"Happy birthday to you, happy birthday to you, happy birthday to Jasmin. Happy birthday to you"
Semua orang yang hadir di ruangan itu menyanyikan lagu ulang tahun untuk Jasmin. Hari ini tepat dimana Jasmin Putri berulang tahun yang ke 17 tahun.
Selain kedua orang tuanya dan kedua kakak laki-laki nya, semua temannya juga hadir.
Raut wajah bahagia terlukis jelas di wajah Jasmin. Acara demi acara di lewati dengan baik dan lancar.
"Sayang, kasih kue ini ke teman-teman kamu yang duduk disana!" seru Ibu Ambar, ibunda Jasmin.
"Iya Bu" jawab Jasmin lalu mengambil piring berisi potongan kue ulang tahunnya.
Jasmin berjalan menuju ke tempat teman sekolahnya berada, dan seseorang yang duduk diantara mereka membuat Jasmin merasa sangat gugup.
"Hai, makasih ya sudah datang. Silahkan!" ucap Jasmin gugup.
Ke empat pria tang sedang duduk itu tersenyum pada Jasmin.
"Eh, Jasmin" panggil Sony salah seorang teman Jasmin.
Jasmin pun menoleh, dan Sony mengajak seseorang yang membuat Jasmin gugup itu berdiri dan mendekatinya.
"Kenalin temen gue, Alex!" ucap Sony mengenalkan Alex pada Jasmin.
"Hai, Alex!" ucap Alex sambil mengulurkan tangannya.
Jasmin menyambut uluran tangan Alex dan segera menyebutkan namanya.
"Jasmin!" ucap Jasmin pelan.
"Sayang!" panggil seseorang yang baru saja datang dengan membawa sebuah kotak hadiah di tangannya.
"Maaf aku terlambat, aku baru saja pulang kerja!" ucap Haidar, kekasih Jasmin yang langsung mendekati nya dan memeluknya.
"Selamat ulang tahun, semua doa terbaik untuk gadis paling manis di seluruh dunia ku!" ucap Haidar.
Karena mengatakannya di depan teman-teman Jasmin, tentu saja ucapan Haidar itu menjadi pusat perhatian.
Tapi entah mengapa, Jasmin menjadi salah tingkah. Matanya melirik ke arah pria bernama Alex yang sejak tadi juga tidak memalingkan pandangannya pada Jasmin.
Haidar mengajak Jasmin menemui kedua orang tuanya, dan mereka mengobrol.
Ketika Jasmin membuatkan minuman untuk Haidar, dia berpapasan dengan Alex yang baru saja keluar dari toilet.
Jasmin berusaha untuk pergi secepatnya, namun Alex menghadangnya.
"Masih mau berpura-pura tidak mengenal ku?" tanya Alex dengan wajah dingin.
Jasmin hanya diam, dia menundukkan wajahnya. Alex meraih dagu Jasmin hingga membuat Jasmin mengangkat kepalanya menatap Alex.
"Alex..."
"Aku mencintaimu! cukup katakan kamu mencintai ku, dan aku akan mengurus sisanya!" ucap Alex.
Mata Jasmin sudah berkaca-kaca, benar dia dan Alex memang sudah saling mengenal. Alex adalah temannya saat SMP dan mereka baru bertemu lagi dua bulan yang lalu, itupun tanpa sengaja.
Ketika Jasmin sedang bersepeda dan tidak sengaja terjatuh, saat itu Alex ada di sana dan menolongnya. Mereka sering bertemu dan bicara juga saling chat.
Sampai suatu hari, Alex menyatakan perasaannya pada Jasmin. Dan hal itu membuat Jasmin tidak nyaman, hingga mulai saat Alex mengatakan dia mencintai Jasmin, Jasmin tidak pernah lagi datang ke tempat dimana dia bisa bertemu Alex.
"Jasmin.." lirih Alex.
"Aku... "
"Jasmin, sayang. Mana minuman nak Haidar!" panggil Ambar.
Jasmin pun segera pergi secepatnya dari hadapan Alex. Jasmin menoleh sekilas dan melihat betapa kecewanya Alex padanya.
Sesungguhnya dia merasakan perasaan yang sama dengan Alex, dia mencintai Alex. Tapi dia tidak ingin egois. Meskipun dia dan Haidar di jodohkan, tapi dia harus menghargai itu.
'Maafkan aku Alex, mungkin selamanya aku hanya bisa memendam perasaan ku ini sendiri!' batin Jasmin sebelum benar-benar meninggalkan ruangan itu dan meninggalkan Alex dalam kekecewaan nya.