Namaku Mala, aku tidak tau perasaan ini di sebut apa. Ingin sendiri, tidak ingin mendengar suara apapun, dan takut terhadap orang lain. Menganggap semua orang menakutkan, bergetar, dan berbicara tergagap tanpa sengaja jika ada yang mengajak bicara.
Jika aku di suruh memilih antara pagi dan malam... tentu aku menjawab malam. Tenang dan damai, tidak ada suara menganggu. Hanya dengan suara bisikin alam dan binatang membuatku nyaman.
Namun... apakah aku menyukai diri ku yang ini? Merasa takut dengan orang sekitar, merasa diriku tidak berguna, hanya diam jika ditanya... tentu aku ingin mengubah nya.
Hahaha, hanya omong kosong belaka. Aku saja tidak bisa menatap lawan bicara ku, bagaimana aku mampu mengubah sifat menyebalkan ini?
Aku berusaha mati- matian agar aku berguna bagi orang lain. Dan yah, aku berkali- kali pula berhasil melakukan nya. Namun apa yang terjadi? Satu tangga menuju keberhasilan runtuh karena aku yang pengecut ini. Jujur, saat semua orang mengandalkan ku, aku merasa senang. Namun lagi- lagi ketakutan akan kegagalan ku lebih besar ketimbang rasa bangga dan usaha ku.
Lelah... aku harus berbuat apa? Selalu menunduk saat berjalan, hanya mengangguk malu saat ada seseorang yang mengajak berbicara. Ini... menyebalkan.
Sudah lama sifat ini masih tertanam dari diriku. Saat ini aku sudah mengijak usia dewasa. Walau aku tidak terlalu berguna untuk orang lain, setidak nya aku tidak mau orang tua ku susah dengan gadis pengecut ini. Dengan nilai yang lumayan sekolah tidak perlu dipusingkan.
Teman? Em, jika bertanya tentang itu, aku juga punya. Sd... mungkin hanya 2/3 teman dekat? Aku juga lupa, hanya beberapa dari mereka yang mampu membuat ku tertawa, menangis, dan yah... hahaha berteriak sesuka hati. Hanya itu saja, yah itu saja.
Jika Smp, hanya 1. Ya kalian tidak salah dengar, hanya 1 teman dekat. Aku bersyukur saat masuk Smp mereka masih mau berbicara dengan ku, berkenalan terlebih dulu sambil tersenyum kepadaku yang menunduk malu. Setidak nya itu membuat ku nyaman, walau tidak dekat dengan mereka tapi mereka masih menghargai ku.
Aku sama sekali tidak punya teman rumah. Tentu saja, siapa yang mau mengajak orang yang selalu sendiri dirumah dan tidak pernah keluar sama sekali. Jika Sma... sepertinya tidak usah diceritakan ya, hahaha.
Intinya... apakah aku bisa menghilang kan sifat ini? Aku hanya bisa membiasakan diri, usaha ku semua sia- sia. Hanya dengan membuat orang sekitar ku tertawa saja membuat ku senang. Aku juga ingin mewujudkan mimpi kedua orang tua ku.
Ayah ku pernah berkata...
" Jadilah orang sukses, jangan pedulikan orang lain dan ikuti saja langkah hati mu. Asalkan niat mu baik dan bersungguh- sungguh, itu saja bisa membuat mu di atas langit "
Ucap ayah ku dengan mata membara dan senyum hangat nya. Saat aku kecil dan tidak tau akan dunia luar, aku menganggap ayah ku hebat dan keren. Dengan senyum lugu aku menjawab pertanyaan ayah ku.
" Ayah lihat saja, adek akan menjadi orang hebat dan kaya agar ibu dan ayah bisa tinggal di rumah besaaaarrr!! "
Ayah ku hanya tertawa dan mengusap kepala ku. Beliau mengendong ku dan memeluk ku dengan kasih sayang.
" Yeee adek pikirnya jangan kaya doang, tapi boleh juga mimpi nya, hahaha "
Ayah dan aku hanya tertawa bersama. Dengan mata sayu beliau juga pernah berkata.
" Adek, semakin tinggi pohon akan semakin kencang pula angin nya. Adek harus bisa menghadapi angin itu "
Ucap Ayah ku yang masih memeluk ku dengan erat. Dengan umur ku yang bisa dibilang masih kecil, aku belum mengerti dari kata- kata tersebut. Namun seiring nya dengan waktu aku tau arti dari ucapan tersebut.
" Semakin tinggi derajat mu semakin banyak pula musuh yang ingin menjatuh kan mu "
Sangat merepotkan bukan? Tapi ucapan ayah ku benar nyata nya.
Mimpi itu, apakah akan terwujud? Aku juga menantikan nya. Aku ingin, sifat pengecut ku ini bisa hilang... ah tidak, setidak nya aku ingin sifat ini bisa ku kuasai dengan menganggap...
" Bodo amat dengan orang sekitar, aku ingin mengikuti kata hati ku sendiri! "
Yah, aku akan berusaha!
Jika kalian bertanya, bagaimana cara menghilang kan sifat ini? Aku juga tidak tau, namun... mungkin saja jika kalian membuka hati dengan orang baik atau terdekat, sedikit demi sedikit tanpa kalian sadari sikap ini akan menghilang.
Jika aku tidak bisa... mungkin saja kalian bisa mengubah nya ^-^
Introvert, walau terasa kesepian namun aku hanya diam tidak bergeming. Selama menurutku sikap yang kumiliki tidak membuat masalah dengan orang lain. Yah, just follow your path as long as you are still able to walk.
Jalan masih panjang, jangan menyerah dan berhenti hanya karena kerikil yang menghalangi jalan mu.
Cukup sampai sini saja cerita nya...