponsel.
"bro? kapan nih syukuran nya?" kata Bayu menatap langit membungkukkan badannya duduk disamping ku
"udah putus bro, dia selingkuh" kata ku dengan suara pelan merasa kehilangan seorang bidadari cantik yang selama ini selalu bersama denganku
"sabar bro, masih banyak perempuan diluar sana" kata Bayu memberiku semangat untuk melupakan dengan ikhlas bidadari cantik yang aku sayangi
"iya bro, entah kenapa dia seperti itu? dan bagaimana keadaan dia sekarang? aku menyukai dan menyayanginya dengan tulus meskipun belum pernah bertemu dengannya" kata Vinko menundukkan kepalanya merasakan patah hati yang teramat sakit.
_____TAMAT_____
PESAN/KESAN
Virtual Relationship (cinta virtual) bisa dibilang "percintaan buta" laris manis dan banyak digemari? alasannya sederhana. "Karena Khayalan Lebih Indah Dari Pada Kenyataan".
Tanpa pertemuan yang nyata, segala sesuatu mengenai dirinya adalah hasil imajinasi dan khayalan sendiri, jatuh cinta pada bayangan orang yang diciptakan dalam kepalanya sendiri. Ia akan (dengan harapan) sempurna dengan ketidak sempurnaannya. Meskipun lewat chatingan/telepon, foto/vidio call, berbalas dm Instagram tiap hari. Bila tidak ada pertemuan yang nyata maka tetap saja tidak nyata atau hubungan khayalan.
"Tapi Perasaan Yang Gue Rasakan Itu Nyata!"
(ini adalah alasan utama yang membuat hubungan kita bertahan meskipun belum pernah bertemu)
#sekian dan terima kasih
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -