Minggu ini desaku digegerkan dengan teror dari sosok hantu wanita yang mencari anak nya, teror ini berawal dari kematian wanita misterius karena praktik aborsi.
Singkat cerita, aku yang memang tinggal sendiri di kontrakan, meminta agar teman teman ku menginap disini, mereka adalah ian, zaldi, dan kris. Aku sedikit memohon ke mereka karena teror yang ada di desaku, akhirnya mereka menyetujuinya karena kasian melihatku.
Malam harinya tepat pukul 20.00 ketiga teman ku datang kekontrakan ku, meskipun sekarang aku tidak sendiri aku tetap merasa takut akan kehadiran sosok wanita itu.
Ditengah perbincangan tentang sosok perempuan itu, tiba tiba zaldi memotong ceritaku.
" hay wanita jelek sini tunjukin wujud lu gw gak takut hahahaha" dia tertawa puas seolah berhasil mengejek hantu tersebut.
" eh jangan sompral lu nanti kalau dia dateng gimana" celetuk ku kesal
" eleh sini kalau berani! zaki zaki ama seten aja takut " balas zaldi
Aku yang kesal dengan tingkahnya hanya bisa berdoa agar hantu itu tidak datang kemari, karena menurut mitos hantu akan datang jika di panggil.
malam semakin larut, aku dan teman teman ku memutuskan untu menonton film jailangkung 1, bukanya takut ke tiga teman ku malah berencana untuk bermain jailangkung di kontrakanku.
" eh eh kita main jailangkung yuk" ajak ian kepada kami
" boleh juga nyalilu yan " balas zaldi
" kalian main saja kah aku mau tidur duluan " ucapku dengan nada kesal.
aku langsung meninggalkan mereka yang masih asik berbincang bincang. Sesampainya di kamar aku langsung merebahkan diri ke kasur, malam begitu dingin perlahan kantuk menjalar di tubuhku, dengan cepat aku sudah tertidur dengan pulas.
cklek suara misterius membangun kan ku dari tidur, saat aku membuka mata hanya kegelapan yang nampak, rasanya aneh sekali, saat aku melihat jam ternyata masih jam 01.30 di tengah kebingungan sayup sayup aku mendengar suara orang sedang membaca mantra jailangkung.
"Jaelangkung jaelangkung disini ada pesta, pesta kecil-kecilan datang tak dijemput, pulang tak diantar," dan ternyata ke tiga teman ku sedang memainkan jailangkung dengan boneka kayu yang entah dari mana asalnya.
aku menghampiri mereka, salah satu teman ku memberi kode untuk mendekat dia menjelaskan bahwa ini adalah permainan ke dua mereka namun mereka merasa ada yang berbeda dari permainan ke dua ini, tiba tiba kami di buat diam dengan hembusan angin yang entah dari mana asal nya samar samar aku mendengar kata " nak " dengan suara lirih dan serak.
Aku masih di buat ngeri dengan suara tadi tiba tiba, "tok tok tok" suara ketukan pin membuyarkan pikiran ku, siapa yang bertama semalam ini apalagi saat aku menyadari kalau sekarang sudah pukul 01.45.
" yan ikut aku buka pintu " mintaku kepada ian.
Ian mengiyakan ajakan ku, tanpa berlama lama aku dan ian bergegas bangun dan meninggalkan zaldi dan kris yang masih memegangi boneka jailanhkung, saat aku mendekat ke pintu suara ketukan itu makin keras dan cepat "tok tok tok".
Aku sedikit ragu untuk membukanya, namun segera ku tepis pikiran itu, "cklek" perlahan aku membuka pintu, deg aku dan ian terdiam ketika sesosok wanita dengan wajah penuh darah dan perut bolong berdiri di depan pintu dan berkata " nak ". seketika pandangan ku menjadi gelap dan aku pingsan.
cklek suara misterius membangunkan ku, ternyata aku masih berada di asas kasur, aku lega semua itu hanya mimpi, namun aneh nya aku kembali mendengar sayup sayup suara orang sedang membaca mantra jailangkun
"Jaelangkung jaelangkung disini ada pesta, pesta kecil-kecilan datang tak dijemput, pulang tak diantar," dan ternyata ke tiga teman ku sedang memainkan jailangkung dengan boneka kayu yang entah dari mana asalnya.
aku berpikir sejenak mengingat kejadian yang ku alami sekarang sangat mirip dengan mimpiku dan saat aku melihat ke dinding jam menunjukan pukul 01.30. Namun segera ku tepis perasaan itu dan aku menghampiri mereka, salah satu teman ku memberikan kode untuk mendekat, tiba tiba "tok tok tok anak ku hihihihihi ayo main jailangkung sama ibu".