Ada yang tau, apa itu rasa rindu? Rasa kangen? Rasa rindu atau rasa kangen adalah perasaan yang mungkin bisa membuat seseorang menjadi gila akibat menahannya terlalu lama. Seperti kata Dilan; rindu itu berat. Ada banyak kalimat yang bisa kita ungkapkan kala sedang merindukan seseorang, misalnya;
"Aku merindukanmu."
"I Miss you."
"Aku kangen."
Dan masih banyak lagi
Dia Rizky Pratama, pria yang merindukan wanitanya. Enam bulan bukan lah waktu yang sebentar untuk tidak bertemu dengan sang kekasih hati. Selama enam bulan belakangan ini juga dia sering melamun, pandangannya kosong tidak seperti dulu yang selalu menampakkan binaran di matanya.
Kini, penantiannya hampir berakhir. Tadi saat di kantin, saat dia sedang memakan makan siangnya, pria itu mendapat panggilan. Coba tebak, siapa yang membuat ponsel Rizky berdering?
Ana Rahardian, kekasih sang pria yang selama enam bulan belakangan ini kehilangan binaran di matanya, Rizky Pratama yang tengah menahan rindu.
Kala kaki jenjang nan putih itu melangkah. Kala tangan yang seputih susu itu menggeret koper. Dan kala kelopak mata indah itu menjelajah seraya sesekali berkedip. Semuanya, semua itulah yang membuat Rizky Pratama tunduk padanya.
Bibir tebal berisi itu membentuk kurva indah kala melihat sang kekasih yang tengah menunggunya dengan gestur tidak sabaran, sesekali matanya melihat pergelangan tangan yang di sana melingkar sebuah jam tangan mahal. Wanita itu kembali melangkahkan kakinya tanpa mengalihkan pandang dari wajah sang kekasih.
Getaran di saku celananya membuat langkah anggun itu terhenti. Tangan mungilnya merogoh saku, mengambil ponsel yang bergetar dengan hebatnya. Senyuman wanita itu kian mengembang, bola matanya bergulir kembali melihat ke arah sang kekasih.
Pria itu berdecak, berkali-kali ia menghubungi wanitanya tapi selalu tidak di angkat. Rizky mendesah gusar, dia tidak sabar untuk kembali melihat paras cantik nan rupawan itu. Bulu mata lentik, lengkungan kurva yang teramat manis hingga seakan mengalihkan seluruh dunianya. Semua milik wanita itu tidak dapat di tolak oleh Rizky.
Jujur, enam bulan ini Rizky benar-benar menahan dirinya, dia tidak sanggup berjauhan dengan Ana. Kendati ia selau berusaha mengalihkan pikirannya, bayang-bayang Ana selalu kembali merasuk ke dalam pikirannya. Ana, Ana, dan Ana. Wanita itu benar-benar telah membuat Rizky jatuh dengan sangat dalam.
Percayakan kalian, bahwa cinta Rizky amat besar pada Ana? Rizky tidak pernah menolak ketika di hadapkan dengan gadis cantik, namun ia juga tidak pernah menerima. Rizky pria setia, apapun yang ada pada diri Ana, itu akan selalu membuat Rizky jatuh cinta berkali-kali padanya.
Suaranya bagaikan lagu indah yang diciptakan memang khusus untuknya. Senyumnya semanis buah, bahkan jauh-jauh-jauh-jauh lebih manis dari pada itu. Ada satu hal yang pasti, dan itu sangat berarti bagi Rizky. Ana, Ana Rahardian tidak akan pernah terganti oleh apapun dan siapapun.
Ana selalu membuatnya bersemangat. Semangat yang dimilikinya adalah dari Ana Rahardian. Ana tau, bahwa hidup Rizky akan berat tanpanya. Ana tau, bahwa dengannya lah Rizky kuat. Dan Ana tau, bahwa hanya dia yang bisa mengisi kesempurnaan hidup Rizky.
Ana melangkahkan kakinya lebar. Jalannya semakin cepat, begitu pula dengan jaraknya dengan Rizky yang semakin terkikis. Jantungnya bergemuruh hebat. Kala sampai, Ana langsung melingkarkan tangannya pada pinggang Rizky, setelah sebelumnya terlebih dahulu melepaskan genggaman tangannya pada koper yang dibawanya.
"I Miss you. Aku kangen kamu. Aku rindu kamu. Aku tau rindu itu berat, tapi aku bisa apa kalau pada kenyataannya aku tetap rindu kamu? I really Miss you My Fiance."
Rizky mematung, tidak ada gestur pergerakan pada dirinya sama sekali. Ini terlalu mendadak walau dia sudah menyiapkan diri dari awal. Dia tidak bisa, jantungnya berdegup kencang. Dia benar-benar merindukan suara ini, tangan ini, pelukan ini, semuanya.
Kedua tangan Rizky yang tergantung digunakan untuk memegang dan mengelus ringan tangan Ana. Ia langsung melepaskan tangan sang wanita dan membalikkan tubuhnya, mengangkat Ana dalam gendongannya lalu memeluk erat.
"I also Miss you so much. Aku juga merindukanmu. Sangat-sangat-sangat rindu. I always Miss you, Ana Rahardian."
Cukup, cukup sudah penantian Rizky selama ini. Dia tidak akan melepaskan kembali wanitanya, Ana nya, cintanya. Segala tentang Ana, ia merindukannya.
"Jangan pergi lagi."
"No, I don't go again, My Fiance."
Lirihan permohonan dan jawabannya itu mengakhiri segalanya. Mengakhiri rasa rindu, rasa sakit, dan rasa sesak kala mengingat satu sama lain yang di pisahkan oleh ruang.