ayah adalah sosok seorang yang paling menawan, yang tak bisah di temui di dalam dunia ini
sayang dan cintanya sangat tulus tak ada keraguan dan penghianatan.
cintanya menerima aku apa adanya
sayangnya tulus tak bercela.
hangatnya mentari pagi, tak sehangat kasih sayang seorang ayah.
indahnya rembulan, tak seindah raut wajah ayah.
mentari pagi boleh berlalu, rembulan pun ikut berlalu tapi ayah Takan pernah berlalu meskipun telah menjadi debu.
kamu tau ayah hari ini aku berulang tahun, seandainya ayah Masi ada di dunia ini pasti sedang merayakan bersama hari kelahiran ku.
aku merindukan mu ayah, akhir akhir ini hari hari ku sangat melelahkan aku lelah ayah aku ingin kau berada di samping ku seperti dulu pasti lelah ku akan berkurang.
semenjak kepergian mu hidup ku terasah hampa tak ada lagi kemauan ku yang terpenuhi.
tak ada lagi kebahagiaan seperti dulu.
ayah
sedang apa kau saat ini apa kau merindukan ku apakah di sana kau baik baik saja ayah.
di sini aku berdiri dan menatap langit aku hanya dapat melihat bulan dan bintang aku tak dapat melihat mu, aku hanya dapat menitip salam dan rindu ku pada bulan dan bintang.
jika kau berada di sana dengan mereka tanyakan pada bulan dan bintang bahwa aku sangat merindukan mu.
ayah
kamu tau ibu sudah berubah semenjak kepergian ayah sekarang ibu telah menikah lagi dan dia tak seperti ibu yang aku kenal dulu, dia tak seperti ibu kita ayah.
dia lebih menyayangi suaminya yang baru di bandingkan aku, kini dia tak lagi merawat ku aku harus memenuhi keinginan ku sendiri, bahkan aku harus mencari makan sendiri.
aku tak lagi tinggal bersama sama dengan ibu aku merasah dia seperti orang asing, karena dia mungkin sudah melupakan mu ayah, sehingga dia melepaskan tangung jawabnya pada ku.
saat ini aku sudah tumbuh menjadi wanita dewasa bukan lagi putry ayah yang kecil aku sudah terbiasah hidup mandiri semenjak ayah meninggalkan ku, dan ibu menikah lagi
masih banyak lagi yang akan aku ceritakan pada mu ayah tapi aku tak bisah menahan lagi air mata ini ternyata aku tak bisa bila tanpa ayah.