Sahabat itu menyenangkan, sahabat itu membawa berkah, sahabat itu adalah rezeki dari Tuhan yang kita miliki yang mungkin bisa menemani kita dikala kita sedih, senang, susah dan bahagia.
Ada macam-macam sahabat di dunia ini. Ada sahabat yang baik, sahabat yang pemberani, sahabat yang pengertian, sahabat yang ribet, sahabat yang bikin pusing, sahabat yang hanya pura-pura baik, sahabat yang jahat dan ada pula sahabat yang suka makan teman sendiri, yang banyak orang bilang 'pagar makan tanaman' hemm ... semoga kita selalu menjadi sahabat baik bagi sahabat-sahabat kita yang lain.
Tapi aku bersyukur mempunyai sahabat seperti dia. Dia adalah Fany. Sahabat yang dikirim Tuhan secara tiba-tiba untuk menghiburku saat aku sedang down dan datang membantuku disaat aku menghadapi kesusahan. Itu adalah hadiah terindah yang pernah aku dapatkan secara nyata, karena Tuhan tak akan pernah membiarkan hambanya sendirian dalam kesulitan.
Namaku Mira, saat itu aku sedang galau dan bersedih hati. Ingin aku pergi ke suatu tempat yang bisa menghiburku. Dan keberuntungan berpihak padaku, rupanya Fany tiba-tiba datang ke rumahku dan mengajakku pergi ke danau, dan aku pun mengikutinya karena aku butuh suasana baru.
Aku pun ingin bercerita padanya tapi tiba-tiba saja aku melihat wajah Fany yang murung dan saat itu aku urungkan niatku untuk bercerita sebelum aku mengetahui apa yang menyebabkan Fany bersedih hati.
"Fany, kamu kenapa murung gitu sih?" tanyaku pada Fany.
"Mir, sepertinya aku akan menceraikan suamiku, aku sudah tidak tahan hidup dengannya. Dia sudah mengkhianatiku, selingkuh di belakangku dan sering mabuk-mabukan. Aku benci sifatnya yang hidup hanya sebagai pecundang," ungkap Fany dengan lirih.
"Aku sudah pernah bilang padamu bahwa suamimu itu orang yang tidak baik tapi kau malah menikahinya. Tapi aku senang akhirnya kau menyadarinya. Kalau itu keputusan kamu, aku sangat mendukungmu," ucapku sembari menatap kesedihan di wajahnya.
"Lalu, bagaimana dengan rencana pernikahanmu dengan kekasihmu, Mira?" tanya Fany yang membuat aku hendak menceritakan tentang masalah yang sedang aku hadapi.
"Emm ... sepertinya aku tidak akan melanjutkan pernikahanku, Fan!" ucapku setegar mungkin.
"Loh, kenapa Mira? Bukannya kekasihmu itu telah melamarmu?" tanya Fany terkejut.
"Dia juga mengkhianatiku dan lebih memilih wanita lain untuk menjadi pendamping hidupnya. Hatiku sakit sekali, Fan. Tapi aku mencoba ikhlas dan aku telah merelakannya," ucapku dengan lirih.
"Yang kuat ya, Mir. Pernikahan yang telah direncanakan sejak lama dan berakhir dengan pengkhianatan itu bukanlah perkara yang gampang. Aku tahu perasaanmu sekarang, pasti hatimu benar-benar sakit dan terluka!"
"Aku juga tahu perasaanmu, Mira. Kau juga merasakan sakit seperti apa yang aku rasakan, bukan?" tanyaku sembari menatap Fany.
"Jadi saat ini kita adalah wanita yang sedang patah hati. Sama-sama dikhianati dan disakiti, kan? Kenapa bisa diwaktu yang bersamaan seperti ini, Mira?"
"Entahlah, mungkin Tuhan ingin kita merasakan sebuah rasa yang sama. Saat kau sedang sedih aku pun juga sedih. Saat kau senang aku pun juga senang," ucapku mencoba untuk tersenyum.
Tuhan memberikan kejutan kepada setiap manusia itu berbeda-beda. Tak butuh ratusan sahabat bila datang hanya ada perlunya saja. Satu sahabat sudah cukup bila dia benar-benar tulus kepada kita, bisa memberikan rasa nyaman dan selalu saling membantu.
Kunci bila kita ingin menjadi sahabat baik atau kunci bagaimana kita mendapatkan sahabat baik adalah jangan pernah memanfaatkan kebaikannya, jangan pernah buat dia kecewa, jangan pernah menyakitinya dan jangan pernah egois terhadapnya. Maka insya Allah persahabatan kita akan tetap terjalin selamanya dunia akhirat.
-----END-----
Hai teman-teman semua, terima kasih telah membaca cerpenku.
Mohon dimaklumi bila ada kata-kata yang kurang berkenan😃😃