Hai namaku Alea, aku penggemar berat Taehyung. Dan aku juga mencintainya lebih dari seorang idola.
Pagi hari yang cerah
"Hoam," Lea baru saja bangun dari tidurnya, lalu ia melihat alarm disampingnya.
"Untung hari minggu, dari bosen dirumah mending gua belanja keperluan dapur," ucap Lea sembari berjalan ke arah kamar mandi.
Tak lama Lea selesai dengan ritual mandinya, lalu ia melakukan sarapan pagi sendiri, ingat! hanya seorang diri.
"Huaa gini nih nasib jomblo, tidur meluk guling, makan sendiri, segala sendiri," setelah mengomel Lea segera menyantap makanannya, mungkin karena capek mengomel. 😂
Setelah selesai makan, Lea segera pergi ke supermarket menggunakan mobilnya, yaps Lea termasuk orang kaya walaupun tidak masuk 10 besar.
"Akhirnya sampai juga," ucap Lea sembari turun dari mobilnya.
Tiba-tiba Lea mendengar seseorang yang sedang menangis, entah siapa itu.
"Hiks hiks hiks,"
Karena merasa kasihan Lea segera menghampiri orang itu dan bertanya "Hai dek, kenapa menangis? dimana orang tuamu?"
"Aku berpisah dengan pamanku tante hiks hiks," anak kecil itu masih setia dengan tangisannya.
'Lah dipanggil tante-tante gua😑,' batin Lea.
"Emm siapa namamu gadis manis?" tanya Lea.
"Cia tante hiks hiks," gadis kecil itu masih sesegukan.
"Sudah jangan menangis kita cari pamanmu yuk," ajak Lea. Cia mengangguk setuju, Lea pun menggandeng tangan Cia sambil berjalan.
"Oh iya siapa nama pamanmu Cia?" tanya Lea.
"Taehyung tante," jawab Cia.
"Taehyung?" Lea yang tidak percaya bertanya kembali.
"Iya tante," Cia mengangguk dengan imutnya.
'Imutnya serasa pengen nyulik,' batin Lea.
'Eh Taehyung? apa yang dimaksud Cia Kim Taehyung BTS? ah mungkin namanya sama saja, mana mungkin Taehyung BTS ada di indonesia,' batin Lea lagi.
"CIA!" teriak seseorang. Hal itu membuat Cia dan Lea menoleh ke belakang.
"Paman," Cia berlari ke arah orang itu.
DEG
"Oh my god," Lea menutup mulutnya saking terkejutnya.
Seseorang itu menghampiri Lea dan berkata "Terimakasih kau telah menemukan keponakanku,"
"Ti--tidak masalah,"
"Kalau begitu saya pergi duluan, saya buru-buru,"
"Silahkan-silahkan," ucap Lea. Seseorang itu pun pergi bersama Cia.
"Dadah tante cantik," Cia melambaikan tangannya.
"Dah sayang," tentu saja Lea membalasnya.
1 detik
2 detik
3 detik
"Astaga!" tiba-tiba Lea menepuk jidatnya sendiri.
"Dasar bego lo Lea, dia Taehyung idola lo sekaligus orang yang lo suka, tapi lo malah gak minta no handponenya buat PDKT," lagi-lagi Lea mengomel, bedanya sekarang ia mengomel sambil berjalan. Banyak orang yang mengira kalau Lea orang gila.
"Dia gila yah?"
"Mungkin,"
"Kenapa yah kira-kira?"
"Diputusin pacarnya kali,"
"Cantik-cantik kok gila,"
Begitulah kira-kira ocehan orang-orang yang ada disana. Tentunya hal itu membuat Lea tambah kesal dan badmood.
"Ihh gua gak gila 😤," kesal Lea. Lea segera menaiki mobilnya dan kembali kerumah, is tidak jadi belanjaannya karena BADMOOD.
-----------
BRAK!
Lea menendang pintu kamarnya tanpa memikirkan perasaan pintu itu.
"Huaa Taehyung Oppa, semoga kita bertemu kembali 😢," lirihnya.
Keesokan harinya...
Tring tring tring
Alarm terus saja berbunyi entah berapa kali is berbunyi.
"Hoam,"
"Masih pagi yah," gumam Lea sembari melihat ke arah jam alarm.
"OH MY GOD GUA KESIANGAN!" teriak Lea ia segera berlari ke arah kamar mandi walau nyawanya belum terkumpul sempurna.
Brukk!
Pastinya kalian sudah pada tahu apa yang terjadi bukan? iya benar sekali, Lea terjatuh karena nyawanya belum terkumpul sempurna. Apa kalian tahu? Lea jatuhnya nyungsep. 😂
"TIDAKK! WAJAH CANTIKKU!" teriak Lea.
-----------
"Pak please bukain yah gerbangnya," sepertinya Lea sedang memohon kepada pak satpam.
"Tidak bisa Lea, karena kau terlambat 5 menit,"
"Ayolah pak, aku hanya terlambat 5 menit dan itu pun baru sekali," Lea terus saja memohon.
"Ekhem ada apa ini?" tanyanya.
'Mampus, kenapa harus ada pak botak sih 😣' batin Lea.
"Apa dia terlambat?" tanya Pak botak.
"Iya pak," jawab pak satpam.
"Biarkan dia masuk," perintah pak botah.
"Baiklah," pak satpam segera membukakan gerbangnya.
'Yess, ternyata pak botak tidak seburuk yang gua kira 😆' batin Lea.
"Makasih pak," ucap Lea sambil memasuki kampus itu.
"Eits tapi sebelum itu kamu harus saya hukum dulu," ucap pak botak sambil menarik kerah baju Lea dari belakang.
'Nasib-nasib, pasrah ajalah,' batin Lea.
"Baiklah Lea, karena kamu baru terlambat sekali maka bapak akan meringankan hukumanmu," ucap Pak botak.
'Asik 😆' batin Lea.
"Hukumanmu adalah...hormat didepan bendera," ucap pak botak.
'Hancur sudah harapanku 😑' batin Lea.
------------
Kini Lea sedang hormat didepan bendera, Lea termasuk siswi teladan dan tidak nakal, jadi ia menjalankan hukumannya dengan senang hati walaupun terbalaskan.
"Duh kenapa kepala gua pusing yah," ucap Lea sambil memegangi kepalanya.
"Pasti gara-gara gak sarapan," ucap Lea lagi.
"Aduh mana panas banget," keluh Lea. Tiba-tiba saja pandangan Lea mulai kabur.
"Tahan Lea jangan sampai lo pingsan oke,"
Brukk
----------
Perlahan ia membuka matanya lalu ia berkata "Lah gua ada dimana?" tanya Lea.
"UKS," Lea menoleh ke asal suara.
"Taehyung!" Lea sangat kaget kala didepannya ada idolanya.
"Kau masih mengenaliku?" tanya Taehyung.
"Tentu," jawab Lea.
"Kau sungguh hebat, kau bisa mengenaliku walaupun aku sedang menyamar," puji Taehyung.
"Tentu saja karena aku men---" Lea menggangtung ucapanya sendiri. Sedangkan Taehyung menunggu perkataan Lea.
"Karena aku...emm...mengidolakanmu, iya mengidolakanmu," ucap Lea.
'Hampir aja keceplosan,' batin Lea.
"Ohh gitu," ucap Taehyung. Tiba-tiba Taehyung memberikan handponenya. Lea menatap Taehyung sebagai tanda bertanya.
'Duh ada apa dengan jantungku😣?' batin Taehyung.
"Taehyung," panggil Lea.
"Ahh iya," ucap Taehyung yang baru sadar.
"Untuk apa kau memberikan handponemu kepadaku?" tanya Lea.
"No handpone," jawab Taehyung.
"Ohh oke," Lea mengangguk pertanda mengerti.
------------
Dua minggu telah berlalu, semenjak kejadian di RS Lea dan Taehyung semakin dekat dan mereka berteman. Bagaimana dengan penyamaran Taehyung? tentunya masih aman dan belum terbongkar.
"Lea," panggil Taehyung.
"Iya," sahut Lea.
"Nanti malam sibuk gak?" tanya Taehyung.
"Enggak tuh," jawab Lea.
"Dinner yuk nanti aku jemput," ajak Taehyung.
"Euhh oke," Lea mengangguk setuju.
----------
Malam hari
"Pokoknya gua harus cantik malam ini," ucap Lea sambil merias wajahnya.
Tit Tit
"Kayanya itu Taehyung deh," ucap Lea, ia segera keluar rumah dengan tergesa-gesa.
"Hai," sapa Lea.
Taehyung pun menoleh, ia terpesona akan kecantikan Lea.
"Cantik," ucap Taehyung tanpa sadar. Tentunya Taehyung membuat Lea ngeblush.
"Ehh ayok masuk," Taehyung membukakan pintu mobil untuk Lea.
"Terimakasih," Lea pun masuk kedalam mobil begitu juga dengan Taehyung.
Skip dicafe
"Duh Le, kayanya gua kebelet deh, Lo duluan aja ke lantai atas oke," ucap Taehyung, Lea hanya mengangguk saja.
Taehyung pun pergi untuk ke toilet sedangkan Lea pergi ke lantai atas. Ia duduk disalah satu kursi sanbil menunggu Taehyung kembali.
"Pemandangannya indah banget, mana cafenya dihias lampu jadi tambah bagus,"
15 menit kemudian...
"Taehyung mana yah, apa jangan-jangan dinner nya gak jadi," Lea yang tadinya gembira kini menjadi murung.
"Siapa bilang tidak jadi,"
Lea menoleh ke asal suara sambil tersenyum kembali. Tanpa diduga Taehyung berjongkok dihadapan Lea, hal itu membuat Lea terkejut.
"Nalang gyeolhonhaejullae?"
"Yess," Lea mengangguk cepat. Taehyung yang tadinya jongkok kini berdiri dan memeluk Lea.
'Ternyata Cintaku Terbalaskan, terimakasih tuhan,' batin Lea sembari membalas pelukan Taehyung.
"Oh iya, aku akan kembali ke korea, apa kau mau ikut?" tanya Taehyung sambil melepaskan pelukannya.
"Tentu saja, lagipula ayahku ada disana," jawab Lea.
"Benarkah? lalu kenapa kau ada diindonesia?" tanya Taehyung.
"Karena disinilah aku lahir," ucap Lea sambil tersenyum.
"Aku akan menikahimu besok," bisik Taehyung sambil mencium bibir Lea sekilas lalu ia segera lari.
"Taehyung!" lagi-lagi Lea dibuat ngeblush oleh Taehyung, ia segera mengejar Taehyung.
Mereka bermain kejar-kejaran disana, dan hanya ada tawa bahagia yang terdengar disana
TAMAT
Like and komen yah please