Aku suka kamu apakah itu cukup? aku suka kamu ketika kau memperlihatkan sisi imut mu kepadaku. Aku kagum ketika kau menolong orang dalam kesulitan. Aku cinta ketika kau menyentuh pipiku, memberikan waktu berharga untukku, dan menemani hari-hari suram ku.
Bodohnya aku selama 3 tahun tak menyadari perasaanku sendiri. Aku benar-benar bodoh menganggap rasa cinta yang tumbuh di dalam hatiku adalah rasa kagum sekaligus hormat. Aku selalu berpikir bagaimana rasanya jatuh cinta.
Apakah itu menyenangkan? lalu apakah jantungku akan berdebar-debar ketika aku melihat wajahnya? apakah aku akan malu saat kamu menggenggam tanganku? apakah aku bisa mencintai dan di cinta?
Ketika pertanyaan itu terbesit dalam otakku maka aku akan menjawab "Tidak". Sesuatu yang berharga maupun kenanga indah bagaikan sebuah mimpi yang memberikan banyak harapan namun tak mungkin menjadi nyata. Aku selalu berdoa akankah hidupku menjadi lebih baik ataukah aku akan selalu terpuruk dalam jurang keputusannya.
Saat pertama kali aku datang, aku melihat dirinya berdiri di depan pagar. Rasanya jantungku berdebar, senyuman di bibirku terlukis indah. Rasa egois ingin memiliki kian menggebu.
Akh, itu membuat penasaran dan membuatku gila. Di sisi lain aku ingin selalu mengawasi apa saja yang kau lakukan namun di sisi lain aku ingin memendam rasa yang aneh dalam diriku. Untuk kali ini biarkan aku bahagia, biarkan aku tertawa bersamamu, biarkan kenanga Indah ini terukir dalam hatiku.