Hari ini hari penentuan....Nasib ku akan di tentukan jika acara ini berlangsung sesuai ekspektasi customer....
"Semua sudah beres.....jam berapa artis nya datang pak..?"
"Sebentar lagi.... kamu tolong tunggu di depan... pastikan artis nya masuk ke ruangan nya dengan aman...ingat dia cerewet....!!!"perintah si bos menekan kan kalau sang artis memang sedikit cerewet...
"Aaaa.... pastikan apa yang dia butuhkan kamu harus siap...!!"ingat nya lagi sambil menunjuk ku ...
"Siap bos..." tegas ku...
"Ahhh.merepotkan sekali .."umpatku dalam hati....sambil tersenyum dan berlari ke depan menjemput si idola baru...
Dia artis yang baru baru ini viral....si gitaris tampan nan mempesona....
"Dewaaaa.........!!!!dewaaa.....!!!!dewaaa .....!!!!"
"Dewa....aa.....!!!"
Teriakan penonton memanggil nama si idola menggema memenuhi seluruh ruangan pertunjukan...
Sang idola itu muncul dengan penuh kharisma....
Pesona yang dia miliki memaksa penonton untuk berdecak kagum .....
Hanya dengan melihat wajahnya saja sudah mulai menghipnotis.....apa lagi kalau dia sudah memetik gitar....
Tersenyum.... memeluk gitar ....
semua penonton bersorak... berharap jadi gitar untuk sesaat agar bisa berada di pelukan pemuda tampan ini....
"Dewaaaa.....aaaa....aaaa..!!!"
sekali lagi penonton menjerit memanggil nama idolanya...
masih tersenyum...
mulai memetik gitar....
Lampu lampu panggung mulai redup .....
Petikan petikan gitar mengalun penuh makna...
Iramanya mengalun mengundang aura keromantisan.....
Setiap dada berguncang menikmati alunan nya...
Benar kata orang orang bijak di luaran sana...
Gitar di letakkan di perut ....di peluk di hati... getaran nya mengalir ke jantung ....bahkan ke jantung jantung pendengar nya...
Irama setiap petikan nya menggugah perasaan.... membuat pendengarnya berimajinasi tentang hati dan perasaan yang indah ...mesra....
Semua larut dalam pesona melodinya...senyuman yang manis....suara yang merdu...tatapan lembut.... lengkap sudah dia memang dewa...
"Dewa pembunuh kesadaran...."
Aku tersenyum dalam hati... menertawakan diri sendiri....
Tak butuh tambahan alat musik...hanya dia dan gitarnya pertunjukan berlangsung penuh semangat....
Setiap hati di buat bergejolak...
Setiap jiwa melayang.... penuh cinta ....
Hasrat dari semua kemarahan ....kesakitan....redam sudah mendengar melodi dari petikan nya
Kelembutan suara dalam nyanyian mendebarkan merubah irama detak jantung yang mendengar...
"Tolong ambil kan aku air hangat...!"pinta dewa setelah selesai manggung
"Ok... tunggu ya .."
Aku mencoba bersikap sangat ramah agar semua berjalan baik....
"Ini....air hangatnya..."aku memberikan segelas air hangat pada dewa
"Hhmmm" tanpa menoleh
"Ada lagi yang bisa saya bantu kak..."balasku bertanya
"Hhmm"
"Lagi hmm"pikirku dalam hati...benar benar sombong....
"Kenapa orang bisa mengidolakan dia ya...???"ucap ku dalam hati
Dia tetap menunduk asyik dengan layar ponselnya...
Sesekali tersenyum...
Aku jadi ingat satu aplikasi...
scroll sampai bawah
scroll sampai bawah
scroll sampai bawah
truss... truss....truss....
"hahaha...ha..haa.."tak sengaja aku tertawa sedikit kuat...
Dia menoleh...
"Apa ada yang lucu..?"balasnya sambil mengernyitkan dahi
"Oohhh tidak maaf ..."balasku cepat...
"Lantas.... kenapa anda tertawa sangat kuat ...??"
"Oh...maaf aku sedang menonton video lucu ..."sambil tersenyum berusaha mencairkan suasana
Aku berbohong.... agar dia tidak terus menanyai ku...
"Siapa nama mu ..?"
"Ashaima...."
"Oohhh....apa tugasmu di sini ?"
"Memastikan kebutuhan anda kak..."balasku
"Oooh..."
Di minum air hangat yang ku ambilkan tadi..
"Kok tak hangat...??"
"Maaf kak...kan dari tadi "
"Kenapa kamu tidak memberi tahu saya...?"
"Sudah kak..saya sudah kasih tau..."
"Tapi kenapa saya tidak minum...?"
"Maaf td kakak cuma bilang hmm sambil main hp "
balas ku mencoba memberikan pengertian
"Apa kamu tidak pandai mengejutkan ku..?"
"Saya tak berani kak..takut kakak tak nyaman di ganggu "
"Aaahh....banyak alasan...sana ambilkan yang baru lagi .....!"
"Ba..baik kak..."
"Dasar....makanya kalau orang lagi bicara di lihat " omelan ku dalam hati ..
"Ini kak air hangat nya..."aku meletakkan segelas air hangat
Dewa masih diam ...masih asyik dengan ponselnya..
"Kak...!" panggil ku...
"Hmmm..."tanpa menoleh
"Air hangatnya silahkan di minum..." balas ku..sambil tersenyum..
"Kamu tak lihat aku sedang apa...!?"balas dewa dengan wajah tak sedap ...
"Ta..ta..tapi...kak...."
"Apa..!!!?"bentak nya lagi...
"Tapi tadi kakak bilang ...."
"Bilang apa...???"nadanya semakin tinggi
"Maaf....maaf..."Aku hanya tertunduk...
"Mana air hangatnya..." bentak Dewa tanpa rasa bersalah...
"I..ini kak..."
Dewa minum dengan tenang tanpa rasa bersalah....
"Huuhhhh....dasar.....aku tak jadi mengidolakan mu...apaan....dewa pembunuh kesadaran dari mana ...???weekkk...."aku menggerutu dalam hati...
"Awas aja kalau gara gara dia aku tak di sambung kerja...."pikir ku lagi.
Hari yang melelahkan...aku bekerja sangat keras hari ini.... Berharap besok semuanya berjalan lancar... seperti sebelum sebelumnya...
Alarm berdering sangat kuat membangun kan ku yang masih tertidur pulas....
Mungkin karena semalam sangat kecapekan badan ku begitu berat untuk bangun...
"huuffftt hari yang melelahkan....."gumam ku ... seraya bangun dan berlari ke kamar mandi...
Selesai sarapan bergegas menuju halte bus....Sangat tepat ada bus yang menunggu .. langsung lompat...
"Bismillah...semoga semua selancar ini..."doa ku dalam hati...
Sesampai di tempat kerja semua orang menatap ku aneh...
"Mbak Bela...!"pekik ku begitu melihat mbak bela
"Ya ada apa Ashaima...?"
"Kok aneh deh mbak....semua orang ngelirik Ashaima seperti ada sesuatu gitu .."
"Emang kamu tak tau kenapa...?"
"Enggak..mbak emang kenapa..?"
"Semalam Dewa minta kamu jadi asisten pribadi nya sama pak Kris..."
"Looo kenapa mbak ..."
"Dia nanya apa kontrak mu masih lama....di jawab pak Kris sudah habis lusa ..jd si Dewa bilang putus kan aja aku mau dia jadi asisten pribadi ku ...
gitu katanya..."
Aku bingung...
"Kamu ke ruangan pak Kris aja sana biar jelas..."
"Ok.mbak... terimakasih ya..."
Berjalan ke ruangan pak Kris kepalaku penuh dengan kata kata apa .. kenapa..mengapa....kok bisa...
"Aahhh aneh...."pikir ku
tok ...tok....tok...
"Ya....masuk...."Suara pak Kris dari dalam
Aku masuk
"Silahkan duduk Ashaima..."
"Terimakasih pak...."
"Kamu kenal dengan Dewa ya .."
"Tidak pak .,..."
"Tapi dia bilang dia mengenal mu dan secara khusus meminta mu jadi asisten nya..."
"Tapi saya memang tak mengenal dia pak..."
"Ya terserah lah....mulai besok kamu tak usah kerja di sini lagi....kalau kamu mau kerja dengan Dewa ini kartu namanya..dia minta kamu menelepon dia...."
"Tapi pak..saya masih betah kerja di sini pak..."
"Tak usah.... kontrak mu kan juga sudah berakhir..jadi sudahi saja sampai di sini...
Kamu boleh keluar ....
hari ini bereskan semua ke ruangan HRD "
"Tapi pak...."
kata kata Ashaima terhenti karena pak Kris sudah mengusirnya dengan gerakan tangan yang menyuruh pergi...
Ashaima tertunduk lesu....menunggu bus di sebuah halte dekat depan kantor nya....
"Haiii....."sapa seseorang mengejutkan nya
"Ka..kam...kak..Dewa...."
"Kenapa melamun....ayokk ikut ..."Dewa menarik tangan Ashaima untuk masuk ke mobil nya
"Ta.. tapi...." tak sempat berkata apa apa dia sudah masuk mobil..
"Diam...."Dewa tersenyum penuh arti
Mobil melaju ke sebuah daerah....aku hanya diam...
Dewa juga diam..tak ada yang bicara...
Tapi lama lama aku tersadar kalau jalan ini menuju desa ku....
"Dari mana dia tau kampung ku ya...."pikir ku...
"Apa hanya kebetulan..????"
"Maaf kak Dewa kita mau kemana ya...??"Aku memberanikan diri untuk bertanya...
"Kita ke kampung mu..."
Degh....degh.... jantung Ashaima serasa berhenti..
"Ta..tapi... kenapa kak...."
"Karena aku menyukai kampung mu..."sambil tersenyum...
"Ya Tuhan senyum itu..."Ashaima membatin....
"Ini anugrah apa musibah ya Tuhan...."masih berkata dalam hati
"Ashaima...apa kamu tidak mengenal ku..."
"Tidak kak..maaf...apa kita pernah ketemu ...??"
"Aaah....kamu..begitu mudah melupakan...."
"Tapi aku memang tak mengenal kakak..."
Lembut sekali cara nya bicara berbeda dengan waktu dia ngebentak aku di malam acara itu...
Perjalanan berakhir di sebuah rumah...rumah itu rumah ku... rumah keluarga ku.....Memang sudah lama di tinggal kan karena ayah dan ibu sudah pindah ke kota..
Kami sudah lama tidak pernah pulang ke kampung ini....
"Kok dia tau rumah ku juga...."pikir ku...
"Kak..maaf....kakak siapa sebenarnya..?"
Dewa tersenyum mendapati pertanyaan ku
"Ashaima..aku dewa...anak yang dulu pernah kamu tolong..."
Ashaima tertegun ....
"Kapan dan dimana aku pernah menolong orang seganteng dia..."berkata dalam hati ..
"Maaf kak aku lupa..."
"Dulu....saat seorang pengamen jalanan kelaparan kamu memberikan dia sebungkus nasi.... waktu itu padahal kamu masih kecil...kamu masih kelas 6sd...aku masih ingat kamu bilang aku nggak ada duit kak..kakak makan bekal ku aja...
Saat itu aku sangat kelaparan Asha....sudah tidak dapat duit sedari kemarin nya...perutku sangat sakit dan gemetar.... Terimakasih untuk itu...."Dewa tersenyum sangat manis ..
"Ya Tuhan kuatkan iman ku..."pikir Ashaima...
"Tapi bagaimana Kakak sampai tau aku yang sekarang.."
"Aku selalu mengikuti mu....aku tau rumah mu...aku tau sekolah mu...aku selalu melihat mu tapi saat itu aku tak berani mengenalkan diri karena saat itu aku merasa belum pantas untuk mu ..."
"Dan tempat kerja ku ..?"
"Aku membayar seseorang untuk mengikuti mu dan dia selalu memberikan laporan padaku .."
"Tapi untuk apa kakak berbuat sampai sejauh itu...?"
"Karena aku tak mau kehilangan kamu Ashaima....Aku berjuang sampai ketitik ini adalah karena aku selalu merindukan mu....setiap lagu lagu ku tercipta karena memikirkan mu...."
"Aku selalu berusaha untuk menang di setiap audisi yang ku ikuti...aku berusaha sangat keras....aku ingin kamu bangga padaku...selayak aku yang selalu membanggakan mu...."
"Kenapa kakak harus menyuruh pak Kris memecat ku ..?"
"Aku takut kehilangan jejak mu lagi... karena kemarin waktu kamu pindah kuliah aku kehilangan mu ...aku sampai gila mencari keberadaan mu...dan Sekarang aku tak mau lagi itu terjadi..."
"Jadi Ashaima...kakak melamar mu ...jadilah kekasih ...sahabat .. ataupun keluarga kakak ....ya..."
"Kakak tidak punya siapa siapa....dan kakak sangat sangat mencintai mu..."
Aku tertegun...apa yang harus ku jawab...ini sangat mendadak...
"Tapi kak..kita kan baru kenal...bisa tidak kita berteman dulu aja...?"
"Boleh.....tapi kamu kerja sama kakak ya...."
Dia tersenyum sangat lebar....sambil mengacak acak rambut Ashaima...
"Oh...Tuhan siapa yang mau menolak orang seperti kak Dewa ini....ganteng berkharisma.... senyumnya manis pintar main gitar suara merdu...hari ini di ajak nikah aku nggak nolak ...."pikirku sambil senyum senyum...
"Kenapa senyum senyum..."
"Ohh..tak ada kak..hanya saja...."balas ku malu...takut kalau ketahuan....
bersambung