Alice adalah ratu yang paling ditakuti oleh rakyat nya, ia bahkan tidak segan-segan untuk mengeksekusi pengkhianat. Istana yang dipimpin oleh Alice sangatlah damai dan harmonis, semua rakyat benar-benar menghormati Alice. Hingga suatu hari istana Alice di kepung oleh istana lawan. Alice saat itu sangat panik, ia sendiri sama sekali tidak menyusun strategi untuk melawan serangan musuh, hingga pertarungan itu berakhir dengan dimenangkan oleh istana lawan.
" Aaaaaarrrrggghhhh!!! Kalian bodoh!! Harus nya kita tidak boleh kalah seperti ini!! " Alice berteriak marah, semua yang ada di ruangan itu hanya terdiam. Mereka hanya bisa berharap agar kemarahan Alice mereda, mereka takut jika Alice melukai salah satu diantara mereka.
" Raffles!!! " Panggil Alice tegas.
" Salam hormat yang mulia " Raffles menundukkan diri nya di depan Alice.
" Kau itu panglima hebat, kenapa kau bisa di kalah kan oleh Wiguna? " Tanya Alice kesal, ia tidak pernah bisa menerima kekalahan.
" Maafkan hamba yang mulia, mereka mengepung kita dari berbagai penjuru. Bahkan bisa dikatakan pasukan mereka lebih banyak dari pasukan kita. Dan hamba rasa Panglima Wiguna menyusun strategi ini sudah dari lama, karna persiapan mereka begitu matang " Jelas Raffles seadanya.
" Itu artinya kau harus lebih cerdik dari Wiguna!! " Alice beranjak pergi dari singgasana nya.
Keesokan harinya...
'Ada baik nya aku coba buku ini, semoga saja buku ini membantu ku untuk mendapatkan kekuatan yang tidak akan terkalahkan' Batin Alice.
" Buku ajaib, tolong berikan aku kekuatan yang tidak bisa dikalahkan oleh siapapun " Alice mengatup kedua tangan nya di depan dada, memejamkan mata nya dan berkomat-kamit tidak jelas. Keajaiban pun tiba-tiba terjadi, sebuah asap berwarna hitam pekat memasuki dirinya. Alice berteriak kesakitan saat asap hitam itu memasuki tubuhnya.
'Apa itu tadi? Kenapa rasanya sakit sekali?'
➰➰➰
Alice keluar dari kamarnya, ia berjalan menuju singgasananya. Sebelumnya ia sudah memerintahkan semua orang berkumpul di aula.
" Dengarkan aku semua nya!! Mulai hari ini dan seterusnya aku sendiri yang akan melatih prajurit " Alice tersenyum miring, sementara Panglima Raffles dibuat bingung dengan keputusan nya.
" Hamba mohon maaf yang mulia, tapi tidak kah pekerjaan itu merepotkan mu? Anda juga harus banyak beristirahat " Ucap Raffles hati-hati.
" Kau tidak perlu mengkhawatirkan nya, semua nya sudah ku atur sedemikian rupa " Tertawa devil, semua yang ada di aula istana hanya bisa diam tanpa berani angkat bicara.
" Baiklah rapat ini aku anggap selesai, dan khusus untuk mu temui aku dikamar " Ucap Alice pada Panglima Raffles.
" Dengan senang hati yang mulia " Raffles menunduk hormat.
Dikamar Alice
" Hamba mohon izin yang mulia " Ucap Raffles di depan pintu.
" Masuklah, aku sudah lama menunggu mu " Raffles mengangguk sebagai jawaban.
" Seperti yang kau ketahui, aku sama sekali tidak bisa menerima kekalahan. Dan karna kekalahan kemarin aku harus berpikir keras untuk menjadikan istana ku ini istana yang tangguh dan tidak bisa dikalahkan oleh istana manapun " Alice menatap Panglima Raffles tajam, sementara Panglima Raffles hanya bisa menunduk kan kepalanya.
" Duduk lah Raffles!! " Titah Alice pada Panglima nya.
" Berbalik lah dan pejamkan matamu! " Titah Alice lagi, Raffles mengangguk dengan ragu.
" Apa yang kau pikirkan? Tenanglah aku tidak akan menyakiti mu " Ucap Alice, ia tahu bahwa Panglima nya itu tengah ketakutan.
" Baik yang mulia " Balas Raffles.
Alice meletakkan kedua tangannya di punggung Raffles, ia memejamkan matanya dan membacakan sebuah mantra. Energi kekuatan yang ia miliki mulai tersalur ke tubuh Panglima Raffles.
" Bukalah matamu, dan katakan apa yang kau rasakan? " Tanya Alice.
" Hamba merasa jauh lebih sehat yang mulia, bahkan hamba merasa seperti ada kekuatan didalam diri hamba yang siap menerjang musuh kapan pun juga "
" Itu adalah sebuah kekuatan yang aku berikan padamu sebagai hadiah karna kau selalu setia bersama ku " Ucap Alice dengan tersenyum kecil.
" Terimakasih banyak yang mulia, ini suatu kehormatan bagi hamba " Panglima Raffles menundukkan kepalanya.
Hari demi hari berjalan tiada henti, Alice masih sangat gencar melatih prajurit nya. Ia bahkan mengajarkan berbagai jurus andalan untuk membantai lawan. Tidak perlu waktu lama, semua prajurit nya sudah lihai mempelajari jurus yang ia berikan.
Hingga suatu hari kerajaan Alice kembali di kepung, semua prajurit dari istana lawan menerobos masuk ke istana Alice. Namun kali ini Alice yakin bahwa istananya lah yang akan memenangkan pertarungan.
" Ratu penguasa ilmu hitam, datanglah!! Berkumpul dan jadilah satu membentuk kekuatan yang tidak pernah terkalah kan " Alice memejamkan matanya, tangan nya terus berputar-putar di depan dadanya hingga membentuk sebuah kekuatan.
Kemudian angin kencang datang menerpa dan meluluh lantakkan pohon dan benda-benda yang ada di sekitar istana. Semua prajurit istana lawan menganga tidak percaya, untuk pertama kali nya mereka merasakan angin sekencang ini, bahkan jika tidak kuat berpegangan mereka akan terbawa oleh angin itu.
Sedang Alice, ia masih berkomat-kamit tidak jelas hingga akhir nya ia mengarahkan kedua tangan nya ke arah prajurit lawan. Dan dengan sekejap mata prajurit itu tewas. Alice tertawa puas melihat jasad prajurit lawan bergelimpangan dimana-mana. Dan itu tentu saja mengundang kemarahan Ratu Elisa, dengan penuh amarah Ratu Elisa mendekat ke arah Alice dan segera menyerang nya lebih dulu.
" Alice, kau itu adalah adikku, kenapa kau ingin memusuhi kakakmu sendiri hah??!! " Elisa berteriak marah, sementara Alice hanya tersenyum miring.
" Ya, itu benar. Kau memang kakak ku, tapi itu dulu tidak untuk sekarang " Balas Alice.
" Tidak bisakah kau memaafkan salah ku? Kemudian kita berdamai dan hidup bersama-sama seperti dulu? " Elisa menatap Alice serius, bahkan kemarahan yang tadi Elisa perlihatkan berubah menjadi wajah sendu dan sedih.
" Ck, hentikan omong kosong mu itu!! Aku muak dengan drama yang kau buat. Bukan nya kau sendiri yang mencari masalah lebih dulu?. Kau tentu ingat bukan, saat beberapa bulan lalu mengepung istana ku dari berbagai arah? Kau juga bersekutu dengan yang lainnya untuk mengalah kan ku. Dan sekarang setelah kau menerima kekalahan kau ingin berdamai? Cih tidak tahu malu!! " Balas Alice.
" Itu karna aku merasa iri dengan mu. Aku adalah anak tertua dikeluarga Hayabusa, tapi kenapa Ayah dan Ibu meninggalkan semua warisan nya kepada mu " Ucap Elisa malu.
" Cih, kau memusuhi adik mu sendiri hanya karna iri. Sungguh menjijikkan!! Jika kau ingin memiliki apa yang aku punya saat ini, aku akan memberi kannya dengan senang hati. Tapi kau justru mengira diri ku ini tamak akan warisan yang Ayah dan Ibu tinggalkan, hingga kau tega memusuhi adik mu " Alice menatap geram Elisa yang juga menatapnya.
" Raffles!! " Panggil Alice pada Panglima nya.
" Iya yang mulia " Raffles menunduk hormat di depan Alice.
" Tahan dia di tempat khusus, satu lagi, urus dia karna aku muak melihat wajah nya " Alice berucap tanpa melihat ke arah Elisa yang menatap nya mengiba.
" Seperti keinginan anda yang mulia " Raffles membawa paksa Elisa menuju ruang bawah tanah.
Sejak saat itu Alice menjadi seorang ratu tangguh dan tidak terkalahkan. Bahkan beberapa istana bernaung dibawah nya. Dan Alice juga di nobatkan sebagai ratu penguasa ilmu hitam di sepanjang masa.
THE END