Peluh membasahi dahi beserta helaan napas yang kian melemah, waktu sudah menunjukkan sore hari pertanda ia harus pulang kerumah. Namun bukan Athy namanya jika tidak bersemangat, kedua netra hitamnya menatap luas sawah yang berada didepannya. Sekarang adalah tahun 1995, dimana semua negara dilanda kekeringan dan mengakibatkan kekurangan pangan. Kotanya juga ikut terkena imbasnya, terpaksa Athy yang masih menginjak umur delapan belas tahun harus membanting tulang untuk makan. Dirinya adalah seorang yatim piatu dan sekarang tinggal disebuah rumah kecil nan sederhana yang diberikan oleh pemerintah sebagai sayembara untuk membantu orang yang kurang mampu. Seluruh kebutuhannya dipenuhi oleh pemerintah namun balik lagi ke tahun sekarang, pemerintah juga sedang kekurangan pangan dan membuatnya harus mencari makan beserta mencari uang dari obat penyakitnya dengan mengambil pekerjaan di sawah milik orang. Udara berembus mengenai rambut hitamnya, Athy memejamkan matanya sebentar lalu melanjutkan pekerjaan yang telah ia tunda.
▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀
"Sudah jam 7 malam, sepertinya aku harus pulang" Athy menepuk bajunya yang telah kotor akibat lumpur beserta membenarkan lampu yang bertengger di atas kepalanya. Namun ketika ia berbalik, Athy menemukan seorang pria yang terkapar di depannya. Dengan perasaan panik, Athy mencoba untuk mengguncangkan badan besar itu namun tidak ada respon. Lalu tanpa berpikir panjang, dirinya menggendong badan laki laki itu dan membawanya ke rumah miliknya.
▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀
Segaris senyum miring terpatri di wajah Athy, merasa bangga dikarenakan ia baru saja membawa seorang laki besar dengan wajah dan badannya yang penuh lumpur. Mendudukkan badan orang asing sembari membersihkannya perlahan, ia menutup matanya ketika sudah mulai membersihkan pinggir area perjaka milik pria tersebut. Setelah selesai, Athy langsung membopong badan itu lagi dan membawanya ke kasur empuk tak lupa untuk memakaikan bajunya yang telah longgar dan memberikan selimut bermotif wortel. Dirinya terduduk di sofa lalu tertidur pulas.
▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀
Sudah berhari hari Athy menunggu pria asing itu terbangun, namun tak kunjung bangun juga. Dirinya juga sudah menyadari jika lelaki itu sangat tampan! Matanya tanpa kantong mata, hidung mancung, rambut blonde beserta rahang tegas membuatnya sangat sempurna meskipun sedang tertidur, namun satu hal yang Athy tidak ketahui yaitu matanya.
"Kalau tampan seperti ini juga aku siap untuk menikahinya" Seru Ahty lalu tertawa pelan
▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀
Penyakitnya semakin memburuk, Athy tertidur di depan kasur dan terengah engah akibat udara yang sangat pengap. Dirinya mengalihkan tatapan ketika melihat wajah pria di depannya yang masih tertidur. Tak lama matanya memburam kala detak jantungnya yang mulai melambat. Sebelum matanya tertutup, ia bisa melihat pria yang telah dirawatnya berubah menjadi seseorang dengan pakaian serba hitam. Athy melihat mata lelaki itu berwarna keemasan, sangat cocok dengan wajahnya yang rupawan dan berjalan mendekati dirinya lalu membisikkan sesuatu membuatnya menitikkan setetes air mata.
"Tidurlah, kita akan menikah di alam lain. Selamat tinggal dan terima kasih"