Kalau bukan karena kehadiran segumpalan awan kelabu mungkin pagi hari ini persis sama dengan pagi kemarin. Dan kalau saja aku tahu kalau itu hanya segumpalan awan kelabu, tidak lebih tidak kurang, yang sembari berjalannya waktu berangsur-angsur punah tak berbekas-- sambil menenteng sepatu boot di lengan kiri dan terusan jas hujan yang aku kenakan sedari mengunci pintu, yakin aku bakal berpikir seribu kali...!
Karuan aku jadi bahan tertawaan orang-orang!
Niatnya sih pengen diakui bijak pandai, gimana nggak nilai mata pelajaran bahasa Indonesiaku saja gak pernah jatuh dibawah angka sembilan, sedari duduk di bangku sekolah dasar hingga berakhirnya sekolah tingkat lanjutan atas, jadi makna dari bunyi peribahasa: sedia payung sebelum hujan, aku khatam luar kepala.
Tapi yang ada aku jadi badut Ancol kesasar!