Malam yang dingin membuatku merasa hangat dengan keberadaannya disisiku. Dengan senyum yang tulus dan tatapan tajamnya membuat hati ini terus berdegup kencang.
Awal dari kisal Daffin dan Caca yang terjebak oleh rasa mengagumi secara diam dan akhirnya memberanikan diri untuk mencoba menjalin suatu komitmen. Caca dan Daffin satu sekolah, satu kelas, dan satu perumahan. Daffin murid pindahan bersama adik ceweknya yang bernama Erika. Caca mempunyai seorang kakak yang sangat perhatian yang bernama Hamadha, tetapi mantannya Caca yang bernama Artha kurang berhubungan baik dengan kakaknya.
~Pagi hari seperti biasa Caca sarapan lalu berangkat ke sekolah
Hamadha "dek, gue anter yaa"
Caca "lah tumben banget, emang lo gak ada kuliah kak?"
Hamadha "gak ada sih, gue mau anter Erika sekalian" (Erika sang pujaan hatinya Hamadha hehe)
Caca "pantesan tumben"
....Ting Tong...
Hamadha "siapa yaa,tumben pagi-pagi gini ada tamu" dengan wajah bingung
Caca "paling nganter koran/paket, ya udah biar gue bukain deh"
Ternyata ada tamu yang tak terduga datang ke rumah Caca
Caca "iyaa, tunggu. siapa" sambil membuka pintu
Daffin "hai"
Caca "lah, lo ngapain fin pagi-pagi kerumah gue" jawabnya dengan terkejut
Daffin "gue mau ngajak lo berangkat bareng"
Caca "hahaa emang lo gak berangkat bareng Erika?"
Daffin "tadi sih dia bilang mau dijemput sama kakak lo"
Caca "oh iya, gue lupa. ya udah kalo gitu, bentar yaa gue ambil tas dulu sama pake sepatu"
Setelah Caca siap, mereka berdua berangkat ke sekolah. Sampainya disekolah ternyata Caca lupa membawa buku pelajaran matematika, akhirnya Daffin mencoba untuk menawarkan bukunya. Tetapi karena Caca tidak mau merepotkannya, mereka jadinya duduk satu bangku agar bisa berbagi buku.
Pelajaran jam pertama telah selesai, bel bunyi pun berbunyi. Caca, Daffin, dan Erika pergi kekantin untuk makan siang.
Erika "kalian mau makan apa?gue kayanya pengen makan yang pedes gitu deh"
Caca "bakso ajaa, ehh baksonya bang jali enak banget tau ! lo harus coba"
Daffin "tapi mie ayam Bu yamii juga enak!"
Erika "ya udah gue coba bakso aja kali yaa, soalnya kemarin gue habis makan mie" sambil jalan ke arah bakso bang jali
Caca "ehh Fin, lo ikut acara camping sekolah?"
Daffin "pasti ikut dong, emang lo ga ikut?"
Caca "ikut sih, tapi sebenernya masih fifty-fifty"
Daffin "katanya kalo ga ikut nilai beberapa pelajaran" semester ini gak bakal keluar
Caca "serius???" jawabnya kaget
Erika "pada ngobrolin apaan sih?"
Caca "camping minggu depan, lo ikut Rik?"
Erika "ikut lah, emang lo ga ikut?"
Caca "hmmm...kalo ancamannya nilai, kayanya mau gak mau sih harus ikut"
Selesai jam istirahat mereka langsung kembali ke kelas. Detik demi detik hari ini pun berlalu.
~ H-1 acara camping sekolah
Malam hari yang sunyi dirumah Caca, ketika dia sedang menyiapkan perlengkapan untuk dibawa besok camping Hamadha mengetuk pintu kamar Caca.
Tok...tok...tok
Caca "masuk aja kak"
Hamadha "wah udah siap aja nih yang mau camping" sambil menggoda Caca
Caca "gue sebenernya ragu tau kak" dengan wajahnya yang sedih
Hamadha "kenapa?lo takut ada hantu hahaa"
Caca "enggaklah, ya kaliii, gue tuh takut aja kalo ada jahat sama gue disana gimana?kalo ada yang tiba-tiba ngerjain gue gimana?"
Hamadha "gini nih kalo kebanyakan nonton sinetron hahaa" sambil ketawa
Caca "gue serius tau, coba lo bayangin kalo tiba-tiba ada temen gue yang taruh ular gitu ditenda gue gimana?" jawabnya dengan serius
Hamadha "intinya kalo ada apa-apa lo kabarin gue atau panggil nama gue tiga kali. Gue jamin gak akan muncul whahaha"
Caca "males ah, udah balik kamar lo aja sana" sambil mendorong Hamadha keluar
Hamadha "dengerin gue, lo gak usah ngebayangin apapun yang belum tentu terjadi. Bisa-bisa apa yang lo bayangin nanti malah kejadian. Lo bisa telepon gue dan yang pasti lo kan satu kelompok sama Erika, setidaknya kalian bisa saling jaga" sambil mengusap kepala Caca
Caca "iya iya iya, udah ah gue mau tidur kan besok berangkat pagi"
Hamadha "oke. Jangan lupa cemilan diatas meja makan besok dibawa, tadi sengaja gue beliin buat lo bawa besok" sambil teriak dari bawah tangga
Caca "OKE, thanks" tumben perhatian
Keesokan harinya, Erika dan Daffin sampai duluan disekolah. Beberapa menit kemudian Caca datang
Erika : Ca..sebelah sini (sambil melambaikan tangan)
Caca : hallo Rik...hallo Fin (sambil tersenyum kearah mereka)
"Pengumuman, untuk para siswa harap berkumpul dilapangan. Pengumuman, untuk para siswa harap berkumpul dilapangan. Selamat pagi semuanya, sepertinya semuanya bersemangat sekali pagi ini ya. Sebelum kita berangkat alangkah baiknya kita berdoa bersama sama dengan keyakinan masing masing..berdoa mulai..selesai. Terima kasih untuk para siswa yang telah hadir dalam mengikuti camping sekolah hari ini, dikarenakan ada kendala mesin pada bis 8 jadi kita tunggu beberapa menit lagi sampai kendalanya dapat diatasi. Untuk para siswa bis 1-7 dapat meletakkan tas didalam bagasi bis"
Daffin : Ca bisa ngobrol sebentar gak?
Erika : kayanya Daffin... (bicara dalam hati)
Caca : ehh..kenapa gak disini aja?nanti Erika sendiri dong
Erika : udah sana, lagian juga masih nunggu bis 8 tuh. Gak mungkin berangkat sekarang juga kan (sambil mendorong Caca ke arah Daffin)
Daffin : sebentar aja (sambil menarik tangan Caca)
~
Caca : kenapa Fin? kayanya penting banget (tanya dengan bingung)
Daffin : gue mau nanya Ca, waktu itu lo peluk gue di Hypoomart pas ada mantan lo itu kenapa?
Caca : ohh waktu itu, kan gue udah minta maaf Fin
Daffin : gue kan tanya alasannya Ca (tanya dengan wajah serius)
Caca : hmm..karena gue gak mau diganggu mantan gue lagi
Daffin : cuma itu?
Caca : iya, kenapa sih?
Daffin : lo sadar gak sih Ca, pas lo peluk gue waktu itu seberapa kagetnya gue. Sampai sekarang pun gue masih kepikiran kejadian itu !
Caca : iya gue sadar gue salah, terus gimana biar lo maafin gue?
Daffin : gue gak masalah kok, gue cuma mau bilang apa yang gue rasain waktu itu dan gue sadar beberapa kita main bareng, pulang pergi sekolah bareng, banyak habisin waktu ber....
"Pengumuman... pengumuman... semua siswa harap berkumpul dilapangan. Baik, karena bis 8 sudah selesai kendalanya bagi semua siswa yang sudah menaruh tas atau barang-barangnya di bagasi bis, segera naik dan kita akan berangkat"
Semua siswa masuk ke dalam bis. Erika dan Caca duduk bersebelahan, diseberang bangku mereka adalah bangku Daffin dan Dino. Erika mengirim pesan ke Daffin untuk menanyakan apakah ada kemajuan dengan Caca. Tetapi rencana Daffin tidak sesuai ekspektasinya, dia merasa kecewa karena tidak dapat mengatakannya. Setelah bis jalan, Erika mencoba menanyakan apakah ada kemajuan ke Daffin melalui pesan.
Erika : gimana, gimana? udah coba bilang ke Caca?
Daffin : belum, tiba-tiba ada pengumuman jadi gak sempet bilang
Erika : ya udah, masih banyak kesempatan kok. Slow aja brother
Daffin : (hanya di baca oleh Daffin)
Sampainya di tempat camping, semua siswa membangun tenda bersama kelompok masing-masing yang sudah ditentukan di kelas sebelumnya. Erika, Caca, dan Valerie satu tenda. Sedangkan Daffin, Dino, dan Ibal satu tenda. Setelah semua siswa selesai membangun tenda, agenda selanjutnya adalah jelajah alam. Saat pembagian kelompok untuk jelajah alam, Caca satu kelompok dengan Filio dan Filona. Disisi lain, Daffin, Erika dan Zio satu kelompok.
Erika : hei, lo kenapa melamun gitu sih? (sambil mengagetkan Caca)
Caca : ih, lo ngagetin aja sih. Engga, gue punya firasat buruk aja
Erika : kenapa?
Caca : gue gak terlalu deket sama si kembar Lio dan Lona, kalo ada apa-apa gimana?
Erika : lo mau coba tukeran sama Daffin, biar satu kelompok sama gue aja?
Caca : emang bisa?
Erika : coba gue tanya Daffin dulu ya (sambil berlari ke arah Daffin)
Daffin : lo ngapain sih lari-lari gitu, kalo jatuh gimana? (sambil mengomel)
Erika : hehe, iya-iya kakak bawel. Oh iya, Fin lo mau gak tukeran kelompok sama Caca?soalnya dia gak terlalu deket sama lio dan lona
Daffin : gak apa-apa sih
Erika : yeay, terima kasih kakak gue yang paling baik hati (sambil melet)
Daffin : ya udah gak jadi deh
Erika : gak bisa ditarik lagi. Bentar, gue coba tanya ke ketua jelajah alam (sambil berjalan ke arah ketua)
Setelah Erika mencoba bertanya dan membujuk ketua jelajah, ternyata pertukaran anggota kelompok hanya bisa sesama gender. Jadi laki-laki harus tukar dengan laki-laki dan perempuan harus tukar dengan perempuan.
Erika : Ca, gue aja ya yang tukeran sama lo?
Caca : kok jadi gitu?
Erika : iya soalnya syarat pertukaran anggota kelompok harus sesama gender
Caca : ya udah gue di kelompok ini aja gak apa-apa kok
Erika : no..no..no. Gue kan kenal sama si kembar jadi biar aja. Udah sana ! (sambil mendorong Caca ke arah Daffin)
Caca : makasih Rik (dengan wajah berkaca-kaca)
Daffin : kok jadinya Erika yang pindah?
Caca : iya, syaratnya gitu
Zio : Hallo Ca
Caca : Hallo Zi, sorry ya jadi tukeran anggota gini
Zio : it's okay
Daffin : ya udah ayo berangkat. Selanjutnya kelompok kita yang masuk hutan
Setelah semua siswa berangkat untuk menjelajah alam, mereka harus melewati beberapa pos yang berisi teka-teki. Setiap kelompok yang berhasil memecahkan teka-teki yang ada, dapat melanjutkan perjalanan. Saat ditengah perjalanan jelajah, tiba-tiba...
Zio : Ca kenapa wajah lo pucet banget?
Daffin : lo sakit Ca?
Caca : enggak kok, udah lanjut jalan aja (dengan wajah pucet)
Daffin : ya udah lo tunggu sini sama Zio, biar gue yang ke pos kesehatan buat minta bantuan
Zio : gue kan gak deket sama Caca (berbicara dalam hati)
Daffin : lo tunggu sini aja dulu Zi, tolong bantu Caca duduk di batu besar sana ya (sambil menunjuk batu besar dekat pohon)
Zio : eh Fin, biar gue aja deh yang ke pos kesehatan. Tangan gue tadi juga kena ranting pohon, biar sekalian di obatin disana.
Daffin : serius gak apa-apa?
Zio : iyaa. Gue tinggal dulu ya Ca..Fin (sambil berjalan meninggalkan mereka)
Daffin : mending lo minum dulu Ca (dengan wajah khawatir)
Caca : air minum gue habis, serius gue gak apa-apa kok
Daffin : ini, minum punya gue aja (sambil memberikan botol minumnya ke Caca)
Caca : makasih ya Fin, kayanya gue dehidrasi
Daffin : lain kali bilang aja, kita kan bisa istirahat dulu !
Caca : iya iya, gue beneran gak apa-apa. Sekarang jam berapa?
Daffin : jam setengah 6
Caca : ini namanya bukan jelajah alam, tapi jelajah malam (dengan wajah sedih)
Daffin : ya udah ditunggu bentar lagi. Mungkin Zio baru sampai di pos kesehatan
Caca : oh iya, tadi pagi lo mau ngomong apa Fin?
Daffin : gue cuma mau bilang apa yang gue rasain waktu itu dan sampai sekarang juga masih dengan perasaan yang sama. Awalnya waktu lo peluk gue, perasaan gue cuma kaget aja. Tapi lama kelamaan, gue selalu kepikiran dan ngerasa nyaman waktu dideket lo. Mungkin ini bukan sekedar nyaman karena terbiasa, tapi Ca gue suka sama lo (sambil melihat ke arah Caca)
Saat Daffin menengok ke Caca ternyata dia tidur lelap. Jadi setelah bicara panjang lebar, mungkin Caca tidak mendengar. Daffin kasihan melihat Caca yang kelelahan dengan menyenderkan badan dan kepalanya di pohon, akhirnya dia mencoba untuk menyenderkan kepala Caca ke pundaknya secara perlahan. Setelah beberapa menit ada tim kesehatan yang datang, mereka langsung dibawa menggunakan motor untuk menuju pos kesehatan. Kondisi Caca yg terbaring lemah di pos kesehatan, membuat Daffin ingin menjaganya. Erika setelah sampai, langsung menuju ke pos kesehatan untuk melihat keadaan kakaknya dan Caca.
Erika : Fin kenapa kok kalian bisa ada disini? (tanya dengan khawatir)
Daffin : tadi Caca kelelahan gara-gara dehidrasi, terus gue suruh istirahat dulu. Pas nunggu Zio manggil tim kesehatan, dia ketiduran dan kondisinya lemes (jawab dengan nada khawatir)
Erika : lo balik ke tenda aja Fin, biar gue yang jagain Caca
Daffin : gak apa-apa, biar gue aja
Erika : ya udah ini kan waktunya makan malam, biar gue ambilin bawa ke sini ya?
Daffin : boleh, tolong bawain minum juga ya. Soalnya Caca kayanya butuh air putih.
Erika : Oke
~ Tiba-tiba Caca bangun
Caca : kenapa gue disini Fin?
Daffin : lo tadi tidur, gue kira pingsan
Caca : tadi gue capek banget, ternyata malah ketiduran. Sorry ya malah buat semua khawatir
Daffin : sekarang apa yang lo rasain?
Caca : laper hehee
Daffin : udah gue duga, tunggu aja Erika lagi ambil makan buat kita
Caca : By the way, thanks ya Fin (sambil memegang tangan Daffin)
Daffin : iya. Hem.. lo tadi pas jelajah alam kan tanya obrolan kita yang tadi pagi belum selesai, denger gak gue bilang apa? (tanya dengan penasaran)
Caca : denger kok
Daffin : seriusan? (jawabnya kaget)
Caca : iya, lo bilang apa yang lo rasain masih sama dan awalnya lo cuma kaget...terus habis itu gue ketiduran hehee. Bener kan? (sambil tersenyum)
Daffin : kayanya setiap gue mau ngomong soal itu, mesti ada aja. Apa gue to the point sekarang aja ya? (berbicara dalam hati)
Caca : Fin.. (sambil melambaikan tangan)
Daffin : GUE SUKA SAMA LO
Caca : hah?kok bisa? (jawabnya dengan kaget)
Daffin : bisa lah, habisnya dari tadi gue mau bilang itu aja susah banget. Ada aja kejadiannya
Caca : bentar...bentar...kayanya gue masih setengah sadar, coba gue bangun dulu (langsung duduk)
Daffin : gue suka sama lo Ca (sambil berbisik)
Caca : bentar...kayanya gue masih pusing karena kelelahan tadi,jadi salah denger (dengan wajah malu-malu)
Daffin : CA GUE SUKA SAMA LO (bicara dengan lantang dan keras)
Ternyata orang-orang di pos kesehatan langsung memperhatikan Daffin dan Caca. Mereka langsung bilang "terima...terima.. terima"
Caca : kalian apaan sih?gue kan gak ditembak, apanya yang diterima hahaa (sambil bicara dalam hati)
Daffin : lo mau gak jadi pacar gue (sambil memegang tangan Caca)
Caca : lo bisa denger suara hati orang ya? (jawabnya dengan kaget)
Orang-orang di pos kesehatan : TERIMA..AYOO TERIMA..TERIMA.. AYO TERIMA
Caca : Fin gue malu (sambil berbisik)
Daffin : kalo lo tolak gue, ya gue yang lebih malu (sambil berbisik)
Caca : tapi gue juga suka sama lo,gimana dong? (sambil berbisik)
Daffin : APA LO SUKA SAMA GUE? (bicara dengan lantang dan keras)
Caca : iya gue terima
Daffin tiba-tiba tanpa sadar langsung menarik tangan Caca dan memeluknya, semua orang dalam pos kesehatan langsung memberikan tepuk tangan dan senyuman. Erika yang datang setelah mengambil makanan, ikut menyaksikan adegan tembak menembak Daffin dan Caca, dia pun ikut senang melihatnya.
Terima kasih yang sudah membaca part 2. Semoga kalian suka.